
Di bawa arahan dari Aether kelompok pasukan elf yang di ramalkan akan terseok seok untuk bertahan, benar benar memberikan bukti kalau mereka bisa memukul mundur lawan, aksi aksi dari Aether terlihat seperti sebuah keajaiban yang turun dari langit untuk membantu para elf untuk memenangkan pertempuran ini.
Dengan cepat juga daerah lainnya juga tahu bagaimana aksi Aether, sehingga area lainnya juga semakin bersemangat, Aether juga yang berada di lapangannya juga telah memberikan perintah untuk memberikan bantuan kepada daerah lainnya yang memerlukan bantuan. Sedangkan ia sendiri Tinggal disana untuk memastikan kalau tidak ada serangan lainnya dari pihak pasukan immortal.
Secara logika serangan lanjutan seharusnya tidak lagi terjadi karena pimpinan mereka saat ini sudah bertarung dengan pimpinan lawan, jadinya tidak mungkin untuk nya kembali lagi kesini untuk menyerang area yang Dia jaga.
Semua orang yang sudah melihat bagaimana kemenangan yang mereka dapatkan disini merasa takjub, sehingga mereka juga semakin bersemangat sehingga apapun yang dikatakan oleh Aether segera melakukan.
Walaupun itu terdengar tidak masuk akal, mereka semua siap melakukan semua itu, ia bahkan memberikan perintah kepada salah satu anak buah terbaiknya untuk mengumpulkan semua peraltan yang terjatuh dalam mendan perang, dan memberikan perintah khusus kepadanya.
“Bukankah seharusnya tugasku telah selesai setelah membuat pasukan di dinding ini telah selesai.”
Aether merasa sedikit kebingungan setelah beberapa saat menunggu tidak ada pemberitahuan kalau ia berhasil menyelesaikan misi.
“Ding”
[Anda berhasil membuat sebuah alur cerita yang berbeda dalam misi, sehingga alur dari pertempuran akan disesuaikan dengan bagaimana cara anda menjalankannya.]
“Ini merepotkan,” ucap setelah membaca deskripsi pesan yang ada disana, awalnya Aether sebenarnya berpikir kalau tugasnya hanya sebatas untuk mengamankan area barat untuk menyelesaikan misinya tapi Misi dalam pertempuran ini tidak semudah itu.
Apalagi setelah ia memikirkan dan melihat kinerja dari tempat lain yang terlihat kesulitan bertahan melawan serangan para Immortal yang ada ia sekarang mulai menebak kalau dalam cerita aslinya dinding yang dia jaga sebenarnya Jebol dan hal itu membuat sehingga tempat ini hancur.
Jadi kemungkinan terbesar adalah untuk menebus kesalahannya yang gagal untuk menjaga area yang ditugaskan pemilik tubuh ini mengorbankan dirinya untuk menyegel penyerang dalam perang kali ini.
Tahu akan hal ini Aether segera bergegas menuju markas pusat, disana ia memberikan perintah, adalah membuat semua orang yang ada disana jangan mengikuti apa yang dia lakukan, dan ia menyuruh mereka untuk bertahan sebaik mungkin karena mulai dari sini ia akan bergerak secara pribadi untuk membantu mereka.
“ini adalah pertempuran hidup dan mati, mari kita keluarkan semuanya,” ucap Aether.
Untuk membuat perpindahan tempatnya lebih cepat, ia menarik seorang elf yang memiliki sebuah tato yang membuatnya dapat berteleportasi ke berbagai tempat.
Ia adalah seorang pemanah, ia juga merupakan salah satu jendral kepercayaan asura yang ditugaskan untuk membantu apa yang ingin Aether lakukan.
Dalam perang ini mereka memiliki sesuatu untuk bisa berteleportasi dengan sang asura, hanya Aether yang harus berkomunikasi melalui sebuah perantara karena Aether yang memang khusus.
Sehingga membuatnya harus datang ke markas pusat untuk menyampaikan sebuah perintah yang akan dia lakukan sehingga Sang asura dapat bertarung dengan lebih baik dengan sang lich immortal.
Disana Ia segera mengaktifkan Aura Of king yang dia miliki dan segera memberikan bantuan terbaik yang dia miliki sehingga pasukannya segera membuat kemenangan dalam pertempuran ini.
Sebenarnya Jika dia ingin Aether bisa saja menyelesaikan misi ini dengan lebih cepat dengan cara ia langsung datang ke medan pertempuran sang Asura untuk menyegel sang Oni.
Tapi targetnya adalah mendapatkan sebanyak mungkin jasa dengan memberikan bantuan ke berbagai tempat yang ada Sehingga nantinya ia mendapatkan poin tertinggi yang biasa didapatkan.
Tapi hal itu tidak semudah yang ia pikirkan banyak harus yang ia selesaikan untuk membuat impiannya menjadi terealisasikan.
Misalkan saja tempat pertama yang ia datangi, alasan kenapa tepat pertama yang dia datangi Area utara, karena area itu sedang dalam keadaan terpojok sehingga itu adalah tempat pertama yang harus mendapatkan perhatian.
“Bantu aku untuk membuat mereka yang ada disana untuk mundur,” ucap Aether kepada orang yang baru saja membantu sampai di tempat ini.
Terlihat elf itu langsung mengerti tentang apa yang Aether ingin Lakukan sehingga ia langsung mengangguk tanda ia siapa melakukannya setelah itu ia terlihat menghilang untuk segera melakukannya.
Setelah elf itu pergi hal pertama Yang Aether lakukan adalah meminum Potion untuk memulihkan tenaga nya.
Jika ada sesuatu yang biasa ia keluhkan dalam tubuh ini mungkin itu adalah ia yang terlalu lambat untuk bergerak, levelnya sudah lebih 800 ratus tapi kecepatannya sepertinya tidak terlalu jauh dari Aldo yang sekarang sehingga tentu ini akan sangat mengecewakan.
Tapi jika telusuri lebih baik, sebenarnya satu satunya kelebihan dari tubuh ini hanya kekuatan dari skil skilnya memang sangat baik, kecuali itu Sebuah dalam tubuh elf ini terlihat sangat biasa untuk ukuran levelnya yang segitu.
Aether tidak bilang karakter ini lemah tapi, karakter ini memang pantas di ke level yang dia miliki saat ini, sehingga tidak mengejutkan saat tahu kalau mereka gagal untuk memberantas para pasukan immortal yang datang menyerang mereka.
Perang ia lalui saat ini sudah terlalu lama, di dalam game saja Ia sudah menghabiskan lebih dari 10 jam, perhitahunannya, sehingga saat ia sedang Fokus ia terlihat segera dikeluarkan dengan Paksa oleh sistem Drive yang dia kenakan.
Saat itu baru ia bisa bernafas dengan lega dan ia pun menceritakan apa yang ia alami kepada rekan rekannya yang ada disana, hal ini juga dimanfaatkan dengan baik oleh Reyhan untuk mempersiakan pengambilan video yang hebat karena sebenatr lagi ia akan melihat pertarungan asura dan sang necromancer pertama dalam sejarah.
“bos kalau kau terlalu sibuk dengan misimu itu, bagaimana dengan Siaran langsung yang akan kita lakukan,” ucap Nasruddin Yang sadar kalau ada kemungkinan Kalau Aether tidak akan bisa memulia siaran lasung jika misi itu masih terus menhalaginya.
“Tenang saja seharusnya Besok Vanesa sudah datang, Jika memang besok aku masih belum menyelesaikan misi ini maka biarkan Ia menggantikan untuk menyiarkan medang perang di desa,” ucap reyhan santai.
Reyhan sudah memperhitungkan semuanya, Jika memang Aether tidak bisa menyelesaikan misinya tepat Waktu maka Vanesa yang akan menantikannya untuk menyiarkan medan perang, dan seharusnya View yang akan berdatangan jika memang Vanessa yang akan memandu siaran lasung itu karena Vanessa sendiri belum pernah siaran langsung secara pribadi sehingga ini akan menjadi lebih menarik lagi.