VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
menjual peralatan epic



Setelah berpisah dengan joker ia kembali kedalam ruangan baca yang telah ia sewah, disana   ia mengedit video yang sudah mencapai jadwal tangannya , jika Reyhan serius mengedit videonya sekali ia memegang laptop maka saat video bisa ia selesaikan.


Hari itu ia hanya tidak berada disana saja, Ia juga pergi ngecek bagaimana kondisi dari bagaiamana kondisi banguanan yang akan digunakan sebagai kantor, untuk perusahaan yang akan dibentuk.


Rumah itu  telah selesai, dan berbagai peralatan satu persatu juga mulai muncul, sehingga butuh pengecekan secara berkala, perkembangan juga berjalan dengan baik dengan bantuan dari Vanessa, ia juga mulai melakukan beberapa wawancara sesuai dengan posisi yang dia butuhkan.


Persiapan saat ini sudah mencapai 70% persen,  dengan reyhan berharap itu akan selesai bulan ini, Sehingga bulan depan ia sudah bisa meresmikannya


Belakangan ini banyak orang yang meneror nya untuk membuat lebih banyak konten,  karena setelah namanya meledak dan menjadi objek perhatiannya, Aether mulai menurunkan intensitas ia mengupload video.


Karena semua itu ia tabung, sehingga saat perusahaannya jalan ia setidaknya bisa memiliki banyak tabungan Video.


Bagi Reyhan editor adalah salah satu yang paling sulit dicari, ia juga menggunakan alasan jarangnya dia upload kalau saat ini karena ia membutuhkan seorang editor, walaupun banyak orang yang menyuruhnya untuk mengeditnya sendiri karena editannya memang sudah sangat bagus.


Tapi Reyhan tetap melakukan sebuah sayembara, dengan mengirimkan sebuah vidoe perjalannya, dan ia ingin melihat siapapun di sana yang akan menarik cara dia mengedit videonya.


Ia membesar kan bagaimana orang-orang akan mengeditnya, baik itu mengikuti caranya mengedit selama ini atau mereka memiliki ciri khas tersendiri, dan reyhan memberikan mereka waktu selama satu minggu.


Ia hanya memfokuskan masalah itu kepada editor karena ia memang mementingkan hal itu sesuai dengan kemauannya, selainnya ia menyerahkannya kepada Vanessa yang mungkin lebih ahli dalam hal tersebut.


Vanessa sudah berjanji kepadanya Sehingga Reyhan juga tidak terlalu sibuk,  ia hanya mewawancara orang-orang yang sudah melewati keputusan yang Vanesa berikan, beberapa kenalannya dari cafe yang dulu ia bangun bersama dengan mawar juga ia panggil.


Seperti keamanan yang saat ini ia pekerjaan, mereka adalah orang-orang yang dulu bekerja bersama nya dengan di tempat mawar,  mereka yang melihat Reyhan telah bangkit bangkan mulai membangun sebuah perusahan  sebenarnya tidak heran, pasalnya bagi para karyawan sudah menjadi rahasia umum perkembangan cafe itu disebabkan oleh kinerja Reyhan yang sangat baik.


“Rey, kapan para pekerja masuk, aku mulai bosan sendirian disini,” tannya satpam yang melihat reyhan sudah selesai melakukan pengamatannya.


“Mungkin minggu depan anak-anak baru sudah pada masuk, tapi acara peresmian melihat kelengkapannya mungkin bulan depan, semuanya masih terhalangi kekurangan uang.” Balasnya kepada Satpam yang bernama Boni itu.


Saat awal reyhan memanggil mereka untuk bekerja untuknya ia ingin para pekerjaan tetap bersikap santai kepadanya, Sehingga para pekerja ini terlihat bersahabat dengannya.


“Santailah bos, aku tidak ingin bos baruku masuk rumah sakit sebelum ia membayar gaji pertamaku,” balas Boni dengan sedikit nada bercanda.


Reyhan hanya tersenyum dan melambaikan tangan karena ia mau pulang ke rumahnya untuk memulai barang-barang yang ia pasang di dalam market nantinya.


Barang barang kali ini adalah barang barang yang ia dapatkan dari memburu duluhan, dan beberapa monster yang dapatkan dari perjalan untuk kembali, karena barang barang yang ia dapatkan saat awal berburu ia berikan kepada Bruce, untuk di jual.


Khusus untuk barang-barang Aldo ia melakukan lelang untuk itu, ia berharap itu akan mendapatkan uang lebih maksimal armor tersebut, sangat disayangkan emang, karena suatu saat ia pasti dapat menggunakan Armor itu, tapi karena ia membutuhkan uang dan terlihat Armor itu tidak memiliki sesuatu khusus  selain pertahankan yang memang lumayan tinggi.


Sehingga Reyhan masih yakin ia akan mendapatkan Armor yang lebih baik nantinya, walaupun ia masih sedikit berat hati untuk melepaskannya, “Anggap saja investasi,” gumamnya menguatkan diri.


Sebelum ia memasang jualannya ia telah lebih dulu memasang status bahwa malam ini ia akan menjual beberapa jalan yang akan menarik perhatiannya di media sosialnya , sehingga dari Magrib tadi orang yang sudah melihat statusnya sudah menunggu dan melihat apa yang akan dijual Reyhan.


Ia melakukan itu karena ada beberapa orang seperti joker yang memang ia beri tahu kalau jam  berapa ia akan menjual barangnya, sehingga kalau mereka masih kalah cepat, itu hanya akan menjadi masalah mereka sendiri.


Dan memang benar saat Reyhan memasang  jualannya, ia bahkan tidak perlu peningkatan tempatnya untuk melihat barang-barang itu terus berkurang karena diperebutkan oleh banyak orang.


Sedangkan armor Aldo, ia bahkan bisa melihat harganya terus naik, ke tingkat dimana ia tidak bisa membayangkannya, ia awalnya berpikir kalau itu hanya akan laku dalam angka puluhan juta, tapi saat Itu menyentuh ratusan juta ia bahkan membuatnya berpikir beberapa kali.


“Kenapa semua orang harus mengeluarkan banyak uang hanya untuk sebuah permainan, dasar orang orang kanya sialan,”  Reyhan bahkan berada dalam titik ia jengkel dengan orang orang kaya ini bagaimana ini habiskan uangnya.


“Halo ada apa,” saat sedang menikmati mie buatannya dan terus melihat perkembangan harga naik dari peralatan yang Ia jual, ia tiba mendapatkan telpon dari vanessa.


“Apa,apa, apa,  apa kau tidak tahu apa yang kau jual itu?” terdengar nada Vanessa yang sangat jengkel kepada Aether.


“Itu hanya armor kelas Epic, kenapa harus  seribut itu sih,” balas Reyhan santai.


“Palamu Epic, peralatan itu bagi kalangan pemain sudah sangat bagus, apalagi poin pertahannya yang sangat  tinggi tentu akan menarik perhatian para petinggi.” Vanessa benar benar sangat jengkel kepada Reyhan.


Akhirnya Reyhan menjelaskan bagaimana ia mendapatkan armor tersebut, ia menjelaskan kalau ia mendapatkannya dari mengalahkan bos monster dari tempat yang Vanesa serangan. Tidak lupa reyhan menjelaskan kalau saat ini ia tidak membutuhkan armor itu karena masih belum bisa digunakan karena pembatasan level yang terlalu tinggi.


“Kau mengatakan  berhasil meng solo sebuah bos monster berjenis death knight?”  vanessa seperti tersambar petir mendengar penjelasan dari reyhan, jika memang apa yang reyhan katakan maka itu bisa menjelaskan kenapa dropan dari pertarungan sangat bagus.


Mengalahkan seorang death knight seorang diri, “Betapa mengerikannya sebenarnya anak ini,” gumamnya dalam hati.


“Mungkin tidak seperti bayanganmu, tapi intinya aku berhasil mengalahkannya dalam pertarungan satu lawan satu, mungkin aku masih akan menanyakan bagaimana pertarunganku di youtube kalau kau penasaran,” jelasnya.


Reyhan tahu kalau pikiran Vanessa saat ini tengah melayang layang tapi ia juga tidak berniat untuk menjelaskan apa-apa kepadanya dan membiarkan pikiran tersebut terus melayang.