VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
keadaan di marintagae



Hari ini Reyhan tidak datang ke kampus walaupun ada beberapa mata kuliah yang harus dia hadari, tapi perkuliahan akan dilakukan secara online Sehingga ia bisa melakukannya saat ia berada di kantor.


Yang tidak terduga disana sudah ada lamming berasa dengan hendi, yang sepertinya berniat untuk menyerahkan video yang kemarin ia minta.


“Bagaimana, apa mereka sudah setuju?” tanyanya dengan sedikit basa basi.


“Para pegawaimu sudah setuju, walaupun mereka sepertinya memberikan beberapa saran, tentang apa yang harus kami lakukan, dan tentu mereka masih menunggu persetujuan akhir dari mu,” balas Lamming santai.


Mereka saat ini berada di luar gedung, yang Reyhan memang baru saja ingin Masuk sedangkan mereka berniat ingin pergi.


“Kalau begitu selamat bergabung dengan tim kami, aku tidak ada masalah selama kalian bisa bekerja dengan baik, dan aku berharap kita bisa bekerja sama kedepannya,” ucap reyhan mengajak mereka bekerja sama.


“Selama kau setuju itu itu tidak ada masalah.” Ucap Lamming.


“Mungkin untuk saat ini kau hanya bisa kesini untuk melakukan pembuatan video, atau memanfaatkan fasilitas yang ada di kampus, karena saat ini kami belum terlalu memiliki banyak dana untuk melengkapi setiap keperluaan kalian, apalagi jumlah kalian yang memang terlalu banyak.”


Ucap reyhan menjelaskan, dalam kerja sama mereka, disana tertulis kalau lakalasi akan membiayai segala proses pembuatan video mereka.


“Tidak masalah kami mengerti akan hal itu,” balas Lamming santai.


“Dan sepertinya beberapa orang di grup ku akan suka lebih sering untuk datang ketempat ini,” lanjutnya sambil melihat hendi yang sudah sedikit menunduk malu.


“Ok, aku tidak terlalu mengerti apa yang kau maksud, aku cukup senang kalau kalian suka berada di sini, dan karena aku ada jam kuliah dalam waktu dekat ini ,aku harus mohon maaf  untuk lebih dulu pergi,” balas reyhan .


Setelah mengatakan itu reyhan perlahan masuk kedalam kantor dan hendi dan lamming segera pergi mereka juga berniat untuk ke kampus  untuk memulai rencana mereka.


. . . .


Karena terburu- buru reyhan saat itu langsung menuju keruangan gear, setelah jadwal perkuliahan selesai, ia berniat untuk makan karena ia dari kemarin belum mengisi perutnya.


“Seperti biasa kau memang benar benar ahli dalam merekrut seseorang,” ucap Vanessa saat ia melihat reyhan ada di dapur.


“Maksudmu,” balas reyhan singkat.


“Aku tidak tahu bagaimana kau lihat mereka, tapi orang orang yang berasal dari kampusmu itu sangat ahli dalam melakukan negosiasi, ia bahkan membuatku harus menyetujui permintaan mereka untuk mengakui sisi chanel mereka......”


“Tunggu, maksudmu, mereka akan membuat video untuk channel mereka sendiri bukan untuk channel kita?” potong reyhan, ia merasa ada yang aneh dalam ucapan vanesa saat itu.


“Jangan bilang kau tidak membaca laporan yang aku kirim kepadamu, malah asal menerima mereka.” Ucap Vanessa terlihat jengkel.


“Jadi alasan kalian menyuruh mereka menunggu keputusanku karena mereka membuat sebuah penawaran baru?” tanya reyhan, sekarang reyhan mengerti kesalahannya.


“Semuanya sudah terjadi, tapi untuk sementara buat saja mereka membuat konten untuk channel kita, dengan alasan kita harus memperkenalkan mereka lebih dulu.” Balas Reyhan santai.


Menurutnya tidak ada yang berubah, bisa di bilang ini adalah keberuntungan mereka jika berhasil menyakikan vanesa, dan jika memang mereka berhasil menyekinkan yang lain itu menujukkan kalau itu memang layak.


“Pada akhirnya tujuan akhir kita adalah menghasilkan uang bukan? Jika itu sedikit meleset dari rencana  selama itu bisa menghasilkan uang itu bisa dimaafkan.”


Terdengar apa yang dikatakan Reyhan masuk akal, sehingga Vanessa juga tidak membantah akan hal itu, mereka pun makan bersama.


“Aku ingat kau saat ini berada di bone bukan? Ingatlah kondisi tidak sebaik yang kau kira, ada baiknya kau segera menyelesaikan urusanmu dan segera pergi dari sana,” ucapnya tiba-tiba.


“Jika itu bisa diselesaikan dengan cepat aku sudah menyelesaikan, tapi keadaan saat ini sangat ribet, bahan dungeon yang ada di kota elf tidak seribet yang ada disana,” keluh reyhan.


“Bukankah disana sudah ada sandra sang legenda archer, dengan batuan seperti itu, apa  sang raksasa yang tidak terhentikan masih kesulitan untuk menyelesaikan misinya,” ucap vanessa dengan sedikit mengejek julukan terbaru yang aether dapatkan di forum Vof.


“Jangan menyebutnya itu terdengar sangat memalukan,” balas Reyhan santai.


“Lupakan itu, dari pada mengkhawatirkanku ada baiknya kau segera membantu orang-orang yang ada di maritengae untuk menyelesaikan  perang yang ada disana.”


Setelah mengatakan itu ia segera pergi karena ia ingin segera login, sedangkan perang di maritengae sendiri, juga telah mencapai puncaknya, kemenangan mereka sudah berada di depan mata.


Sebenarnya para pengamat sudah memprediksi kemenangan maritengae. Bahkan beberapa dari mereka memprediksi kalau mereka akan menang dengan mudah, tapi ini adalah tanda kalau Game Vof ini tidak sesederhana yang mereka bayangkan.


Dalam keterpojokan Mattirotasi saat itu, beberapa tokoh muncul dan memberikan perlawanan kepada mereka, mereka adalah para npc yang merupakan tentara bayaran yang disewa mattirotasi untuk membantu mereka dalam perang ini.


Sebagai negara pedagang tentu mereka memiliki uang yang cukup berlimpah untuk  menyewa berbagai tentara bayaran untuk membantu mereka memenangkan perang ini.


Tapi dari pihak Marintangae bukanlah orang orang sembarangan, disana ada Warlion, storm hunter, kelompok yuno, dan satu lagi tidak bisa dilupakan adalah blue roster, mereka adalah para mantan dari guild teratas saat ini, dan memang akan sangat memalukan jika mereka sudah berada dalam aliansi yang sama dan masih mengalami kekalahan.


“Kita tidak bisa terlalu lama menunggu, jika ini terus berlanjut kita bisa mendapatkan terlalu banyak kerugian,” ucap felicia dalam rapat petinggi yang diadakan Maritengae saat ini.


“Tidak! Kita masih harus menunggu, ini satu cara untuk memancing mereka untuk bergerak, jika kita terburu-buru kita hanya akan berakhir menjadi pion dari orang orang dari gereja Freya,” ucap Yuno.


Dan terlihat Joker setuju dengan pendapat dari Yuno itu, “Kenapa kau terlihat sangat terburu-buru, kita saat ini didukung penuh pasukan dari Takkalasi dan pasukan dari gereja freya, jadi apapun itu seharusnya walaupun kita bertahan sedikit lebih lama itu bukan menjadi kerugian untukmu bukan?”


Joker mempertanyakan alasan Felesia terlihat sangat terburu-buru untuk mengakhiri perang ini, sedangkan saat ini mereka juga tidak terjun langsung dalam medan perang, melainkan pasukan dari takkalasi sudah menjadikan medan perang kali ini sebagai lahan latihan mereka.


Walaupun pasukan dari takkalasi hanya sebagian itu sudah sangat cukup untuk membalikkan medan perang, pasukan yang turun dari takkalasi yaitu pasukan vampir dari debora dan pasukan penyihir hitam yang dipimpin langsung oleh Xander.