
Hasil dari pelatihan aether dengan para wood elf, menghasilkan berbagai produk baru yang membuat namanya semakin terkenal tentu produk terbaru yang menarik perhatian pasar kepadanya.
Ia mengabaikan berbagai perang yang terjadi dengan marintagae, ia merasa keterlibatan gereja gaia disana dan ia juga sudah mengutus bruce untuk membantu mereka sudah cukup tambah harus melibatkannya.
Tentu akan ada beberapa pengecualian misalkan saat ini ia memang tidak terlibat karena berniat meningkatkan skill alkimia nya, tapi jika ia masih tidak ada kegiatan atau misi yang harus ia lakukan setelah proses tersebut terjadi makan tentu ia akan melibatkan diri dalam perang itu.
Karena memang saat ini masih ada kalung terkutuk yang masih harus membutuhkan puluhan pengorbanan untuk membuatnya kembali aktif.
“Aku sudah menemukan artefak berikutnya,” ujar nomos saat ia bertemu dengan aether hari ini.
Aether awalnya sudah merasa kalau nomos memiliki sesuatu untuk dikatakan kepadanya, sehingga ia yang awalnya berada dalam medan perang bersama dengan maritengae tiba -tiba kembali ke desa hanya untuk bertemu dengannya.
Tentu, ia langsung menanyakan perihal tersebut kepada nomos dan ia juga merasa sudah saatnya ia keluar kandang dan kembali memulai petualangannya di tempat ini.
“Itu berada di tangan luciana dari gereja freya, atau tidak lain salah anggota elit suci,” ujar nomos membuat aether terdiam sesaat.
“Kamu tidak berbohong agar aku memulai perang dengan gereja freya bukan?” ucap aether meragukan ucapan dari Nomos.
Melihat itu, nomos hanya terseyum, ia pun mulai menjelaskan alasan bagaimana ia mendapatkan informasi tersebut dimana saat mereka melakukan perang dengan mattirotasi salah satu petinggi perang yang ada dalam sana berkhianat dan memberitahukan keberadaan salah satu pusaka dari gereja yang saat ini berada di gereja freya dan orang yang menggunakannya adalah luciana.
Aether terus berpikir bagaimana melakukan misi ini, yang menjadi masalah saat ini terlihat gereja freya masih belum turun dalam medan perang, Sehingga saat ini tidak memiliki alasan untuk menyerang gereja freya.
“Berikan aku waktu, tapi tentu aku akan mendapatkannya,” ujarnya setelah ia keluar untuk memikirkan apa yang terjadi.
Para petinggi saat ini sedang sibuk termasuk debora yang saat ini berada dalam medan perang, bersama dengan maritengae, aldo yang sedang berlatih entah di mana, karena sudah waktunya ia keluar ia memutuskan untuk mengambil pesanannya di kerjaan para dwarf.
Saat menyelesaikan dungeon yang ada di hutan wood elf tidak hanya mendapatkan beberapa skil terbaru ia juga mendapatkan beberapa bahan yang bisa mereka gunakan untuk menempah senjata.
Tentu sebagai hadiah dari perancang kemenangan mereka para dwarf dengan senang hati membuatkan aether senjata baru sesuai dengan permintaan dari aether.
Reyhan memberikan gambaran sesuai dengan apa yang dia inginkan, kali ini ia akan memesan sebuah tombak. Karena ia sudah lama tidak mengganti tombaknya itu.
Saat sampai ia sudah disana ia langsung disambut dengan baik oleh para dwarf yang ada disana langsung diarahkan ke tempat mereka dalam membuat berbagai barang.
Dengan adanya perang yang dilakukan oleh kerajaan maritengae membuat masyarakat dari kerajaan dwarf ini mengalami banyak pesananan, awalnya saat aether datang untuk memesang senjata reyhan sempat ditawarkan beberapa item yang menjadi karya dari sang raja itu sendiri.
Beberapa bahkan diantaranya sudah berada dalam tahap legedary. Tapi setelah melihat dan merasakan sepertinya itu tidak cocok untuknya, dan bagi aether sekarang ini ia membutuhkan senjata yang dapat ia gunakan dalam waktu yang lama
Dan sebisa mungkin ia menginginkan sebuah senjata yang bisa di tingkat. Sehingga ia lebih memilih dibuatkan terbaru daripada mendapatkan karya yang tidak diciptakan khusus untuk nya.
“semuanya telah selesai, walaupun tombak itu saat ini belum mencapai item legendaris tapi selama kau menemukan beberapa bahan aku bisa menjamin kalau itu bisa menjadi item legendaris bahkan mencapai mystic jika kau menemukan seorang pandai besi yang lebih baik dari pada kami.” Ujar sang raja dwarf sambil menyerahkan tombak buatannya kepada reyhan
SPEAR OF ASURA
Ketahanan; 150/150
Sebuah tombak yang dibuat oleh sang raja dari para dwarf hitam, karena tombak ini terinspirasi dari tombak legendaris yang dimiliki sang asura di masa lampau, tombak ini mengandung kekuatan dari energi sihir di dalam nya.
Persyaratan
Kekuatan: 800
Level :278
Efek:
+78 kekuatan
+20 kecepatan
+20% learship
+60 pertahanan
Setiap serangan akan memperlambat musuh.
(Karena dibuat dengan bahan yang baik dengan cara terbaik pula membuat senjata ini masih bisa ditingkatkan.)
Aether terlihat cukup puas dengan senjata barunya, jika bisa memberi gambaran bagaimana dari bentuk tombak ini, itu adalah sebuah pedang yang memiliki gagang yang sangat panjang.
Panjang dari tombak itu kurang lebih sekitar 2 meter lebih Sedikit, dan hampir setengah dari panjang tombak tersebut setengahnya adalah pilahnya itu sendiri. Sehingga jika di lihat terkadang itu terlihat seperti pedang dari pada sebuah tombak.
Dalam dungeon itu, aether akhirnya mendapatkan gambaran terbaik cara yang cocok untuknya. Harus ia akui dalam dalam dungeon itu ia mendapatkan banyak pengalaman terbaik karena disana ia bertemu dengan berbagai cara bertarung hingga sekarang aether sudah melatih cara bertarung yang baru.
Dana beberapa hari ia sudah melatihnya Sehingga mereka bisa bertarung dengan cara yang baru itu. setelah melakukan pertemuan dengan nomos, aether kembali dalam ruangannya untuk melanjutkan berbagai potion, dan elixir, atau pil yang akan menjadi jualanya.
Saat ia sedang fokus dalam membuat pil bersama dengan para elf north tiba tiba datang kepadanya, melihat dari ekspresi muka kadalanya itu, ia tahu kalau ini bukanlah sebuah berita baik.
“Lilith ditangkap!” ucapnya langsung tudepoin.
Ia berniat meminta ijin ke aether untuk membantu guild dari lilith membebaskan ketua mereka. “Terkadang aku kagum bagaimana sistem dari game ini bisa mengatur segalanya, mungkin lain kali harus menrubah pandanganku kalau game ini berada di game penguasa.” Ujar nya dalam hati.
“Aku ikut denganmu, lilith juga adalah rekanku, sehingga aku juga akan membantunya,” ucap aether yang berdiri dan mengambil semua peralatannya dan bersiap untuk melakukan perjalanan bersama dengan north.
Untuk itu ia segera memanggil aldo yang merupakan clonnya yang memang sengaja ia tinggal disini, untuk memberitahukan niatnya, ia juga mengirim salah satu dark elf yang ada disana untuk memanggil debora untuk mundur dan membiarkan para prajurit vampirnya yang mengurus masalah perang yang ada disana.
Jika aether tidak ada mereka membutuhkan orang yang lebih kuat untuk berjaga jaga memang saat ini nomos memang berada di desa tapi melihat ia sangat sibuk belakangan ini maka ada baiknya ia memang menarik mundur debora dalam medan perang.