VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
masalah di desa



Mereka disambut dengan cukup aneh pasalnya terlihat kalau beberapa warga desa melihat mereka dengan rasa takut, Aether dan rombongan sama Sekali tidak mengerti karena seharusnya tidak ada hal apapun dari kelompok dari Aether yang bisa membuat warga disini menjadi sangat takut.


“Kalian yakin tidak salah pilih jalan bukan,”  Aether yang mulai mempertanyakan tentang jalur yang mereka lalui.


Sikap dari warga desa ini, membuatnya gelisah karena tentu ini Bukan Sesuatu pertanda yang  baik ke depannya. Aether terus waspada  hingga salah satu warga desa menghampiri mereka dan mengatakan kalau kepala desa ingin bertemu.


Pertanyaan Seperti itu, tidak bisa Di jawab apa-apa oleh enzy dan bruce, enzy yang memang sudah beberapa bulan tidak melewati tempat ini, karena ia memang berada di maritengngae cukup Lama, Sedangkan Bruce ia memang Telah mencari tahu tentang perjalan kemari tapi Sepertinya yang ia dapatkan hanyalah berita lama.


pasalnya mereka tidak pernah tahu kalau di desa ini mereka masihlah dihadapkan sesuatu, karena sudah Seperti ini Aether menyarankan mereka untuk terus waspada, karena tidak menutup kemungkinan kalau mereka akan di serang di tempat ini .


Tidak banyak pilihan yang mereka miliki saat ini sehingga mereka mau tidak mau langsung bertemu dengan sang kepala desa, keadaan Desa ini memang Sedikit memperhatikan, dengan terlihat dalam perjalan menuju rumah kepala desa.


Kelompok dari Aether dapat melihat beberapa Orang yang Sepertinya  sedang kelaparan,  sedangkan orang yang mengaturnya sama sekali tidak berbicara apa-apa tentang kejadian yang ada di kampung ini.


Seperti biasa kalau rumah dari Seorang kepala desa masihlah pastilah Rumah terbesar yang ada di desa ini, mereka cukup kaget setelah melihat kalau ternyata kepala desa yang ada di tempat ini, adalah Seorang perempuan, yang terlihat masih cukup mudah.


Setelah mereka perhatikan lagi memang kalau kepala desa itu merupakan Seorang, ras Campuran antara Elf dan Seorang manusia, yang terlihat dari Telinga mereka yang berbeda antara kiri dan kanan.


“Perkenalan kan Aku Evelin, dan Seperti yang kalian lihat aku adalah  kepala desa di tempat ini,” ucap Evelyn memperkenalkan diri kepada mereka.


Dan terlihat kalau pandanganya tidak pernah lepas dari Aether, Aether sedikit tidak nyaman dengan pandangan Seperti itu, yang pada akhirnya mereka saling memperkenalkan diri.


“Jujur aku tidak menyangka Akan kedatangan Seorang RISING STAR,” ucap Evelyn kepada Aether.


Rising star adalah judul yang telah ia terima karena berhasil mendapatkan pengakuan dari Baron yang saat itu ia masih berada di level 0. Ia tahu kalau judul sangat berguna Apalagi saat bertemu dengan orang-orang baru Seperti Evelin ini.


“Terima kasih, dan ku anggap itu Sebagai pujian,” jawab Aether dengan Sedikit menunduk.


“Desa ini terdiri dari berbagai ras campuran yang didominasi half elf, dan dari dulu ada Sebuah ramalan kecil kecilan kalau Suatu saat desa ini akan terkena masalah yang cukup besar, dan Satunya yang dapat menyelamatkan mereka adalah Seorang rising star.”


evelyn mulai menceritakan sebuah kisah tentang seseorang tetua desa, yang meramalkan Kehancuran dari desanya sendiri, yang menurut Aether kisah itu tidak lebih dari kisah khayalan semata. 


“Hah.”


Aether terlihat sangat sulit untuk percaya dengan ucapan dari Evelyn yang terdengar sangat mengarang.


Sebuah ramalan yang sangat menarik, apalagi mereka sampai bisa meramalkan tentang anggota yang bersama dengan Aether, sedikit Info ia dapatkan tentang identitas sebenarnya dari Enzy.


Namun masalah itu harus dikesampingkan Karena saat ini permintaan dari Evelyn sedikit lebih membutuhkan perhatian mereka, Aether berniat untuk menghindar namun itu Semua tidak mungkin karena ini menjadi satunya jalan untuk mereka bisa melanjutkan perjalan.


Di desa ini ada sebuah tempat yang disebut sebagai bukit batu, di sana merupakan jalan di mana yang harus mereka lewati jika ingin menyebrang. Namun saat ini ada Sebuah bos monse yang muncul yang terus memangsa apapun yang lewat di jalan tersebut.


walaupun masalah bandit sudah mereka atasi, tetap saja mereka tidak bisa tenang selama monster yang ada di bukit tidak mereka atasi. 


“Berikan kami  waktu untuk bersiap,” ucap Aether Secara tidak langsung menyetujui ucapan dari mereka.


Ucapan terimakasih langsung didapatkan setelah mengucapkan hal itu.


“Jangan berterima kasih  sebelum kita berhasil mengalahkan monster sialan itu,”


Saat ini Aether masih Sedikit gondok karena harus melalui Semua ini, ia tidak menyangka kalau persiapan yang menurutnya sudah sangat matang, akan habis di tengah jalan.


Info tentang Monster terus mereka tanyakan kepada Evelin, dan akhirnya mereka patut syukuri, tentang monster itu adalah monster yang menggunakan racun Sebagai Senjata utamanya,  dan racun tersebut masih tergolong racun Tingkat dua, Dimana Aether masih memiliki potion penawar untuk racun itu.


Yang perlu mereka pikirkan,  ternyata monster itu memiliki kekebalan yang lumayan besar, terhadap Serangan fisik murni, sehingga mereka memerlukan Serangan ber basik sihir murni, di desa ini walaupun kebanyakan dari mereka adalah Seorang half.


Tingkatan orang yang dapat bertarung saat ini hanya kepala desa evelyn Semata, itupun karena ia memiliki Sebuah roh kecil yang dapat membantunya untuk bertarung, ia tidak tahu seberapa besar kemampuan dari Evelyn.


Tapi Setidaknya mereka berjanji untuk membantu Aether untuk mengalahkan monster yang ada di bukit, di kelompok Aether hanya Ia bisa bertarung mungkin enzy berguna dalam pertarungan dengan Kemampuan sihir penyembuhnya memang cukup hebat di level yang sama dengan priest lainnya..


Kemampuan dari Enzy sudah diketahui dengan Baik oleh Aether, terutama Saat dalam hutan ia tidak tahu sudah berapa kali ia mati jika tidak ada Enzy yang membantunya.


Karena tidak mereka tidak memiliki banyak waktu, persiapan dilakukan dengan alakadarnya, pasalnya Monster yang ingin mereka Serang menunjukkan tanda-tanda kalau ia akan turun gunung dan menyerang pemukiman penduduk.


Tentu Evelyn dan Aether tidak ingin  itu terjadi, dan Pertarungan akan Semakin Sulit jika mereka harus bertarung di desa, Setidaknya itu yang dikatakan Evelyn.


Mereka berangkat bertiga,  Aether  berperang Sebagai ujung tombak, dibantu dua orang yang berasal dari desa, Sedangkan Evelyn dan Enzy membantu di belakang.  Dua orang yang membantu Aether adalah orang yang ia pilih karena melihat kemampuan ketahanan tubuh mereka yang lumayan baik dan kuat.


Aether memberikannya beberapa peralatan yang didapatkan dari membunuh berbagai bandit yang ada di dalam hutan,  Aether berniat untuk menjadikan mereka Sebagai perisai jika itu memang diperlukan.


Tentu Aether tidak berniat menjadikannya Sebagai perisai daging dan membiarkan mereka mati Sia sia, Sehingga berbagai Potion dia berikan untuk mereka Sehingga mereka tidak mati dengan mudah. Dan terlepas dari Itu terlihat mereka Sudah sangat siap untuk bertarung walaupun nyawa jadi taruhannya.


“ Sepertinya sangat mudah mempengaruhi Seseorang untuk mati di dunia ini?” gumannya setelah membuat Orang orang yang ada disana Sangat siap untuk berkorban demi keselamatan desa yang mereka Sukai.


Dengan mulut Aether yang lumayan Bocor tidak Sulit untuk membujuk Evelin untuk mencari orang orang Seperti mereka, ditambah dengan Sedikit pidato Heroik, dengan mudah mereka Akan mematuhi Semua perkataan dari Aether.