VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
bertemu lilith dunia nyata



Setiap Aether bertarung dengan Aldo akan ada pertunjukan yang menarik karena setiap pertarungan tersebut akan berlangsung sangat intens, sayang beberapa status dari Aether tidak akan berpengaruh.


Seperti staf {Rift.}


{Rift}


{Stat yang mempersimpit  kesenjangan dalam pertempuran dengan lawan yang kuat, tetapi di sisi lain melebarkan kesenjangan dengan lawan yang lebih lemah.}


Jika banyak orang yang berpendapat kalau stat seperti Fighting spirit adalah status yang paling sulit untuk ditingkatkan, Maka sebenarnya mereka salah besar karena Sebenarnya stat yang paling sulit untuk ditingkatkan adalah  stat Rift ini.


Walaupun kemungkinan diantara mereka sangat sedikit orang yang tahu kebenaran dari stat ini, karena kesulitan untuk mendapatkannya, misalkan saja Aether yang mendapatkannya saat ia terus berusaha melawan Aldo yang saat itu perbedaan levelnya hampir 100 level sehingga tentu akan sedikit orang yang akan mendapatkannya.


Dan saat di dunia nyata reyhan pernah mencari tahu tentang stat ini melalui situs resmi Vof dan menemukan sangat sedikit info tentang cara penggunaannya tapi terlihat banyak orang yang mengatakan Kalau Stat ini terlalu sulit untuk didapatkan.


Walaupun stat itu sudah mereka dapatkan sudah di pastikan mereka akan sangat kesulitan untuk meninkgatnya jadi banyak dari mereka yang akan mengabaikan stat ini.


Fokus pertunjukan dari Aether saat ini kemampuannya dalam menggunakan perisai, yang membuat semua orang yang ada disana berdecap kagum kepadanya .


Mereka berdua bertarung selama beberapa waktu Hingga Akhirnya menyerah, saat Aether hanya berterung mengunakan Tombaknya terlihat Aether masih bisa bisa mengubah cara Bertarung dari Aldo yang kuat dan sangat lincah.


Tapi hal itu mengalami penurunan saat bertarung menggunakan  tombak beserta Dengan tamengnya , saat menggunakan itu Aether mengalami penurunan kecepatan terlihat Juga kalau Aether masih belum Menemukan aliran yang sangat cocok terutama dalam pertarungan satu lawan satu seperti ini.


“Sepertinya masih sulit untuk menemukan kecocokan dalam menggunakannya secara bersamanya?” ucap Aldo.


“Aku tidak tahu, tapi terkadang dalam bertarung satu lawan satu aku terkadang berpikir  sehingga saat bertarung aku belum bisa selancar tanpa menggunakan tameng,” ucap Aether.


Saat bertarung  menggunakan Tombak,  aether sudah bisa menggunakannya tambah berpikir dengan kata lain masih ada kesulitan bagi aether untuk menggunakan satu senjata dengan dua senjata.


Ia juga tidak bisa mengikuti cara bertarung Dari Aldo walaupun mereka sekarang sama sama sama menggunakan dua senjata  dan memiliki prinsip bertarung yang sama yang membedakan adalah pedang besar yang aldo gunakan sebagai perisai juga jika melakukan serangan secara penuh pedang besar itu juga ia gunakan sebagai senjata utamanya dan menggunakan pedang yang bisa memanjang itu sebagai bantuan, itu pun saat pedang besarnya sedang tidak bisa digunakan.


Sedangkan Aldo, walaupun sekarang ia miliki skil yang dapat membuatnya menyerang menggunakan Tamengnya tapi itu tidak bisa dijadikan sebagai patokan untuk membuatnya mengikuti cara bertarung dari Aldo.


“itu hanya butuh pembiasan, untuk beberapa hari kedepan mari lakukan spraining seperti  ini,” balas Aldo mengakhiri  pertarungan mereka.


“Kalian sudah puas dengan menontonnya bukan sekarang mari lanjutkan latihan tempurnya, dan aku tidak mau tahu hari ini harus ada diantara kalian yang mencapaiu bagian tiga kalau tidak jangan berharap kalau Kalian bisa tidur lelap malam ini!” teriak aldo


Semua orang yang ada disana segera menghela nafas, pertarungan tadi menjadi hiburan tersendiri bagi mereka sekaligus waktu istirahat yang sangat baik untuk mereka dan sekarang Mereka harus merasakan latihan yan sanat beserta lagi untuk mereka jalani.


. . . . . . .


Setelah keluar Reyhan segera bersiap untuk mendatangi pesta yang ada dari tadi ia sudah dijemput oleh mila yang sepertinya dipertahankan Vanesa untuk melihatnya karena Takut Reyhan masih belum siap akan pesta ini.


Sebagai keluarga orang yang berulang tahun mereka harus lebih dulu datang ke pesta ulang tahun itu , acara ini akan diadakan di sebuah gedung  besar yang sepertinya masih bagian dari Hotel yang mereka tempati.


Saat sampai disana Ia melihat Kalau Masih kurang tamu undangan yang ada disana, hanya ada vanesa dan beberapa orang yang sepertinya masih sibuk mengurus berbagai acara yang akan datang terlihat kalau beberapa dari mereka adalah Mahasiswa yang ada dari indonesia.


“Sepertinya ada seseorang yang kau Cari,” Ucap Iren yang menghampiri Reyhan yang terlihat melihat kearah tamu tamu yang ada saat ini.


“BU, ada terlihat sangat mempesona hari ini,” ucap Reyhan yang mengabaikan ucapan dari Iren yang menamainya.


Bukannya tersipu dengar pujian dari Raihan, Iren terlihat jengkel dengan pujian tersebut karena ia tahu reyhan hanya berusaha mengalihkan pembicaraan dengan memberikan pujian kepadanya.


“Kau sudah beraninya, mengalihkan pembicaraan kepada ibu,” ucapnya sambil menjewer kuping dari Reyhan.


Satu persatu dari tamu yang  diundang mulai berdatangan beberapa dari mereka terlihat bingung melihat kedekatan irene dan Reyhan yang tidak tahu siapa.


“Maaf bu, maaf,” ucap Reyhan yang menahan sakit karena mendapatkan Jeweran dari Iren, sambil mengucapkan hal itu ia juga mengeluarkan Hadiah yang memang sudah ia beli saat berada di jakarta.


“Mungkin tidak bisa mengalahkan kado dari tamu yang lain,  tapi setidaknya kado itu didapatkan setelah aku bertarung melawan perampok jadi walaupun aku mendapatkannya gratis seharusnya itu memiliki harga tersendiri karena ku mendapatkanya harus bertaruh nyawah.”


Reyhan sedikit bercanda Tentang Kalung yang ia dapatkan, iren tidak lagi membuka Kado itu karena ia juga sudah tahu apa yang ada dalam isinya, tapi ia juga terhibur dengan candaan dari Reyhan.


Ia tadi awalnya Sedikit gugup karena pesta ini, tapi setelah sedikit bercanda dengan reyhan hatinya kembali tenang.


Kegugupan iren sebenarnya berdasar karena nantinya dalam pesta ini akan hadir salah satu perwakilan dari kerjaan Sehingga ini akan membuat perhatian semua inggris tertuju pada pesta ini.


Sebenarnya yang membuat pesta ini terlihat spesial bukan hanya pesta ini akan mengadakan pesta ulang tahun dari iren namun juga  setelahnya akan ada sebuah sebuah lelang dari berbagai barang yang nantinya hasil dari lelang tersebut akan i sumbangkan ke organisasi badan awal dunia.


Sehingga hal ini memberikan tekanan tersendiri kepada iren, “ngomong- ngomong soal orang yang kau cari sepertinya orang itu sedikit Malu bertemu dengan mu,” Ucap Iren Sebelum Ia pergi meninggalkan reyhan sendiri lagi.


Karena sudah seperti ini, reyhan memilih untuk mendatangi Tempat makan, karena itu adalah tempat yang harus didatangi kalau ia datang ke suatu pesta.


Saat sedang menikmati Makanan makan yang ada disana, ia didatangi oleh Vanessa, “Tidak bisakah Kau itu melupakan makan untuk semenatara Waktu dan bergabung dengan para tamu yang ada disana,” ucapnya.


“Bisakah Kau mengabaikanku, dan fokuslah untuk mengurus acara ini supaya  tidak kacau,” balas Reyhan mengabaikan Ocehan dari Vanessa.


Sakin Fokusnya reyhan dalam memilih milih makanan yang ada disana Ia sampai tidak memperlihat kalau  saat ini Vanesa membawa seorang perempuan yang terlihat merupakan seorang keturunan inggris.


Awalnya Reyhan yang tidak memperhatikan Vanessa tapi setelah melihat vanesa yang tidak pergi meninggalkannya, ia akhirnya ia mengusirnya dengan lebih baik sehingga ia mulai melihat kearah Vanessa Sehingga ia melihat perempuan yang ada di samping nya.


“Halo,” ucap perempuan itu.


Dengan suaranya, reyhan langsung mengenali perempuan itu, “LILITh,” ucapnya dengan Cukup keras.


Sehingga beberapa orang yang awalnya mengabaikan mereka langsung memperhatikan reyhan, dan Lilith hanya tertawa melihat reaksi dari Reyhan.


“Sudah aku bilang untuk menyambutnya lilith bukan,” gumam dari Vanesa walaupun seperti itu ia lebih memilih untuk meninggalkan mereka berdua.