
walaupun keruntuhan dari Kerajaan Maritengae Sedikit mengganggu pikiran dari Aether, tetap saja mereka melanjutkan perjalanan apalagi tujuan mereka saat ini sudah ada di depan mata.
“Apa kau yakin apa yang kita cari ada disini,” Keluh dari Bruce.
Ia adalah orang terlemah yang ada di kelompok ini, ia cukup beruntung Staminanya Sebagai Seorang dwarf cukup membantu, apalagi jika ada monster ia yang akan diperintahkan untuk bertarung.
Semua itu dengan alasan untuk membantunya naik Level dengan cepat, Terkadang ia akan dibantu oleh Rangga. Sehingga orang yang paling kelelahan disini adalah dirinya.
“Jika Rangga memiliki kemampuan Seperti itu bukankah ia lebih cocok kamu jadikan sebagai maskot?”
Daripada menanggapi keluhan dari Bruce, North lebih tertarik untuk mengomentari Rangga, yang menurutnya sangat luar biasa, ia tahu kalau ia Aether di dunianya sedang berusaha membuat Sebuah kanal video.
Dan bagi North jika sampai Aether menjadikan Rangga dalam Sebuah Video, ia yakin kalau itu akan langsung meledak, karena terlalu mengejutkan bagi banyak orang.
“Akan ada waktu, untuk anak itu akan bersinar, tapi saat ini belum waktunya untuk Rangga menunjukkan dirinya,”
Tidak hanya North yang memiliki pikiran yang seperti itu, Aether juga memiliki pikiran yang sama tapi menurutnya, ini belum waktu yang tepat, perjalan di dalam game ini masih sangat panjang.
Jika memang Aether telah menemukan panggung yang tepat ,Maka ia tentu tidak akan ragu memperlihat Rangga di khalayak umum.
Tidak Seperti apa yang mereka perkirakaan mereka memasuki gurun, mereka tidak menemukan banyak monster, hanya ada beberapa Monster tipe Kelanjekin yang terkadang memiliki ukuran sebesar mobil.
Terkadang mereka akan bekerjasama Sama untuk mengalahkannya, karena memang levelnya yang lumayan tinggi.
Yang membuatnya menjadi aneh, setelah melihat bagaimana Aether melakukan Solo kepada tipe monster yang memiliki bentuk Seperti kaktus, yang jelas-jelas levelnya lebih tinggi daripada Monster jenis-jenis kalajengking barusan.
Bruce yang melihat itu tidak tahan untuk tidak bertanya alasan kenapa kemampuan dari Aether terasa sangat aneh.
“Jika kalian ingat terkadang aku akan berhenti untuk memetik beberapa tumbuhan, itu karena aku memiliki Skil alkemis, yang membuatku saat melawan monster tipe tumbuhan akan meningkat kekuatan sebesar 100%.”
Penjelasan dari Aether, menurut Bruce sangat aneh. Walaupun ia bukan ahli dalam bermain tapi Ia Selalu merasa kalau perkembangan karakter dari Aether terasa sangat aneh, tidak hanya ia melihat Sedikit skill yang sering digunakan oleh aether.
Yang tidak ia tahu kalau Hampir Setiap orang yang bertemu dengan Aether akan memiliki pikiran sama setelah melihat perkembangan karakter dari Aether.
Dengan Aether yang belajar cara memasak atau memiliki skill alkimia di levelnya itu merasa sangat aneh.
“Sudahlah otak kecilmu itu tidak akan mengerti, bagaimana keagungan dari Bos kita itu,” ucap North dengan ada yang sedikit bercanda.
“Begini-begini otak kecil yang kamu maksud adalah otak mahasiswa dari Harvard,” balas Bruce dengan cemberut.
“Sepertinya di depan sana ada Sebuah pemukiman?” ucap Aether menghentikan perdebatan North dan Bruce.
Tentu mereka sangat senang dengan adanya Sebuah pemukiman yang mereka temui, karena saat mereka berjalan mereka sangat jarang menemui pasokan makanan, Sehingga mereka berharap bisa menambah pasokan makanan yang mereka miliki.
Setelah mereka mendekat ia melihat kalau itu adalah pemukiman para Barbarian gurun, saat kelompok Aether mendekat ia melihat mereka segera dalam posisi bertahan,
Kelompok barbarian ini, terlihat tidak bersahabat dengan kelompok dari Aether, tapi Aether dan kelompoknya masih berusaha untuk ramah.
Aether saat ini masih membutuhkan beberapa info tentang lokasi tepatnya bukit yang mereka cari, karena tempat ini menurut mereka terlalu luas untuk dijelajahi dan menurut aether para barbarian ini Seharusnya memiliki beberapa informasi tentang Bukit tersebut.
Sempat terjadi keributan kecil antara dua kelompok ini, tapi karena dalam adu kekuatan yang singkat North dapat memenangkannya dengan mudah ditambah Aether juga memancarkan Aura yang menakutkan bagi Mereka Sehingga mereka mudah tenang.
“Kami hanya ingin mencari informasi tentang sebuah bukit yang memiliki monster monster kematian di dalamnya,” ucapnya sambil menyodorkan beberapa uang.
“Asal kau tahu saja uang-uang itu sama Sekali tidak berguna disini,” ucap barbarian yang memperlihatkan bagaimana Susahnya mereka mendapatkan makanan.
“Kalau begini apa kau bisa mengatakan kami,” ucap Aether yang mengeluarkan beberapa perbekalan mereka.
Aether beranggapan kalau mereka bisa mendapatkan perbekalan saat berada di sana, Sehingga mereka tidak perlu untuk khawatir tentang hal itu.
Ia yakin kalau mereka tidak hanya melawan Skeleton, sesuai dengan pengalamannya saat ini, Selama itu mereka memiliki daging Seharusnya setelah mereka mati, mereka akan menjatuhkan daging yang nantinya bisa mereka makan.
“Aku tahu daerahnya,” setelah melihat tumpukan daging yang dikeluarkan oleh Aether.
Salah satu dari mereka, akhirnya bersuara, dan akan menjadi relawan untuk mengantar kelompok Aether menuju bukit kematian.
Setelah disetujui Aether kembali menambah makanan untuk diberikan kepada desa barbarian yang ada disana, setelah itu mereka langsung melanjutkan perjalanan.
“Aku mewakili mereka meminta maaf karena perilaku warga desa yang sedikit kurang ajar,” ucap barbarian yang menemani mereka.
Aether Sebenarnya tidak masalah dengan Sikap dari warga desa barbarian, karena bagi Aether dan barbarian memang seharusnya bersikap kasar, Sehingga melihat Sikap orang yang mengajarnya Sedikit lemah lembut membuat Aether Sedikit salah tingkah.\
Orang itu bernama Xander seorang barbarian mudah, jika ditanya bagaimana wujud dari berbagai barbarian yang ada di Sini, mereka memiliki wujud tidak jauh berbeda dengan para Dwarf.
Dengan bentuk tubuh mereka tidak jauh berbeda dengan manusia kebanyakan tapi satu hal yang membedakannya adalah bentuk muka mereka Seperti para Dwarf dengan jenggot yang tebal Sedangkan Tubuh mereka begitu tinggi disertai dengan otot yang menonjol dimana.
Aether Sempat melihat bagaimana penampilan para betina dari Suku Dwarf, ia bisa menjelaskan kalau dari bentuk tubuhnya saja Sudah Seperti Pemenang dari kontes binaraga tingkat dunia.
Yang menurutnya lucu adalah North biasanya ia adalah orang yang banyak bicara dalam perjalanan, tapi Setelah mereka sempat beradu kekuatan dengan para barbarian, ia mendapati dirinya di lirik oleh salah satu barbarian wanita yang ada disana.
Lirilkan itu sepertinya sangat berbekas untuk nya Hingga Bruce yang selama perjalana Selalu di bulinya kini balas tertawa karena melihat Tingkah North yang terlihat ketakutan melihat itu.
Xander menjelaskan kalau para barbarian yang ada diSini mengalami kemunduran yang sangat berat karena terlalu kesulitan untuk berburu dan mencari makanan, xander juga menjelaskan bagaimana dahsyat perubahan iklim yang ada disini.
Dan Ia juga tahu kalau Asal dari perubahan iklim itu ada di dalam atas Bukit , tapi tidak ada yang berani untuk naik ke atas sana karena memang terlalu berbahaya, dan Siapapun yang naik untuk menyelidiki apa yang terjadi tidak akan pernah kembali lagi.