
Para Dullahan menjadi lahan berlatih Untuk kelompok Aether, Bahkan Bruce yang dikatakan menjadi tempat yang paling lemah sudah bisa lumayan berkontribusi dalam pertempuran. Tentu mereka mengalahkan para Dullahan itu dengan kelompok, Hanya Aether yang sering kali melakukan Solo kepada Para dulahan yang ada disana.
Mereka tidak bisa bertahan lama sehingga Aether lebih memilih untuk lebih naik lagi mendapati disana ada Sebuah Bangunan kecil, ber arsitek bagunanan Romani kuno, awalnya Mereka mengira akan ada monster lain yang akan di Sekitar bangunan itu.
Tapi Setelah berkeliling mereka menemukan kalau area sekitar gedung sama sekali tidak ada Monster yang menjaganya.
Mereka Semua yang ada di dalam sana tahu kalau sang Bos memang sudah Berada di dalam sana, Sehingga sebelum mereka masuk terlebih dahulu persiapkan Diri dengan baik sangat diterangkan oleh Aether pasalnya tidak ada yang tahu bagaimana kekuatan dari Bos itu.
Saat Mereka masuk mereka menemukan Seseorang yang tengah duduk membelakangi mereka. Di bangunan ini tidak ada yang Spesial Walaupun terlihat kalau bangunan di dari luar sangat besar tapi saat masuk Kesana Mereka menemukan kalau di dalamnya tidak ada apa-apa.
Tapi mereka Semua tahu kalau Ini adalah Tempat untuk melakukan pertarungan, terlihat beberapa Senjata tersebar di berbagai sisi gedung, ini memperjelas suasana yang akan mereka hadapi.
“Biarkan aku mencobanya,” ucap Aether Setelah itu ia bergerak untuk melawan orang yang ada disana.
Dari awal mereka masuk ke dalam mereka menemukan seseorang yang ada di depan mereka, namun terlihat orang itu tidak memberikan respon, Jadi Saat Aether mencoba menyerang lebih dulu, namun ia mendapati diri nya terlempar sampai ke tembok yang berada di dekat pintu masuk
Kelompok dari Aether hanya bisa tercengang mereka terus memperlihatkan Pergerakan dari orang yang ada disana, tapi mereka sama Sekali tidak menemukan Bagaimana ia bisa menyerang Aether.
Mereka memang sempat melihat adanya sebuah gerakan memegang pedang yang ada di sampingnya, tapi gerakan itu terlalu cepat Sehingga Mereka yang ada disana bahkan tidak bisa melihat pergerakan mereka itu.
“Jangan bergerak,” ucap Aether yang berusaha berdiri terlihat armor yang dikenakan Oleh aether hancur.
Mungkin yang lain disana tidak tahu Apa yang terjadi kepada Aether, Tapi IA Sendiri memahami kalau Apa yang terjadi kepadanya murni adalah Sebuah ayunan pedang, tidak ada Skill atau apapun itu ini adalah perbedaan kekuatan yang besar.
QUEST
Dia adalah Seorang kstaria masa lalu yang berusaha di bangkitkan, bantu dia untuk kembali dalam tidur panjangnya.
Jika ia tidak dikalahkan Sebelum waktunya Maka dipastikan ia akan menjadi bencana besar di dunia ini.
QUEst: Mengalahkan Death knight dalam pertarungan satu lawan satu
Rewards : exp dan pusaka milik Gereja OF Gaia
“Bukankah ini terlalu berlebihan,” ucap North.
Aether telah mengirimkan pemberitahuan Misi yang AEther dapatkan, dan Kelompok dari Aether hanya bisa mengaga karena Tidak tahu harus berkomentar apa, serangan pertama tadi Sudah menjelaskan Banyak Hal dan bagi mereka itu Sudah menjadi hampir mustahil untuk mengalahkan kesatria itu dalam pertempuran satu lawan satu.
“Aku juga tidak tahu, tapi Setidaknya Aku masih melihat arah pedang itu bukan, jadi kemungkinan buatku untuk menang tidak lah Nol, ” ucap Aether dengan Sedikit ragu.
Ia juga sebenarnya Sedikit ragu tentang ucapannya Sendiri. Kalau boleh Jujur Ia bahkan tidak bisa melihat arah pedang itu, dan ia berhasil menahannya murni karena Refleks Semata dibantu Oleh Armornya yang memang cukup kuat.
“Pulanglah, Kau masih belum pantas untuk membuatku kembali tidur,” ucap Ksatria itu.
“Maaf, tapi aku tidak pernah menyerah walaupun aku tahu aku tidak bisa menang!” Ucap Aether dengan Tegas.
Aether berusaha untuk tetap keren Sehingga ini akan menjadi video yang bagus dalam Kontennya, namun ia menemukan Saat kembali menyerang, dengan satu serangan pedang Aether Sudah kembali terhempas ke tembok.
North bahkan mulai terhibur, dengan pemandangan Aether yang terlihat kesusahan, sudah Lama IA mengharapkan pemandangan yang seperti ini di hadapannya.
“Aku bersumpah tidak akan menyebarkan video ini di khalayak umum,” ucap Aether yang berusaha Bangkit, Ini Sudah menjadi percobaan yang kesepuluh dan ia Selalu menjadi orang yang terlempar dengan satu Serangan.
“Sepertinya aku harus keluar dari Party ini,” ucap Aether kepada mereka Semua.
Saat ia melakukan Solo ia akan mendapatkan peningkatan kekuatan Sebanyak 30% sehingga ia berharap dengan peningkatan sebanyak itu Setidaknya ia bisa memberikan beberapa perlawan dengan Death knight itu.
Karena terus dikalahkan dengan satu serangan Lama-lama akan terlihat sangat memalukan, terlihat Kalau Mereka Semua juga mengerti akan hal itu.
“Kami juga Sepertinya Juga harus Pergi, dan membiarkanmu Mengurus masalah ini Sendiri,” Ucap North.
Ia merasakan kalau saat ini ia tinggal disini tidak bisa melakukan Apa-apa dan menurutnya ada baiknya ia segera mengubah Job yang selama ini menjadi semakin kacau , sepertinya Bruce juga memiliki rencana yang sama .
“Aku juga ingin pergi lebih dulu , aku telah melihat bagaimana jalur yang ada di gurun menurutku itu memiliki potensi untuk dibuka Sebuah jalur perdagangan, disana mungkin dengan membuka jalur perdagangan itu bisa membantu para Barbarian.”
Sedangkan Xander hanya bisa mengikut Ke bruce, apalagi Bruce memiliki rencana yang baik untuk desanya Tentu ia dengan senang hati akan membantu.
Mereka pun akhirnya pergi dengan tujuan masing- Masing mereka bernjaji kembali bertemu di bawah Bukit, dan menunggu aethr untuk menyelsaikan masalahnya disini.
“Maaf membuatmu menunggu,” Ucap Aether setelah melihat Teman-temannya pergi.
IA berharap kalau setelah ini setidaknya tidak terlalu memalukan, tapi setelah ia mencoba Untuk menyerang ia mendapati dirinya kembali terhempas Dengan hanya satu ayunan pedang.
Tapi kali ini sedikit berbeda, pasalnya Setidaknya ia Sekarang Sudah melihat ayunan pedang Dari Sang Death Knight. Terlihat ada perubahan Ekspresi dari sang Death Knight, walaupun Aether Bisa melihat gerakan tapi Kecepatan Itu terlihat masih sangat sulit untuk di imbangi oleh Aether.
Yang Aether Bisa lakukan saat ini adalah berusaha menghindari serangan parah dari Lawannya, Sehingga ia tidak bisa mati dalam satu serangan.
Aether terus mencoba mencari cara untuk melawan, tapi pada akhirnya ia hanya berusaha untuk membiasakan diri dengan serangan dari Sanag death kningt.
Ia terus mencoba, dan sampai tidak terhitung berapa Armor dan Senjata yang hancur karena Aksinya ini, semua itu secara perlahan membuat hati Kecil dari aether menangis karena terus membayangkan berapa banyak uang yang telah ia hancurkan dengan terus melawan Death Knight itu .
Aether seperti melihat uang yang terus di bakar di depan matanya, ia awalnya menganggap Kalau Ekspedisi ini akan menjadi hebat karena IA telah mendapatkan barang jarahan dari mengalahkan para Skelton dari Para Warrior hingga Para Dullahan tapi kali ini Secara perlahan para Armor itu hancur karena melawan Sebuah Death knight.