
Saat Aether ingin pergi dari tempat itu, salah satu gadis yang ada tidak pernah ia anggap, tiba tiba muncul di hadapannya dan melakukan protes karena ia telah mengambil Bos monster yang ternyata mereka temukan.
Aether sampai tidak bisa berkata apa-apa, beberapa Kata-kata kotor masih berusaha ia tahan. Karena menurutnya terlihat anak kecil itu terlihat sangat tidak tahu diri.
“Kalau gede dikit, udah gue pukul nih anak,” pikirnya
“Oh, itu bos milik kaliannya ya. Kalau begitu saya minta Maaf de, aku tidak akan mengambil apa-apa dari dropan monster yang ada disana,” ucapnya sambil meminta maaf kepada gadis itu.
Ia berharap kalau masalah itu tidak terlalu panjang, dengan harapan gadis itu membiarkan pergi dan melajutkan perjalannya.
Melihat Aether meminta maaf mungkin membuat ia tidak siap, dan orang yang satunya segera meminta Aether untuk berhenti meminta maaf, dan ia pula menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
Dimana saat itu mereka sedang menunggu party mereka yang akan memasuki hutan Rawa, tapi saat mereka berkeliling sekitar mereka menemukan Monster slime tersebut, tapi saat mereka yakin mereka bisa mengalahkan nya berdua sambil menunggu pastry nya mereka tiba tiba didatangi oleh kelompok dari serigala serakah dan berusaha membunuh mereka dan merebut raja slime buruan mereka.
“Jadi aku merebut monster itu dari serigala serakah bukan!” Aether sedikit memperjelas masalah yang mereka jalani
“T,,,,,”
“Iya, dan jika boleh memilih aku lebih memilih monster itu di rebut oleh mu dari pada para banjingan serigala serakah itu.”
Terlihat kalau ia berusaha memotong ucapan dari Temannya yang masih kesal karena Aether yang berhasil membunuh monster yang seharusnya menjadi bagiannya.
“Dan sekali lagi, kami harus berterima kasih, kalau kau tidak ada kami pasti sudah dipastikan akan mati Konyol di tempat ini,”
“Kalau masalah ini, telah selesai aku pamit untuk duluan.”
Aether tahu kalau mereka hanya sekedar basa-basi, jadi ia tidak mau untuk terus membuang Waktu. Dan memanggil Rangga yang dalam bentuk slime untuk meninggalkan tempat itu. ia berusaha secepat mungkin untuk tidak mendapatkan hambatan dari mereka.
Kedua perempuan itu juga tidak berusaha untuk menghalangi Aether, karena merasa ada yang aneh dengan sikap orang yang bertopeng tersebut, ia bahkan merasa kalau ia malah lebih terlihat takut kepadanya.
“Aku tidak mengira akan tiba masa dimana aku melihat kalau kecantikanmu itu sama sekali tidak berpengaruh kepada seseorang,” ucap anak yang berusaha membuat masalah dengan Aether.
IA sebenarnya tidak berniat membuat masalah, ia awalnya berpikir kalau memang Aether datang menyelamatkan mereka karena tergoda akan kecantikan dari Kakaknya, makanya ia sedikit saat melihat kalau orang itu memang tidak berniat mencari muka dengan mereka.
“Itu semua berkat mu, yang membuatmu lebih dulu ilfil dengan kita.” Balasnya dengan terlihat jengkel.
Kejadian seperti ini sangat jarang dialami oleh kedua bersaudara ini, mereka sendiri harus bingung harus menanggapinya seperti apa.
“Bukannya kakak sendiri juga tidak memperkenalkan diri? Mungkin dia menganggap kalau kakak Cuma basa-basi doang kali.”
Mereka terus berdebat sampai party dari mereka yang asli datang, tentu mereka terlihat khawatir karena mereka sudah terlambat sangat lama, tapi mereka akhirnya senang saat melihat Kalau Dua bersaudara itu terlihat baik baik saja.
Mereka menjelaskan apa yang terjadi dan ciri-ciri orang yang telah menyelamatkan mereka pada saat itu, beberapa orang yang baru datang mengatakan kalau mereka cukup beruntung bertemu dengan orang yang seperti itu.
“Bahkan jika itu aku, aku sama sekali tidak akan memberikan kalian bagian dari Monster yang ada.”
Salah satu dari mereka yang sepertinya merupakan ketua party itu, memberikan beberapa nasehat,tentang betapa beruntung nya mereka bertemu dengan orang seperti Aether. Mereka yang merupakan sebuah party yang terbentuk karena hubungan keluarga mereka yang cukup dekat Sehingga perbincangan mereka berlangsung sangat akrab.
“Seorang yang menggunakan Topeng Polos, dan menggunakan Tombak dengan kemampuan yang baik, bukankah ia pemain yang saat ini sedang sangat terkenal di youtube?”
Sepertinya salah satu dari mengenali ciri ciri yang mereka jelaskan tadi, mereka sebuah akhirnya mengingat kalau memang ada seseorang yang mirip dengan ciri-ciri yang disebutkan.
“Aku sudah melihat video yang kau Maksud, tapi aku melihat ada beberapa perbedaan di Bagian tombaknya yang sekarang terlihat lebih keren dan sekarang yang tadi terlihat lebih berusaha untuk menutupi dirinya dengan memasang hudi di kepalanya.”
Balas sasya, tentang kemiripan orang yang tadi barusan, saat adalah anak kecil yang perempuan yang tadi lebih dulu berbicara dengan Aether, dalam pembicaraan yang sempat melihat bagaimana bentuk dari tombaknya.
Sehingga ia melihat akan ada perbedaan yang besar dari bentuk tombak tersebut. Ia juga memperlihatkan rekaman dari Orang yang menempatkan mereka, yang pada akhirnya mereka tidak mau berpikir apa-apa karena kejadian tersebut sudah lewat.
Mereka hanya berharap kalau suatu saat mereka dapat bertemu kembali dan membalas budi karena telah diselamatkan, mereka hanya tidak tahu kalau Aether juga terpesona dengan kecantikan mereka saking cantiknya mereka berdua bahkan membuat Aether sendiri takut untuk berlama-lama bersama dengan mereka.
Karena bagi Aether saat ini, perempuan- perempuan cantik hanya akan mendatangkan masalah nantinya.dan baginya ia sangat percaya dengan masalah perempuan cantik dimanapun itu hanya akan menjadi sumber masalah.
Jadi saat ia bertemu dengan gadis-gadis tadi ia berusaha secepat mungkin untuk pergi sebelum masalah lainnya akan datang menghampirinya, saat ia sudah tidak terlihat lagi, ia segera merubah Rangga untuk memasuki mode Serigalanya agar mereka semakin cepat meninggalkan mereka yang ada di belakang karena masih takut kalau mereka akan diikuti dari belakang.
Seperti biasa sebelum ia mulai perburuannya ia harus mengecek area Sekitar dan mencari lokasi terbaik untuk berburu dan bertarung nantinya. Walaupun ia sudah memiliki niat untuk untuk tidak terlalu lama disini.
Selama ia mendapatkan item yang dia inginkan walaupun ia tidak mencapai target yang diberikan oleh Ale dan Moli, ia masih tetap akan meninggalkan tempat ini, yang menjadi permasalahan ia tidak tahu sampai kapan ia bisa mendapatkan item tersebut.
Karena memang diluar item yang memang langka dan sangat sulit untuk menjadi dropan dari sebuah monster, Ia juga bisa melihat saat berkeliling tentang bagaimana bagusnya pergerakan mereka untuk bergabung dalam sebuah kelompok monster.
Mungkin para Kadal ini tidak sebanyak Para goblin yang sebelumnya ia melawan, tapi dengan sekali lihat ia tahu untuk melawan mereka butuh ekstra tenaga, baik dari pergerakan kelompok dan atau cara mereka bertarung sangat jauh di atas para goblin.