
Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya mereka sedang rasakan, di universitas yang katanya adalah universitas terbaik yang ada di Indonesia timur ini, terkadang Reyhan merasa kalau ini hanya alasan pemerintah untuk mencari berbagai atlet berbakat di jaman industri esport saat ini sedang berada dalam puncak terbaiknya.
Terlepas dari itu reyhan juga memberikan pujian tentang walaupun prodi ini baru tahun ini didirikan berbagai fasilitas yang mereka terima terlihat sudah sangat lengkap sehingga terlihat para mahasiwa siap untuk menerima pembelajaran dengan lebih baik lagi.
Mereka bahkan sudah membuat sebuah dunia virtual khusus yang akan di jadikan sebagai tempat pengujian kepada para murid yang ada disana, bahkan sebagai pengujian mereka berniat untuk melakukan proses perkuliahan dengan sistem dunia virtual.
Hal ini membuat reyhan menjadi lebih senang jika memang benar itu sampai terealisasikan, karena ia bisa berada di kantor sekaligus masuk dalam kampus perkuliahan.
Mereka saat ini sedang melakukan pengujian terhadap seberapa baik kontrol tubuh mereka dalam dunia virtual. Dunia buatan mereka ini masih dalam tahap pengujian, jadinya ini juga akan menjadi tugas mereka di prodi ini untuk terus mengembangkannya.
“Maaf bu, bagaimana legenda kita yang menjadi orang pertama yang mencobanya, bukan ia sudah terkanal dalam melakukan pengujian seperti ini!” ucap seseorang yang memberikan sebuah ide kepada dosen.
Terlihat orang -orang ini masih ragu untuk melakukan percobaan dalam dunia itu, walaupun muka Reyhan sedikit tidak enak untuk di lihat, tapi ia juga tidak mengatakan apa -apa, ia juga langsung maju untuk melakukan percobaan pertama, segera ia memakai alat yang menyerupai helm itu Sehingga reyhan bisa langsung masuk ke dalam dunia buatan mereka.
“Reyhan jika kau mendengar ibu, tolong gerakan tubuhmu,” sebuah perintah dosen itu berikan kepada reyhan.
Yang sepertinya sedang melakukan sebuah observasi, ia dibawa dalam sebuah ruangan kecil di mana disana tidak ada apapun di dalamnya.
“Aku ralat pikiranku, Sepertinya mereka hanya mencari sebuah kelinci percobaan,” ucapnya.
Tentu ini hanya sebuah candaan, karena sudah mendengar ucapan dari sang dosen, Reyhan Segera memberikan getstur kalau ia bisa mendengar dengan sanat baik.
“Kalau begitu, tolong lakukan beberapa gerakan, untuk menguji bagaimana perbedaan bagaimana jika sinkronisasi dengan tubuhmu di tingkatkan.”
Reyhan terlihat mengangguk, sehingga tes ini segera di lakukan, tes ini untuk melihat bagaimana batas para mahasiswa untuk melakukan sinkronisasi dengan tubuhnya dalam dunia virtual.
Semakin baik sinkronisasi otak dengan tubuh vitual maka itu akan sangat baik tentu ada sedikit pengecualian untuk game untuk menguasa.
Dan dalam tes itu, reyhan berhasil mendapatkan nilai tertinggi, dengan berhasil membuat sebuah rekor, dengan berhasil melakukan sinkronisasi dengan persentasenya 90%, dan itu adalah rekor tertinggi, dimanah kebanyakan orang yang ada disana hanya memiliki rata-rata berada dalam angka, sekitar 60 sampai 70%.
“Bagaimana pendapatmu, apa sinkronisasi yang tinggi tadi akan memiliki dampak yang sama dengan sinkronisasi terbaik yang ada di game penguasa?”
Setelah terlihat sang dosen yang berada disana saat itu menanyakan pendapat dari reyhan setelah semua tes dari para mahasiswa selesai di laksanakan, pertanyaan itu di tanykan kepada reyhan saat semua orang masih disana Sehingga pendapat reyhan terlihat di nantikan semua orang yang ada disana.
“tujuan kalian membuat ini berbeda dengan tujuan sang pencipta dai game penguasa, yang memang di buat untuk membunuh seseorang Sehingga jika kalian membuat sebuah hal yang sama namun karena tujuannya sudah berbeda makan semua itu tentu tidak bisa disamakan,” lanjutnya dan terlihat sang dosen menghormati jawaban tersebut.
Setelah jawaban dari Reyhan itu perkuliahan hari itu juga di tutup, sebenarnya hari ini ia juga cukup kecewa karena menurutnya ada lebih dari 40 orang yang di tes tadi, dan tidak ada satupun dari mereka yang menurutnya berada dalam standar dari reyhan Sehingga ia sendiri merasa bingung harus menurunkan standarnya dengan merekrut apa yang ada atau ia bisa saja memberikannya beberapa pelatihan.
Jika bisa reyhan merasa pilihan kedua adalah pilihan terakhir, karena menurutnya jadwalnya saat ini sudah terlalu banyak untuk mengurus masalah seperti ini, jadi ia tidak memiliki waktu untuk mengurus masalah para rekrutan baru yang akan mereka rekrut.
Mungkin ada beberapa orang, yang memang harus diakui berbakat, misalkan saja orang yang belakangan ini terus mencari masalahnya, dan termasuk orang yang belakangan ini terus mendekatinya.
“Bos bagaimana tadi, apa aku lanyak untuk bergabung menjadi talent dari lakasi?” ucapnya.
Laki laki bernama denta, seorang keturunan jepan indo yang sudah berada lama di indonesia, ia jika di lihat dari berbagai hal orang ini sangat mengidolakan Reyhan karena ia hampir mengetahui semua hal yang telah menjadi pencapaian Reyhan di masa lalu.
“jujur menurutku tadi sangat kurang, harapanku kau seharusnya bisa mencapai sinkronisasi 85%, tapi karena beberapa hal aku akan memberikanmu beberapa kemudahan jika memang kau berminat untuk bergabung sebagai talent kami,” ucap reyhan.
Mendegar itu dante awalnya Sedikit kecewa baru beberapa saat ia kembali bersemangat karena ini ia bisa membektuikan kalau ia nantinya bisa bergabung dalam sebuah talent yang sama dengan idolanya.
“Kau seharusnya tahu, komentesi beladiri yang akan kuadakan di desa takklasi? Jika kau berhasil tampil mennjol disana dan menarik perhatian para sta yang ada di tempatku aku bisa menjamin kalau bisa bergabung menjadi talent kami.” Lanjut reyhan memberikan dante Sebuah harapan.
Melihat tingkah dante Sebenarnya dante memiliki bakatnya tersendiri dalam dunia intertaiment yang tidak di miliki oleh reyhan dan vanesa itu Sendiri sebagai talent dari takkalasi, sehingga sebenarnya tidak terlalu buruk untuk melakukan perekrutan terhadapnya.
Tapi mereka juga saat ini hanya bisa mengharapkan sebuah talent yang ahli dalam permainan Sehingga bakat menghibur saja tentu belm cukup untuk masuk ke dalam takkalasi.
“Apa kami juga termasuk dalam tawaran itu?”
Mungkin karena pembicaraan mereka yang terlalu keras membuat beberapa mahasswa yang ada disana masih mendegar percakapan mereka Sehingga itu sangat menarik perhatian mereka untuk bisa masuk keladam sana.
Saat ini talent dari takklasi adalah para elit Sehingga siapa pun itu jika mendapatkan tawaran untuk masuk ke dalam sana maka mereka bisa saja ikut terkenal, apalagi disana ada renata yang menjadi idamana semua orang.
“tentu, selama kalian bisa menarik perhatian banyak orang atau bisa mendapatkan beberapa tempat tertinggi aku bisa membuat kalian masuk tentu akan ada beberapa pertimbangan di dalamnya.”
Balas reyhan ini membuat semua orang yang ada disana bersemangat karena ini menjadi kesempatan besar untuk mereka menjadi Seseorang yang terkenal.