VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
rencana yang gagal



Jika memang benar-benar ada yang bisa dikatakan tentang pertarungan melawan 3 guild, itu adalah luar biasa. Tapi walaupun tokoh utama kita sudah dikatakan sebagai  legenda, tentu ya masih memiliki batas tenaga yang dia miliki.


Iya sudah berusaha sebaik mungkin untuk terus menghemat tenaga yang dia miliki, tapi pasukan dari pihak musuh sudah seperti semut yang tidak ada habisnya, sehingga secara perlahan tenaga dari aether akhirnya terkuras secara signifikan.


Bahkan baru saja rangga harus mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan aether dari serangan musuh. Tapi bukan seorang legenda namanya jika iya akan tumbang dengan mudah,  hanya dengan sisa tenaga yang dimiliki aether masih bisa membunuh para musuh yang mendekat kepadanya.


"Hahaha, kenapa kalian ragu, majulah dan kita lihat siapa yang mati lebih dulu." Ucapnya dengan sebuah tawa yang membuat orang-orang di sana sedikit sungkan untuk mendekat.


"Prok,prok, prok," terdengar suara tepuk tangan yang mendekat kepadanya.


"Woow, seorang yang dikatakan dewa akhirnya berlutut di hadapan banyak orang seperti ini,"  ujar Gading yang akhirnya mendekat ke arah aether.


"Aku kira berasal dari mana suara sumbang ini, tapi itu para pengecut yang akhirnya keluar dari kandangnya" bukan aether kalau tidak ahli berucap kasar. Jika tubuhnya saat ini sudah kelelahan soal masalah perang mulut ia masih meladeni siapapun itu.  


"Sepertinya kalian sedang live bukan? Bagaimana!  Apa hasil live nya bagus? apalagi saat ini kalian sedang memperlihatkan kekuatan kalian yang payah karena harus ke susahan untuk melawan satu orang sepertiku?" Lanjutnya dengan sedikit mengejek.


"Untuk orang yang sedang berlutut, kau itu terlalu banyak bicara," Ucap Gading yang melancarkan serangan tebasan kepada aether.


Tapi bagi aether serangan tebasan itu masih muda di tangkis olehnya. 


" gerbang beladiri, uni soviet, dan matahari, sepertinya sudah lengkap! apa kalian tidak masalah kalau semua pemimpin pasukan ada di sini mati secara bersamaan?" Ucapnya setelah menangis serangan tersebut.


Semua orang tidak mengerti apa yang aether katakan, baginya aether saat ini sudah kalah, mereka tidak tahu apa yang membuat aether terlihat masih sangat optimis dalam pertarungan  ini.


"Jika pun harus mati setidaknya aku membawa kalian bersama dengan ku! " ujarnya dengan ekspresi tersenyum mengejek 


"Aldo!!!" Teriak aether 


(King aura) aether segera mengaktifkan skill aura milik untuk memberikan efek fear  kepada lawan lawan yang ada disana.


Untuk membuat efeknya menjadi berlipat ganda, ia memanfaatkan fighting spirit dari Aldo,  dan ini memang menjadi rencana dari aether sehingga ini akan menjadi jebakan yang sangat ampuh. 


Baik itu xiao lan, dan Smith terlambat untuk menyadari ya, mereka bahkan tidak bisa mengambil jarak terlalu jauh dari Aether, sehingga satu persatu dari  mereka berhasil di bunuh oleh aether dengan mudah. 


Orang yang paling pertama menjadi korbannya tentu adalah Gading,  ia yang paling terdepan untuk mempermalukan aether, sehingga ia adalah orang yang paling dekat dengan aether saat itu.


Hal ini berusaha dimanfaatkan dengan baik oleh aether. Serangan tombaknya berusaha untuk mengincar serangan critical sehingga ia tidak perlu banyak tenaga untuk membunuh lawannya.


Disusul Smith, dan terakhir xiao lan,  xiao lan adalah yang terakhir sebenarnya xiao lan bisa kabur karena efek fear sudah berakhir sehingga ia sudah bisa bergerak kembali.


Namun aether masih memiliki cara untuk membunuh xiao lan, dengan menggunakan asura step yang miliki, ia dengan mudah melakukan serangan dadakan lain Sehingga  xiao lan masih bisa dikalahkan.


" Bagaimana bisa?  aku sudah menghitung dengan baik setiap durasi dari skil yang kau miliki, seharusnya kau sudah tidak bisa lagi menggunakan skill-skill tersebut?" Xiao lan tidak habis pikir aether masih memiliki cara untuk mengaktifkan skillnya.


"Ingatlah ini sangat baik, di dunia  ini ada banyak cara untuk mengakali berbagai kekurangan yang kita miliki."


Walaupun itu sebenarnya simpel, itu hanya efek dari salah item yang dimiliki nya, yang membuatnya bisa mengaktifkan dua skil yang masih dalam masa cooldown dalam waktu kurang dari satu menit. 


Nafasnya mulai tidak teratur  konsumsi dari skil tadi melebihi apa yang dia perkirakaan sehingga sekarang untuk berdiri saja ia sudah sangat kelelahan.


Tapi saat ia berusaha untuk berdiri ia tiba-tiba merasakan ada seseorang yang berada di level cukup tinggi berusaha untuk menargetkannya.


Dan saat melihat keatas ia sudah ,melihat seseorang yang menggunakan senjata gada berusaha menyerangnya,  Aether dengan sigap menggunakan satu kali lagi skill asura step miliknya. 


Seperti biasa setelah melakukan asura step ia akan langsung memberikan serangan tusukan ke titik vital lawan hingga ia memberikan kerusakan maksimal, tapi karena mungkin sudah dibaca dengan baik serangannya itu masih bisa dihindari.


"Sangat layak untuk menjadi legenda paling terkenal di industri ini," gumam orang tersebut, tadi walaupun ia sempat menangkis serangan dari aether, ia  masih terlempar mungkin perbedaan kekuatan. 


Ia adalah kakak dari Smith,  ia dari tadi hanya  memperhatikan dari jauh sambil memberikan arahan kepada pasukan yang sedang menghadang aldo.


Tapi saat aldo dan aether melepaskan zkillnya secara bersamaan ia juga terkena efek fear sehingga ia tidak bisa menyelamatkan adiknya. 


"Aku harus memberikan pujian terbesar, karena sudah bisa bertahan selama ini," Ucap nya kepada aether yang sudah terlalu kelelahan. 


"Sial, aku tidak menyangka  masih ada pemimpin baru di pasukan ini," gumam aether.


Rencananya  tadi setelah ia membunuh para pemimpin dari pasukan yang ada disini, ia akan segera mundur,  dan membiarkan Aldo mengamuk.


Tapi sekarang semuanya telah berbeda tidak hanya ia gagal untuk membunuh semua pemimpin pasukan dalam sekali jalan ia saat ini sudah tidak memiliki kekuatan untuk meninggalkan tempat ini.


"Setelah aku lemah seperti ini kau tidak berpikir ini sudah selesai bukan," Ucap aether berusaha untuk masih percaya diri.


"Tenang saja, jika yang kau maksud  adalah monyet mu itu, ia sepertinya tidak lama lagi juga mencapai batasnya," balasnya kepada aether.


Jika dilihat dengan seksama aldo memang tidak bisa melakukan apa-apa, karena saat ini ia sudah terkurun dalam formasi dari pasukan musuh sehingga ia tidak bisa menyelamatkan aether.


"Kalau tidak salah namamu edrew bukan? Kau adalah eksekutif penting dari yudarisil, bagaimana kalau kita melakukan beberapa perjanjian," ucap aether berusaha membujuk Edrew. 


Saat melihat ia dikenali aether membuatnya tertarik dengan apa yang akan ditawarkan kepadanya, "menarik, apa yang kau bisa tawarkan kepada guild terbaik saat ini?" Balasnya sambil terseyum,


"Kena kau!" Ucap aether.


"Gampang! Bagaimana kalau aku menawarkan jika guildmu memberikan aku waktu satu bulan aku bisa memberikan mereka reilik tata, yang sampai saat ini guild mu belum dapatkan. " 


sudah menjadi rahasia umum yudarisil walaupun ia adalah guild terbaik saat ini ia masih belum mendapatkan satupun pengguna tata.


Jika orang lain mendengar ini itu mungkin hanya akan menjadi lelucon semata, tapi yang berbicara di depannya adalah orang yang sudah mendapatkan 2 buah reilik sehingga itu akan menarik perhatian semua orang yang mendengar ucapan dari aether tersebut.