VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
pesta



Aether terus mengutuk karena merasa ia sangat terbebani dengan masalah yang dihadapi saat ini, beberapa nama hewan mulai keluar dari mulutnya karena merasa Game ini terlalu berlebihan untuk kesusahan yang ia miliki.


Namun pada dasarnya itu adalah hal wajar dilihat dari kecepatan serangan dari laba laba ini itu ditutupi dengan regenerasi luka yang bisa bisa sangat cepat.


“Masa aku harus bunuh diri bersama dengannya?”  ucap North yang tidak kalah frustasi .


“Tenang saja, tadi aku hanya bercanda jika memungkinkan aku tidak akan mengorbankan teman ku,” ucap Aether yang sedikit acuh tak acuh.


Yang sama sekali tidak dipercayai oleh north, baginya saat ini jika disuruh memilih ia akan lebih memilih percaya sama teori Bumi itu datar dari percaya pada ucapan dari Aether  yang sangat tergiur  materi .


“Ayo coba lagi,” berikan perintah kepada North.


Aether mencoba cara pertama yang ia lakukan , tapi yang berbeda kali ini adalah ada beberapa permintaan khusus  kepada Evan, yang akan di bantu Oleh Piko.


“Percobaan kedua dimulai!!” teriak North.teriak untuk menambah Semangat yang sepertinya mulai down


Aether dan North mulai kembali menghasilkan hasil yang sama, dimana saat mereka hampir membunuh laba-laba tersebut di beberapa detik terakhir kematian, semua Hp yang sudah mereka kuras kembali  terisi seperti semula.


“Percobaan ketiga,” Aether yang kini berusaha untuk menyerah.


Ia tidak peduli kalau North yang sepertinya Sedikit melambat karena merasa kelelahan atau frustasi melawan bos monster ini, ia juga sempat mempertanyakan Kenapa Bom yang tadi tidak digunakan,


Karena Pengaruh Skil dari death tempo kecepatan Aether kini telah mencapai puncak dengan beberapa Pengaruh dari berbagai peralatan dan berbagai judul yang didapatkan membuat saat ini kecepatan Aether telah meningkat sampai 50%.


Sungguh sebuah kecepatan yang sangat mengerikan,  mereka yang ada disana Tidak tahu apa yang sebenarnya Aether rencanakan termasuk tiga orang yang ada kejauhan, beberapa instruksi memang telah mereka dapatkan.


Tapi hingga kini ia sama sekali tidak mendapatkan tanda dari Aether untuk melaksanakan rencana tersebut, Aether terus melakukan serangan gilaan kepada Laba-laba ini. Hingga Sebuah pemberitahuan muncul di hadapannya.


Pemberitahuan kalau beberapa Skil dari perlengkapannya telah diaktifkan, skil skil sangat kecil untuk di aktifkan salah satunya adalah


[Dominator]


Skill pasif


Menghasilkan sebuah serangan kejut, yang menghasilkan 25%  kerusakan dan memperlambat musuh 70% selama 3 detik.


Dan satu lagi yang tidak ia duga akan didapatkan dari peralatan yang didapatkan dari Moli. Yang membuat yang awalnya tempo dari serangan menurun kini kembali bersemangat.


[critical tempo.]


Tipe skill ; pasif


Meraih peluang kritikal yang terus bertambah( maks 50%) di setiap serangan, sampai maksimal 20 serangan.


Death tempo, critical tepo, dan dominator yang aktif secara bersamaan  membuat serangan dari Aether menjadi gila gilan. North sampai terdiam karena melihat serangan Aether kali ini menghasil kerusakan yang melebihinya dan memiliki kecepatan Seperti itu.


Sebuah pesan kecil di dapatkan oleh Piko, pesan tersebut dari Aether yang menyuruhnya dan evan untuk bersiap.


Begitu pula dengan North yang sampai mendapatkan bentakan karena melamun dalam sebuah pertarungan , kini pertarungan yang sesungguhnya telah mencapai babak akhir, karena disini adalah perlombaan dimana yang mana lebih cepat, serangan dari mereka atau  kecepatan dari regenerasi dari  laba tersebut,


“Bamm” suara ledakan bom yang telah ditembakkan dengan baik oleh Evan tepat sasaran, sehingga saat laba-laba itu berusaha memulihkan  hpnya yang terkurang, semua itu siasia karena bom tersebut merusak Semuanya.


“Mundur!!”  teriak Aether


Teriakan tersebut menjadi pertanda Kalau Evan Sudah dipersilahkan untuk melakukan Skill Nya, Sedangkan Piko juga melakukan hal yang sama mereka Semua telah mempersiapkan Serangan terkuat yang dapat berikan.


Mereka tidak peduli dengan Aether dan North, yang mereka tahu Serangan tersebut harus bisa membunuh monster itu, jika tidak ini menjadi akhir yang menyedihkan bagi mereka.


Mereka baru bisa legah Setelah mendengar ledakan yang begitu keras Setelah mereka melepaskan serangannya, yang seharusnya  ledakan tersebut yang menandakan kalau laba laba itu telah mati.


North Sedikit bersemangat untuk melihat apa yang dijatuhkan oleh sang ratu, namun ia harus menelan kekecewaan karena disana ia telah melihat Aether yang melihat-melihat.


“Sebenarnya berapa Nyawa yang kau miliki di game ini?”  ucap North.


Ledakan dari sang ratu laba-laba sangat besar, jika itu tidak mengenai mereka beberapa reruntuhan yang terjatuh Seharusnya bisa membunuh satu sama lain.


Dari beberapa kali mereka bertemu, north Sudah melihat beberapa kali Aether yang seharusnya mati, tapi ia Seperti melihat kalau Aether Seperti memiliki nyawa cadangan yang membuatnya tidak mati mati.


“Kau mendapatkan pertanyaan yang sama dari ku?”  Aether sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan Seperti itu


Ia lebih memilih untuk membalas nya dengan Sebuah pertanyaan, di tambah ia melemparkan beberapa peralatan Yang seharusnya cocok untuk digunakan Seorang Seperti North.


Tidak berselang lama Piko dan yang lainnya Juga datang menghampiri mereka, yang langsung mendapatkan perlengkapan yang sesuai dengan apa yang perlu didapatkan , mengecualikan Evan dan Si priest yang memang tidak ada yang cocok dengan mereka walaupun Ada Aether sama sekali tidak berniat berbagi karena dari Awal, mereka sama sekali tidak mendapatkan perjanjian untuk pembagian hasil ini.


Bahkan menurut Aether, Seharusnya mereka yang memberikan hadiah kepada Aether da kawan-kawan karena berhasil membantu membuat mereka selamat dari bencana ini.


Baru setelah mengamankan jarahan Aether baru bisa bernafas legah,  kepalanya saat ini terasa sangat berat, semua kesalahan yang mungkin dari tadi telah terpendang  kini telah keluar sekaligus yang bahkan membuatnya merasa berat untuk meninggalkan tempat itu.


Begitupun North yang menang bertarung di garis depan bersama dengan Aether, dan Sang priest yang mengeluarkan kemampuan terbaiknya dengan terus menerus menyembuhkan luka dan Stamina mereka yang berada di garis Depan.


“Aku tidak menyangka kalau Bos kadal kita akan kelelahan seperti ini,” ejek Aether.


“Perhatikan tubuhmu, dulu baru mengejek orang lain.” Celetuk North.


“Yayaya, setidaknya levelku tidak Setinggi dirimu,” Balasnya  mengejek harga diri terdalam North.


“Mau lanjut ronde selanjutnya.”


Karena sang ratu laba laba telah mati perjanjian di awal tadi Seharusnya tidak terjadi lagi Sehingga untuk bertarung seharus tidak menjadi masalah bagi mereka selagi mereka Setuju tentu itu bukan masalah.


“Siapa takut,” kini Aether menyanggupi tantangan dari North.


Piko terlihat panik, dan ingin melerai mereka supaya tidak bertarung, tapi Segera di halangi oleh Evan, dengan alasan kalau mereka tidak akan melakukan apa-apa.


Dan benar saja apa yang dikatakan oleh Evan memang benar, tidak berselang lama mereka hanya kembali tertawa dengan sangat besar.