VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
sampai



Perayaan kecil kecil itu berlangsung sangat hikmat, terutama saat mengetahui kalau desa ini memiliki alkohol yang lumayan enak, Beberapa warga desa yang lumayan ahli dalam berburu di perintah untuk Segera mencari hewan yang bisa dimakan.


Dan Aether yang bertugas Sebagai Juru masak, dapat memuaskan Perut dari berbagai warga desa yang sudah lumayan kelaparan, mereka bahkan memakan daging tikus sebagai hidangan utama, sebagai pembalasan karena telah merepotkan mereka Selama beberapa bulan.


Enzy tidak tergabung dalam pesta tersebut karena harus menyembuhkan beberapa warga desa yang terkena penyakit karena terlalu lama menderita kelaparan, menyebabkan mereka memakan berbagai makanan yang tidak Sehat.


Bruce entah itu karena ia memilih bermain sebagai drawft atau memang hobinya di dunianya nyata, ia saat ini terlihat sangat menikmati Minum-minum dengan berbagai pemuda yang ada di desa.


Sedangkan Aether setelah ia menyelesaikan Acara masak-masaknya dan menikmati beberapa makanan yang berasal dari desa ini, ia diajak oleh Evelyn untuk bercerita, terutama ia masih berterima kasih karena telah membebaskan desanya dari masalah ini.


“Sudahlah, sekarang aku hanya berharap kalau tidak ada lagi bahaya yang ada di depan,” ucap Aether.


Saat ini suasana hatinya Sedang baik karena melihat warga desa yang sedang berpesta, sehingga ia tidak ingin merusak Suasana hatinya dengan mendengar ucapan terimakasih dari Evelyn, lebih mengalihkan pembicaraan tentang ia yang berharap Tidak ada lagi masalah yang mendatanginya di depan sana sampai mereka sampai di ibu kota.


 “Seharusnya tidak ada masalah yang berarti jika kau terus melakah maju ke depan sana, mungkin ada beberapa Monster yang menghadang namun jika dibandingkan dengan yang sudah kalian lewati bagi di hutan dan Tikus yang kita lawan, seharusnya rintahan yang ada di depan hanya Objek latihan untukmu.”


Evelyn memberikan beberapa penjelasan  tentang jalur yang akan mereka  hadapi untuk sampai di benua tengah.mendengar ucapan seperti itu Membuat aether Sedikit legah karena berbagai bahan yang telah ia persiapkan telah habis.


“Terlepas dari itu, aku Sedikit penasaran tentang para penduduk, yang terlihat takut saat kami masuk di desa, sedangkan yang aku tahu para bandit tidak pernah menyentuh warga desa selama tidak  masuk di dalam hutan ?”


Aether mengalihkan pembicaraan, karena ia tidak lupa dengan ekspresi para penduduk saat awal mereka menunjukkan diri di tempat ini. Terlihat kalau Evelyn sedikit kaget setelah mendapatkan pertanyaan seperti itu.


“Singkatnya itu karena kau Seorang Asura, dan memang para penduduk dari Desa ini masih percaya kalau Asura adalah pembawa bencana,” jawaban Singkat dari Evelyn yang menurut Aether sama sekali tidak menjawab pertanyaannya. 


malah membuat Aether semakin penasaran dengan Jobnya yang terlihat sangat Abu, apa itu benar job untuk Seorang Pahlawan Atau Job yang berhubungan dengan IBlis. walaupun seperti itu ia tidak terganggu sama sekali karena ini adalah Job Sekarang dan bagaimana itu tergantung padanya. 


Tapi Aether juga tidak bisa apa-apa karena Evelyn terlihat tidak ingin terlalu membahas masalah ini, dan mengalihkan pembahasan tentang bagaimana kesiapan Aether untuk mempersiapkan perjalanan.


Jadinya Aether mengikuti ritme pembicaraan dan membahas perjalannya yang berpotensi semakin menyusahkan karena potioan yang ia miliki sudah habis Stok Sedangkan di desa ini sangat kurang persediaan bahan untuk membuat potion yang baru.


Tentu Tanpa Potion mereka masih bisa bertarung, namun itu akan sangat membuang buang waktu karena mereka harus terus beristirahat setelah selesai bertarung, dengan menggunakan Potion setidak mereka bisa membeli waktu yang terbuang itu.


Mereka  tidak langsung pergi setelah selesai berpesta, mereka juga tinggal lebih lama karena harus menunggu kerta mereka yang harus diperbaiki, atau setidaknya mereka harus dibuat sebuah kereta baru.


Seperti yang dijelaskan oleh Evelyn,perjalan mereka masih tidak mudah, walaupun tidak sesulit di hutan dan melawan para Bandit yang ada dalam hutan. Mereka tidak terlalu memaksakan untuk terlalu cepat karena Stok potion mereka yang terbatas.


Mereka juga menjaga agar gerobak mereka tidak rusak lagi, gerobak mereka itu jaga supaya setelah Aether bertarung, ia bisa beristirahat dengan santai di dalam sana .


Tapi setelah mulai melihat desa-desa dan kota yang sudah termasuk dalam area benua tengah mereka sudah bisa bersantai, terutama Aether yang sudah terlalu banyak bertarung di sepanjang perjalanan.


Tempat yang mereka tuju merupakan salah satu kerajaan kecil yang ada di benua tengah, walaupun itu masih termasuk pekerjaan kecil di benua ini, perbandingan sangat jauh jika dibandingkan dengan kerajaan besar yang ada di benua timur.


Kota marintage saja yang merupakan ibukota pusat di kerjaan timur, hanya Seperti kota kecil yang ada di benua barat, apalagi jika dibandingkan kekuatan militer yang dimiliki Setiap kerajaan pastilah sangat jauh berbeda.


Dari kebanyakan orang yang ada disini level mereka memang lumayan tinggi, Sehingga Aether kembali termotivasi untuk terus bertambah kuat, dan semua motivasi dan semangat itu hancur setelah mereka sampai di tempat Enzy.


Tempat yang mereka tuju adalah Kota  dimana pusat dari berbagai Ajaran keagamaan, disini terdapat berbagai gereja besar. Yang mengajarkan berbagai kepercayaan mereka, Sehingga Aether memiliki ekspektasi tinggi tentang ia akan mendapatkan hadiah karena mengantar orang yang berpengaruh dan Sebuah artefak yang dimiliki gereja.


Saat ia bersama dengan Evelyn ia tahu kalau Enzy memiliki tingkat penyembuh yang lumayan tinggi di levelnya karena evelyn menduga kalau Enzy merupakan salah satu anak tuhan di salah satu gereja.


Awalnya ia tidak percaya karena tidak mungkin untuk orang sepenting itu, akan dibiarkan pergi sendirian, karena dari awal Aether sudah mendengar kalau Enzy terus bepergian Sendirian.


Tapi ia juga tidak  bisa menyangkal jika melihat kemampuan dari Enzy yang sangat berbeda dengan para Priest biasanya. Dan sekarang Setelah sampai disini ia akhirnya mengerti kenapa itu bisa terjadi.


Karena yang ia lihat saat ini tidak lebih dari sebuah tempat yang sudah hampir hancur, Bahkan Aether ia bisa melihat Kalau tempat ini sudah tidak memiliki orang yang mau beribadah disana. Hanya ada beberapa orang anak yang terlihat sangat kurus, menyambut Kedatangan dari Enzy.


Mereka terlihat sangat bahagia Setelah melihat enzy datang, kepergian dari Enzy membuat mereka khawatir, apalagi saat Enzy terjebak dalam hutan rawa bersama dengan Para laba-laba peledak.


Mereka sempat kehilangan kontak, sehingga membuat orang orang yang ada disini sangat mengkhawatirkan Enzy, Aether hanya terus memperhatikan, ia juga tidak ingin mengganggu momen mereka  yang saling melepaskan rasa kangen.


Walaupun ia Sedikit kecewa karena tidak Sesuai dengan ekspektasinya tentang gereja tempat  Enzy berada, namun ia juga tidak sampai hati untuk merusak momen Seperti itu, apalagi ia bisa melihat kalau tidak ada perbedaan ekskresi antara manusia asli dengan Npc saat mereka mengeluarkan emosinya.


Namun semua kekecewaan yang sempat dirasakan oleh Aether segera terhapuskan, dengan bertemunya   ia dengan pemimpin yang ada di gereja ini.