
Sedangkan di dunia nyata Aether Sedang dalam keadaan Senyum gilanya, ia sama Sekali tidak jengkel dengan ia yang dikalahkan Oleh joker, karena memang dari Awal ia Sudah memprediksi kalau ia akan kalah dalam pertarungan tersebut.
“Jadi ini kekuatan para Elit?” gumamnya sambil memikirkan bagaimana pertarungan tadi berlangsung.
IA sadar kalau mungkin gerakannya memang sudah sangat baik saat berhadapan dengan monster, atau bertarung dengan orang yang tidak mengerti cara bertarung, tapi Sekarang ia tahu kalau saat bertarung dengan Seorang ahli Sesungguhnya di beberapa keadaan gerakannya masih ada yang kaku.
Sehingga getaran tersebut mudah dipatahkan dengan hanya modal kekuatan saja, Sebenarnya ini Sudah dikatakan oleh Baron, tapi Karena ia tidak pernah bertarung dengan Seorang ahli dari pihak pemain yang sesungguhnya, maka itu seperti pelajaran yang tidao terlupakan.
“Mungkin sudah saatnya aku kembali berlatih di dunia nyata,” gumamnya
Aether dibuat kebingungan karena masalah ini, terlalu banyak yang harus yang dia lakukan membuatnya kebingungan, untuk kembali berolahraga membutuhkan tempat dan ruangan yang Sesuai, tentu dengan apartemen kecilnya, untuk kembali latihan beladiri itu hanya akan kembali menjadi angan Semata.
Aether juga Sebenarnya memiliki Pilihan untuk belajar di padepokan beladiri yang ada disekitarnya, atau berlatih di tempat ia sempat berlatih beladiri dahulu. Tapi ia menghapus pikiran tersebut karena memang semua itu kembali lagi masih akan mengeluarkan uang.
Prinsip utamanya adalah mengeluarkan uang sedikit mungkin dan menghasilkan uang sebanyak mungkin. Prinsip itu terus berusaha Ia jaga Setidaknya beberapa belakangan ini.
“Apa mungkin harus menerima tawaran dari TV?” pikirnya yang teringat kalau beberapa program tv nasional maupun Swasta berusaha merekrutnya untuk membuat konten bersama, yang sampai saat ini belum ada yang menarik minatnya.
Tentu jika Ia menerima tawaran dari Tv semua masalah uang dengan Mudah akan terselesaikan, setelah berpikir beberapa Lama ia tidak bisa mengambil keputusan dan lebih memilih memikirkannya nanti sambil menunggu siapa tahu akan ada tawaran yang bisa menarik minatnya.
Karena ia kembali lagi, ia saat ini tidak bisa melakukan apa-apa, selain menikmati harinya untuk mengedit video untuk konten selanjutnya, atau sekedar menikmati hari dengan menonton tv di ruang tamunya.
Saat ia kembali menuju tempat moli, ia menemukan Yuno, cleo, dan aqua tengah berada disana. Basis dari guild mereka telah ditentukan kalau mereka akan membangunnya di kerajaan ini, Sehingga saat mereka memiliki waktu santai mereka berniat untuk menyapa Aether karena ia mendengar kalau Aether masih berada di kerajaan Melalui Aleta yang saat itu juga berada disana.
“Sepertinya Tuan Artis kita memang tidak bisa mengeluarkan Sebuah Ekspresi terkejut.” Seperti biasa Cleo adalah orang yang paling banyak bicara Disana.
Tentu Aether tidak bisa untuk bergabung dalam pembicaraan mereka, Aether Sempat menanyakan kepada Aletta kenapa Evan tidak ada disini.
“Ia Sedang mengurus masalah lizardman, ia yang memutuskan untuk membuat hubungan baik dengan mereka sehingga ia harus menyelesaikan masalah itu sampai Selesai,” jelas kepada mereka Semua orang.
Mereka Semua yang ada di sana tahu tentang hubungan mereka dengan para Lizardman terutama untuk Yuno dan Yang lainya yang bertugas Untuk mengurus masalah tambang dari pihak kerjaan.
Yang secara Langsung kembali lagi mereka diuntungkan dengan tindakan yang yang Aether Lakukan, Sehingga saat Aether beberapa Kali bercanda yang seharusnya mendapatkan bagian dari pertabangan itu membuat mereka keringat dingin.
“Sebenarnya kau mendapatkan undangan untuk bertemu dengan Raja, tapi Aku mengatakan kalau Kau Sedang terburu-buru untuk bergerak menuju benua tengah,” Ucap Aleta yang membuat Aether hampir melompat karena terkejut.
Ia sama sekali tidak menduga kalau kata-kata itu akan keluar dari mulut Aleta dengan santainya, dimana Siapa yang akan menolak saat diajak bertemu dengan Raja, dan berpotensi mendapatkan misi khusus.
“Kau Sendiri yang bilang bukan?” lanjutnya yang melihat Ekspresi terkejut Aether.
Cleo tidak berniat menimpali bercandaan tersebut karena sadar kalau Salah sedikit Aether bisa saja lepas kendali.
“Harus ku akui, aku memang membencimu.” Ucap Aether yang berusaha menenangkan diri.
Dengan pembicaraan Seperti itu, suasana sempat menjadi Sedikit canggung, seperti Biasa mereka tidak menduga Secara frontal Akan mengatakan Seperti itu di hadapan nps Seperti aleta.
Mereka diselamatkan saat Moli Keluar dan mengeluarkan berbagai perlengkapan yang telah dipesan oleh Aether, Disini tidak ada enzy Yang memang telah diminta oleh Aether untuk mempersiapkan perjalan mereka.
Tidak ada yang terlalu berubah dengan peralatannya, Ini Sepenuhnya di perbaiki, dan Aether tidak terlalu bermasalah dengan itu Karena ia percaya ia pasti akan mendapatkan Senjata yang baik, apalagi saat ini ia berniat untuk pergi ke tempat dimana Pusat benua berada.
Aether Sempat menanyakan Kepada mereka alasan kepada salah satu petinggi Storm hunter Sempat hadir di tempat ini.
Saat Aether menceritakan masalahnya hingga akhirnya memutuskan untuk bertarung dalam Sebuah Duel, mereka Semua kaget, aether tentu tidak menceritakan bagian dimana ia berusaha untuk membuat Sebuah janji dengan Joker.
Aether yang Awalnya mengira kalau ini berhubungan dengan Guild dan pihak kerajaan Menghapus Persepsi tersebut karena melihat tidak ada satupun dari mereka yang mengetahui kedatangan dari Joker di kerajaan ini.
Sehingga ia tidak melanjutkannya dan lebih memilih berpamitan kepada teman temanya, karena enzy sudah datang dan selesai dengan segala persiapan untuk melajutkan perjalan mereka menuju benua tengah.
“Kau tidak ingin memberikanmu Sesuatu karena telah menyelamatkan anakmu?” ucap Aether dengan Nada Sedikit bercanda.
Bagi Aether yang berniat meninggalkan tempat ini membuat Sedikit lelucon kepada Orang tua Itu Seharusnya bukan menjadi masalah yang besar, dengan harapan ia juga bisa mendapatkan apa yang dia inginkan dengan melakukan seperti itu.
“Aku tidak pernah memintamu menyelamatkannya bukan?” balasnya Santai.
Terlepas dari itu ada beberapa pemberitahuan kalau misi Aether telah selesai, melihat itu Aether tidak lagi merasa ia berhak untuk berbicara Tentang masalah tersebut dan lebih memilih untuk Segera pergi Sebelum ia lepas kendali dan berusaha menculik laki laki itu.
Setelah berbagai pertimabhan ia memutuskan untuk pergi kebenua tengah menggunakan Kereta Kuda yang telah dibeli oleh Enzy, walaupun kereta kuda terhitung lambak, Setidaknya ia bisa melatih beberapa Skill Nya di dalam sana Sehingga skil itu bisa lebih berguna.
Terutama Skillnya DEVIL WEAPON yang saat ini masih tahap beginner, ia yakin seandainya Tahap sudah lebih tinggi ia tidak akan kalah terlalu mudah saat bertarung dengan Joker.
Kali ini mereka berangkat bersama dengan Seorang pedagang yang Sepertinya merupakan Seorang pemain, Enzy menceritakan kalau Mereka menawarkan gerobak dengan harga yang lumayan rendah asalkan yang menyewa tersebut merupakan orang yang lumayan aHli dalam bertarung.
Syarat itu dimanfaatkan dengan baik oleh Enzy, yang tidak pernah meragukan kemampuan dari Aether, apalagi Nama dari Aether dalam dunia ini cukup diperhitungkan