VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
memipin 10 orang



Walaupun mendapatkan posisi seperti itu Aether sama sekali tidak terganggu, karena ia bisa menebak akan ada beberapa kejadian yang akan membuatnya naik tingkat, setidaknya itu yang dia harapkan.


Tentu ia tidak mengharapkan akan ada kejadian yang sama dengan apa yang dialami dulu, karena itu akan memakan banyak korban namun jika itu terjadi hal yang sama, maka kalian hanya bisa menyalahkan para penulisnya ataupun membuat game yang masih bodoh dalam membuat sesuatu.


Karena ia termasuk dalam bagian para koki ia menyimpan beberapa peralatan  di tas inventronnya, dan hanya mengenakan pakaian dan peralatan yang seharusnya digunakan para koki pada umumnya.


Ia dulu pernah memasak untuk puluhan orang, jadi melihat ada banyak koki disini yang sepertinya para koki ini adalah koki yang memang sudah berpengalaman untuk memasak untuk para prajurit.


Saat ia bergabung di sana ia mendapatkan sambutan yang cukup hangat, dan salatu orang yang ada disana memperkenalkan kalau ia akan bertugas untuk menjadi kepala koki di kampusnya nanti.


“Ternyata jabatanku cukup tingginya?” gumamnya.


Ia awalnya berpikir kalau ia hanya akan menjadi koki biasa, tapi dengan seperti ini seharusnya akan menjadi lebih mudah, hingga ia menanyakan bagaimana tugas sebagai kepala koki itu.


“Sebagai kepala koki anda harus menyiapkan berbagai keperluan bahan dan cara memasaknya, sedangkan kami akan membantu memotong  dan membersihkan berbagai peralatan dapur yang ada,” ucap salah satu orang yang menjelaskan tugas Aether.


Tambah sadar Aether mengaktifkan Fighting spiritnya karena merasa dikerjai oleh orang orang ini, “kalian tidak bercanda denganku bukan,” ucap Aether menanyakan apa yang mereka bicarakan itu apa benar atau tidak.


Terlihat mereka semua yang ada disana ketakutan setelah mendapatkan tanggapan dari Aether, sehingga Aether menyimpulkan sepertinya ini pekerjaan dari bangsawan yang membenci untuk memberikan instruksi khusus hingga ia tidak beta berada disini.


“Ok, aku harapkan mendapatkan bantuan kalian,” ucap Aether.


Setelah semua persiapan telah selesai mereka mulai melakukan perjalanan, tujuan dari pasukan ini adalah untuk mengalahkan salah satu raja goblin yang paling kejam.


Para goblin ini telah membuat sistem pemerintahan yang sangat tinggi dimana ada satu pahlawan goblin bersama dengan seorang kaisar, yang di bawah pemimpin mereka ada beberapa raja goblin yang sudah mendapatkan beberapa wilayah dan beberapa diantara mereka terus memperluas wilayah yang mereka kuasai.


Di tempat pendaftarannya ada 3 kamp, yang masing kamp terdiri dari 300 pasukan belum termasuk koki seperti Aether Dan tetu para pemimpin pasukan itu sendiri.


Hal pertama yang mereka lakukan ingin bergabung dengan pasukan pasukan yang berhasil mendaftar di kota lainnya. Ada lima kota  yang menjadi tempat pendaftaran seperti ini, dari Apa yang Aether dengan setiap kota minimal seribu orang yang mendaftar.


Jadi akan ada total 5.000 orang yang akan mendaftar disana, dan dari apa yang Aether dengan jumlah pasukan setiap raja iblis tidak jauh dari begitu juga sehingga  mereka merasa dengan kekuatan seperti mereka dapat mengalahkan para goblin.


Tapi melihat level mereka Aether bisa tahu kalau mereka memang memiliki  peluang untuk menang, yang sekarang perlu mereka lihat bagaimana pemimpin mereka memimpin pasukan yang ada disini.


Aether berada di kamp ketiga, seperti bagaimana tugasnya ia mulai memasak dengan kemampuan terbaiknya, skil memasaknya saat ini sudah berada di tingkat beginner 8 seperbetar lagi mencapai intermediet.


Tapi berbeda yang dia harapkan malah skil lainnya  yang naik skil handicraft yang naik sehingga  kecepatan tangannya malah semakin baik.


Setelah skill spear master nya naik tingkat menengah, ini adalah skil keduanya yang telah mencapai tingkat lanjut, sebuah hal yang berhubungan tangan meningkat  sebesar 5%


Lima persen terlihat sangat biasa, tapi itu sudah cukup mengimbagi  jumlah perut yang harus Aether puaskan. Apalagi saat merasakan bagaimana masakan yang Aether buat semakin enak,  kecemburuan yang terjadi di sana tidak bisa dihindari sehingga h\aether  harus mengepalai puluhan koki untuk memasak  untuk seribu orang tentara.


Hingga akhirnya yang ditunggu, skill memasaknya akhirnya mencapai tingkat lanjut,  Aether sangat bersemangat untuk melihatnya dan ia cukup penasaran karena dalam deskripsi masakannya disana tertulis kalau setiap masakan yang dia buat akan memberikan beberapa efek khusus.


Ini membuat pemimpin pasukan itu merasa tidak enak, apalagi setelah melihat pengaruh dari masakan Aether yang sangat berpegaruh selama perjalan mereka menemukan beberapa kelompok yang sedang berburu goblin.


Dan kelompok itu yang merasakan masakan aether malah ikut bergabung, Rapat darurat antara para pemimpin segera dilakukan, dan segera mereka memutuskan untuk memberhentikan Aether sebagai koki dan membiarkan dia menjadi  prajurit.


Secara perlahan mereka mengakui kalau aether adalah orang yang hebat, karena dari awal aether memang mendaftar menjadi seorang prajurit. Sehingga mereka memutuskan untuk memasukan Aether pada keinginannya.


Walaupun keputusan akhirnya ia masih dijadikan sebagai abdi 1 di mana ia membawahi sepuluh orang prajurit, banyak prajurit yang merasa kecewa karena keputusan tersebut tapi mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena ini memang sudah menjadi keputusan pusat.


Orang –orang yang malah tertekan adalah orang orang yang menjadi bawahan dari Aether, jabatan dari Aether yang dulunya sebagai seorang koki membuat mereka sedikit berat mengakui Aether sebagai pemimpin.


“Aku tahu kalian akan berat untuk mempercayaiku, tapi beri aku kesempatan selama satu minggu, jika dalam waktu kalian tidak puas kalian bisa meninggalkan grup ini dan aku jamin tidak ada yang menyalahkan kalian,” ucap Aether kepada 10 orang yang ada di hadapannya.


“untuk sekarang mari berlatih,” ucap Aether sambil tersenyum.


Bagi Aether mereka ini masih terlalu lemah, sehingga ia berniat untuk memberikan beberapa pelatihan, hal yang pertama ia lakukan memberikan simulasi pertarungan dengan sepuluh orang itu melawan Aether seorang diri.


Itu adalah sebuah pertarungan tampah skil, dan dilihat kalau mereka semua kalah dengan mudah, mereka bahkan tidak dapat membuat Aether bergerak.


Aether meminta saran kepada Aldo, yang seharusnya lebih ahli dalam mengontrol pasukan, sehingga Aether Aether terlihat sangat ahli dalam semua ini. Pelatihan yang dia lakukan sangat ketat, jika kebanyakn prajurit singa untuk beristirahat kelompok mereka akan pergi untuk berburu goblin.


Dalam proses berburu itu Aether juga mengajarkan bagaimana cara bertarung yang baik melawan para goblin,   yang Aether inginkan sebelum mereka bertarung melawan raja para goblin anak buahnya ini memiliki beberapa title dari memburu goblin.


Dengan kinerja yang seperti itu tentu tidak ada yang berniat untuk keluar dari pelatihan dari Aether, semua orang tahu apa yang menunggu mereka di depan sana kalau mereka tidak bertambah kuat dalam waktu cepat mereka hanya akan ditunggu kematian.