
Pembicaraan menjadi serius saat Aether mengeluarkan ratusan Koin dan memberikannya kepada Enzy, tentu Enzy tidak mengerti kenapa Aether memberikan hal Seperti ini, Kakek Vinsent juga kembali berfokus kepada Aether setelah Aether mengeluarkan Uang.
“Aku mohon kalian untuk tidak menolaknya, jika Kalian tidak bisa tolong anggap saja ini pemberianku kepada anak anak yang ada disana,” ucap Aether Meyakinkan mereka.
[kebaikan anda sangat diapresiasi oleh para dewa status Pait di tambahkan di status anda.]
Status Path adalah status yang di dapat dari orang yang menjadi pengikut gereja, sehingga Aether Cukup kaget setelah ia mendapatkan status itu dengan mudah.
“Jika memang kau sebaik itu, bolehkah aku meminta tolong kepadamu,” ucap Vincent yang terlihat dengan serius
“Katakanlah.”
“Seperti yang kau lihat, salah satu alasan penurunan kami yang sangat signifikan disebabkan berbagai Pusaka kami yang telah menghilang, sehingga kami memerlukan bantuan untuk menemukannya.”
Bersamaan dengan itu munculnya sebuah pemberitaan Quest dari Vincent.
Quest
‘Vincent sebagai Archbishop sangat percaya denganmu, sehingga ia mulai mempercayakan tugas penting kepadamu,’
Berbagai item yang legendaris yang mereka miliki telah tersebar, temukan item item itu dan bantu perkembangan gereja of gaia
Reward: ......
Tingkat kesulitan: A
Apa anda ingin menerimanya.
YA/TiDAK
“Aku masih mendapatkan kebebasanku bukan?” Aether tidak ingin bergabung menjadi pengikut gereja namun jika ini hanya Sebuah bantuan Maka ia ragu untuk memberikan bantuan.
“Hubungan ini tidak lain hanya sebatas Sebuah aliansi yang saling membantu satu sama lainnya,” balas Vincent dengan tersenyum, ia telah bertemu dengan orang oran seperti Aether dan tentunya tahu bagaimana untuk berurusan dengan tipe Seperti itu.
Dengan mendapatkan balasan seperti itu aether sama sekali tidak ragu untuk menerima misi Dari Vincent.
“Sebelum itu, sepertinya kita harus membahas masalah Tempat ini, aku tidak mau pergi dengan pulang mendapati tempat ini sudah menjadi debu,” ucapnya yang menunjuk bagaimana menhawatirknanya tempat ini.
Mungkin mereka sekarang dapat menemukan pemimpin baru dengan adanya mahkota bishopnya, tapi jika keadaanya Seperti ini Aether Sedikit ragu kalau mereka dapat menemukan pengikut yang mau bergabung dengan mereka.
Vincent ingin mengatakan untuk masalah itu Biarkan ia yang mengurusnya, namun Sebuah kata-kata itu tertahan secara alami karena saat ini memang banyak yang harus ia urus terlebih lagi ia bingung harus melakukan apa untuk mengatasi masalah finansial yang sedang mengganggu mereka.
Aether juga sadar Dengan ia memberikan Uang kepada mereka sama sekali tidak menyelesaikan masalah yang ada di tempat ini, ia harus mencarikan Sesuatu yang membuat orang-orang ini dapat bertahan walaupun itu mereka tidak memiliki uang sama sekali.
“Tunggu,” sebuah kalimat kecil Aether lemparkan.
Tapi tidak berselang lama Mereka mengetahui apa yang telah diambil oleh Aether, setelah Aether pergi hal pertama yang ia tuju adalah membeli berbagai biji-bijian yang dapat ditanam, dan dapat ditumbuhkan dengan mudah.
Dan berbagai hewan ternak seperti sapi, domba bahkan beberapa Ayam terlihat disana.
“Hoi, anak-anak tidak bisakah kalian sedikit membantu orang tua ini,” teriak Aether kepada orang yang memperhatikannya termasuk anak-anak yang sedang bermain di dekatnya.
Mendapatkan panggilan Seperti itu membuat mereka sadar dan lasung membatu Aether, mereka Segera membuat kandan semenatara. Dan walaupun Tempat ini terlihat akan hancur kapan saja namun Areanya memang cukup luas Sehingga mereka bisa membuat lahan sematara.
Sehingga ada banyak ruang yang tersisa Sehingga mereka dapat membuat berbagai lahan perkebunan, dan dengan pegetehatuan Aether di dunia nyata, ia membuat lahan perkebunan itu dengan kemampuan tombaknya .
IA sudah menyuruh Vincent untuk membuatnya dengan Sihir, tapi di tolak dengan mentah mentah karena itu bertentangan dengan persisip dari dewa Gaia, yang sangat cinta dengan alam dan perdamaian.
“Woi, Gaia yang melihat semua kehidupan yang ada disini, berikanlah Sedikit berkatmu kepada tanahmu ini .....” belum Selesai doa Yang Aether lantunkan, enzy langsung memotongnya karena berdoa dengan cara seperti itu sangat tidak Sopan.
Sehingga ia mengulanginya dan berdoa dengan cara yang benar, dengan enzy yang berdoa Seperti itu Sebuah berkah memang langsung turun di tanah itu.
(GAIA mendengar doamu, tanah ini telah diberikannya. Tumbuhan yang tumbuh di atasnya akan tumbuh dengan baik, dan waktu Panen berkurang sebesar 50%)
“Jadi ia benar-benar melihat tempat ininya?” guman Aether Setelah melihat Pengumuman berkah dari sang dewi Gaia.
“Dewi Gaia akan terus memberikan perlindungan kepada Kami.”
Vincent yang mendengar ucapan dari Aether membalas dengan sedikit Nyolot karena dewa kepercayaan sedikit di remehkan. Tentu aether tidak ingin berdebat karena masalah itu, sepertinya ia ingin membalas tentang Kondisi Mereka saat ini.
Namun ia takut Itu akan melukai harga diri dari Vincent karena ucapannya jadi lebih memilih diam, dan melanjutkan pekerjaan untuk membuat berbagai kandang untuk hewan ternak yang telah mereka beli.
Setelah itu mereka baru membicarakan masalah utamanya, tentang tugasnya mencari artefak dan berbagai item dari gereja Gaia.
Vincent mulai menjelaskan berbagai informasi yang sebenarnya sama sekali tidak berguna, Bahkan Aether hampir mengumpat karena mendengar secuil informasi yang tidak berguna Seperti itu.
Pasalnya ia hanya mendapatkan Sebuah tempat dimana itu dicurigai sebagai tempat Para petinggi gereja dahulu menyembunyikan artefak itu.
“Aku ingatkan Kalau tempat itu lumayan berbahaya, Kami telah mengirimkan beberapa ksatria kami namun hasilnya tidak ada yang kembali,” ucap Vincent mengingatkan Aether tentang bahaya yang ada di depannya.
“Jika memang seberbahaya itu, setidaknya aku percaya diri untuk kabur,” ucapan Aether dengan santai .
Jika gereja ini sudah memiliki banyak pengikut mungkin ia bisa meminta beberapa orang iut kepadanya untuk membantu tapi Sekarang karena Tempat ini juga banyak yang harus dilakukan sehingga Ia hanya melanjutkan misi seorang diri.
Tempat itu berada sebuah hutan kematian, sebuah hutan yang dulunya Sebuah kota, tapi karena Sebuah Sihir terlarang kota itu Seketika menjadi Sebuah hutan yang terdapat banyak hantu dari penduduk yang ada disana.
“Hantunya?” mendengar kata Hantu Aether Langsung merinding karena Mengingat beberapa pengalaman yang sedikit menyedihkan di gowa laba-laba peledak.
Aether tidak terlalu terburu-buru karena Ia yang selalu ia lakukan dalam perjalan selalu mempersiapkan dengan baik, dan selama persiapannya Ia memutuskan untuk tinggal bersama dengan di gereja ini dan untuk Sementara ia akan menjadi juru masak dari mereka Semua.