
Setelah mencapai kesepakatan Aether membiarkan ginting untuk pergi, “Aku hanya berharap ia benar -benar mengatakan apa yang sebenarnya,” balas Aether.
Yang masih khawatir kalau Aldo malah kembali untuk mempersulit mereka, “ Tenang saja, walaupun terlihat pandangannya terhadap dunia masih terhalang oleh beberapa hal, aku bisa menjamin kalau ucapannya itu masih bisa dipercaya, dari pada mengkhawatirkan kedatangannya ada baiknya kau mengkhawatirkan masalah apa yang dia ucapkan sebelum pergi tadi.”
“Jujur saja jika itu sampai terjadi akan sangat merepotkan untuk meninggalkan tempat ini jika itu sampai benar- benar terjadi.”
Terlihat Aether sedikit khawatir dengan ucapan ginting tadi, “Sepertinya mereka sudah sampai,” potong dari Sandra saat melihat rombongan dari lilith telah terlihat di depan mereka.
Sehingga Aether melihat itu cukup senang, rombongan itu terlihat di pimpin oleh lilith yang berada di depan.
Sehingga setelah cukup lama Akhirnya mereka saling bertemu, dan lilith segera memberikan pelukan hangat kepada Aether, “Terimah kasih sudah datang,” ucapnya.
“Aku masih memiliki hutang bukan! Bagaimana kedatanganku disini dianggap sebagai pembayaran atas hutanku itu.”
Aether menyempatkan untuk bercanda atas kejadian ini, “enal saja, ini tentunya tidak dihitung!” balas Lilith sambil ekspresi murung.
“Maaf mengganggu pertemuan manis kalian, tapi saat ini belum saatnya untuk melakukan aksi manis-manisan seperti itu.”
Sandra tidak peduli dengan apa yang terjadi kepada mereka, tapi menurutnya ini belum saatnya untuk mereka untuk saling bermesraan.
Disini terlihat semua orang yang ada disana terlihat sangat kelelahan beberapa dari mereka bahkan tidak lagi bisa bergerak, awalnya Sandra ingin menyerang kepada mereka untuk segera meninggalkan tempat ini.
Tapi karena hal itu ia mengalihkan perhatiannya kepada Aether untuk meminta pendapatnya, tapi melihat itu walaupun itu Aether tentu ia tidak bisa melakukan apa-apa, Sehingga ia membiarkan mereka untuk segera beristirahat.
Sehingga Aether segera mengajak Aldo, Sadra dan lilith untuk berdiskusi kondisi ini terlihat sangat mengkhawatirkan, apalagi mereka terlibat dalam sebuah pertarungan lagi maka ini akan menjadi akhir untuk mereka.
Ini benar benar membuktikan bagaimana perbedaan antara seseorang yang sudah dianggap legenda dengan tidak, dimana orang orang seperti Aether sudah sangat ahli untuk tidak membuang tenaga secara percuma sehingga Aether dan sandra masih bisa bertarung lebih lama dari pada orang biasanya.
Saat mereka saling berhadap hadapan, mereka pada akhirnya tidak ada yang bersuara, sebenarnya mereka semua yang ada disana hanya memiliki kesempatan jika mereka ingin selamat dalam keadaan ini.
“Jujur saja kalian semua sudah tahu bagaimana keluar dari masalah ini bukan.” Ucap Aether.
“jadi untuk itu aku akan tinggal disini bersama dengan dengan Aldo untuk menghadang mereka,” lanjutnya membuat semua orang disini beraksi.
“Jangan gegabah,” ucap sandra.
“Benar, ini tidak akan semudah itu jika kau gegabah, itu akan sangat beruntung jika memang kau bisa terbunuh, itu akan sangat berbahaya jika kau malah ditangkap oleh gereja freya.”
Lilith beraksi dengan keras akan keputusan tersebut, ia sudah tahu cara ini adalah cara terbaik, tapi dalam hatinya sedikit sulit untuk menerimamu jika itu aether yang harus berkorban untuknya.
“Tenang, aku sudah memutuskan, jika itu sampai terjadi sesuatu yang tidak inginkan, mari kita berpikir untuk lain waktu,” balas Aether menjelaskan kalau saat ini mereka tidak memiliki waktu untuk berpikir lebih banyak.
Ia juga menyenangkan lilith, untuk percaya kepadanya sedangkan sadra dan north tidak terlalu perlu dijelaskan karena jika Aether sudah memutuskan maka mereka hanya menghormati keputusan tersebut.
. . . . . . . . . . . . .
Gading membuat semua orang terkejut dengan keputusannya untuk mundur dalam pertempuran ini, walaupun mereka tidak tahu apa yang terjadi temannya itu mengikuti dengan mudah.
Sedangkan orang orang dari tiga guild besar terlihat kesusahan untuk mengikuti apa yang terjadi saat ini, melihat Ginting yang ingin pergi ia segera pergi bersama sang kesatria batu.
“Tolong setidaknya bertahanlah sampai kami berhasil menangkap kembali lilith.” Ia terus memohon kepada ganding untuk mereka bersedia untuk membantu.
Dengan tidak adanya ginting bersama dengan mereka maka sudah di pastikan akan lebih banyak lagi orang yang akan terjun langsung membantu dari orang-orang dari desa takkalasi, guild guild yang ada di maritangae, atau paling besar adalah orang dari gereja gaia.
Saat mereka sudah bersiap siap untuk berpisah, Zondo maju untuk membicarakan sesuatu kepada Aether.
“Walaupun dari tadi aku terlibat pertarungan, tapi aku sudah mengkonfirmasi sepertinya orang yang kau cari tidak ada disana, ada kemungkinan kalau ia sudah meninggalkan tempat ini sebelum kita melakukan penyerangan.”
Jelasnya kepada Aether, sebelum mereka menyusup kesana, aether sudah meminta sesuatu kepada Zondo, ia ingin zondo memastikan keberadaan luciana, apakah ia berada di dalam kastil itu atau sudah tidak ada.
“Baguslah, setidaknya aku bisa lebih tenang untuk bertarung setelah mendengar itu,” ujarnya setelah mendengar penjelasan dari zondo.
Tentu semua orang tidak mengerti apa yang terjadi, mereka bahkan mulai berpikir kalau sepertinya Aether cukup takut dengan keberadaan oleh orang tersebut Sehingga aether terlihat lega setelah mendengar orang itu sedang tidak berada di tempat.
Tapi karena keadaan tidak memberikan mereka waktu lebih banyak Sehingga semua pertanyaan itu hanya bisa mereka pendaam.
Saat mereka semua sudah menjauh, aldo yang dari tadi diam akhirnya bersuara.
“bos, bukankah untuk menghadang mereka, lebih mudah jika aku yang menghadang mereka sendiri.”
“jika aku bilang, kalau ini untuk mereka apa kau akan percaya?” balas Aether dengan sedikit tersenyum.
“Tentu tidak, mentok-mentok kau masih belum puas dengan pertarungan yang barusan,” balas Aldo juga mengejek.
Selama beberapa waktu terus bersama, setidaknya aldi sudah mulai mengerti tentang bagaimana kepribadian tuannya itu, ia akan sangat tidak percaya kalau Aether hanya melakukan semua ini untuk menarik perhatian orang dari black word atau apapun itu.
“Kalau kau sudah tahu tidak perlu bertanya lagi bukan, tapi apa kali ini kau akan bertarung menggunakan tubuh aslimu,” lanjut Aether bertanya kepada Aldo.
Pertarungan ini akan sangat berbahaya Sehingga untuk menggunakan tubuh asli itu bisa membuat Aldo tewas secara bodoh, aether hanya akan sekedar bertanya karena ia yakin kalau Aldo punyanya caranya tersendiri untuk kabur jika memang itu diperlukan.
“Entah, mari lihat bagaimana nantinya pertarungan akan berlangsung, jika itu akan merepotkan aku mungkin akan menggunakan tubuh palsu, tapi jika itu sampai menjadi pertarungan yang cukup mudah mungkin aku akan berusaha menggunakan tubuh utama untuk membuat kendali tubuhku menjadi lebih baik lagi.”
Sambil mereka terus berbincang dengan santai secara perlahan sudah terlihat kedatangan musuh mereka dengan jumlah yang sangat banyak itu.