VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
di sergap



Perjalan ini terdiri dari seorang  kapten yang sedang memimpin  3 batalion utama, yang Setiap batalionnya terdiri dari 100 orang prajurit.


Dan Aether mendapatkan jatah untuk berada di batalyon 3, di mana ia bersama dengan 3 orang lainnya akan bertugas untuk memasak untuk 100 orang prajurit.  Aether mendapati kalau  para koki ini terlihat sangat hormat kepadanya


Apalagi saat ia memperlihatkan kemampuan memasaknya, ia langsung diberikan tugas yang akan menjadi pemimpin dalam grup ini, walaupun terlihat ia adalah orang yang paling muda di dalam sana  dan Aether tentunya tidak masalah akan hal itu, apalagi Setelah ia melihat bagaimana antusiasnya mereka Setelah memakan masakan dari Aether.


Perjalan  itu membutuhkan waktu yang lumanyan lambat karena ada beberapa kendala di perjalanan, tapi Secara perlahan mereka dapat mengatasi beberapa kendala tersebut, terutama mereka Acap kali mendapati Serangan dadakan dari para monster Di Sepanjang perjalanan.


Saat Aether terus berfokus Di dapur ia tidak menduga kalau masakannya akan mendapatkan masalah, ia awalnya berpikir masakannya itu akan  kurang enak untuk ukuran prajurit, tapi Setelah ia sampai di tenda komandan pasukan saat itu, ia mendapati kalau masakannya terlalu enak Sehingga membuat beberapa Prajurit dari batalyon lain protes karena adanya perbedaan makanan tersebut.


Jadinya ia ditanya apakah ia akan sanggup untuk memasak untuk  tiga  ratus prajurit,  tentu Aether kaget tentan mendapatkan perintah Seperti itu.


“Dari Surat rekomendasi yang saya terima di situ tertulis kalau kau memiliki tegah yang lumayan tinggi untuk memasak kepada orang banyak, jadi saya ingin bertanya tentang kesanggupanmu untuk memasak ke  semua orang yang ada disini.”


Tentu Aether menganggap ini Sebagai perintah  tidak  bisa menolak hal tersebut apalagi ia memang akan masih Dibantu oleh beberapa Koki yang seharusnya bertugas,  jadi yang ada di bayangannya mereka dapat di suruh-suruh dengan baik Oleh Aether.


Ia juga merasa tidak terlalu kesulitan untuk memasak untuk Seratus Orang, jadinya ia berusaha percaya diri untuk menambah orang yang dilayani, dan yang ada pikirannya saat ini Aether terus berpikir jika memang memasak dengan jumlah banyak adalah kebiasan untuk para Koki prajurit.


Jadinya ia merasa apa yang ia lakukan adalah hal normal dan tidak, terlalu menarik perhatian kecuali masakannya yang memang lumayan enak setidaknya itu yang ada di kepala nya. Tambah  tahu kalau orang -orang yang ada di Sekitarnya melalui memandang hormat ke arah Aether.


Mereka awalnya memandang remeh para Koki mulai menaruh respek kepada laki-laki itu,  mungkin jika ada yang patut disyukuri oleh Aether pada saat itu, entah ia terlalu bekerja keras Sebuah pemberitahuan tentang Skil baru muncul.


SKILLED HANDS


Skil:  pasif


Tingkat penguasaan: beginner level 1


Anda memiliki tangan yang sangat terampil dalam berbagai hal


Meningkat proses pembuatan Potion sebesar 10%


Jika ada  bertarung menggunakan tangan kosong akan melipat gandakan kerusakan yang dihasilkan sebesar 40%


Meningkatkan kerusakan senjata Sebesar 15%


Dapat menghasilkan beberapa Efek Khusus dalam Sebuah masakan.


 


Setelah perjuangan yang melelahkan untuk memasak untuk banyak orang Sekarang Aether memiliki sesuatu untuk dibanggakan, karena Selain yang ia dapatkan tadi tidak hal lainnya  kecuali rasa lelah yang seringkali ia atasi dengan menggunakan potion buatannya. Jika ada waktu ia akan membuat Potion, atau melakukan apapun untuk mengisi waktunya.


 “Untuk hari ini jatah makanan kalian akan dikurangi, lokasi dari para goblin  tidak jauh lagi jadi bersiaplah.”


Setelah lumayan lama Akhirnya mereka tidak jauh lagi dari Lokasi dari para Goblin Hingga saat ini mereka belum mendapatkan pertarungan yang lumayan merepotkan Sehingga terlihat raut wajah mereka yang lumayan meremehkan para goblin yang ada disana.


“Ini akan menjadi sangat merepotkan,” gumamnya setelah melihat salah satu kapten yang  mulai ikut ikutan dalam meremhkan para Goblin.


Jadinya Aether  terus waspada,  yang bahkan ia sudah Seperti pengawal mereka karena saat ini ia bisa melihat kalau mereka sangat minim akan penjagaan, dan benar saja tempat berkemah yang awalnya ia anggap sangat Aman.


“Ini benar-benar sial,”  gumamnya Setelah melihat Situasi saat waktu telah menunjukkan tengah malam


Tengah malam itu mereka Disergap Oleh ratusan Goblin, bahkan diantara mereka ada Goblin yang memiliki tubuh besar yang sangat berbeda dengan goblin kebanyakan, itu adalah Hobgoblin.


Ia langsung mengambil salah satu Tombak dari prajurit yang ada disana, dan mulai melawan para Goblin dan terus berteriak kepada Setiap tenda, kalau saat ini mereka telah Di sergap.


Walaupun Aether telah berhasil untuk membangunkan mereka, ini adalah pertempuran Awal Sehingga mereka terlihat kebingungan tentang apa yang mereka harus lakukan apalagi saat ini kondisinya mereka yang sedang Di sergap.


Apalagi para pemain pasukan yang seharusnya memberikan Arahan saat ini tengah Disibukkan oleh beberapa Hobgoblin yang sepertinya ikut dalam penyergapan ini.


“Bentuk formasi 5 orang!” teriak Aether dan Segera teriakan itu disalurkan kepada Para tentara lainnya para Pemimpin batalion juga mulai mengambil alih pasukan Sesuai dengan arahan Aether.


Salah satu prioritas utama dari Aether adalah menyelamatkan komandan mereka yang saat ini terlihat sedang terpojok oleh para  hobgoblin yang ada disana.


Aether telah memiliki beberapa Judul yang berhubungan dengan para Goblin Sehingga dengan Kedatangannya untuk membantu terlihat ada rasa takut di antara para goblin terutama Para goblin rendahan terlihat menjauh dari Aether.


Dengan menggunakan Fighting spirit yang ia miliki, Ia berhasil mematikan pergerakan dari para Hobgoblin yang hampir membunuh komandannya, dan segera setelah itu Aether berhasil membunuh mereka dengan Cepat.


Ia mengecek keadaan komandannya, dan memberikan beberapa Potion, kondisinya memang ada beberapa luka tapi luka tersebut tidak terlalu dalam, Sehingga masih bisa disembuhkan dengan menggunakan Potion.


Setelah itu  Aether langsung bergerak untuk Segera membunuh para Goblin yang masih tersisah, semakin  cepat ia bergerak makan Semakin Sedikit korban yang bisa terjadi.


Walaupun aether Sudah  berusaha Sekuat tenaga untuk meminimalisir korban yang ada, itu tidak terlepas dari mereka yang sangat meremehkan para Goblin itu,  setelah pertempuran Sesai terlihat kesedihan mereka yang meratapi kepergian para teman temannya yang telah meninggal.


Aether tidak bisa berbuat apa-apa  tentang masalah itu dan hanya memanggil para koki yang selamat dan menyuruh mereka membantunya untuk membuahkan Sebuah makanan yang dapat membuat para prajurit ini kembali bersemangat.


Tapi masakan yang biasanya membuat mereka bersemangat kini terlihat tidak berpengaruh apa- apa , dan terlihat para prajurit masih sangat bersedih.


Sedangkan sang komandan memanggil Aether, Setelah Selesai memasak untuk para prajurit . Aether  langsung mendatangi  di tenda sang komandan,  dan mendapati Kondisi komandan mereka juga tidak terlalu berbeda jauh dengan kondisi dari Para prajurit.


“Jika boleh meminta aku ingin  kau untuk menjadi komandan sementara di tempat ini bahkan saat ini aku akan berada di  bawah pemimpinmu,” ucapnya meminta Aether.


Sebuah permintaan yang tidak di duga Aether dapatkan, Aether tidak berharap akan mendapatkan  permintaan tersebut.