
Aether benar benar memanggil Aldo bersama dengan Rangga untuk ikut dalam pertarungan ini, saat itu Piko bersama nani meminta ijin untuk Login.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk Aldo dan Rangga untuk hadir, dan Aether bisa merasakan perkembangan mereka, yang sudah sangat luar biasa, terutama Rangga yang terlihat levelnya sudah meningkat sangat tajam.
Belakangan Ini Dalam komentar dari video yang Aether bagikan dalam media Sosial banyak orang yang protes karena tidak berhasil menemukan Slime yang sama dengan Yang dimiliki oleh Aether.
Walaupun Ada mereka hanya menemukan slime bayahan namun saat itu didekati entah kenapa itu langsung mati, yang mereka tidak ketahui kalau slime itu adalah bayangan dari rangga yang memang sengaja tersebar untuk memburu slime slime kuat untuk melakukan kanibalisme sehingga Rangga bisa menjadi semakin kuat.
“Ada apa? Tanya Aldo melihat Aether saat ini tidak terjadi apa ia tentunya heran kenapa di panggil.
“Kau akan tahu jika mengarahkan pelihatanmu ke sana,” ucap Aether menunjuk arah desa para Dark elf.
Tempat mereka bersembunyi memang tidak terlalu jauh dari desa sehingga dengan kemampuan mata dari Aldo tentu tidak sulit untuk melihat kedalam sana.
“Mau menyerangnya?” balas Aldo.
“Ada beberapa orang yang perlu diselamatkan, sehingga jika ada kesemaptan kita harus masuk dan menyerang,” jelas Aether.
“Bagaimana menurutmu?” lanjutnya bertanya bagaimana potensi dari menyerang desa para dark elf ini.
“Jika misinya untuk menyelamatkan musuh maka itu tidak terlalu susah,” jawab aldo ternyata menganggap remeh misi ini.
“Tentu itu tergantung berapa orang yang kau bawah,” lanjutnya.
Aldo tidak tahu siapa yang Aether bawah dalam misi ini, kalau itu north dengan kemampuannya untuk mesmon para skelton akan berpengaruh banyak dalam masalah ini.
Aether menjelaskan secara singkat bagaimana kekuatan dari orang orang yang kalian ini mereka bawah. Segera setelah itu pandangan dari Aldo lasung mengarah kearah Enzy yang sedang memluk Rangga yang bagi terlihat sangat mengemaskan.
“Kalau ia memang adalah orang yang sama seharusnya ini bisa untuk dilakukan.” Balas Aldo.
Tidak lama cleo datang untuk mengatakan jumlah pasukan musuh yang ada di dalam sana, 50 mage, 75 archer, 60 orang assassin, dan 90 knight dua orang jenderal dan satu orang yang sepertinya memimpin pasukan ini.
“Menurutmu jika bersama dengan Nina kau bisa mengurus para assasin dan archer yang mereka miliki?” tanya Aether kepada Cleo.
Ia menjelasakan kepada Aldo kalau mereka berniat untuk menarik perhatian para elf yang ada di dalam sana sedangkan aether berharap Cleo dan Nina menyusup dan mengurus para assassin dan Archer.
Ini sebenarnya sangat tergantung Cleo bisa saja akan berhadapan dengan para Amge dan para archer semuanya nanti tergantung pada kesempatan dan apa yang terjadi dalam medan perang.
Sebenarnya cleo tidak perlu mengalahkan mereka semua yang perlu Cleo fokuskan adalah untuk menyelamtkan tahanan, sebuah masalah terbentuk saat Piko login dan memohon untuk dirinya yang ikut dalam misi untuk menyelamatkan tahanan dengan alasan ia tidak ingin pangerannya diselamatkan orang lain.
Nina juga berjanji padanya untuk menceritakan bagaimana piko yang berusaha menyelamatkannya nanti. Sehingga akhirnya Piko dia dang mendegar perintah dari Aether.
Semuanya segera mengatur rencana ia memberikan rangga kepada cleo untuk membantu, misi mereka disaat terdesak.
Sedangkan aether bersama dengan Aldo, enzy dan piko yang masih terlihat tidak bersemangat akan memancing para dark elf supaya perhatian mereka terpokus kepada aether sehingga Cleo bisa lebih mudah untuk menyelamtkan warga yang tersekap.
Misi segera dilaksanakan, cleo bersama dengan nina segera mengambil posisi, karena mereka akan bergerak setelah pertarungan akan berlangsung, aether memberikan salah satu koleksi Potion berharganya untuk digunakan oleh Aldo.
Karena seperti biasa mereka akan membuat Aldo yang akan melawan bos monster yang ada di dalam sana sedangkan Aether bersama Enzy akan membuka Jalan sehingga pertarungan mereka menjadi lebih mudah.
Hal pertama yang mereka lakukan adalah merusak pintu yang ada dalam gerbang masuk desa Sehingga itu akan menarik perhatian dari para dark elf yang ada di dalam sana, setelah Aldo mengeluarkan salah satu Skillnya untuk merusak pintu yang ada disana mereka segera melihat para dark elf yang berdatangan.
Terlihat mereka paling marah saat melihat Aether, pasalnya mereka tidak suka Aether yang merupakan seorang elf malah menyerang jenisnya, walaupun seperti itu didasari ada perselisihan dengan sesama elf itu sendiri.
Aether mengingatkan Enzy untuk tidak terlalu memaksakan diri karena mereka tidak akan tahu apa yang terjadi, dan dia tidak ingin poin kontribusi dengan gereja gaia berkurang karena tidak bisa membawa Enzy pulang.
Terlihat Aldo mengeluarkan sekitar 20 ekor clon yang telah siap bertarung, 10 orang akan di bawah pimpinan dari Piko, dan sisanya akan diambil oleh Aether dan enzy masing masing dari mereka akan mengambil lima untuk membantu dalam pertarungan.
Piko telah meminta banyak potion mana kepada Aether, sehingga ia sama sekali tidak takut dalam pertarungan ini, apalagi dengan adanya bantuan dari kera itu dengan memberikannya beberapa clon kepadanya.
Sehingga ia tinggal menggunakan para clon tersebut sebagai bonekanya, “Akan kuperlihatkan kekuatan dari murid archbishop kepada mereka,” gumamnya bertekad membuktikan kalau ia juga lanyak bertarung dalam medang perang seperti ini.
Baik itu enzy, aldo dan Aether mereka langsung mengeluarkan skil terbaik yang mereka miliki untuk merusak formasi yang telah dibentuk musuh, Sehingga saat mereka ingin bertarung mereka tinggal masuk dan membuat formasi yang telah hancur itu tidak akan pernah kembali lagi.
Sepertinya rencana Awal berlangsung dengan sangat baik, karena seperti yang mereka perkiraan para Assassin dan Archer yang dimiliki tidak terpancing dan masih bersiaga di dalam sana.
Sehingga cleo masih harus berhadapan dengan mereka, walaupun itu tidak mudah mereka masih berusaha untuk bertarung sebaik mungkin.
“Untuk ukuran seorang perempuan kemampuan bertarung mu lumayan hebat.” Cleo memberikan sebuah pujian kecil kepada Nina yang dari kemarin memberikan performa yang sangat baik saat berduet dengannya.
“jangan meremehkan perempuan kak,” Balas Nina, yang sepertinya tidak terlalu tertarik dengan ucapan dari cleo.
Mereka lebih memilih untuk berfokus dalam pertarungan, Cleo tidak marah ia sudah terbiasa berurusan dengan berbagai perempuan dan salah satunya adalah tipe orang yang seperti Nina ini sehingga Ia masih santai dengan sifat cuek yang ditujukan nina kepadanya.
Seperti apa yang dikatakan oleh Aether dengan mengetahui pola pergerakan dari Para dark elf ini mereka bisa bertarung dengan mereka menjadi lebih mudah. Sehingga walaupun mereka memiliki jumlah yang banyak Cleo masih bisa untuk terus membunuh satu persatu Asasin yang mengagu kerja mereka.