
Mendegat itu ubung-ubung yang ada di kepala Reyhan serasa mau pecah karena Vanessa mendorongnya untuk sampai Di keadaan yang seperti ini.
“Tunggu saja Pasti ku balas tuh orang.” Gumamnya.
“Jadi kau hanya ingin mendengar ceritaku bukan?” ucapnya ke Renata.
Dan Segera mendapatkan angukan kecil dari perempuan itu.
“Kalau begitu Setidaknya pesankan aku makanan yang paling enak di tempat ini.”
Di segala Situasi apapun itu Selama kita bisa Mencari keuntungan kita harus mendapatkannya Walaupun itu kita bersama dengan Seorang gadis cantik Sekalipun.
“Siap bos laksanakan!” ucap Renata dengan tegas dan Segera mematuhi ide tersebut, yang menurutnya Cukup masuk akal dengan mereka yang akan sekaligus mendengar cerita dari Reyhan.
“Aku tidak kaget lagi, kalau melihat headline berita utama menampilkan Berita tentang Artis Paling terkenal di indonesia terkena guna-guna oleh seorang gelandangan.” Gumam Reyhan.
Berkat reaksi berlebihan dari Renata, membuat perhatian Seluruh pengunjung cafe mengarahkan pandangan mereka kepada Aether. Jika Pandangan itu adalah pandangan yang Baik tapi Sepertinya pandangan itu hanya memperlihatkan kalau mereka yang sangat membenci Reyhan.
“Kalau kau seperti itu lagi, aku akan pulang tampah menceritakan apa yang kau inginkan.”
Reyhan Sedikit mengancam Renata untuk bersikap biasa-biasa saja karena tatapan orang orang sekitar mereka mulai semakin intens.
“Silahkan, aku bisa pura pura nangis Disini, ya paling paling ada beberapa orang yang berusaha mengejarmu karena telah membuat idola mereka menangis di Sebuah cafe.” Balas Renata dengan Sedikit mengejek Reyhan.
“Itulah kenapa aku malas berurusan dengan perempuan cantik,” balsa reyhan dengan Sedikit lesu, ia tahu kalau saat ini ia benar benar terjebak dalam pusaran cerita Renata.
“Aku anggap itu pujian, hati-hati awalnya benci bisa menjadi Cinta kalau di pupuk dengan baik.”
Renata yang mulai nyaman dengan pembawaan dari Reyhan membuatnya terus menimpali canda-candaan yang di lontarkan oleh reyhan Sehingga pembicaraan mereka terasa tidak canggung.
“Hahaha sayang nya ini bukan FTv yang bisa membuat Seorang Artis ternama bisa jatuh cinta dengan juragan terpal becak,” balas Reyhan dengan Sedikit tertawa.
Dengan jalannya pembicaraan dengan baik mereka terus bercerita banyak hal, terkadang mereka akan tertawa terkadang mereka akan terlihat Serius, apalagi saat Reyhan mulai menceritakan pengalaman saat bermain Sebagai Aether.
Kebanyakan ia akan tertawa saat ia menceritakan Awal ia masuk dalam game ini, dan harus mendapatkan Siksaan mental dari Bam dan Baron, tentu yang bagi Renata perjalan mendapatkan jobnya dengan membuatnya Sedikit kasihan dengan apa yang menimpah Reyhan.
Berbagai pengalaman bertarung juga Reyhan ceritakan Seperti saat ini melawan para Serigala Serakah untuk menyelamatkan Sasha bersaudara, atau cerita Tentang ia dengan mudahnya naik level Saat memasuki sarang laba-laba dengan menggunakan Bom peledak dari Moli.
Saat pembicaraan Sedang dalam keadaan yang baik-baiknya terkadang memang waktu tidak akan mendukung hal tersebut karena renata yang tiba-tiba mendapatkan telepon untuk Segera pulang karena memang Waktu memang telah menunjukkan telah larut malam.
Menandakan pertemuan itu harus berakhir sampai disini, dan Sesuai dengan perjanjian, dengan reynah yang tidak ada malu sama Sekali, membiarkan renata yang membayar Semua makanan yang ada telah di pesan, walaupun Sebagian makanan tersebut yang memakannya adalah reyhan Sendiri.
“Perlu ku temani sampai rumah?” ucap Reyhan saat mereka Sudah berada Di dalam mobil.
Ia takut kalau Renata tidak berani untuk pulang Sendiri Sehingga ia memberikan Sedikit tawaran untuk menemani Renata pulang, walaupun nantinya ia akan kesusahan karena harus mencari kendaraan lainya untuk pulang ke rumahnya.
“Tenang saja, Sepertinya orang tuaku telah memerintahkan Seseorang untuk menunggu di depan rumahmu.”
“sayangnya kau benar, aku juga merasakan kalau ada beberapa orang yang merupakan Suruhan dari orang tuaku,” ucap Renata santai membenarkan ucapan dari Reyhan yang terdengar tidak masuk akal.
“HAHH”
“Seperti yang kau katakan hidup Sebagai Artis memang lumayan berat, terkadang aku merasa membutuhkan beberapa ruang untuk Sendiri dan setelah mendengar ceritamu Sepertinya Vof adalah salah satu jalannya.”
Renata mulai curhat tentang betapa Susahnya ia hidup Sebagai Seorang Artis yang terkenal di berbagai negara.
Reyhan tidak berani untuk berkomentar ,karena baginya itu bukan ranahnya untuk berkomentar untuk Kehidupan pribadi seseorang, dan Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Renata ada beberapa orang yang memang telah menunggu kedatangannya.
........
Setelah Sasha dan kelompoknya berpisah dengan denga kelompok Aether dan Para lizardman, mereka mendapatkan masalah yang tidak ada hentinya Semua itu karena mereka tidak hentinya menjadi objek pelampiasan mereka yang tidak bisa memburu Aether.
Mereka cukup diselamatkan dengan inflasi para Goblin Sehingga para Guild Serigala serakah Sedikit teralihkan perhatiannya.
Sehingga mereka berniat untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari pengawasan dari para pelayar pembunuh itu, Sebenarnya mereka masih bisa bertahan dengan adanya Piko Di kelompok mereka.
Setelah memasuki Labirin bersama dengan Aether dan North perkembangan kekuatannya sangat hebat dibandingkan dengan rombongannya, Sehingga tidak jarang dalam Situasi terdesak Piko akan menjadi penyelamat dalam Situasi tersebut.
Dalam Situasi itu mereka memutuskan saat orang lain Sedang berfokus untuk mengalahkan para pasukan Goblin yang sedang mengimpasi kelompok dari Sasha Sedang berusaha menerobos hutan para banditi untuk Segera sampai Di benua tengah.
Karena memang adanya Inflasi dari para goblin, para bandit yang awalnya Sudah berkurang karena telah dikalahkan Aether Kini kembali meningkat, karena memang mereka menemukan peluang dengan banyak orang yang berusaha mengungsi ke benua tengah.
Dan saat mereka sampai di sana mereka dilanda Sebuah kebingungan baru, pasalnya mereka yang dulunya sangat percaya diri untuk terus bergerak Secara kelompok tanpa harus tergabung dalam Sebuah Guild mulai memudar.
Karena mereka yang telah merasakan tampah ada yang mendukung saat ada kekuatan yang lebih besar yang berusaha menyerang, mereka Sepert buruan yang tidak bisa melawan, jadinya mereka saat ini berusaha masuk dalam guild besar.
“KAK Aether telah membalas pesanku, katanya kalau kita tidak keberataan Bergabung dalam gereja, mereka bisa bergabung di sana.”
Piko telah bertanya kepada Aether tentang apakah ia memiliki sebuah tempat Untuk sementara mereka bernaung, kelompok itu Sebenarnya masih meragukan kalau Aether memiliki Solusi tentang masalah yang menimpa mereka.
Tapi Piko sangat percaya diri tentang kemampuan dari Aether, dan sesuai dengan apa yang mereka harapkan Aether memberikan Solusi dari masalah itu .
“Kau yakin ia tidak Sedang bercanda dengan kita?” ucap sasha setelah melihat penampilan dari Gereja yang dimaksudkan oleh Piko daripada disebut sebagai Gereja ini lebih terlihat sebagai peternakan.
Namun Segera keraguan itu Segera dihilangkan saat mereka bertemu dengan vincent yang memang kebetulan saat itu berada di luar Sedang menjaga anak-anak yang ada disana.
Mereka menjelaskan maksud kedatangan mereka dengan cukup baik, apalagi saat mereka menyebut Aether Sebagai orang yang menyerang untuk mereka kemari Vincent terlihat lebih welcome kepada mereka.