
Sekarang reyhan hanya bisa berharap ia tidak disalahkan akan kematian orang tersebut, karena jika itu terjadi maka itu akan menjadi sesuatu yang tidak ia akan harapkan.
“jangan melupakan hadiahnya,” ucap Reyhan dengan tersenyum.
Renata hanya tersenyum karena merasa reyhan terlihat masih santai setelah mendapatkan kejadian seperti ini.
Jika itu orang biasa, tidak mungkin ia masih bisa sesantai itu, menjadikan seseorang perisa daging itu hanya terjadi jika Seseorang sudah sangat berpengalaman.
“Jika kejadiannya seperti ini aku lebih memilih untuk menjadi orang miskin yang tidak dilayani di toko,” gumam Reyhan melihat keatas langit saat ia di paksa masuk ke mobil polisi.
Tapi karena ketenangan dari Renata ini ia segera menghubungi orang yang menjadi kenalannya, termasuk orang yang mengenal Reyhan.
Ia juga mengurus barang barang yang ada disana terutama barang yang dari awal Reyhan ingin beli.
“Kami tidak harus membayar lebih karena masalah ini bukan?” tanya renata.
Karena sudah seperti ini renata harus berurusan dengan pemilik dari tempat itu, yang memang juga telah hadir karena mendengar tokohnya hampir kerampokan.
“Tidak, tidak, malahan kami akan memberikan sebuah kompetensi berubah semua barang yang anda beli kami berikan secara gratis,” balas sang pemilik.
Tentu walaupun itu adalah sebuah barang mahal, sehingga itu akan merugikan mereka, tapi Jika Reyhan tidak melakukan ini maka mereka bisa saja mendapatkan kerugian yang lebih banyak lagi Sehingga sang pemilik tentu memiliki rasa terimakasih yang mendalam akan tindakan Reyhan itu.
“Sepertinya itu adalah ucapan terimah kasih yang paling ia akan terimah,” balas Renata, mengingat Bagaimana sifat dari Reyhan tentu memberikan barang barangnya secara gratis itu akan menjadi hadiah terbaik.
“Kalau kau berkenang, tolong jika diperlukan jadilah saksi aku sedikit takut reyhan akan dipersulit karena kejadian ini,” lanjut renata.
Dan tentunya itu disetujui oleh pemilik dari tokoh tersebut, walaupun tidak diminta oleh Renata tentu ia akan sangat bersedia melakukannya.
Sedangkan reyhan saat ini sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh tentang bagaimana ia bisa melumpuhkan para perampok itu dengan mudah.
“Kalian tidak melihat kakiku yang sedikit pinjam,” gumam reyhan dalam hati mendengar ucapan dari para polisi ini yang mengira melumpuhkan para penjahat itu dengan mudah.
Tapi Reyhan berusaha menahan diri karena ia tentunya tidak ingin semakin di persulit, karena masalah yang semakin berkelanjutan.
Ia di introgasi sampai lima jam bersama beberapa orang yang ada disana, setelah termasuk Renata setelah selesai mengurus menganalisa barang yang ada di sana Ia langsung menuju polsek setempat.
Renata yang terlihat berada di polsek lasung menarik perhatian banyak pencari berita, hal itu membuat masalah baru kabar masalah perampokan ini segera menyebar dengan cepat
Sehingga saat reyhan mengaktifkan kembali teleponnya ia mendapati banyak panggilan masuk dari teleponnya.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Yang di dalam nya ada Yuno, Joker, leon yang baru kembali dari medang perang, dan sekarang dua petinggi baru yaitu dimitri dan Felicya, mereka baru saja melakukan rapat dengan aiko untuk mendengar laporan perkembangan medan perang saat ini.
Karena sudah seperti itu mereka melanjutkan pembicaraan untuk menentukan rencana Selanjutnya harus bagaimana, karena sekarang sudah ada pendatang Baru mereka harus melakukan pembicaraan lebih mendalam tentang masalah pembagian wilayah.
“Tunggu, aku ingin bertanya, wilayah Takkalasi ini bukankah itu seharusnya wilayah Maritengae, tapi kenapa Ia miliki pasukan yang seperti itu, tapi malah tidak memberikan bantuan saat terjadi peperangan?” tanya dimitri.
Ia tidak memiliki maksud apa- apa tapi ia hana penasaran, karena setelah tergabung dalam bagian kerajaan ini ia melihat kalau desa yang dimiliki Aether terlihat berdiri sendiri dan bukan urusan kerajaan Maritengae.
Ia baru saja melihat kekuatan tempur mereka, dan ia tahu kalau dengan kekuatan seperti itu mereka bisa menaklukkan sebuah kerajaan kecil dengan sangat mudahnya.
“Berhenti memikirkan mereka, daerah itu memiliki kekuasaannya Sendiri dan kita hanya saling beraliansi dengan mereka,” ucap Joker santai.
“Ia tapi aku sangat penasaran dengan kualitas peralatan yang mereka miliki, dengan kualitas peralatan seperti itu, itu sudah setingkat dengan peralatan yang dimiliki prajurit yang dimiliki pasukan kekaisaran.”
“aku tidak tahu pastinya bagaimana, api aku dengar kalau mereka berhasil membujuk beberapa dwarf untuk bekerja kepada mereka Sehingga kualitas peralatan mereka tentunya lebih baik,” balas yuno.
Ia tentu mendengar ini dari Cleo beberapa kali juga ia meminta Cleo yang mengan memiliki saham di tempat itu memperbaiki peralatannya.
“Seharusnya kemarin aku meminta tempatnya untuk menjadi basis guild,” Gumam Felicia santai dan itu didengar semua orang yang ada dalam ruangan itu.
“HAHAHa.” Semua orang yang ada disana tertawa mendengarnya.
“kalau aku mengatakan kepada kalian kalau 3 bulan yang lalu tempat itu hanya desa yang hancur, yang penduduk awalnya tidak lebih dari dua puluh orang Apa kalian percaya,” ucap Joker.
“HAH!” balas Felicia dan Dimitri.
“Kalian pasti berpikir kalau tempat itu adalah hasil pemberian maritage kepada Aether karena menjadi pahlawan di sini, dan memang benar seperti itu, tapi Saat itu Desa itu hanya desa hancur dan kebetulan Aether mendapatkan misi dan disana dan di jadikan sebagai kepala desa.” Jelas Joker.
“Bagaimana mungkin itu bisa di kembangkan secepat itu kalau dulu ya di desa itu jadi secepat ini apalagi Aether adalah seorang pemain solo.”
Baik itu dimitri dan Felicya bingun, Mereka akan biasa biasanya jika itu adalah sebuah Guild yang melakukannya, tapi ini adalah seorang pemain solo Sehingga membangun sebuah tempat dengan cepat seperti itu adalah hal yang hampir mustahil kecuali mereka sumber dana yang banyak tapi itu pun sepertinya masih sangat sulit untuk mereka banyak ikan.
“itulah membuat orang itu menakutkan,.....”
Joker menjelaskan bagaimana Aether bisa merubah sistem desa menjadi sebuah sistem perusahaan di mana beberapa orang bisa menanambahkan uang mereka Sehingga mereka berhak dalam sebuah investasi jangka panjang di dalamnya.
Dengan kata lain Aether bisa membangun desa menjadi seperti itu karena pendukung di belakangnya sangat gila, baik itu teman temanya yang sangat ahli, dalam berbagai hal atau para Npc yang ada di belakangnya juga sama Gila Sehingga Berusaha mencari keuntungan di depan mereka sama saja berusaha masukan ke dalam kandang singa.
Setelah mendengar penjelasan Seperti itu felisha mengerti, tapi Akhirnya itu hanya keinginannya semata, dan jika di pikirkan lagi mereka tidak cocok berada disana karena para anggota guild mereka yang merupakan mantan pengikut gereja matahari tentu tidak cocok berada dalam lingkungan mahluk mahluk kegelapan seperti dark Elf dan Para Oni, bahkan Vampir berada.