
dan berkembang atau. menunduk sedikit ke Shen sebagai bentuk penghormatan lalu dengan acuh ia melangkah mengikuti Fai.
......................
Saat Shuwan hampir menghilang baru lah Shen dan Qiu sepenuh nya sadar. Wajah Shen memerah malu karena pertama kali terpesona.
"Memalukan! " Gumam Shen lalu menatap datar Qiu yang belum pergi.
"Mau sampai kapan kau di sana? Apa kau ingin tertinggal oleh Fai? " Tanya Shen membuat Qiu tersentak lalu berlari kecil mengikuti Fai dan Shuwan.
'Dia sangat cantik! 'Batin Shen tersenyum tipis.
Meski ia sedikit mengingat wajah Shuwan saat pertama kali bertemu. Tapi tetap saja, ia hanya melihat nya samar.
Dan kini saat tahu dengan jelas wajah dari gadis yang mengganggu pikiran nya. Ia merasa seperti langit dan bumi jika bersama gadis itu.
Merasa sangat rendah dan tak pantas. Ia menggeleng kan kepala nya mencoba berpikir yang lain.
"Aku harus cerita pada kakak" Gumam nya seraya masuk dan segera menuju kediaman kakak nya.
Di sisi lain pada waktu bersamaan Shuwan berjalan santai dengan tangan bersedekap mengikuti Fai yang berjalan di depan nya.
"Tunggu! " Sebuah teriakan menghentikan langkah kaki mereka seraya berbalik.
Shuwan tersenyum tipis melihat Qiu yang berlari menuju arah mereka. Lalu Shuwan kembali berbalik masih dengan santai nya.
"Cepat sekali Hosh kalian Jalan! " Tukas Qiu dengan wajah kesal nya melihat Shuwan yang sangat santai.
"Cepat Lah Fai! " Ucap Shuwan tanpa memedulikan Qiu yang kini sedang menggerutu karena di abaikan.
Sementara Fai mengangguk hormat dan melanjutkan langkah nya di ikuti Shuwan dan Qiu yang masih kesal.
Mereka berjalan tenang tanpa ada yang berniat membuka obrolan. Terasa sangat canggung bagi Qiu dan Fai.
Sedangkan Shuwan yang memang terbiasa dengan suasana seperti itu, hanya bersikap tidak peduli dan acuh.
"Em anuh! Kalau boleh bertanya... apakah Pangeran Shen memiliki saudara? " Setelah hening sangat lama, akhir nya Qiu membuka suara dengan pertanyaan yang tidak seharus nya di pertanyakan.
"Nona bisa bertanya sendiri kepada yang mulia pangeran! " Jawab Fai dengan wajah yang tiba-tiba murung.
"Ku rasa dia punya! " Suara Shuwan yang terdengar sangat dingin membuat mereka serempak menoleh.
Fai memandang rumit Shuwan, sementara Qiu memandang Shuwan dengan tatapan aneh nya. Ia merasa Shuwan semakin sulit untuk di pahami.
"Ku rasa ada yang salah dengan keluarga ini" Gumam Shuwan pelan mengikuti firasat nya yang selalu tepat.
"Aku yakin kau tahu sesuatu Fai! " Fai tersentak lalu terdiam sejenak.
"Yang Mulia Kaisar memiliki dua anak, yang pertama adalah Zhao Li Chen, dan yang ke dua adalah Zhao Li Shen. Jika kalian ingin mengetahui selebih nya, tanyakan saja pada yang mulia pangeran" Ucap Fai kembali melanjutkan langkah nya yang tertunda.
Qiu dan Shuwan saling berpandangan, lalu Shuwan dengan santai mengikuti langkah Fai dan Meninggalkan Qiu.
Qiu tersentak lalu dengan segera menyusul mengikuti mereka.
***
Krieeett
Shen mendorong pintu besar yang menjadi pembatas ruangan yang terasa panas. Meskipun panas seseorang yang terbaring di ranjang itu tetap dingin hampir membeku.
Srettt
Shen segera duduk di sisi peraduan dan menatap kakak nya. Seperti biasa ia akan mengalir kan Qi panas terlebih dahulu.
Merasa ada yang datang, Chen memaksa membuka mata nya lalu melihat adik nya yang melakukan rutinitas setiap hari.
Chen merasakan tubuh nya yang sedikit menghangat namun masih tak sanggup mengalahkan dingin nya racun es.
Shen berkeringat karena suhu ruangan yang meningkat drastis. Terasa sangat panas namun tak mampu menghangatkan Chen yang begitu kedinginan.
Lalu ia membuka mata nya dan melihat sang kakak yang juga sedang melihat nya. Sudut bibir di tarik memberikan senyum manis untuk sang kakak.
"Kak! Kau ingat tentang gadis yang aku bicarakan kemarin? Aku berhasil menemukan gadis itu, ternyata dia bernama Shuwan! Dia sangat cantik! " Ucap Shen pelan lalu terkekeh sendiri.
"Sifat nya yang dingin itu sangat menarik! Tapi jujur dia bukan tipe ku...! " Lanjut nya pelan.
"Aku akan mengenal kan nya pada mu saat kami sudah lebih akrab" Setelah mengatakan itu Shen beranjak keluar untuk menemui Kaisar dan Permaisuri.
Sedangkan Chen hanya bisa melihat kepergian Shen dengan rumit. Padahal ia pun ingin merasakan indah nya dunia.
***
Bagaimana tidak nyaman? Di sisi paviliun nya terdapat pohon yang rimbun. Di taman belakang terdapat semacam kebun bambu.
Pergi ke halaman depan dan di sambut dengan kolam ikan yang terdapat gazebo. Jadi Shuwan cukup menyukai ketenangan yang ia dapat sekarang.
Tokk
Tokk
Tokk
Belum sempat Shuwan menyelesaikan meditasi nya, pintu di ketuk membuat Shuwan segera mengakhiri aktifitas nya.
Kriettt
Shuwan membuka pintu lalu menaikkan sebelah alis nya pada seorang kasim tua yang awal nya mendongak menatap Shuwan lalu sekarang menunduk hormat.
"Yang mulia Kaisar dan Permaisuri mengundang anda untuk makan malam Nona...! " Ucap Kasim itu sopan sedangkan Shuwan hanya memandang dingin sang Kasim.
"Antar aku! " Ucap Shuwan pelan lalu berjalan melewati Kasim tadi dengan tatapan datar nya.
Aura yang ia keluarkan sangat mendominasi sehingga banyak pelayan dan penjaga yang secara spontan menunduk hormat.
"Shuwan! " Panggil seseorang yang membuat Shuwan menoleh sedikit.
Terlihat Qiu yang setengah berlari menghampiri nya seraya melambaikan tangan dan tersenyum. Shuwan hanya membalas nya dengan senyuman tipis.
"Apa Kaisar mengundang mu juga? " Tanya Qiu pada Shuwan.
"Hm" Shuwan hanya berdehem membenarkan.
Sedikit demi sedikit Kasim yang sejak tadi memperhatikan interaksi kedua nya pun faham dengan sifat Shuwan yang memang pada dasar nya pendiam.
'Ku harap mereka tidak mengenal ku, ya Tuhan...! 'Batin Qiu berdoa agar tak ada yang mengenali diri nya.
Shuwan memandang bingung pada Qiu yang terlihat melamun. Entah apa yang di pikirkan Qiu, yang jelas Shuwan tak tahu dan tak peduli.
Belum sempat Qiu berpikir lebih lama, kini mereka sudah berada di ruang Makan. Padahal mereka bukan anggota Kekaisaran, namun seperti nya Kaisar Zhao cukup Royal untuk itu.
"Nona Shu dan Nona Qiu memasuki ruangan! " Seru Kasim seraya membuka pintu yang terlihat berat.
Qiu dan Shuwan melangkah dengan perlahan dan ekspresi yang berbeda. Jika ekspresi Shuwan adalah datar, maka Qiu adalah kebalikan nya.
"Salam kepada Yang mulia Kaisar, Permaisuri dan Pangeran...! "
Tepat di beberapa langkah dari tempat Kaisar berada, Shuwan dan Qiu berlutut hanya saja Shuwan cukup menekuk sebelah lutut nya dengan tangan kanan yang berada di dada kiri.
"Salam kalian Zhen Terima! " Ucap Kaisar mempersilahkan mereka untuk berdiri.
"Kami sudah tahu dari Shen'er kalau kau lah yang menyelamatkan nya saat itu! Sebagai seorang Ibu aku sangat berterimakasih pada mu Nona Shu, jadi anggap lah di rumah sendiri, Jangan sungkan! " Yu Ran Yuan tersenyum tulus pada Shuwan dan meminta nya untuk tidak sungkan.
Sementara Shuwan hnya tersenyum tipis, lantas kembali berlutut dan kembali mengangkat suara....
"Saya hanya tak sengaja lewat yang mulia! Tak perlu berlebihan" Tukas Shuwan menyeringai.
"Ah tidak masalah Nona Shu, anda sangat lah sopan! " Ucap Yu Ran Yuan kembali tersenyum.
"Kalau begitu sebaik nya kita makan sekarang! " Ujar Kaisar tersenyum tipis untuk mengakhiri obrolan. Begitu pun dengan Shen yang juga tersenyum pada mereka.
..._________...
Hai...! 👋👋
Kalian mau Crazy Up ga?
Ayo dong dukung author dengan menyempatkan tekan Like! 😉
Ga usah takut rugi! Karena menekan Like itu gratis! 😉
Sekali lauthauthor kasih tahu kalau Like itu gratis!!! 😄
Jangan lupa untuk sempatkan komen! Ga ada salah nya, justru dengan komen kita bisa menambah pertemanan! 😃
Kalau kalian tidak keberatan, kalian juga bisa dukung author dengan Vote! 😅
Jangan lupa ya....!
Like itu Gratis!!! 😁