Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 105: Namaku Junsi!



Tiba-tiba nona mereka menghilang dan muncul kembali di atas pohon dengan Yixuan yang merengkuh pinggang nya.


......................


Dengan ilmu peringan tubuh masing-masing, Junsi dan Li Yue saat ini berada di sebuah desa kecil yang tak memiliki penginapan.


Mereka hanya singgah untuk mencari kedai makanan saja. Sebenarnya sebagai seorang Kultivator, Junsi tak begitu membutuh kan asupan makanan.


Hanya saja Junsi sedikit kasihan melihat Li Yue yang tampak menahan lapar namun enggan mengangkat suara karena takut di acuh kan oleh Junsi.


"Kita cari kedai Mie di sekitar sini! " Ucap Junsi setia dengan nada datar nya.


"Em i-iya" Balas Li Yue yang entah mengapa merasa gugup meski Junsi sama sekali tak menatap nya.


Kruyuukkk


Li Yue menunduk dengan wajah memerah malu karena perut nya yang berbunyi tiba-tiba. Junsi sendiri hanya tidak peduli seolah itu bukan lah masalah.


"Kenapa kau tak bilang jika kau lapar? " Tanya Junsi sedikit mengernyit kan alis nya saat melihat Li Yue yang diam tertunduk.


Namun Junsi hanya acuh dan melanjutkan langkah nya di ikuti Li Yue yang tetap menunduk kan kepala nya.


'Dia itu dingin sekali' batin Li Yue lalu menatap kesal punggung Junsi.


Lama mereka berjalan, hingga akhir nya langkah mereka terhenti di sebuah rumah makan kecil yang cukup ramai.


Mereka pun memasuki kedai makan itu dan duduk di tempat yang tersisa. Segera memanggil pelayan untuk memesan.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan, Nona? " Tanya pelayan wanita itu dengan senyum ramah.


"Pesan apa...." Li Yue tak melanjutkan perkataan nya dan segera melirik ke arah Junsi.


'Bahkan hingga saat ini aku belum mengetahui nama nya' Gumam Li Yue dalam hati.


"Apa pun yang enak di sini" Malas mendengar dan berpikir, Junsi berucap tanpa menatap pelayan itu, segera pelayan itu menunduk dan pamit undur diri.


"Em Tuan-"


"Junsi" Ucap Junsi memotong perkataan Li Yue yang masih memanggil nya dengan sebutan 'Tuan'.


"Eh? " Pekik Li Yue tak mengerti membuat Junsi jengah.


"Junsi, nama ku Junsi " Jawab Junsi mengalihkan pandangan nya dari gadis di hadapan nya.


"Ah oh begitu ya" Li Yue tampak tersenyum canggung sementara Junsi hanya acuh dan tak peduli.


Tak lama kemudian pelayan datang kembali dan menyajikan menu yang mereka pesan. Segera mereka melahap nya tanpa banyak bicara.


"Em anu-"


"Makan dan jangan bicara! " Ujar Junsi tegas memotong ucapan Li Yue.


Dan tentu saja Li Yue hanya bisa diam menurut. Mau bagaimana pun ia tak memiliki Koin saat ini.


Dan ia hanya bisa bergantung dengan laki-laki di hadapan nya sementara entah sampai kapan ia pun tak tahu.


Selesai makan, Junsi mengeluarkan sapu tangan dan segera mengelap mulut nya membuat Li Yue terperangah.


'Dia seperti nona muda bangsawan' Batin Li Yue menahan geli.


"Apa yang kau lihat? " Tanya Junsi bingung melihat Li Yue yang terpaku menatap nya.


'Ada apa dengan wanita ini? 'Batin Junsi bingung, sungguh ia tak mengerti dengan makhluk yang nama nya Wanita.


"Ah itu tidak! Maksud ku, Uh lupakan" Ucap Li Yue mengalihkan pandangan nya dengan wajah memerah karena ia tertangkap basah sedang memandangi ciptaan Tuhan di hadapan nya.


Sreettt


"Apa kau sakit? "Junsi menempelkan punggung tangan nya di dahi Li Yue karena melihat wajah gadis itu yang memerah.


Tentu ia bingung karena ini pertama kali nya ia dekat dengan seorang wanita selain adik angkat nya.


Degg


Degg


Degg


" Ah si-singkirkan tangan mu! "Pekik Li Yue bertambah malu, tak biasa nya ia seperti itu.


" Oh maaf"Tutur Junsi menarik tangan nya namun masih menatap bingung Li Yue.


'Sebenarnya apa yang terjadi dengan gadis ini? 'Itu lah Kira-kira yang sedang Junsi pikirkan.


Sementara Li Yue sibuk mengalihkan pandangan nya asal tidak menatap Junsi. Padahal biasa nya ia tak pernah malu seperti ini.


"Em itu, setelah ini kita a-akan kemana? " Tanya Li Yue masih sedikit canggung.


"..... " Namun Junsi tak bergeming dan tampak seperti sedang berpikir.


"Aku akan pergi ke perbatasan Kekaisaran Zhao untuk menemui seseorang, bagaimana dengan mu? " Untuk pertama kali nya Junsi berucap panjang di depan Li Yue.


Hal itu tentu membuat Li Yue sedikit terkejut, karena menurut nya ini kejadian langka sehingga ia terdiam cukup lama.


"Aku tidak tahu ini di mana, dan aku tak tahu jalan pulang. Apa aku boleh ikut dengan mu, aku berjanji akan menjadi pelayan mu dan akan membalas budi jika mampu nanti" Li Yue menunduk enggan menatap Junsi yang juga menatap nya rumit.


'Apa tak masalah aku bawa pulang? 'Batin Junsi berpikir beberapa kali hingga akhir nya memantapkan keputusan.


"Aku tidak memerlukan balasan dan kau tak perlu menjadi pelayan ku... Hanya saja setelah bertemu dengan seseorang yang akan ku temui, aku tak tahu dia mengijinkan atau tidak aku membawa mu" Tutur Junsi pelan karena ia tak bisa mengambil keputusan seenak nya.


***


Mata nya kembali memicing, menatap sinis pemuda di sisi nya yang tak kunjung pergi. Alih-alih pergi, Chen justru mengikuti nya terus menerus.


"Apakah Pangeran Mahkota Zhao tidak memiliki pekerjaan lain selain membuntuti ku? " Shuwan mencibir, kesal karena ketenangan nya terganggu.


"Ini istana ku, dan aku bebas pergi kemana pun" Balas Chen santai mengabaikan tatapan kesal Shuwan.


Bagi nya saat ini Shuwan tampak lucu dan menggemaskan. Wajah Shuwan memerah karena kesal dan seolah memiliki taring yang siap menerkam layak nya kucing kecil.


"..... "


Sungguh Shuwan merasa jengah dan ingin memaki pemuda di sisi nya. Namun ia tak ingin memiliki musuh sebelum tujuan nya tercapai.


"Huft! "Alih-alih mengusir, Shuwan memilih menarik nafas dan membuang nya kasar.


Chen sendiri menyunggingkan senyum nya melihat wajah kesal Shuwan. Dan senyum itu terlihat menjengkelkan di mata Shuwan.


" Apa aku memiliki masalah dengan mu Yang Mulia? "Tanya Shuwan penuh penekanan seraya memejamkan mata nya.


" Kau tak pernah mengganggu ku, hanya saja mengganggu mu itu cukup menghibur " Jawab Chen jujur membuat Shuwan kembali menarik nafas dan membuang nya perlahan.


"Yang mulia, bisa kah kau tak menatap ku seperti itu? Kau membuat ku risih! "


"Oh begitu kah? "


'Aku ingin menenggelamkan nya ke samudera' Batin Shuwan lalu kembali menghela nafas.


"Baiklah lakukan sesuka mu" Shuwan mendengus dan memilih mengabaikan pemuda tampan di sisi nya.


Mendengar penuturan Shuwan, Chen kembali menaikkan sudut bibir nya. Bagi nya Shuwan terlihat lucu, dan ia sendiri merasa aneh dengan diri nya.


"Ah kalau tidak salah nama mu adalah Shuwan bukan? Bagaimana kalau aku memanggil mu Wan Wan? "


Degg


Jantung Shuwan terpacu mendengar sebutan Chen, ingatan nya berputar pada ramalan beberapa waktu lalu.


'Panggilan itu.... '


Shuwan masih mengingat dengan jelas panggilan dari pemuda yang berada di ramalan saat itu meski wajah nya tak begitu spesifik.


...----------------...


Hai.....!


Ketemu lagi nih dengan Author!


Apa kabar?


Harus baik dong ya.....


Author up lagi nih, jangan lupa LIKE yaa


Karena LIKE itu GRATIS!!!!


Author akan kembali dengan rutinitas update lagi setiap hari, dan seperti biasa kalau author tidak update satu hari maka sampai tiga hari ke depan pun tidak update. Tetapi author akan mengganti hutan update itu di kemudian hari....


Inti nya selalu dukung author dan jangan lupa LIKE karena LIKE itu GRATIS!!!


See You Next Time~~