Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 159: Takdir Penerus



'Ah... Apakah aku harus menanyakan perihal kekuatan nya? 'Batin Shuwan seraya mengerjapkan mata nya polos.


......................


"Siapa orang itu? " Tanya De Lu penasaran dan sempat terkejut saat bola besar ciptaan Shuwan lenyao dan hancur berkeping-keping.


"Hebat sekali" Gumam Kaisar Kang kagum, para ksatria dan jendral pun ikut berbisik-bisik.


"Ayah! " Panggil De An membuat kaisar menoleh ke arah nya seraya menampilkan wajah bingung.


"Setelah ini De An ingin mengatakan sesuatu bersama ayahanda, berdua saja" Lanjut De An seraya melirik sang kakak yang juga tengah melirik nya, kemudian De An membuang pandangan dan kembali menatap Kaisar.


"Ayah akan menunggu" Balas Kaisar dengan ekspresi serius membuat De Lu memiliki tanda tanya besar dalam benak nya. Belum sempat ia bertanya, Tiba-tiba....


Koaaakkkhh


Koaaakkkhh


Terdengar suara pekikan burung elang yang kemudian turun dan hinggap di lengan Kaisar yang sengaja di rentang kan.


'Dari Kekaisaran Zhao? 'Batin Kaisar Kang bingung namun memilih membuka surat nya.


Setelah sekian lama membaca surat itu, wajah nya sedikit berubah ekspresi. Raut wajah bingung terpampang jelas di wajah nya sehingga membuat De Lu dan De An bertanya-tanya.


"Ada apa ayahanda? " Tanya De An kepada sang ayah yang masih menampakkan raut wajah bingung.


"Kita harus kembali ke istana Kekaisaran sekarang, sebentar lagi kebenaran terkait peristiwa beberapa tahun lalu akan terungkap" Ujar kaisar yang semakin memperbesar tanda tanya dalam benak anak-anak nya.


***


Shuwan memandang Huo Shuai di hadapan nya dengan datar, di sisi nya duduk Chen dengan genggaman tangan yang saling bertautan dengan nya.


Saat ini mereka berada di sebuah ruangan dengan dominasi warna terang. Meski begitu tetap mempertahankan fitur sederhana.


"Apa yang kau ingin kan!? " Setelah sekian lama hening, akhir nya Shuwan mengangkat suara.


Setelah pria di hadapan nya ini menarik nya paksa untuk duduk di tempat ini. Dan pria di hadapan nya ini justru bungkam mendiamkan nya.


"Sebelum itu.... Bisakah kamu memanggil Liu Jiancheng terlebih dahulu" Balas Huo Shuai dengan tenang, bahkan tanpa ragu memanggil Jiancheng dengan sangat tidak sopan.


".... " Shuwan menaikan sebelah alis nya merasa tertarik, pria di hadapan nya benar-benar tidak mengerti sopan santun.


"Jangan menatap ku seperti itu! Di Banding kan dengan nya, aku jelas jauh labih tua! Aku di ciptakan jauh sebelum manusia di ciptakan" Jelas Huo Shuai yang seolah mengerti tatapan Shuwan.


Sedang kan Chen memilih diam dengan wajah dingin nya dan mendengarkan dengan seksama. Meski dalam benak nya terdapat tanda tanya.


Shuwan memejamkan mata nya mencoba memasuki alam bawah sadar. Bukan tanpa alasan! Shuwan tidak bisa memanggil Jiancheng dengan seenak nya.


Namun Jiancheng bisa muncul di hadapan Shuwan kapan pun pria itu menginginkan. Terkadang Shuwan sedikit kesal mengingat hal ini.


Swooossshh


Belum sempat Shuwan memasuki alam bawah sadar nya, muncul kabut asap putih di belakang Shuwan yang perlahan-lahan membesar dan berubah.


"Ada apa kau ingin bertemu dengan ku, bocah terkutuk!? " Ucap Jiancheng yang entah bagaimana sekarang dapat di lihat oleh Chen.


"Oh? Harus kah aku membungkuk untuk memberi salam kepada sang legenda? " Tanya Huo Shuai dengan raut wajah datar membuat bualan nya terdengar aneh.


"Huft lupakan saja! Jadi... ada apa kau ingin bertemu dengan ku? " Ucap Jiancheng kemudian. Meski dia sedikit kesal, namun dia hanya mampu menelan kekesalan nya.


'Emm bukan hal penting... Namun ini sedikit menyangkut perihal takdir penerus mu ini' Ucap Huo Shuai melalui telepati yang tentu nya tidak dapat di dengar oleh Shuwan mau pun yang lain nya.


'Takdir penerus ku? ' Ulang Jiancheng menatap lekat manik mata Huo Shuai membuat Shuwan ingin mengatakan lelucon.


'Mungkin kah mereka akan jatuh cinta? 'Batin Shuwan seraya mengerjapkan mata nya pelan. Hal ini membuat Chen mengernyit bingung namun tidak memiliki minat untuk bertanya.


Sementara itu Jiancheng dan Huo Shuai masih beradu tatap dalam kebisuan meski dalam benak mereka saling melempar perkataan.


'Tidak kah kau memilih untuk jujur mengenai masa lalu mu? 'Ucapan Huo Shuai ini membuat Jiancheng menghela nafas lelah.


'Semakin sedikit yang dia ketahui, maka itu akan semakin baik! ' Balas Jiancheng setelah diam untuk waktu yang sedikit lama.


'Kau mengenal penerus mu dengan baik, dia pasti akan membenci mu saat mengetahui kebenaran yang telah menipu nya selama ini' Jiancheng hanya diam mendengar nya, jelas ia mengetahui hal ini namun mencoba untuk tidak mempermasalahkan nya.


'Harus ku akui! Penerus mu ini sangat menarik dan membuat ku tertarik, jadi jangan salahkan aku jika turut ikut campur dengan takdir nya' Ucap Huo Shuai mempertahankan raut wajah datar nya lalu memutuskan sambungan telepati.


Setelah nya tiba-tiba Jiancheng mendekatkan diri pada sang murid dan berbisik tepat di telinga Shuwan lalu pergi begitu saja setelah Shuwan mengangguk samar.


"Jadi apa lagi yang kau ingin kan kakek!? "


Sudut bibir Huo Shuai berkedut mendengar panggilan Shuwan untuk diri nya. Menurut nya panggilan Shuwan ini sedikit berlebihan dan... cocok?


"Kenapa kau memanggilku dengan sebutan kakek? " Tanya Huo Shuai datar karena merasa sedikit tidak senang meski ia jelas mengetahui penyebab dan alasan Shuwan.


"Kau bahkan lebih cocok ku panggil Leluhur atau nenek moyang" Balas Shuwan datar membuat Huo Shuai mengerutkan alis nya tidak senang.


'Aku lebih senang di sebut kakek di banding kan nenek! Aku ini pria!!! Kalau kau tidak percaya,mari kita buktikan!!! 'Ingin sekali Huo Shuai beteriak seperti itu namun memilih untuk bersabar sejenak.


Melupakan perihal kakek dan nenek, Huo Shuai merasa semakin tertarik dengan sosok Shuwan yang hanya memperdulikan diri sendiri.


...----------------...


Hai....!


Apa kabar?


Harus baik dong ya!!!


Jangan lupa LIKE!!


WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)


IG: @lrnrrhmnia1412


Email: rahmanialiranur@gmail.com


Selalu dukung author!!!