Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 38 : Meminta Penjelasan



"Tidak apa, hanya mengingat masa lalu yang hilang" Ucap nya lembut tapi tatapan nya menuntut penjelasan. Melihat itu Junsi segera paham apa yang terjadi, tentu Mu Lin mengingat nya saat melihat sang Kaisar. Sedangkan Jinsu sedikit bingung, tapi melihat wajah pucat Junsi ia pun sama paham nya.


......................


Kini Pertarungan terus berlanjut hingga tiba giliran Mu Lin yang memiliki slip bernomor 6. Ia pun maju ke atas panggung arena, lawan Mu Lin adalah seorang wanita berusia sama dengan nya. Ia adalah putri dari jendral dari kekaisaran Bumi Fei.


Kaisar yang melihat wajah Mu Lin pun kaget sekaligus tertegun. Ia tentu sangat mengingat wajah yang serupa dengan salah satu putra angkat nya. Ia juga penasaran dengan kekuatan Mu Lin, juga penasaran siapa yang menolong nya. Mu Lin yang melihat kaisar memperhatikan nya pun tersenyum tipis, sangat tipis sehingga tak ada yang menyadari hal itu kecuali Luan yang memang ikut menandatangani nya sejak tadi.


"Perkenalkan Nama ku Rong Shia, putri pertama Jendral Rong. Salam" Ucap lawan Mu Lin dengan sopan dan senyum tulus nya lalu wajah nya kembali datar.


'Cukup Menarik' Pikir Mu Lin saat melihat kepribadian lawan nya.


"Hua Mu Lin, atau...." Ucap Mu Lin di sertai senyum miring tapi ia menggantung ucapan nya dan memandang Zeying dengan tatapan menuntut.


"Atau?" Rong Shia tampak penasaran dengan ucapan Mu Lin.


"Atau... Qin Shuwan Hem"Jawab Mu Lin seraya memandang Luan dan Xuan yang nampak terlonjak kaget mendengar nya.


"Apa maksudmu Nona Hua?" Tanya Bailin yang tak kalah bingung, semua penonton pun mulai berbisik. Ada yang terkejut dengan senang ada pula yang terheran dengan ke iri hatian nya karena paras Mu Lin yang menawan.


"Oh? Tidak kah kalian seharus nya menyadari apa yang membuat ku bicara seperti itu? Coba anda tanyakan pada pangeran Luan" Ucap Mu Lin lalu menatap Luan dengan tatapan tak dapat di artikan. Tiba-tiba....


"Dia memang putri Qin Shuwan yang mulia! Putri yang di asingkan ke perbatasan hutan kematian 8(delapan) tahun yang lalu. Lalu menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh nya, pembunuh bayaran yang kau sewa adalah organisasi 'Lotus Hitam' Bukan?"Ucap Zeying dengan volume suara yang meninggi membuat kaisar yang mendengar nya langsung terbeku.


"Ka-kau?" Kaisar memandang Mu Lin dengan tatapan penuh kejutan di mata nya.


"Ja-jadi..." Bahkan Xuan pun tak kalah terkejut nya dengan kaisar, begitu pun dengan Luan yang menatap Mu Lin dengan tatapan menyidik.


"Huh! Bisakah kita bicara kan nanti saja? Setelah aku menyelesaikan hal ini aku ingin meminta penjelasan pada kalian!" Mu Lin mendengus lalu memandang Shia dengan menyeringai kecil.


"Benar! Lebih baik kita selesaikan ini dulu" Shia pun menyeringai menatap Mu Lin dengan senyum lebar nya.


"Baiklah, sebaiknya selesaikan dulu pertandingan nya. Setelah itu Zhen ingin mendengar penjelasan dari Tuan Hua " Ucap Kaisar pelan tapi tetap terdengar tegas.


Wasit pun memberikan aba-aba, dengan cepat mundur ke sisi setelah memberikan aba-aba tersebut.


Shuttt


Bughh


Shia dengan cepat berlari menghampiri Mu Lin Dan menggunakan pergelangan tangan nya untuk memukul leher Mu Lin. Namun dengan cepat pula Mu Lin menyilang kan tangan kanan nya menangkis serangan Shia. Mereka pun saling memukul dan menghindar, tak ada satupun serangan Shia yang mengenai Mu Lin, dan Mu Lin hanya menghindar tanpa membalas sehingga penonton mengira Mu Lin tak mendapat kesempatan. Namun.....


Bughh


Brakk


Dengan gesit Mu Lin menendang perut Rong Shia sehingga ia jatuh terlentang karena tendangan nya. Rong Shia segera bangkit dan menarik pedang nya lalu berjalan cepat ke arah Mu Lin.


Srangg


Dengan cepat Rong Shia menggunakan tangan nya hendak menebas Mu Lin.


Happ


Semua orang terkagum-kagum dengan Mu Lin yang menangkup mata pedang itu dengan dua telapak tangan nya.


Pedang itu retak dan patah karena tangan Mu Lin, Rong Shia yang melihat itu pun terdiam. Pedang yang selalu ia bawa kemana pun, pedang yang menemani nya dalam segala pertempuran. Pedang yang ia gunakan kala mencabut nyawa musuh di perbatasan bersama ayah dan kakak nya. Pedang berharga pemberian ayah nya kala ia berulang tahun yang ke 10(sepuluh) tahun. Jendral Rong dan jendral muda Rong pun berdiri dari duduk nya kala melihat pedang kesayangan Rong Shia patah tepat di bawah hidung Rong Shia sendiri.


"Giliran ku" Ucap Mu Lin menyeringai dan hilang dari hadapan Rong Shia yang masih shock lalu Mu Lin tiba-tiba muncul di belakang Rong Shia dan dengan cepat menendang punggung Rong Shia sehingga ia terlontar keluar arena pertandingan.


Bughh


Brakk Brakk Brukk


"Uhukk" Rong Shia terpental cukup jauh dan memuntahkan darah dari mulut nya, terasa oleh Rong Shia bahwa serangan tak main main dari Mu Lin mematahkan beberapa tulang nya.


Penonton dan wasit yang melihat itu terdiam karena terkejut akan kemunculan Mu Lin yang tiba-tiba. Segera setelah sadar wasit mengumumkan Mu Lin sebagai pemenang.


Takk


Happ


Mu Lin melempar kan sebuah Pill penyembuh buatan nya kepada medis yang akan membawa Rong Shia ke ruang perawatan.


"Berikan itu pada nya"Ucap Mu Lin dengan wajah datar nya lalu berjalan turu dari arena dan segera duduk.


"I-Ini?" Petugas itu tentu terkejut karena Pill penyembuh itu berada di tingkat tinggi dan tidak boleh digunakan sembarangan. Apa lagi Mu Lin memberikan nya begitu saja tanpa pikir panjang. Sungguh pemborosan! Jika petugas itu tahu kalau Mu Lin kadang langsung meminum nya jika lelah berlatih, mungkin mereka akan shock hingga mati.


Petugas itu hendak bertanya pada Mu Lin namun saat melihat wajah Mu Lin yang memandang nya datar, petugas medis itu segera memberikan Pill itu pada Rong Shia, luka yang di dapat oleh Rong Shia seketika sembuh tak berbekas. Bahkan Rong Shia merasakan tulang nya kembali seperti semula, ia membuka mata nya dan memandang Mu Lin yang tersenyum ke arah nya, ia pun membalas senyuman Mu Lin dengan tulus.


"Terimakasih" Ucap nya pelan, segera ia di bantu petugas medis untuk ke ruang perawatan untuk memulihkan tenaga nya yang terkuras.


Pertandingan pun terus berlanjut, tetapi pandangan anggota kekaisaran tak lepas dari Mu Lin atau lebih tepat nya Shuwan. Termasuk Luan, ia bingung karena hal ini tidak sesuai dengan perkataan ibu suri dan kaisar terdahulu.


'Apakah mereka berbohong?Kalau pun ia, Kenapa?' Itu lah yang menjadi pertanyaan besar dalam kepala Luan sedari tadi. Jujur ia merasa tidak mengenal adik nya, ia merasa adik nya itu adalah orang yang berbeda. Ia tak tahu harus bahagia atau justru bersedih melihat adik nya seperti itu, ia bahkan tak tahu apa yang di alami adik nya selama ini.


...----------------...


Yahh,,, segini dulu yaaa.....


Jujur author lelah dan sedikit merasa kecewa dengan pemikiran author sendiri yang kadang membuat author linglung. Hadehh,,,,,


Author mau nanya nih sama kalian....


Menurut kalian pertemuan Mu Lin dan Kaisar Fu bagus nya saat apa?


A. Saat Ulang tahun Mu Lin.


B. Saat Mu Lin baru pulang ke istana kekaisaran Qin.


C. Di hutan(Cih!Basi)


D. Pertemuan tak terduga saat Mu Lin galau dan memutuskan untuk duduk di taman.


E. Author pikir aja sendiri!!


Menurut Kalian bagus nya gimana,,,, yang mau kasih saran silahkan Monggo berkomentar.... Author Wellcome kok..


Like