
"Aku di sini Wan Wan"
Shuwan diam dan mempererat pelukan nya, hati nya merasa jauh lebih tenang saat ini. Setelah sebelum nya tiba-tiba saja sakit dan sesak.
"Aku tidak akan meninggalkan mu... Aku janji"
......................
Setelah Shuwan tenang, Li Chen membawa nya untuk kembali mendarat ke tanah. Terlihat Luan, Yixuan, dan Junsi yang menunggu dengan raut wajah cemas.
"Ada apa dengan mu Shuwan? Kenapa tiba-tiba? " Tanya Yixuan menghampiri Shuwan yang baru saja melepas pelukan nya dengan Li Chen.
"Khem Tidak apa-apa" Ucap Shuwan tersenyum kaku, sebenarnya dia malu menunjukkan sisi lemah nya kepada orang-orang sekitar.
"Berikan tangan mu" Ucap Junsi secara tiba-tiba membuat Li Chen menatap nya dengan tatapan menyelidik.
"Aku kakak nya" Ucap Junsi seolah mengerti arti tatapan Li Chen.
Shuwan tersenyum tipis kemudian mengangkat tangan kanan nya dengan perlahan, dan Junsi segera meraih nya dengan lembut.
"Kalian sungguh memuakkan! " Ucap seseorang yang membuat mereka menoleh, tak lain dan tak bukan ialah Wei Tianzi.
"Tenang saja! Biar aku yang mengurus Iblis satu ini" Ucap Yixuan menyunggingkan senyum manis nya kemudian mengangkat tangan dan mengusap surai hitam Shuwan yang tersanggul.
Kemudian setelah nya Yixuan pun melesat pergi dengan menarik pedang yang bergantung di pinggang kiri nya.
"Kamu di sini saja.... Aku akan membantu Kak Yi" Ucap Luan yang sedari tadi hanya diam, dia menatap manik mata Shuwan kemudian tersenyum dengan lembut nya.
"Hemmm Coba lah untuk tidak terluka" Balas Shuwan dengan suara rendah yang nyaris tidak terdengar.
"Aku tidak berjanji" Setelah mengatakan itu Luan pun melesat pergi untuk menyusul Yixuan.
Swooshh
Shuwan dan Li Chen menoleh ke arah Junsi yang terlihat mengalirkan energi pada tangan Shuwan. Sehingga kini Shuwan merasakan tangan nya yang terasa dingin.
Lalu setelah nya Junsi melilitkan kain lembut berwarna putih ke pergelangan tangan Shuwan. Mengikat nya dengan lembut, kemudian dia berkata...
"Coba lah untuk tidak terlalu menggunakan tangan kanan mu. Luka ini membuat tulang mu hampir hancur, dan mungkin harus kau istirahat kan sejenak" Ucap Junsi yang di balas anggukan oleh Shuwan.
"Aku harus membantu yang lain... Aku titip adik ku pada Mu" Ucap Junsi mengalihkan pandangan nya ke arah Li Chen.
"Tenang saja! Aku akan menjaga nya bahkan jika harus mengorbankan nyawa ku!! " Ujar Li Chen dengan tegas membuat Junsi tersenyum tipis.
Sementara Shuwan menegang dan mengeratkan cengkraman tangan kiri nya pada tangan Li Chen.
"Kalau begitu aku pergi dulu! " Kemudian Junsi pun melesat pergi ke arah para pasukan lain, rupa nya dia menghampiri seseorang.
Sosok itu tak lain dan tak bukan ialah Li Yue yang terlihat sedang bertarung melawan para Iblis menggunakan jarum beracun sebagai senjata.
"Mereka kakak mu? " Tanya Li Chen kepada Shuwan.
"Ya" Balas Shuwan singkat kemudian memperhatikan Yixuan dan Luan yang sedang menghadapi Wei Tianzi.
Luan dan Yixuan mengayunkan pedang secara bersamaan dari atas ke bawah dengan garis lurus vertikal.
Wei Tianzi mengangkat senjata nya dan menahan serangan Luan dan Yixuan. Lalu kemudian Wei Tianzi mengangkat kaki kanan nya dan menendang dari arah samping ke kaki Luan dan Yixuan.
Hal ini membuat kedua nya segera melesat ke atas dan menghindari tendangan Wei Tianzi. Namun tiba-tiba Yixuan tidak mampu menggerakkan tubuh nya.
"Apa ini!? " Tanya Yixuan ketika melihat beberapa bagian tubuh nya yang terlilit benang berwarna ungu.
"Teknik Air-Semburan Air! 'Ujar Luan menyemburkan gumpalan air dari mulut nya.
Wei Tianzi yang melihat itu hanya mengangkat senjata nya sejajar dengan bahu. Seketika serangan Luan menghilang dan di serap oleh Wei Tianzi.
Srett
Wei Tianzi kembali menoleh ketika Luan memotong benang ungu yang terhubung antara Yixuan dan Jari Wei Tianzi menggunakan Pedang yang di aliri Qi.
'Pengalih perhatian? 'Tanya Wei Tianzi dalam hati, dia menggigit ibu jari nya hingga mengeluarkan darah.
"Maque! " Ujar Wei Tianzi pelan kemudian tubuh nya di selimuti cahaya ungu.
Swooshh
Hingga ketika cahaya nya memudar terlihat lah Wei Tianzi yang sedang berdiri tegap di atas punggung seekor burung.
Bukan burung Phoenix!! Bukan juga burung Elang! Melainkan Burung Hantu yang memiliki warna ke ungu-unguan dengan mata berwarna merah.
"Spirit Beast Kontrak Wei Tianzi adalah Burung Hantu? " Gumam Shuwan yang menatap mereka dari kejauhan.
Lain hal nya dengan tanggapan Shuwan yang seperti itu, Luan justru diam menatap burung hantu itu karena dia mendengar nama yang sempat Wei Tianzi ucap kan.
'Maque? Burung legenda yang hanya ada satu di dunia itu!? ' Batin Luan menatap lekat burung hantu yang Wei Tianzi keluar kan.
"Burung ini kah? " Tanya Yixuan yang sudah terlepas dari lilitan benang ungu milik Wei Tianzi.
Dia juga ikut memperhatikan burung itu dengan seksama lantaran mersa tidak asing, baik dengan wujud nya mau pun dengan nama nya.
"Teknik Cahaya-Ledakan Pilar Cahaya! " Tiba-tiba Yixuan berada tepat di hadapan burung Maque dan mengulurkan tangan nya ke depan.
Seketika muncul bola cahaya di antara dua telapak tangan Yixuan. Kemudian Cahaya itu membesar dan meledak.
Duuaaarrrr
Ledakan terjadi dengan cukup dahsyat, hingga perlahan asap akibat ledakan itu menghilang secara perlahan.
Dan di hadapan Yixuan yang seharus nya terdapat Maque dan Wei Tianzi, justru tidak ada apa pun di hadapan Yixuan.
Menyadari hilang nya musuh yang mereka hadapi. Mereka segera memasang sikap waspada. Terus memperhatikan sekitar, takut-takut Wei Tianzi menyerang tiba-tiba.
...----------------...
Kali ini Author update nya sedikit karena author nulis terlalu malem. Lihat tuh sekarang udah jam 3 pagi.
Maafkan author yang belakangan ini susah pegang HP soalnya begitu banyak hal yang harus author urus di dunia nyata.
Mudah-mudahan author bisa update buat besok nya. Tapi kalo author gak update, berarti gak sempat. Maaf ya 😢😢