
"Oh S*al! " Umpat Jinsu menendang hewan di hadapan nya hingga Mati, dan pada akhir nya ia pun memilih pergi menyusuri hutan ini.
.........................
Ketika ia membuka mata nya, yang ia lihat adalah langit-langit dengan ukiran rumit yang menarik. Segera ia bangkit dan duduk di bibir ranjang, ia melihat sekeliling dan mendapati diri nya tengah berada di ruangan yang begitu megah.
Ia menoleh dan melihat sepasang pintu yang berdiri kokoh berlapis emas. Bahkan Shuwan terkagum-kagum melihat nya, emas dan terdapat pernak-pernik dari permata.
"Dimana ini? " Gumam nya pelan seraya mencoba mengingat kejadian sebelum ini.
Krieeett
"Kau sudah sadar putri? " Tanya seorang pemuda tampan dengan mata merah menyala namun di sertai senyuman manis nya.
Shuwan melihat pemuda itu dengan tatapan curiga, namun ia terdiam kala melihat jelas wajah pemuda itu. Heran nya wajah pemuda itu mirip dua orang yang di gabung.
Mata sipit pria itu mirip dengan salah satu yang menjadi lawan nya di pertandingan musim gugur. Namun bibir tipis nya mirip dengan seseorang yang lain.
"Jieru? " Tanya Shuwan bingung, sementara pemuda itu tersenyum manis sekali melebihi madu.
"Bukan, Nama ku Xiu Lang" Ucap pemuda yang ternyata bernama Xiu Lang seraya tersenyum teduh.
Tatapan mata nya begitu menenangkan serta wajah nya memiliki karakter lembut. Terlebih lagi mata sayu nya semakin memperbanyak nilai plus untuk paras nya.
"Kenapa kalian.... " Shuwan masih ragu, Xiu Lang pun mendekat ke arah Shuwan dan duduk di sisi nya.
"Ya! Jieru adalah aku, emm bisa di bilang Nama asli ku adalah Xiu Lang" Shuwan yang mendengar itu hanya mengernyitkan dahi nya sekilas lalu mengangguk.
"Kenapa kau menyamar? "
"Tujuan ku ke dunia tengah hanya lah mencari mu, dan aku harus menghindar dari Ayah kandung mu" Jawab Xiu Lang menatap lekat manik mata Shuwan.
"Oh? Tempat apa ini? " Tanya Shuwan lagi, terlihat kerutan di dahi nya.
"Sebaik nya kamu istirahat dulu, bukan kah kamu kesini untuk bertemu ayah ku? Karena ayah ku sedang sibuk, sebaik nya kamu istirahat sampai malam tiba! Tunggu di sini, aku akan menjemput mu malam nanti" Xiu Lang bangkit dari duduk nya lalu melangkah pelan menuju pintu, ia membalik tubuh nya dan tersenyum kepada Shuwan lalu melanjutkan langkah nya.
"Huft! " Shuwan hanya bisa menghela nafas dan menunggu membiarkan waktu menjadi jawaban nya.
***
Sementara itu kini Fu Lee sudah tiba di Kekaisaran langit dan kini sedang menghadap kepada dua kaisar.
"Katakan! " Ujat kaisar Fu tegas seraya menatap manik mata Fu Lee.
"Hamba mengikuti aura tuan putri hingga ke sisi selatan hutan cahaya. Di sana ternyata adalah jurang pembatas, di sana lah jejak aura Tuan Putri menghilang" Jelas Fu Lee dengan nada datar nya.
"APA??!! "Teriak Kaisar Fu dan Yixuan yang kebetulan baru saja tiba.
" Bagaimana mungkin dia bisa tahu tempat itu? "Tanya Yixuan bingung dan khawatir.
" Untuk apa dia pergi ke gerbang dunia Neraka? "Tanya kaisar langit.
" Apa pun itu kita harus segera menyelamatkan nya, dia sedang dalam bahaya! "Ujar Kaisar Fu.
" Fu Lee, cepat kumpulkan tiga jendral setingkat mu dari Kekaisaran Fu dan tiga jendral dari Kekaisaran Langit. siapkan dua puluh ribu pasukan untuk menyerang kerajaan iblis. Kita tidak memiliki banyak waktu, CEPAT!! "Ujar Kaisar Fu lantang, kaisar Langit pun mengangguk menyetujui intruksi kaisar Fu.
" Baik yang mulia! "Fu Lee segera menghilang dari hadapan dua kaisar dan dua putra mahkota.
" Aku ikut ayah! Aku harus menyelamatkan kucing kecil ku"Ucap Yixuan dan tanpa mengatakan apa pun lagi ia melesat ke kediaman nya mengambil senjata.
"Aku juga akan ikut paman! Bagaimana mungkin aku diam saja jika adik sahabat ku dalam bahaya" Ucap putra mahkota Tian Wu.
"Tapi-"
"Tidak ada tapi yang mulia! Aku akan tetap membantu Yixuan menyelamatkan adik nya meski nya ada taruhan ku" Putra Mahkota Tian segera memotong sanggahan Kaisar Fu dan bergegas pergi mempersiapkan diri.
"Terimakasih sudah mau membantu ku Jun! Aku tak tahu bagaimana jadi nya diri ku jika kau tak membantu ku" Ucap Kaisar Fu tersenyum tulus.
"Oh ayolah Haifeng, ada apa dengan mu? Kita adalah sahabat sudah sepantas nya kita saling membantu bukan? Sebaik nya kau bersiap menyelamatkan putri mu, maaf aku tak bisa ikut" Kaisar Langit, Tian Jun tersenyum kepada sahabat nya itu.
"Tidak apa-apa! Kalau begitu aku bersiap dulu" Setelah nya Kaisar Fu melesat ke kediaman untuk mempersiapkan diri.
Tinggal lah Kaisar langit yang sedang menatap biru nya langit dengan perasaan gusar. Entah kenapa perasaan nya begitu buruk saat ini.
Namun ia segera menepis perasaan itu dan berdoa agar tidak terjadi apa pun. Setelah itu ia segera masuk ke ruang kerja nya untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.
***
Katak berwarna abu-abu menyerupai batu dengan matab berwarna merah itu terus melompat mengejar nya. Panik, Jinsu terus melompat semakin dalam ke hutan.
"Aaakkhh jangan kejar aku!!! Daging ku tidak enak!!! Aku kurus jadi kau tak akan kenyang!!! " Teriak Jinsu panik sambil terus melompat dengan lengan yang di lambai-lambai kan seperti sedang menyerah.
Krokokk
Krokokk
Krokokk
Katak sebesar mobil truk pada zaman modern itu terus melompat mengabaikan teriakan Jinsu. Entah Jinsu yang bodoh atau katak nya yang terlalu pintar.
Kini Jinsu malah melompat ke arah danau di mana itu adalah sarang katak tersebut. Mungkin panik juga menjadi alasan kenapa Jinsu tak berpikir jernih saat itu.
"Akhh sudah ku bilang jangan makan aku!!!! " Teriak nya lalu Jinsu berbalik membiarkan tubuh nya melompat mundur
"Teknik Neraka-Semburan Magma! "
Wloooosssshhhppp
Jinsu menyemburkan lahar yang sangat panas namun katak itu terlihat dapat menghindar dengan mudah.
"Hosh! Hosh! Hosh! " Sementara katak itu sibuk menghindar, Jinsu mengambil kesempatan dengan berlari sekuat tenaga.
Krokokk
Krokokk
Krokokk
Ternyata katak itu sudah selesai bermain dengan magma nya. Jinsu pun kembali berbalik untuk melayang kan serangan.
"Teknik Raja Api-Lima Pedang Roh Api! " Tercipta lima pedang yang mengelilingi Jinsu, lalu secara sendiri nya pedang itu mulai melesat melawan Katak tadi.
Kembali mengambil kesempatan, Jinsu kembali berlari menjauhi katak yang nampak kesulitan menghadapi pedang nya.
"Aku harus cepat lari dari sini" Gumam nya seraya terus berlari.
Cukup lama Jinsu berlari, Tiba-tiba langkah nya terhenti di sebuah gua yang nampak mencekam. Namun untuk menghindari katak, Jinsu langsung pergi masuk ke dalam gua tersebut.
"Hah! Lelah nyaaaaa!!! Dasar kata s*alan! Awas saja kalau ketemu lagi! Pasti aku yak akan selamat" Ucap Jinsu frustasi.
"Eh? " Karena penasaran Jinsu memilih untuk masuk lebih dalam ke dalam gua tersebut.
"Waaahh" Jinsu terkagum-kagum saat melihat dinding gus yang terdapat lukisan.
"Menyelam lah yang dalam, tapi jangan terlalu dalam nanti tenggelam! " Ucap Jinsu membaca tulisan yang berada di dinding gua tersebut.
"Apa maksud nya? " Tanya nya pada diri sendiri lalu mengangkat bahu tak peduli.
"Dendam yang di balas dengan kejahatan hanya akan melahirkan dendam yang baru! " Ucap nya lagi membaca tulisan yang lain nya.
"Akh pers*tan dengan tulisan aneh ini! " Umpat nya seraya terus berjalan masuk semakin dalam ke gua yang gelap dan mencekam.
...----------...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')