Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 175: Kakak Ipar Part 1



...Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Bagi yang melaksanakan!!...


'Aku akan mencoba berbicara dengan nya, semoga kami dapat solusi' Gumam Chen dalam hati pada akhir nya. Mau bagaimana pun dia masih membutuhkan izin dari Shuwan.


......................


Shuwan menatap sekitar nya dengan menelisik kala aura yang ia rasa kan berada di tempat ia berpijak saat ini.


Tempat itu adalah Hutan lindung keluarga Hao, Hutan yang di penuhi Tanaman racun dan obat. Sangat menyejukkan mata para tabib.


'Seperti nya mereka menginap di tempat ini? 'Tanya Shuwan dalam hati seraya mengangkat sebelah alis nya.


Lalu Shuwan berjalan dengan santai kemudian melompat memasuki kediaman Keluarga Hao. Tanpa di ketahui oleh peniaga yang berjaga.


Dia melompati pagar melalui dahan-dahan pohon, melewati para penjaga dan pelayan yang berlalu lalang mengingat malam belum beranjak larut.


"Dimana ya? " Tanya Shuwan kepada diri nya sendiri, dia mengedarkan pandangan ke sekeliling dengan kepala yang menoleh ke kanan dan kiri.


Menggunakan insting nya sebagai mantan agen, Shuwan berjalan mengikuti kemana langkah kaki membawa nya.


Hingga sampai lah dia di sebuah paviliun yang di penuhi bunga di sekitar nya. Namun kebanyakan itu adalah bunga yang memiliki manfaat kesehatan.


Merasakan aura yang familiar, Shuwan melirik jendela yang sedikit terbuka. Shuwan menaikan sebelah alis nya.


"Angin berhembus begitu kencang membuat udara sedikit dingin, kenapa jendela nya terbuka? " Gumam Shuwan kemudian mulai membuka sedikit jendela itu.


Seketika mata nya sedikit membola melihat pemandangan yang menyejukkan mata. Dia mengerjapkan mata nya dengan polos.


Seorang pria yang terbaring tengkurap dengan tangan sebagai topangan tubuh. Serta seorang wanita yang berada dalam kungkungan nya.


...[~Flashback~]...


Srakkk


"Eh? Apa yang Anda lakukan di sini? " Tanya Hao Piaoliang ketika seseorang masuk melalui jendela kamar pribadi nya.


"Ku rasa seharus nya Nona tidak melupakan Hutang yang belum terbayar" Ucap Seorang pria dengan Hanfu biru muda di balut Zhaoshan berwarna biru tua.


Pria itu adalah Fu Yixuan yang entah kenapa merasa sangat ingin bertemu dengan Hao Piaoliang.


"A-apa? Hutang apa? " Tanya Piaoliang berpura-pura tidak mengerti membuat Yixuan menyeringai di sana.


"Anda masih sangat lah muda, tidak di sangka akan menjadi sangat pelupa seperti orang tua" Dengan sengaja Yixuan menyinggung sesuatu yang sedikit sensitif bagi sebagian wanita.


"Aku tidak lupa Tuan yang terhormat!! Aku tekan kan bahwa aku masih muda dan tidak pelupa!! " Ujar Piaoliang dengan marah, wanita mana yang suka di bilang tua meski secara tidak langsung?


"Kalau begitu bagus lah, aku tidak perlu mengingat kan nya lagi bukan? " Tanya Yixuan menyunggingkan senyum miring seraya mendekat kan tubuh nya ke tubuh Piaoliang.


"A-anu! Itu... Tidak baik seorang pria berada di dalam kamar gadis saat malam-malam begini" Menyadari keadaan yang mulai tidak mendukung, Piaoliang tentu saja merasa takut dan berusaha lepas dari situasi itu.


Namun Yixuan sama sekali tidak menjawab nya, dia terus mengikis jarak yang ada sehingga membuat Piaoliang terus mundur.


'Gawat!! 'Pekik Piaoliang dalam hati saat dia terpojok di sisi peraduan, mundur sedikit lagi maka dia akan jatuh terlentang di atas peraduan.


Bukan kah itu sama seperti memberi ikan kepada kucing yang sedang lapar?


"Hutang yang di miliki harus di bayar" Ucap Yixuan yang semakin gencar menggoda, terlebih ketika melihat wajah panik Piaoliang.


"I-itu... Bukan ma-maksud ku seperti itu... Anu!! Aakkhhh!!! " Dan....


Brukkkhh


Piaoliang berteriak pelan ketika dia tanpa sadar malah menarik tangan Yixuan untuk jatuh bersama.


Heran nya para penjaga yang berjaga di depan pintu justru terkikik dalam diam. Nona muda mereka sangat kaku pada laki-laki, maka untuk kali ini biarkan saja!


Degg


Degg


Degg


...[~Flashback Off~]...


Kedua nya seolah tersihir masih dengan degup jantung yang tidak beraturan sehingga tidak menyadari Shuwan yang sudah memasuki ruangan itu seraya bersender di sisi jendela.


"Merusak mata yang di bawah umur! " Protes Shuwan dengan tatapan datar menatap mereka.


Mendengar suara seorang gadis, kedua nya sontak menoleh ke arah Shuwan dan segera bangkit dengan seribu rasa malu.


"Adik? Bagaimana bisa kau berada di sini? " Tanya Yixuan tidak percaya seraya berjalan mendekati adik nya lalu memeluk Shuwan sekilas.


"Itu! " Tunjuk Shuwan pada jendela di sebelah nya membuat Yixuan meringis.


Sedangkan Piaoliang membuat ekspresi datar melihat interaksi kedua nya. Perasaan nya sedikit jengkel, tapi... karena apa?


'Adik dan kakak sungguh mirip dan memiliki kesamaan. Mereka sama-sama masuk menggunakan jendela, di rumah mereka tidak ada pintu kah? 'Batin Piaoliang merasakan sedikit kesal.


Harus kah ia menghilang kan semua jendela di kediaman nya? Tapi, itu tidak mungkin bukan?


"Tidak menyangka kalau aku akan melihat tontonan gratis setelah mengikuti aura mu! " Sarkas Shuwan kesal, sebenar nya dia sedikit... Iri?


"Eh I-itu! Adik... Jangan menindas ku seperti ini, kakak mu ini sedang berusaha memberi mu seorang kakak ipar kau tahu? " Yixuan memasang wajah memelaa yang tidak pernah di lihat oleh Piaoliang sehingga gadis itu tersentak.


"Lupa kan! Ada hal penting yang harus di bahas, tapi seperti nya aku telah melupakan hal itu! Jadi lanjut kan saja, abai kan kehadiran ku! " Ucap Shuwan ketus seraya berbalik hendak pergi namun tangan nya di cekal oleh Yixuan.


"Tenang kan diri dan hati mu, ketika kau merasa lebih baik maka cari lah kakak mu ini untuk kembali bersama-sama" Ucap Yixuan seraya menarik Shuwan dalam pelukan nya.


Shuwan hanya terdiam mematung, namun dia merasakan kehangatan yang asing menelusup ke relung jiwa.


Hingga tanpa sadar tangan nya terangkat untuk membalas pelukan Yixuan. Kemudian dia berkata....


"Setelah masalah ini selesai lamar lah gadis yang kau sukai! Dan segera beri aku keponakan yang bisa ku main kan" Sindir Shuwan seraya melepaskan pelukan nya kemudian memukul pelan bahu sang kakak.


"Apa yang kau kata kan kucing kecil!? Masih sangat kecil namun memikirkan urusan orang dewasa? " Mendengar ucapan Yixuan, Shuwan berdecak kesal.


"Diam lah, aku pergi dulu. Jika ada sesuatu yang penting kabari aku di Istana Zhao" Ucap Shuwan pelan kemudian menghilang dari sana.


Meninggal kan Yixuan yang masih tersenyum melihat kepergian sang adik. Lalu senyum nya semakin lebar ketika berbalik dan mendapati Piaoliang yang ingin pergi ke arah pintu.


"Ingin kemana? " Tanya Yixuan seraya menarik turun kan alis nya.


"Itu... " Piaoliang gugup karena tertangkap basah ingin kabur dari kamar nya sendiri.


"Ayo lanjutkan yang tertunda tadi!! " Ajak Yixuan tersenyum menyeringai membuat Piaoliang membeku dan menegang di tempat.


...----------------...


Hai....!


Apa kabar?


Harus baik dong ya!!!


Jangan lupa LIKE!!


WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)


IG: @lrnrrhmnia1412


Email: rahmanialiranur@gmail.com


Selalu dukung author!!!