
"Kau!! " Li Yue menggeram kesal tak bisa membalas ucapan Junsi yang sangat santai.
Sedang kan Yixuan hanya menggeleng kan kepala nya pelan, bosan dengan perdebatan Junsi dan Li Yue yang pasti nya akan dimenang kan oleh Junsi*.
......................
Cahaya keemasan bersinar sangat terang sehingga dia harus menyipitkan mata nya. Pandangan nya masih buram, tak bisa melihat sekitar dengan jelas.
Ketika cahaya mulai memudar perlahan, dia melihat jika saat ini diri nya berada di tengah-tengah lingkaran.
Lingkaran yang dikelilingi oleh lima pilar, sama seperti beberapa waktu lalu. Tepat saat pengujian tahap pertama dan kedua.
Mata nya sedikit terbelalak saat melihat sosok di hadapan nya, sosok yang serupa dengan nya saat ini.
Sosok bersurai putih dengan sepasang mata berwarna merah. Juga tanduk kecil di kanan-kiri Kepala nya.
Jangan lupakan sepasang sayap yang melekat di punggung sosok itu. Berwarna hitam dengan duri-duri di sekitar nya, di ujung duri itu terdapat gradasi warna merah gelap.
Tentu nya Shuwan terkejut karena sosok di hadapan nya adalah diri nya sendiri. Namun Shuwan merasakan kekuatan sosok di hadapan nya itu jauh lebih kuat dari nya.
'Apa ini? 'Batin Shuwan bertanya-tanya.
Swooossshh
Bola cahaya keemasan kembali muncul di sekitar Shuwan, bola yang sama dengan bola yang memandu Shuwan.
"Tahap ketiga, kau harus bisa mengalahkan sisi lain dari diri mu! Kau mungkin dapat merasakan dua sisi yang berbeda dalam diri mu, dan kini kau akan menghadapi sisi gelap dalam diri mu sendiri! " Ucap Jiancheng dalam bentuk bola cahaya itu memberikan jawaban dari pertanyaan yang berputar dalam pikiran Shuwan.
"Jadi... Aku harus mengalahkan diri ku sendiri? " Tanya Shuwan dengan alis kanan yang terangkat.
"Benar! Jika kau kalah pada tahap ini, maka kekuatan Gelap akan menguasai tubuh mu dan membuat kekacauan"
".... " Shuwan tak membalas ucapan Jiancheng, hanya menatap dingin pada sisi gelap nya yang juga menatap nya seraya menyeringai lebar.
"Ukh! " Boleh kan Shuwan merasa takut dengan seringan itu?
Shuwan tak menyangka kalau seringaian nya sangat menyeramkan. Namun si sisi lain dia bangga dengan seringaian nya yang dapat membuat orang takut.
"Bersiap lah untuk kalah! " Sisi gelap Shuwan berdesis, tanpa sadar membuat Shuwan bergidik ngeri.
Namun ketika Shuwan melihat diri nya sendiri, dia cukup terkejut melihat nya dengan rambut putih dan sepasang sayap putih di punggung.
Apa kah ini sungguhan? Shuwan merasa berada dalam negeri dongeng saat ini. Namun apa lah di kata, dia memang mengalami nya.
"Kalah? Cih! " Shuwan berdecih merasa sisi gelap nya cukup mengagumkan.
"Kalau aku kalah maka kau menang, kalau kau kalah maka aku menang! " Sisi gelap Shuwan menyeringai setelah mengatakan itu.
".... " Sementara Shuwan menatap datar sisi gelap nya yang terlihat, b*doh?
Hey! Tidak bisa kah sisi gelap nya itu sedikit lebih pintar? Namun apa mau di kata, ucapan Sisi gelap Shuwan memang benar.
"Jangan banyak bicara! " Ucap Shuwan seraya mengangkat tangan kanan nya lalu muncul lah pedang berwarna biru dengan gradasi hitam yang sering Shuwan gunakan.
'Ku rasa senjata yang akan dia gunakan adalah Sabit Neraka, atau pedang peninggalan raja kegelapan'Batin Shuwan menerka, Shuwan memiliki pedang peninggalan raja kegelapan yang di dapat dari Dimensi lotus biru.
Sreettt
Tak ingin kalah, sisi gelap Shuwan pun ikut mengeluarkan senjata nya. Sesuai dengan dugaan Shuwan sebelum nya, sisi gelap Shuwan mengeluarkan Sabit Neraka.
"Kalau begitu! Ini adalah penentuan terakhir, Mari kita tentu kan kekuatan ku atau kekuatan mu yang lebih hebat!! " Ujar Shuwan seraya mengayunkan pedang nya yang langsung di tangkis oleh Sisi gelap Shuwan menggunakan Sabit Neraka.
Tringgg
Lalu dengan tangan kiri, Jemari Shuwan membentuk segel tangan yang rumit. Lalu mengeluarkan cahaya.
Shuwan mengarahkan Cahaya itu ke arah Sisi gelap Shuwan. Melesat dengan cepat seperti Tembakan di dunia modern.
Sliiinggg
Tak ingin kalah, sisi gelap Shuwan pun ikut menembakkan energi kegelapan nya ke arah Shuwan dengan kecepatan yang sama cepat nya.
Duaaarrr
Kedua energi yang saling bertentangan itu bertubrukan, saling menolak dan mendorong. Hingga akhir nya hancur tanpa siapa pun yang kalah.
"Cih! Apa hanya seperti itu saja kemampuan mu? " Tanya sisi gelap Shuwan seraya berdecih.
".... " Sedangkan Shuwan tak mengeluarkan sepatah kata pun, hanya kembali mencoba menyerang dengan pedang yang di aliri Qi.
Dua senjata yang berbeda kembali bertubrukan, layak nya tanda Silang. Memancarkan warna yang berbeda.
Swooossshh
Tubrukan senjata Spiritual itu menciptakan hembusan angin yang cukup kencang untuk menerbangkan rambut Shuwan dan sisi gelap nya.
"Kau akan kalah Shuwan! Kau tak akan bisa mencapai tujuan mu! "
Sreettt
Sabit terayun dengan sangat cepat menembus hembusan angin yang masih berhembus. Shuwan segera melompat ke kiri seraya mengayunkan pedang nya.
Kemudian mencondongkan tubuh nya ke depan dan mengangkat pedang. Setelah itu dia pun dengan cepat mengayunkan pedang nya ke atas.
Slaashhh
Sisi gelap Shuwan sedikit mundur untuk menghindar, namun siapa yang menyangka? Shuwan membalik tubuh nya dengan kaki kanan menendang dagu Sisi gelap Shuwan.
Tangan menjadi penopang, lalu mendorong sedikit tangan nya sehingga tenaga bertumpu pada kaki dan menciptakan tendangan yang cukup mematikan.
"Ukh! " Sisi gelap Shuwan mengerang saat ia sedikit terlempar akibat tendangan Shuwan, lidah nya tergigit hingga berdarah.
Kemudian tanpa di duga Shuwan sudah berada di belakang sisi gelap nya seraya mengayunkan pedang.
Sreettt
Namun sisi gelap Shuwan dengan cepat berbalik dan menahan serangan Shuwan dengan sabit neraka nya.
Lalu menembakkan energi gelap ke arah Shuwan dan mencondongkan tubuh kemudian mengayunkan sabit.
Sreettt
Tanpa sempat menghindar, leher Shuwan tergores meski tidak dalam. Hanya goresan kecil yang mengeluarkan sedikit darah.
"Kau terlalu lambat Shuwan! Kau akan selalu terlambat! Keterlambatan mu membuat semua orang pergi satu persatu! Kau tak berguna! " Sisi gelap Shuwan berdesis kala Shuwan menancapkan pedang nya di dasar arena.
Swooossshh
Sisi gelap Shuwan merasa waspada saat melihat jejak hitam dan tempat Shuwan berpijak tadi yang kini kosong.
Tanpa di duga Shuwan berada di hadapan nya dengan cepat dan memberikan tinju dengan tangan kiri.
Bughh
Swooossshh
Sisi gelap Shuwan terpental dan menabrak salah satu pilar di belakang nya. Kemudian terbatuk dan mengeluarkan darah hitam.
"Kau terlalu meremehkan ku! " Ucap Shuwan setia dengan raut wajah datar.
Diam-diam sisi gelap Shuwan menyeringai, seolah dia sedang tidak terluka. Kemudian sisi gelap Shuwan tampak bangkit dan berdiri dengan bertumpu pada sabit milik nya.
"Kau benar! Aku terlalu meremehkan mu, Siapa yang akan menyangka kalau sisi lain dari diri ku begitu buruk? " Sisi gelap Shuwan menyeringai lebar membuat Shuwan memiliki firasat buruk.
"Setidak nya kau dapat mengalahkan ku saat aku menggunakan sebagian kecil Qi milik ku! "
".... " Shuwan tak bisa berkata-kata, sisi gelap nya mengatakan itu hanya sebagian kecil? Lantas seperti apa kekuatan sisi gelap Shuwan yang sepenuh nya?
Boleh kah Shuwan merasa takut sekarang?
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!