Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 84: Kamu Tidak Sendirian!



Saat itu lah pandangan Shuwan kembali buram. Perlahan namun pasti mata nya menutup rapat dengan buku bersampul hitam di tangan nya.


......................


"B*doh! Seharusnya kau tidak meremehkan nya Xiu Min!" Ujar seorang pemuda bermata ungu memandang rendah Xiu Min.


"Maafkan hamba yang mulia, tapi semua itu di luar kendali hamba" Jelas Xiu Min menunduk takut.


"Seharusnya kau memiliki persiapan!! Kalah melawan gadis kecil bau susu!!Sungguh mempermalukan Ras Iblis!! " Ujar seseorang bermata ungu itu dengan nada yang sedikit meninggi serta aura yang semakin menekan Xiu Min.


"Ma-maaf kan hamba yang mulia! " Xiu Min langsung bersujud karena pemuda di hadapan nya adalah Wei Tianzi.


"Sudah lah! Aku akan membangkitkan Xio Xin dan Yun Xie, lalu tugas kalian tetap harus membawa gadis itu tapi kali ini kalian akan di temani Xiao Guang" Pemuda bermata ungu itu mengarahkan tangan nya ke dua mayat di hadapan nya.


"Teknik Iblis-Kebangkitan Dari Kematian! "


Swooossshh


Asap hitam mengelilingi dua mayat raja iblis itu, lalu perlahan dua mayat itu bangkit dan berlutut. Hingga mereka pun membuka mata dan menunduk pada Wei Tianzi.


"Hormat kepada Kaisar Iblis! " Ujar mereka serempak.


"Bangun lah! Aku kecewa kalian gagal melaksanakan tugas itu, tapi aku akan berbaik hati untuk menberikan kalian kesempatan ke dua! Jangan sia-sia kan...! " Tegas Wei Tianzi dengan aura intimidasi yang menguar membuat tiga raja iblis itu semakin menunduk dalam.


"Baik yang mulia! " Jawab mereka bersamaan.


"Xiao Guang...! Kau akan membantu mereka, pastikan kali ini tidak gagal! " Xiao Guang hanya mengangguk paham.


"Dan aku menunggu hasil nya...! " Wei Tianzi menerawang ke depan membayangkan gadis licik nya.


"Laksanakan yang mulia! ".


***


Di ruangan bernuansa kayu manis terlihat seorang gadis yang menutup mata nya terbaring di peraduan. Gadis itu memakai hanfu berwarna Putih tulang dengan rambut terurai sedikit berantakan.


Hanya ada satu orang yang setia menemani nya, seorang pemuda tampan yang memakai Hanfu berwarna biru awan sentiasa berada di sisi nya.


Perlahan namun pasti kelopak mata lembut itu mengerjap pelan. Terangkat dan membuka, gadis itu menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina mata nya.


Gadis itu memiringkan pandangan nya dan atensi nya menangkap sosok familiar. Sosok yang saat itu mengaku sebagai kakak nya langsung sumringah melihat nya membuka mata.


"Apa kau merasa lebih baik adik? Apakah masih terasa sakit? " Tanya Yixuan, ya pemuda itu adalah Yixuan.


".... " Gadis itu tak menggubris ucapan sang kakak, ia justru mengedarkan pandangan dan berharap seseorang itu ada di sini.


"..... " Yixuan terdiam dan memandang bingung adik nya yang sedari tadi tak membuka suara.


"Dimana Kak Lee? " Sungguh gadis itu berharap kejadian beberapa hari lalu adalah mimpi.


".... " Yixuan diam tak menjawab melainkan hanya menunduk dengan sendu.


"Katakan pada ku, di mana Kak Lee?? " Nada yang di keluarkan gadis itu sedikit meninggi seraya mencoba duduk.


Melihat itu Yixuan bergerak cepat membantu adik nya yang ia fikir masih lemah. Namun siapa yang menyangka kalau adik nya langsung menepis bantuan nya dan memilih bangkit sendiri.


"Dimana kak Lee...? " Pertanyaan yang sama kembali terucap dari bibir kecil gadis bernama Shuwan itu.


"Hiks hiks hiks" Akhirnya Shuwan menangis seraya menangkup wajah nya. Ia sudah menduga kalau kejadian hari itu bukan mimpi. Dan ia benci itu!


Grepp


"Kami mengerti perasaan mu, tapi kamu tidak sendirian! Kamu masih memiliki kami! " Ucap Yixuan memeluk Shuwan hingga Shuwan menangis seraya menenggelamkan wajah nya di dada bidang sang kakak.


"Tapi dia.... " Shuwan tak melanjutkan kalimat nya dan terus menangis.


"Jika kau terus seperti ini, dia akan sedih melihat mu dari atas sana" Ucap Yixuan pelan lalu tangisan Shuwan mulai mereda.


"Apa kau ingin mengunjungi tempat peristirahatan terakhir nya? " Tanya Yixuan menatap manik mata basah sang adik.


".... " Shuwan tak menjawab melainkan hanya mengangguk dan menatap kosong ke depan. Dalam pandangan nya ia melihat dan membayangkan bagaimana sang kekasih tersenyum. Tak pernah dapat ia bayangkan bahwa hari seperti ini akan terjadi.


Yixuan yang melihat adik nya mengangguk pun pamit pergi memberitahu ayah nya soal masalah ini.


***


Air mata nya tak kuasa di tahan kala atensi nya menatap sebuah batu peringatan bertuliskan nama sang kekasih. Tangan nya bergetar menyentuh baru itu, sedang tangan satu nya menutup mulut yang ingin meraung.


"Tinggalkan aku sendiri...! " Ucap nya pelan tanpa mengalihkan perhatian ke belakang.


"Ingat lah, kau tidak sendirian! Jangan berlarut dalam kesedihan...! "Yixuan menepuk dua kali bahu Shuwan sebelum akhir nya pergi bersama yang lain.


Jdeeerrrr


Petir menyambar lalu tak lama kemudian air hujan mulai jatuh dari langit membasahi bumi. Hujan yang cukup deras tak mampu membuat Shuwan beranjak.


" Hai...! "Lirih Shuwan parau dengan suara yang terbias karena deras nya hujan.


" Kenapa kau meninggalkan ku? "Tanya nya mencoba menghalau air mata dengan cara menengadah ke atas.


" Padahal belum sempat ku membagi ke.... bahagiaan.... ku! "Ucap nya pelan kembali menunduk menatap batu peringatan di hadapan nya.


" Kenapa harus meninggalkan ku? Kenapa tidak bisa bertahan sedikit lebih lama? Kenapa? "Tangan Shuwan di tarik guna memeluk tubuh nya sendiri.


" Kak Lee.... Kau telah meninggalkan ku! "Ucap nya sedikit berteriak menangkup wajah nya dengan ke dua tangan.


" Aku membenci mu Fu Lee! Aku sangat benci pada mu!! Aku benci, benci, benci pada mu yang telah meninggalkan ku! Aku.... aku tak akan pernah memaafkan mu Fu Lee...! "Teriak Shuwan di tengah deras nya hujan.


" Tapi.... Benci aku mengatakan, aku... mencintai mu Fu Lee... "Lirih Shuwan memalingkan wajah nya tak ingin menatap luka di hadapan nya.


"Aku Membenci mu tapi juga mencintai mu! " Ucap nya lagi lalu berdiri dengan pandangan kosong lalu pergi meninggalkan tempat peristirahatan terakhir sang kekasih dengan hati penuh luka.


Siapa yang sanggup bila orang yang di cintai harus pergi? Tak ada yang sanggup menahan air mata saat melepaskan kekasih kembali pada yang maha Kuasa.


.................... ...


Langit Begitu Gelap.....


Hujan Tak juga Reda.....


Ku harus menyaksikan.....


Cinta ku terenggut tak terselamatkan.....


Ingin ku ulang hari.....


Ingin ku perbaiki....


Kau sangat ku butuhkan.....


Berani nya kau pergi dan tak kembali.....


Dimana letak syurga itu...?


Biar ku gantikan tempat mu dengan ku...


Adakah tangga Syurga itu....?


Biar ku temukan untuk bersama mu....


Huuu.... Ho ho ho.....


Ku biarkan senyum ku...


Menari di udara....


Biar semua tahu....


Kematian tak mengakhiri~......


CINTA~ Hoooooo~


Hooooooooohooo~~~hoooooo


Di mana letak Syurga itu...?


Biar ku gantikan tempat mu dengan ku....


Adakah tangga Syurga itu....?


Biar ku temukan untuk bersama mu....


Di mana letak Syurga itu......?


Biar ku gantikan tempat mu dengan ku...


Adakah tangga Syurga itu.....?


Biar ku temukan untuk bersama mu....


Huuu.....


Judul: Tanpa Kekasih ku (Agnes Monica)


...----------...


Jangan lupa dukung author melalui...


Like


Vote


Rate


Favorit


Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....


Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.


IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)


WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)


FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')