
"Teknik Dewa Dewi-Tebasan Pedang Cahaya! " Ujar Shuwan kemudian mengayunkan pedang pemberian Jiancheng yang memancarkan cahaya keemasan.
Cahaya yang terpancar dari pedang Shuwan membuat Ziran sulit melihat arah serangan Shuwan. Dia menyipitkan mata nya lalu terus melangkah mundur.
Sringgg
......................
Shuwan mengayunkan pedang nya dengan tebasan ringan. Kilat mata Shuwan terlihat serius, namun tiba-tiba....
Trangg
Terdengar suara dentingan pedang antara pedang satu dengan pedang lain nya. Mata Shuwan fokus pada pedang di tangan Ziran.
Pedang itu terlihat memancarkan aura kegelapan yang begitu kental. Sangat kontras dengan pedang Shuwan yang di selimuti aura suci.
"Itu! Pedang Hei'an? " Tanya Shuwan sedikit terkejut.
Rupa nya tadi Ziran sempat merubah cambuk nya menjadi pedang. Kini Shuwan paham kenapa cambuk perak milik Ziran terlihat tidak biasa.
Sementara pedang melengkung yang Shuwan gunakan ini bukan lagi Pedang Fēn shuǐ qì yang biasa nya Shuwan gunakan.
Tetapi pedang ini memiliki tulisan khusus di bilah Besi nya. Tulisan itu adalah 聖隱士劍 (Shèng yǐnshì jiàn) yang berarti Pedang Pertapa Suci.
"Kau mengetahui tentang Pedang Hei'an? " Alih-alih menjawab, Ziran justru terkejut karena Pedang Hei'an hanya di ketahui oleh orang-orang tertentu saja.
'Tidak hanya mengetahui, aku juga pernah menggunakan Pedang dengan kekuatan serupa.... Yaitu Pedang Raja Kegelapan' Ucap Shuwan dalam hati namun tidak berniat untuk berbicara lebih.
"Teknik Pedang-Jurus Tarian Bulan Merah! " Ujar Ziran seraya memposisikan pedang nya secara Vertikal.
Kemudian siku nya menekuk, membawa Pedang Hei'an berputar searah jarum jam memutari depan tubuh nya dengan menyisakan bayangan-bayangan pedang.
Kemudian siku nya kembali lurus dan Pedang nya pun ikut terbawa lurus menciptakan Garis Miring di sisi tubuh Ziran.
Sreett
Kemudian Ziran merangsek maju dengan berlari zig-zag. Kecepatan lari nya tidak bisa di lihat dengan mata telanjang.
Namun mata merah Shuwan bisa melihat setiap sisi gerakan yang Ziran peragakan. Meski sangat cepat, namun kepekaan Shuwan tidak bisa di ganggu gugat.
Syuutt
Shuwan yang mengerti konsep Teknik Tarian Pedang ini tentu nya mengerti kelemahan Teknik tersebut. Sehingga dia bisa menghindar tanpa kesulitan dan membuat Ziran terkejut.
"Kau! Bagaimana bisa!? " Ziran bertanya dengan nada tidak percaya ketika Shuwan berhasil menunduk kemudian menggeser tubuh sedikit ke belakang dan menghindari serangan Ziran.
'Pantas saja dia bisa mengalahkan Lǎo yún' Gumam Ziran dalam hati.
Notes: Lǎo yún dalam bahasa Indonesia berarti Awan Tua, namun sesungguh nya Lǎo yún berarti Yun Tua yang merujuk pada nama khusus kepada Yun Xie yang bermarga Yun.
"Bersiap lah untuk kalah! " Ucap Shuwan tanpa peduli dengan air muka Ziran yang mulai semakin tidak enak.
Tatapan Ziran semakin tajam dan dingin, kilat amarah dan kebencian mulai terlihat jelas dia layangkan kepada Shuwan yang menatap nya santai serta penuh ketenangan.
Ziran melangkah mundur satu kali lalu kembali maju seraya mengayunkan pedang nya. Shuwan menangkis dan Ziran melompati tubuh Shuwan.
Dia kembali mengayunkan pedang nya, namun Shuwan membungkuk kan tubuh. Kemudian Shuwan mengangkat kaki nya dan....
Bughh
Brukh
Shuwan menendang tengah dada Ziran sehingga Ziran mundur beberapa langkah ke belakang. Lalu Shuwan menggumamkan mantra.
"Teknik Halilintar-Sambaran Seribu Burung" Kemudian di tangan kanan Shuwan yang tidak memegang pedang muncul gumpalan petir yang berwarna biru tua bercampur hitam.
Setelah nya Shuwan melempar Pedang Shèng yǐnshì milik nya lurus ke depan. Menyadari itu Ziran tentu nya menghindari lemparan Shuwan.
"Teknik Angin-Sambaran Pedang Petir! " Ujar Shuwan lagi seraya mengarahkan tangan kanan nya ke tanah.
Zzrrrtthhh
Seketika petir menyambar lurus hingga Pedang Shèng yǐnshì juga di lapisi Petir dan alhasil Ziran ikut tersambar karena sedikit nya jarak dia dengan Pedang Shuwan.
"Akh! " Dengan segera Ziran berteleportasi ke tempat yang tidak jauh.
Dia tiba-tiba muncul sedikit lebih ke belakang dalam posisi berlutut. Nafas nya hampir tidak beraturan, namun dia berhasil mengontrol nya.
Seketika itu pula mata merah Ziran semakin terang dan terang. Muncul tanduk di salah satu sisi kepala Ziran yaitu sebelah kanan.
"Bersiap lah untuk kalah!!! " Ujar Ziran kemudian mengarahkan tangan nya ke bawah.
Swoosshh
Seketika itu muncul asap putih yang menutupi nya, setelah beberapa detik asap pun menghilang. Dan kini menampakkan seekor Kalajengking raksasa berwarna hitam dengan ujung sungut kemerahan.
"Err ini cukup besar" Gumam Shuwan seraya tersenyum datar tanpa emosi.
***
Di sisi lsin Chen dan rombongan nya memasuki Kawasan bebatuan, tempat Shuwan bersembunyi di batu yang seperti Gua saat itu.
Ini arti nya mereka tidak lama lagi akan sampai di Menara Penghubung Tiga Dunia. Mereka semua berangkat dengan berjalan kaki karena Kuda mereka semua nya mati.
Shan Lan sendiri ikut berjalan di tanah namun rombongan burung yang dia bawa tetap mengikuti di atas mereka.
"Apa masih jauh? " Tanya Chen pada De Lu yang berada di sisi nya.
"Sedikit lagi" Bukan De Lu yang menjawab melainkan Shan Lan.
"Huft! " Chen kembali menghela nafas untuk kesekian kali nya.
Sreett
Tengg
Jrengg
Tiba-tiba Chen menghentikan langkah nya di ikuti yang lain lantaran mendengar sesuatu yang aneh. Lalu tiba-tiba di sekeliling mereka terdapat segerombolan orang yang tidak bisa di katakan sebagai Iblis, namun juga seperti nya bukan manusia.
"Makhluk apa ini? " Tanya De Lu tidak percaya melihat segerombolan orang-orang yang memakai baju compang-camping dengan berlumuran darah.
Jangan lupakan kulit orang-orang itu berwarna ungu dengan mata putih melotot ke arah mereka. Sungguh para prajurit Kekaisaran merasa takut.
"Selamat Datang Di Kawasan Manusia Racun Hi-hi-hi-hi! " Terdengar suara seorang wanita yang mengalun lembut namun di sertai kekehan.
"Siapa itu! " Ujar De Lu dengan tajam, Sementara Chen sudah menggenggam gagang pedang nya untuk berjaga-jaga.
Lain hal nya juga dengan Shan Lan yang terlihat santai dan tenang. Meski dia merasa bingung, namun dapat menutupi nya dengan baik.
"Ya....! Sayang sekali kalian tidak mengenal ku! Kalau begitu perkenalkan, aku adalah.... Yun Xi" Tiba-tiba di sebuah batu besar yang terletak di hadapan para prajurit Kekaisaran, muncul seorang wanita dengan hanfu merah dan membawa sebuah alat musik.
"Aku adalah Pilar Istana Neraka.... Salam kenal! " Ucap Wanita yang mengaku bernama Yun Xi seraya tersenyum lebar. Wajah nya memang cantik, namun senyum itu justru terlihat mengerikan.
...----------------...
Huah huah huah!!! Ayo tebak siapa Yun Xi ini?
Ada hubungan apa diaa dengan Yun Xie?
Apa kah ada yang bisa menebak?
And jangan lupa tekan tombol Like!!!!