
Karena Mu Lin memiliki marga Hua, Xuan tahu dengan jelas bahwa keluarga itu adalah keluarga bangsawan yang sangat terkenal. Pasti Mu Lin akan hadir atau menjadi peserta. Di sisi lain ia seperti merasa sudah kenal dengan nya sangat lama. Ia pun tak tahu arti nya.
"Siapa kau sebenarnya Mu Lin? " Gumam Xuan yang merasa aneh dengan Mu Lin.
......................
Tiga Hari kemudian, Kereta kuda Keluarga Hua sudah sampai di kota Chanyiang Atau Ibu Kota Kekaisaran Qin. Pertandingan yang di adakan saat ini adalah 'Pertandingan Musim Gugur'. Pertandingan akan di adakan setiap 5(lima) tahun, dan pertandingan akan di adakan di ibu kota salah satu Kekaisaran atau kerajaan yang memenangkan pertandingan yang lalu. Sepuluh orang pemenang di kali tiga akan mendapat kesempatan berlatih di dunia dimensi kecil ciptaan leluhur. Juga sang juara pertama akan mendapat gelar kesatria dalam Kekaisaran atau kerajaan tersebut.
Di dalam kereta semua nya duduk dengan tenang. Junsi yang duduk sambil membaca buku, begitu pun dengan Zeying. Jinsu yang duduk sambil menatap keluar jendela dan Mu Lin yang duduk dengan tatapan kosong. Raga nya memang ada di sana, tapi jiwa nya sedang berkelana mencari makna mimpi nya yang datang berulang akhir-akhir ini.
Tak lama mereka sudah sampai di penginapan yang di pesan Hua Zeying. Lalu mereka masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat sejenak. Setelah nya pun mereka segera bergegas menuju aula pertandingan yang ada di alun-alun kota. Sesampai nya di sana, Hua Zeying segera berkumpul dengan kawan kawan pedagang nya.
Junsi dan Jinsu hanya diam memperhatikan, begitu pun dengan Mu Lin yang tak tertarik untuk bergabung dengan para nona muda. Junsi dan Jinsu pun mengajak Mu Lin untuk langsung duduk di tempat peserta, d n Mu Lin hanya menurut. Tak lama kemudian para anggota kerajaan pun tiba dan di umumkan oleh kasim yang bertugas.
"Kaisar Gui dan Keluarga Tiba!! "
"Kaisar Jing dan Keluarga Tiba!! "
"Kaisar Tian dan Keluarga Tiba!! " Bisik-bisik tentang para keluarga kerajaan terdengar, tak jarang pula mereka membicarakan pangeran dan putri yang memiliki sifat unik.
"Kaisar Bumi dan Keluarga Tiba!! " Saat kasim meneriakkan kedatangan keluarga Kekaisaran Bumi, suasana seketika Hening. Tak ada yang berani bicara, Mu Lin hanya melirik sekilas wajah mereka yang menunjukkan berbagai macam ekspresi.
"Kaisar Qin dan Keluarga Tiba!! " Ruangan kembali bising, Mu Lin sama sekali tak melirik mereka yang datang dan hanya diam dengan pandangan lurus ke depan.
Kaisar Qin pun mulai berpidato singkat untuk membuka pertandingan. Yah meski harus di bilang itu adalah pidato yang panjang.
"Kalau begitu tanpa perlu menunggu lama lagi mari kita mulai pertandingan nya! " Seru Kaisar mengakhiri pidato panjang nya.
Gongg
Gongg
Gongg
Suara Gong menyapa rungu di sertai sorak sorai para peserta maupun penonton. Banyak yang sangat antusias dengan pertandingan ini. Pembawa acara pun naik ke atas panggung untuk menjelaskan peraturan pertandingan.
"Hari ini pertandingan yang di langsungkan adalah pertandingan Bela Diri. Dalam pertandingan Bela Diri terdapat 3(tiga) ronde. Ronde pertama adalah babak penyisihan, ronde ke dua adalah babak pertarungan, dan ronde ke tiga adalah babak final. Dalam pertandingan ini peserta di larang membunuh, hanya boleh melukai. Apa bila lawan pingsan atau keluar arena maka di nyatakan gugur. Waktu yang di berikan adalah 3(tiga) batang dupa. Jika ke tiga dupa sudah habis terbakar dan di antara ke dua peserta masih belum ada yang kalah atau mengalah, maka yang menerima luka terbanyak lah yang kalah. Pertandingan akan menggunakan Sistem undi yang berarti kalian akan di bagi menjadi dua kelompok, dan masing-masing peserta akan mengambil slip bambu di masing-masing kelompok. Jika dua peserta mendapat nomor undi yang sama maka di tentukan sesuai nomor, mereka menjadi lawan satu sama lain. Untuk ronde ke dua akan menggunakan sistem tantangan yang berarti peserta dari kelompok satu boleh menantang lawan dari kelompok lain. Untuk Ronde ke tiga akan menggunakan sistem urut, dimana lawan akan di tentukan sesuai dengan urutan. Sampai sini apakah ada yang ingin di tanyakan? "Jelas sang pembawa acara di akhiri dengan sebuah pertanyaan. Hening! Tak ada yang berniat untuk bertanya, akhirnya pertandingan pun DI MULAI!
Mu Lin berada dalam kelompok dua, ada sekitar 500 (Lima ratus) Peserta yang mengikuti dari berbagai Kekaisaran. Bahkan rakyat biasa pun di ijinkan untuk berpartisipasi. Jinsu berada di kelompok satu dan Junsi di kelompok dua. Artinya dari lima ratus peserta hanya di bagi ke dalam dua kelompok saja. Masing-masing kelompok memiliki dua ratus lima puluh anggota.
Anggota keluarga kerajaan pun ikut berpartisipasi dalam pertandingan ini. Bahkan putra mahkota dari masing-masing Kekaisaran pun tak ingin kalah. Setelah mengambil slip, Mu Lin segera kembali ke tempat duduk tanpa melihat nomor nya. Tanpa Mu Lin sadari, ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan nya dengan tangan bingung dan rumit. Siapa lagi jika buka Luan yang ada di sana.
'Kemana Shuwan? Apakah itu? kenapa tidak ikut duduk di kursi kerajaan? Tapi, kenapa raut wajah nya begitu datar? Kalau pun bukan, kenapa wajah nya begitu mirip denganku? 'Batin Luan bertanya-tanya.
'Itu Tuan Muda Hua dan adik nya, bukan kah itu Mu Lin? Berarti Mu Lin adalah nona muda Hua yang pernah di cerita kan oleh Tuan besar Hua? Kenapa wajah nya sangat mirip dengan Luan?' Batin Xuan di penuhi sejuta pertanyaan.
Merasa di tatap, Mu Lin mengedarkan pandangan nya dan melihat dua lelaki muda lebih tepat nya dua pangeran sedang memperhatikan nya dengan intens. Ia hanya melemparkan pandangan datar nya, lalu netra tajam nya menangkap sosok paruh baya yang gagah dengan jubah kebesaran nya. Yap! Dia adalah kaisar Qin yang nampak fokus dengan mereka yang bertanding.
Terasa Familiar, Mu Lin memperhatikan Kaisar secara intens. Dari atas sampai bawah lalu tiba-tiba kepala nya sakit dan sekelebat bayangan muncul di hadapan nya. Ia pun memegang kepala nya sambil mengernyit kan dahi dan memejamkan mata nya. Melihat adik nya seperti itu, Junsi pun bertanya dengan raut wajah khawatir.
"Ada apa Lin Lin? " Tanya Junsi yang membuat Jinsu menoleh ke arah Mu Lin Dan menampilkan wajah yang tak kalah khawatir.
"Apa yang terjadi Lin Lin? " Jinsu pun ikut bertanya seraya memegang salah satu lengan Mu Lin. Sedangkan para pangeran yang melihat hal itu pun terkejut dan bingung.
"Engh! Ini? " Ucap Mu Lin menggantung, bayangan yang ia lihat adalah bayangan pemilik asli tubuh ini yang selalu di acuh kah oleh Kaisar.
"Ada apa? " Tanya Junsi dan Jinsu bersamaan. Mu Lin pun menatap ke dua kakak nya dan tersenyum kecil.
"Tidak apa, hanya mengingat masa lalu yang hilang" Ucap nya lembut tapi tatapan nya menuntut penjelasan. Melihat itu Junsi segera paham apa yang terjadi, tentu Mu Lin mengingat nya saat melihat sang Kaisar. Sedangkan Jinsu sedikit bingung, tapi melihat wajah pucat Junsi ia pun sama paham nya.
...----------------...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orang care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan b
blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6289670108559 (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. )