
"Sudah lah! Sebaik nya kita segera berangkat" Ucap Liu Luo lalu masuk ke mobil nya di ikuti Wu Yan dan Shuwan.
......................
Saat dalam perjalanan, tak ada yang berniat membuka obrolan. Mereka ber tiga sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Seperti Wu Yan yang mengemudi, Liu Luo dengan Handphone nya, dan Shuwan dengan pikiran nya.
Tak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di tempat yang sudah di sepakati. Tampak gedung tua yang tak berpenghuni berada di ujung jalan.
Namun siapa sangka bila ternyata di bawah gedung tua itu terdapat tempat mereka menimbun barang penyelundupan.
Shuwan tampak sedang menganalisis keadaan sekitar nya, begitu pula dengan dua pemuda.
Wu Yan memarkirkan mobil nya di depan gerbang Gedung tua itu. Setelah nya dia keluar di ikuti Shuwan dan Liu Luo. Angin berhembus cukup kencang, di tambah dengan suara binatang malam yang bersahutan semakin menambah suasana mencekam di sana.
Mereka berjalan ke pintu utama secara beriringan. Shuwan membawa tas selempang kecil yang menggantung di pinggang nya. Tas itu berisi pistol dan pisau kecil, juga beberapa peluru. Tak lupa juga Handset yang menjuntai dari telinga nya.
"Tetap waspada! " Tukas Liu Luo pada Wu Yan dan Shuwan sambil mengamati situasi sekitar.
"Siap tuan" Ucap Wu Yan sedangkan Shuwan hanya diam dan acuh.
Tokk
Tokk
Tokk
Krieet
Setelah sampai di depan pintu, mereka segera mengetuk tiga kali sesuai intruksi. Terlihat pintu itu terbuka namun hanya sedikit saja.
"Bunga Mawar? " Ucap seseorang dari dalam dengan suara setengah berbisik.
"Ekhem! Indah namun dapat melukai bila tak berhati-hati" Ucap Liu Luo lalu pintu terbuka lebar menampilkan dua orang pria berperawakan besar dengan tubuh kekar, dan jangan lupakan pistol yang bertengger di pinggang mereka, juga senapan di tangan mereka.
"Kau di ijinkan masuk tuan Liu dan tangan kanan nya, namun siapa gadis ini? " Ucap salah satu di antara mereka yang memakai topi berwarna putih sambil menodongkan senapan nya ke arah Shuwan.
"Dia kekasih ku" Ucap Liu Luo dengan suara yang sedikit pelan namun masih terdengar.
"Hahaha! Selera yang bagus tuan Liu, dia sungguh-sungguh cantik" Puji seorang diantara mereka yang tak memakai topi.
Lalu mereka menggiring Liu Luo, Wu Yang dan Shuwan menuju sebuah ruangan yang terdapat tangga menuju bawah. Shuwan masih mengamati sekitar, ia sudah memasang alat perekam suara sebagai hiasan resleting tas nya.
Mereka pun turun ke bawah dan di suguhkan pemandangan orang-orang yang sedang berpesta. Banyak wanita dengan pakaian minim yang membuat Shuwan merasa risih.
Karena yang datang adalah Liu Luo, seorang tuan muda keluarga Liu. Mereka pun di giring ke ruang temu dengan atasan.
Tokk
Tokk
"Tuan muda Liu datang untuk menemui anda Ketua" Ucap pria bertopi tadi seraya mengetuk pintu.
"Suruh mereka masuk" Suara intruksi dari dalam langsung membuat pria bertopi itu membuka pintu dan mempersilahkan Liu Luo, Wu Yan, dan Shuwan untuk masuk.
Mereka pun masuk dan melihat seorang pria dewasa yang duduk sambil meminum alkohol. Bau alkohol pun menyeruak di indra penciuman, tampak pria dewasa itu sesekali menghisap rokok nya.
"Silahkan duduk tuan muda" Ucap nya sambil menaruh gelas berisi alkohol itu di meja. Di belakang nya terdapat beberapa wanita berpakaian minim yang berdiri dengan senyum menjijikkan.
Liu Luo, Wu Yan, dan Shuwan pun duduk di hadapan Pria itu. Setelah nya pria itu memperkenalkan diri dengan nama Ir Ron. Lalu dia menyuruh wanita di belakang nya untuk mengambilkan minum untuk Liu Luo, Wu Yan dan Shuwan.
Liu Luo tampak berbincang-bincang dengan Ir Ron, mereka tampak berbasa-basi untuk melakukan transaksi. Sedangkan Shuwan hanya memperhatikan dalam diam, begitupun dengan Wu Yan yang tampak tak betah dengan situasi ini. Tak lama kemudian....
Tokk
Tokk
"Ketua!" Seseorang terdengar sedang mengetuk pintu, suara nya tak asing bagi Shuwan.
"Masuk! " Ir Ron pun menyuruh orang itu masuk, tak lama Kemudian dia masuk. Mata Shuwan sedikit melebar kalau melihat siluet itu datang.
"Kau?! " Ucap pemuda itu saat melihat Shuwan, sedangkan Shuwan hanya menatap pemuda itu datar dan dingin.
Liu Luo, Wu Yan, dan Ir Ron tampak bingung. Pemuda itu Shuwan tahu dengan jelas, udara di ruangan itu kini turun drastis.
"Apa yang senior Shu lakukan di sini en? " Tanya Pemuda yang tak lain dan tak bukan ialah Qu Ro Chengsi. Mata Ir Ron terbelalak saat mendengar perkataan Chengsi, segera ia memperhatikan Shuwan dari atas sampai bawah.
"Kau? Kau Agen-002 Yang di kenal dengan Agen Shu? Bagaimana mungkin?! " Teriak Ir Ron saat ia mengingat sosok Shuwan yang sebenar nya.
Merasa situasi berbelok dan tak sesuai rencana, Liu Luo serta Wu Yan segera bangkit dari duduk nya. Shuwan sendiri masih santai padahal Ir Ron dan Chengsi sudah menodongkan senjata.
Tanpa ada yang tahu, Shuwan sendiri sudah memegang senjata nya. Ia nampak santai berbeda dengan Liu Luo dan Wu Yan yang sudah berdiri dengan pistol di tangan mereka.
"oh? Se terkenal itu kah? " Tanya Shuwan datar, lalu mengangkat sudut bibir nya membentuk seringai iblis.
Dorr
Dorr
Shuwan sudah mengangkat pistol nya dan melepaskan peluru ke arah jantung mereka ber dua. Tampak mereka ber dua terbelalak, dan seperti nya suara tembakan menarik perhatian semua orang.
"Habisi mereka! " Ucap salah satu dari penyeludup itu memprovokasi, segera pertempuran tak terelakkan.
Dorrr
"Awas! "
Greeepp
Peluru melesat cepat hendak menembus jantung Shuwan. Namun bukan nya merasa sakit, Shuwan justru merasa hangat di seluruh tubuh nya.
"Kau?! " Saat Shuwan menengok ke belakang, ternyata Liu Luo memeluk Shuwan sehingga Liu Luo lah yang terkena tembakan itu.
Bertepatan dengan itu, jalan keluar sudah bersih dan tinggal beberapa langkah lagi menuju pintu keluar.
"Bos?! " Wu Yan panik kala melihat luka tembakan terdapat di dada kiri Liu Luo. Segera ia ikut membantu Shuwan memapah Liu Luo.
Klikk
Duaaaarrrrr
Begitu keluar dari pintu gerbang, Shuwan segera menekan tombol untuk menghidupkan bom. Tepat saat mereka akan memasuki mobil, bom pun meledak menghancurkan gedung tua itu.
Setelah di mobil, Liu Luo menggenggam erat tangan Shuwan. Wu Yan segera naik ke kursi pengemudi dan melajukan nya ke rumah sakit terdekat.
***
Ruangan begitu hening, bau obat-obatan menyeruak di indra penciuman. Ruangan dengan dinding berwarna putih dan abu-abu itu menjadi saksi bisu betapa lemah nya seorang Leader Mafia Ice Tiger.
"Beruntung peluru nya tidak mengenai jantung dan meleset ke bahu kiri. Tuhan masih menyayangi nya" Begitu lah kira-kira ucapan Dokter yang membuat Shuwan serta Wu Yan bernafas lega
Setelah keluar nya dokter yang memeriksa, segera Shuwan dan Wu Yan menerobos masuk ke ruang rawat.
Terlihat lah seorang pemuda dengan infus di tangan nya serta alat bantu pernafasan berupa selang di hidung nya.
"Nona ini sudah sangat larut! apa anda akan menginap? Atau kah pulang? Anda terlihat lelah"Tanya Wu Yan saat melihat wajah Shuwan yang sedikit pucat.
Memang terdengar mengusir, namun percaya lah Wu Yan tak seperti itu. Terlihat Shuwan yang sesekali mengusap wajah nya untuk menghilangkan kantuk.
" Tidak! Aku akn kembali saja, masi banyak pekerjaan yang harus ku lakukan, boleh ku pinjam mobil mu? " Tanya Shuwan menatap Wu Yan, ini adalah kata terbanyak yang Shuwan ucapkan kepada Wu Yan.
"Emm baiklah" Wu Yan memberikan kunci mobil itu pada Shuwan, dan segera di Terima oleh Shuwan.
"Besok aku akan datang! Jika dia bangun sampaikan Terima kasih ku dan permintaan maaf ku" Ucap Shuwan lagi seraya tersenyum tipis namun masih terlihat oleh Wu Yan. Tertegun sejenak akibat senyum itu, Wu Yan segera sadar dan berkata...
"Baiklah nona! Mari ku antar"
"En tak perlu" Shuwan pun segera keluar dan segera ke mobil.
Saat sudah di dalam Mobil, Shuwan berkali-kali menghela nafas lelah. Ia tak menyadari sesuatu dan malah melajukan mobil itu dengan kecepatan yang terbilang lambat.
Tikk
Tikk
'Suara apa itu? 'Batin Shuwan lalu menepikan mobil nya dan mencari sumber suara seperti hitung mundur tersebut.
'Ah ini?! 'Shuwan terbelalak kala melihat benda kecil di tangan nya.
Tikk
Duaaaarrrrr
Baru Shuwan hendak memmbuang benda yang tak lain ialah Bom. Namun naas, hitung mundur selama dua jam itu sudah di detik-detik terakhir. Akibat nya Bom itu meledak tepat di tangan Shuwan.
'Aku mati? Hahaha tak kusangka akan secepat ini, Kalau tahu akan seperti ini lebih baik aku menginap tadi. Ah sudah lah' Batin Shuwan tertawa miris, setelah nya gelap dan hampa.
...----------------...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orang care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan b
blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6289670108559 (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. )