Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 125: Hantu?



'Apa pun rencana mu Tuhan! Aku harap itu bukan lah hal buruk' Lanjut Shuwan dalam hati, dia memang tak begitu mempercayai keberadaan Tuhan karena takdir yang menimpa nya sejak kecil.


......................


Sudah memasuki hari ke-tiga Shuwan belum membuka mata karena memulihkan tenaga nya dengan bermeditasi di atas peraduan.


Beberapa kali Chen melihat kondisi Shuwan yang kian membaik, namun di sisi lain ia merasa tidak bisa membiarkan Shuwan pergi jauh dari nya.


Hingga dia bertekad untuk menahan Shuwan sementara sampai Shuwan merasakan rasa yang sama dengan rasa yang Chen rasa kan.


'Aku tahu ini Cinta... Karena itu lah aku tak ingin kehilangan cinta pertama ku, dan akan ku jadi kan cinta terakhir ku. Kini hingga seterus nya' Batin Chen menatap lembut Shuwan yang masih bermeditasi.


Ya. Ternyata menggunakan Qi saat itu tidak membuat Shuwan mengalami kerusakan seperti yang Jiancheng kata kan.


Hanya saja entah bagaimana, Qi milik Shuwan berkurang drastis seperti ada yang menghisap nya. Dan Shuwan menyangka kalau itu Resiko yang dia Terima.


Jiancheng sendiri hanya bisa diam tanpa banyak bicara, ia sebenar nya cukup bingung karena seharus nya Qi Shuwan tidak menghilang sebanyak itu.


Namun Jiancheng tak bisa berbuat apa pun selain memantau perkembangan Shuwan. Termasuk mengikis perlahan-lahan segel yang menahan kekuatan Shuwan.


Kelopak mata cantik itu bergetar sedikit sebelum akhir nya terangkat dan membuka. Menggerakkan bola mata nya ke kanan dan kiri.


"Tidak ada orang... Kenapa aku merasa seperti ada seseorang di sini tadi? " Gumam Shuwan merasa aneh, tanpa sadar tangan nya terangkat mengusap tengkuk nya.


'Apa kah ada hantu? Tidak mungkin!? 'Shuwan menyangkal pemikiran nya yang begitu aneh, meski ia masih bingung dengan kejadian yang baru saja ia alami.


Shuwan bangkit dari duduk nya lalu melakukan peregangan otot hingga terdengar suara pergeseran tulang dan sendi.


Setelah itu Shuwan menghilang dalam kekosongan dan kembali muncul dengan pakaian baru yang tetap terlihat sederhana.


Dia memakai Hanfu biru laut dan menyanggul rambut nya dengan asal bahkan tanpa tusuk rambut.


Selepas itu dia melangkah kan kaki nya keluar dengan pedang yang menggantung di pinggang.


Swooossshh


Tiba-tiba Jiancheng berada di hadapan nya seraya membelai dagu sendiri. Wajah Jiancheng seperti sedang menilai sesuatu.


"Seharus nya setelah kau bermeditasi beberapa waktu lagi akan cukup untuk membuka segel itu" Ucap Jiancheng membuat langkah Shuwan yang ingin membuka pintu terhenti.


"Huft! Merepotkan" Umpat Shuwan merasa kesal lantaran membuka segel itu sangat sulit dan dia merasa terbeban kan.


"Jika membuka segel itu mudah, mungkin akan banyak kultivator hebat"Jiancheng mencibir karena menangkap maksud umpatan Shuwan tadi.


Sedangkan di sudut yang gelap sana sepasang mata hijau tampak memperhatikan kegiatan Shuwan dengan ekspresi aneh.


" Dengan siapa dia bicara? "Gumam Chen, dia adalah Chen yang bersembunyi saat melihat Shuwan membuka mata.


Chen merasa aneh melihat Shuwan yang berbicara sendiri, meski ia dapat merasakan aura asing di sekitar Shuwan.


Namun tetap saja! Tak mungkin gadis itu bebicara dengan hantu-Kan?


Sedangkan Shuwan masih santai berdiri di ambang pintu. Kepala nya menoleh sedikit ke belakang, melirik tenang guru nya.


" Jadi kapan aku bisa membuka Segel itu? "Tanya Shuwan dengan tidak sabar, Jiancheng menghela nafas lalu berkata...


" Secepat nya"


"Kapan? "


"Sekarang.... Mungkin!? " Jawab Jiancheng dengan ragu, sebenar nya Shuwan sudah bisa membuka segel itu.


Hanya saja Jiancheng sengaja memperlambat proses agar Shuwan memiliki banyak waktu untuk pendekatan.


"Benar kah? " Tanya Shuwan dengan wajah yang sedikit cerah, namun tersembunyi kan dengan baik.


"Huft! Jika kau mau aku akan membantu mu" Tutur Jiancheng menghela nafas karena menurut nya saat ini Shuwan harus segera berpindah posisi.


"Kau sendiri tahu di mana tempat yang memiliki Qi padat kan!? "


"...." Shuwan merasa ucapan Jiancheng bukan lah pertanyaan tapi semacam meminta pendapat sehingga Shuwan hanya membalas nya dengan anggukan.


Merasa tidak ada lagi yang menarik, Chen pergi karena harus menyelesaikan beberapa urusan nya yang lain.


Tepat setelah kepergian Chen, Shuwan mengganti arah lirikan nya. Melirik dengan tenang ke sudut ruangan, tempat yang terdapat cahaya remang-remang.


"Siapa kau? " Tanya Shuwan dengan wajah yang memancarkan ketenangan.


Sreettt


Sosok yang berada di sudut itu melangkah keluar dengan senyum tipis yang terlihat mengerikan.


"Oh? Jadi, ada keperluan apa yang mulia datang? " Tanya Shuwan menarik sebelah sudut bibir nya.


Sosok itu menyeringai, merasa tertarik dengan sifat Shuwan yang begitu tenang bahkan cenderung tidak peduli.


"Seperti nya kau sangat berharga bagi putra mahkota sehingga dia sangat memperhatikan kenyamanan mu!? " Nada yang terlontar terdengar seperti sindiran, bukan pertanyaan namun Shuwan mengangkat satu alis nya.


"Benar kah? Aku tidak tahu kalau itu bisa di anggap sebagai bentuk perhatian" Sindir Shuwan halus namun nada terdengar seperti mencibir meski di sembunyikan sedemikian rupa.


'Gadis ini sangat licik, dari mana Li Chen mendapat kan nya? 'Batin sosok itu kembali menyeringai.


"Aku tidak mengatakan kalau itu adalah bentuk perhatian! Mungkin itu hanya bentuk kepedulian, atau kau tahu alasan nya? " Tanya sosok itu tersenyum licik.


"Aha? Bagaimana jika itu memang bentuk perhatian? Apa semua ini memiliki kaitan dengan mu yang mulia? " Shuwan kembali tersenyum miring, meski ia tahu kalau ucapan nya tadi bisa menjadi boomerang.


"Ck-ck-ck Tentu saja ini memiliki kaitan, hanya saja kau tak perlu tahu! " Nada yang terdengar kali ini begitu dingin, dan Shuwan dapat merasakan jejak kemarahan di sana.


"Sayang nya aku harus tahu, Atau yang mulia Kang De An ingin menyembunyikan rahasia? " Tanya Shuwan seraya berbalik menatap dingin laki-laki bermata kuning di hadapan nya.


Ya. Sosok itu adalah Kang De An, sosok yang menyerang Kekaisaran Zhao beberapa waktu lalu.


Kang De An tersenyum tipis mendengar ucapan Shuwan yang terkesan menuduh. Namun ia sama sekali tak menyangkal nya.


"Jika aku memang berniat menyembunyikan rahasia, apa ada kaitan nya dengan mu? " De An bergerak mendekat ke arah Shuwan dan memajukan wajah nya tepat ke telinga Shuwan.


"Kau tahu? Aku begitu tertarik dengan gadis licik seperti mu" Lanjut De An seraya meniup lembut lubang telinga Shuwan.


'B*jingan kecil ini! 'Shuwan mengumpat merasa jengah dengan perbuatan tak sopan De An.


Sreettt


Shuwan menarik langkah mundur lalu kembali menatap dingin laki-laki di hadapan nya yang memberikan tatapan jahil.


...----------------...


Hai....!


Apa kabar?


Harus baik dong ya!!!


Jangan lupa LIKE!!


WA: +6282123981798


IG: @lrnrrhmnia1412


Email: rahmanialiranur@gmail.com


Selalu dukung author!!!