
'Apa yang kau fikir kan Kang De Lu!!?? Dia adalah musuh mu, kenapa kau khawatir dengan nya!! Ingat lah bahwa sahabat mu telah mati!!! 'Teriak De Lu dalam benak nya tanpa suara, namun siapa yang menyangka?
Sekuat apa pun mencoba tak peduli, rasa khawatir tetap berada dalam hati terkecil nya. Hati nya mulai gusar karena tidak bisa memilih.
......................
Trang
Chen berusaha menghindar dan menepis serangan Di Sin yang begitu akurat. Sesekali pedang Di Sini memberikan goresan pada tubuh Chen ketika Chen lengah saat menghindar.
Tubuh Chen terdapat beberapa luka yang masih basah, namun tidak berakibat fatal karena kemampuan Chen dalam menghindar cukup baik.
Namun di beberapa bagian juga terdapat luka yang cukup fatal, seperti luka tusukan di bahu kiri. Hampir menyentuh jantung jika saja Chen tidak mampu menghindar.
Di Sin menghunus kan pedang nya sehingga Chen yang tidak sempat menghindar pun mendapat luka tusukan ringan di perut. Chen mengernyit kan dahi nya.
'Padahal dia bisa membunuh ku kapan pun dia mau, kenapa tidak melakukan nya? 'Batin Chen dengan tatapan bingung namun hanya di balas wajah datar oleh Di Sin. Meski Di Sin mengerti alasan kebingungan Chen saat ini.
Chen menyerong kan tubuh nya ke samping kiri lalu mencoba melayang kan pukulan kepada Di Sin. Dia dengan sengaja mengalirkan Qi ke kepalan tangan nya.
Happ
Namun siapa yang menyangka kalau Di Sin akan menangkap tangan kiri Chen tersebut. Lalu tiba-tiba Di Sin mengangkat tangan Chen sehingga tubuh Chen melayang ke udara.
Swooossshh
Brruuaakkhh
Di Sin membanting tubuh Chen ke tanah dengan hentakan keras. Membuat punggung Chen yang memang sudah terluka semakin parah.
Krakkh
'Akh aku dapat merasakan tulang ku yang patah' Batin Chen meringis seraya menyentuh bahu nya pelan kemudian mencoba berdiri.
Sreettt
Namun belum sempat Chen menegakkan punggung nya dengan benar, Tiba-tiba Di Sin berada di belakang Chen seraya melayangkan tendangan ke punggung Chen.
Duakkh
Krakkh
Brukkhh
Chen kembali jatuh tersungkur di buat nya, kali ini Chen memuntahkan seteguk darah segar. Dia menggunakan kedua tangan nya sebagai penopang tubuh.
Hampir tidak bisa bangkit kembali, dia benar-benar akan mati jika terus seperti ini. Dia menatap ke arah Di Sin guna mencari celah.
Terdapat getar dalam manik mata De Lu, namun ia mencoba menekan nya dengan menggertak kan gigi dan membuang wajah ke samping.
Sreettt
Seketika Di Sin berdiri di sisi Chen yang sedang berusaha bangkit dengan susah payah. Dan dengan tanpa perasaan dia.....
Brukkhh
Krakkh
"Akhh" Chen menjerit kesakitan saat punggung nya di injak oleh Di Sin. Chen mengepalkan tangan nya dengan erat seraya mengumpulkan kekuatan.
Jjrrkkk
Sedang kan Di Sin semakin menekan punggung Chen saat melihat Chen masih tidak menyerah. Ada perasaan bersalah yang muncul di hati nya.
Terlihat tangan kanan Chen yang berusaha menggapai pedang yang tergeletak tak jauh dari sana. Melihat hal itu, dengan segera Di Sin menendang pedang tersebut dengan kaki kiri nya.
'Qi ku sudah hampir habis, sekarang hanya ini yang bisa ku lakukan' Lanjut nya dalam benak kemudian telapak tangan nya di arah kan ke tanah seraya merapalkan mantra.
"Teknik Dewa-Dewi-Pembekuan Kristal Abadi Tahap 1! " Ucap Chen secara tiba-tiba tanah yang menjadi alas topangan tangan nya berubah menjadi kristal berwarna hijau.
Seketika itu, apa pun yang menyentuh tubuh Chen berubah menjadi Kristal. Dengan segera Di Sin mengangkat kaki nya dan melompat menjauhi Chen.
Setelah itu Chen pun bangkit dengan tertatih-tatih. Dia menekuk kedua lutut nya dan mencengkram lutut nya dengan kedua tangan nya sehingga lutut nya menjadi topangan tubuh.
"Hah! Hah! Hah! " Nafas Chen tidak beraturan, dia hampir tidak bisa berdiri dengan benar.
Kemudian dia melangkah dan mengambil pedang nya, kemudian menancapkan pedang nya di tanah untuk menopang tubuh nya yang sakit.
"Seharus nya anda menyerah saja yang mulia Zhao! Sekeras apa pun Anda mencoba, saat ini anda masih lah jauh di bawah saya" Ucap Di Sin dengan raut wajah datar kemudian menatap Chen dengan tatapan menilai.
"Kalah atau menang hanya bisa di tentukan pada akhir pertarungan! " Ujar Chen yang kemudian menarik pedang nya dan kembali menerjang Di Sin.
"Teknik Angin-Mata Pedang Angin" Ucap Chen kemudian mengayunkan pedang nya dari kanan atas ke kiri bawah dengan gerakan menebas meski jarak nya masih sedikit jauh dari Di Sin.
Namun keluar cahaya energi dari pedang Chen yang kemudian bergerak mengikuti arah pedang Chen. Cahaya itu meluncurkan dengan cepat membuat Di Sin kagum dengan kegigihan Chen.
"Teknik Alam-Bara Pelindung" Ucap Di Sin kemudian muncul dinding yang tercipta dari bara sehingga serangan Chen tidak mengenai Di Sin secara langsung.
***
'Cukup! Aku tidak bisa membiarkan nya' Gumam De Lu dalam hati yang masih memperhatikan pertarungan Chen dan Di Sin.
Kemudian De Lu mengatupkan tangan nya sesaat lalu di buka kembali. Muncul pusaran angin yang perlahan membesar dan hampir melahap sekitar.
"Eh? " Di Sin terkejut dengan junjungan nya yang tiba-tiba mengambil tindakan. Namun pada akhir nya ia memilih mundur membiarkan De Lu melanjutkan.
Sementara itu Chen tampak menyilang kan lengan nya di depan wajah. Dia mempertajam indra nya yang lain dari mata.
"Maafkan aku Li Chen" Ucap De Lu yang kemudian melemparkan jarum berwarna perak.
Swooossshh
Jarum tersebut menusuk tengkuk leher Chen, namun tidake segera menampakkan dampak. Hingga De Lu pun segera pergi di ikuti Di Sin.
Bersamaan dengan itu pusaran angin yang De Lu ciptakan berangsur-angsur menghilang. Melihat sekitar yang sepi, Chen mengernyit kan alis nya.
Nnnggg
Seketika rasa pusing menyerang, hal terakhir yang ia ingat adalah bayangan De Lu yang pergi. Meski hanya terlihat samar-samar.
...[~Flashback Off~]...
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!