
"Cepat, kita harus membawa mereka ke bawah! " Ucap seseorang memakai pakaian berwarna ungu dengan balutan luaran biru.
"Sebelum mereka sadar, kita harus segera mengurus mereka! " Ucap yang lain nya dengan seringan gila nan jahat.
Mereka pun segera membawa Shuwan dan Chen melewati tangga yang menuju ke bawah tadi. Masing-masing dari mereka menggendong satu.
......................
Tess
Suara benturan air dengan besi terdengar menggema di sebuah ruangan yang minim cahaya. Terdapat satu tiang penyangga di tengah-tengah ruangan.
Di tiang tersebut terdapat Tiga orang yang sedang di ikat duduk. Dua orang laki-laki dan satu orang perempuan.
Sementara tak jauh dari ketiga nya, terdapat sekelompok orang yang sedang mencincang daging. Yang membuat nya mengerikan adalah, sebuah kepala manusia di gantung tak jauh dari mereka.
Bau darah menjadi aroma yang mendominasi di seluruh ruangan. Bahkan cairan merah berwarna darah serta organ dalam manusia tampak berceceran di mana-mana.
"Eungh" Lenguh seorang pemuda berpakaian putih sesaat sebelum kelopak mata indah nya terbuka perlahan.
"Sssttt" Mendengar lenguhan pemuda tadi, pemuda lain nya segera mengisyaratkan untuk tidak menimbulkan suara lebih.
"A-pa yang terjadi? " Tanya Pemuda yang melenguh tadi ternyata adalah Chen dengan manik mata hijau nya yang menelisik ke sekeliling.
"Sssttt jangan berisik!! " Ucap pemuda yang berdesis tadi dengan suara yang sangat pelan.
"Apa yang sedang terjadi? " Tanya Chen lagi kali ini dengan suara berbisik dan sangat pelan.
"Lihat itu! " Alih-alih menjawab, pemuda di sisi Chen justru mengarahkan Chen untuk melihat ke depan samping kanan mereka.
Degg
'Mengerikan' Satu kata itu yang terlintas begitu saja dalam hati Chen, melihat bagaimana para manusia memakan manusia.
Chen memejamkan mata nya erat mencoba melepaskan ikatan di tangan nya menggunakan Qi. Tetapi Chen justru sama sekali tidak dapat merasakan Qi nya.
Meski tidak terlihat panik, tapi kernyitan di dahi nya menyatakan bahwa Chen tengah mengalami kesulitan serta kebingungan.
"Mereka membuat Formasi pada tali nya sehingga kau tidak bisa menggunakan Qi selagi masih terikat tali itu" Seolah mengerti arti dari kebingungan Chen, pemuda itu menjelaskan dengan singkat.
"..... " Mendengar hal ini Chen terdiam, lalu dia teringat sesuatu yang penting namun hampir terlupakan.
"Shuwan!! " Pekik Chen pelan seraya mengedarkan pandangan nya, lalu dia sedikit bernafas lega saat melihat gadis yang masih memejamkan mata di samping kiri nya.
"Tenang saja! Gadis itu akan bangun beberapa saat lagi" Lagi-lagi tanpa di minta pemuda di sisi Chen kembali menjelaskan.
"Kenapa kau juga terjebak di sini? " Tanya Chen pada akhir nya seraya melirik sisi kanan nya.
"Dua hari yang lalu aku tersesat di hutan yang mengerikan, lalu saat melihat desa tentu nya aku singgah di desa ini. Tapi sehari setelah tinggal di kediaman ini, aku justru bangun di tempat ini" Jelas pemuda itu singkat namun terdapat tatapan menyesal di dalam nya.
"Kau sendiri? " Tanya pemuda itu balik kepala Chen.
"Hampir sama seperti mu, hanya saja aku berdua dengan gadis di sebelah ku" Balas Chen kemudian terdiam, lalu Chen kembali mengangkat suara...
"Boleh ku tahu, siapa nama mu? " Tanya Chen sopan karena memang terbiasa di ajar kan sopan santun sedari usia belia.
"Hua Feiye dari dunia Tengah" Ucap pemuda itu mengaku sebagai salah satu anggota keluarga Hua.
"Lalu siapa nama mu? " Tanya Feiye balik kepada Chen.
"Li Chen dari Kekaisaran Zhao" Balas Chen tanpa menyebut nama keluarga nya lalu Chen melanjutkan...
"Gadis di sebelah ku bernama Shuwan" Lanjut Chen singkat kemudian mereka berdua terdiam memikirkan cara untuk melarikan diri.
Kedua nya tidak sadar bahwa sedari awal Shuwan hanya menutup mata nya, kesadaran nya sama sekali tidak terenggut sejak awal.
'Keluarga Hua? Kenapa dia bisa berada di sini? 'Batin Shuwan bingung namun memilih acuh karena saat ini bukan itu yang terpenting.
Mereka bertiga dapat mendengar obrolan sekelompok orang yang sedang mencincang manusia tadi. Sesekali mereka menggigit daging manusia yang masih mentah.
'Pemakan manusia ya? 'Tanya Shuwan dalam hati tanpa rasa takut.
Sreettt
Terdengar suara robekan samar, rupa nya sedari tadi Shuwan sedang berusaha memutuskan tali yang mengikat tangan nya.
"Oh? Kalian sudah bangun ya? "
Degg
Degg
Degg
Suara pertanyaan dari salah satu sekelompok orang itu berhasil membuat degup jantung Chen dan Feiye semakin kencang.
Mereka berdua saling melempar pandangan dengan wajah ngeri saat salah satu orang dari sekelompok orang itu mulai berjalan mendekati mereka.
***
"Kau sudah menemukan keberadaan nya? " Tanya Wei Tianzi yang sedang duduk di kursi kebesaran nya.
"Saya sudah menemukan nya Tuan! "Jawab Xiao Guang membungkuk dengan satu kaki layak nya seorang ksatria.
" Jadi...? "Tanya Wei Tianzi lagi seraya mengernyit bingung, kalau sudah menemukan laku tunggu apa lagi? Seperti itu lah kira-kira arti tatapan nya.
" Gadis itu memasuki sebuah Desa terlarang di dunia tengah, saya akan datang ke sana saat dia berada di masa sulit "
Mendengar hal ini Wei Tianzi mengernyit kan alis nya samar. Dia menatap rumit bawahan nya yang masih berlutut.
"Kau ingin bertindak seperti penyelamat? " Tanya Wei Tianzi dengan wajah aneh saat melihat Xiao Guang tersentak.
"Tidak tuan! Tapi ketika berada di masa sulit, gadis itu akan sedikit bergantung sehingga dapat saya jebak" Jelas Xiao Guang dengan singkat, dan Wei Tianzi hanya mengangguk kah kepala nya saja.
"Waktu mu hanya tersisa Dua Puluh Hari saja Xiao Guang!!! " Wei Tianzi menekan setiap kalimat nya, tak lupa aura membunuh yang sengaja di keluarkan membuat Xiao Guang sedikit gemetar.
"Baik yang mulia!! " Balas Xiao Guang dengan yakin dan penuh tekad. Namun masa depan tak ada yang tahu, hanya sang Pencipta lah yang tahu takdir mereka semua selanjut nya.
......................
Author mau promosi sebentar.....
Jangan lupa mampir di karya author yang lain, salah satu karya terbaru author adalah
-WEST FRONTIER-CUAN XING VILLAGE
Pada jaman Dinasti, dua orang ini sama-sama menjadi orang yang selalu mengikuti perang. Kedua nya memiliki gelar masing-masing, sang wanita mendapat gelar jendral Wanita pertama. Maka sang pria memiliki Gelar sebagai Raja.
Awal nya sang pria yang memiliki Gelar Raja Li mulai mendekati jendral wanita itu karena memiliki tujuan tersembunyi.
Sedangkan jenderal wanita yang bernama Huang Di Fei itu tidak tertarik sama sekali. Hingga perlahan waktu mulai membawa perubahan.
Kedua nya mulai menyadari perasaan saat sedang menjalankan tugas Di Perbatasan Barat-Desa Cuan Xing.
Namun suatu tragedi terjadi dan merenggut segala nya.
Pemeran Pria- Qin Li Zhen/Raja Li
Pemeran Wanita- Huang Di Fei/Jendral Muda Huang
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!