
"Hemm" Shuwan hanya berdehem tanpa minat membalas. Melihat ketidakpedulian Shuwan, Qiu mengerucut kan bibir nya.
"Kau sangat membosankan! "
......................
Menit-menit di lalui Shuwan dengan rasa bosan. Hingga puncak nya ia bangkit dari duduk nya dan membisikkan sesuatu kepada pelayan di belakang nya
"Katakan pada yang mulia, aku akan berada di taman Kekaisaran....."
"Baik Nona! " Jawab pelayan itu menbungkuk dan berlalu pergi setelah pamit undur diri.
"Kau ingin pergi kemana? " Shuwan menghentikan langkah nya saat Shen tiba-tiba berada di sisi mereka membuat Qiu terkejut namun tidak dengan Shuwan yang hanya acuh.
"Taman! " Jawab nya singkat lalu menghilang dari pandangan meninggalkan Shen dan Qiu yang terpaku dengan kemampuan teleportasi milik Shuwan.
'Seberapa hebat sebenar nya diri mu Shuwan?' Batin Shen mengasihi diri nya sendiri yang sangat lemah jika di bandingkan dengan Shuwan.
Meninggalkan Shen dan Qiu, Kini Shuwan berada tepat di taman Kekaisaran sendirian. Mencengkram erat dada kiri nya dengan dahi berkerut.
'Sakit dan dingin' Batin Shuwan merasa tak sanggup menahan rasa sakit nya.
Ia menggigit bibir menahan suara nya yang tercekat, berusaha agar tidak merintih atau berteriak.
Brukkhh
Shuwan jatuh bersimpuh dengan bibir membiru, sebisa mungkin ia menahan rasa dingin itu dengan Qi panas nya.
Setelah di rasa sedikit stabil, Shuwan memperbaiki posisi nya dan segera berdiri. Mencari pohon untuk di singgahi.
Berkeliling dan sesekali bertemu dengan prajurit atau pelayan yang menunduk kan kepala saat melihat nya.
Langkah Shuwan terhenti tepat di sebuah pohon dengan dedaunan yang rimbun. Ia segera duduk di bawah pohon itu dan menyenderkan punggung nya.
Merasa nyaman, Shuwan memejamkan mata nya menikmati semilir angin yang menerbangkan anak rambut nya.
Sekilas bayangan Fu Lee terlintas di pikiran nya. Segera ia menggelengkan kepala nya menngusir bayangan itu.
Bukan karena ingin melupakan, hanya saja ada baik nya ia mengistirahat kan pikiran sejenak. Mencoba mengalahkan Ego dengan Logika.
Namun hati nya sangat keras melebihi kepala nya. Kembali bertekad untuk mendapatkan apa yang ia mau, tak peduli dengan hal lain.
"Huft! " Shuwan menghela nafas lalu membuka mata nya merasa seseorang mendekat.
"Tidak baik seorang Nona Muda duduk tanpa alas! " Tutur seseorang yang Shuwan tidak tahu siapa hanya saja dari suara nya Shuwan tahu kalau seseorang itu adalah Laki-Laki.
"Ku rasa itu tak ada urusan nya dengan mu! " Shuwan hanya menjawab dengan malas seolah perkataan itu sudah biasa ia dengar. Memang begitu ada nya!
Laki-laki itu tersenyum miring melihat reaksi perempuan di hadapan nya. Rasa penasaran menelusup begitu saja dalam jiwa tanpa di minta.
"Tapi ini istana ku, siapa yang tahu jika orang-orang di luar sana akan beranggapan kalau Istana Zhao tidak memiliki Alas yang cukup layak untuk duduk" Tutur Chen, ya pemuda itu adalah Chen yang sebenar nya ingin kembali ke kediaman karena merasa lelah.
Mendengar hal itu Shuwan menoleh menatap dingin Chen yang juga menatap nya datar. Mereka ber dua sama-sama merasa sedikit terkejut.
Shuwan tak menyangka kalau seseorang ini adalah Chen, begitu pun dengan Chen yang tak menyangka kalau gadis yang membuat nya penasaran adalah gadis yang di cerita kan adik nya.
Mereka saling bertatapan sejenak sebelum akhir nya Shuwan memalingkan wajah dan kembali menatap ke depan meski dalam hati ia berdoa agar Chen tak mengingat kejadian semalam.
'Dia tak takut dengan tatapan ku? Cukup lumayan' Batin Shuwan menyeringai, sejenak ia melupakan sakit dan dingin yang tadi sempat ia rasa kan.
'Gadis ini sangat acuh, persis seperti yang Shen cerita kan. Dan dia. juga cantik.... Em sangat, mungkin!' Chen pun sama-sama membatin menatap lekat perempuan di hadapan nya saat ini.
"Bisa kah kau alihkan pandangan mu itu yang mulia, itu sangat mengganggu! " Tukas Shuwan tanpa menatap Chen.
"Oh begitu kah? " Chen tersenyum kecil di wajah tampan nya. Shuwan yang merasa jengkel pun menatap kesal wajah tampan Chen. Terpaku sejenak melihat senyum yang masih terlukis indah di wajah rupawan Chen.
Harus Shuwan akui kalau Chen sangat lah mempesona melebihi siapa pun. Manik mata hijau Chen seakan menghipnotis siapa pun yang menatap nya.
Dan dengan berat hati Shuwan mengakui hal itu!
"Hei Nona! Aku tahu aku tampan, kau tak perlu menatap ku seperti itu" Dapat di lihat seringaian di wajah Chen ketika Shuwan terpaku menatap nya.
Tatapan yang mula nya kesal itu berubah menjadi datar saat dengan kepercayaan diri tinggi Chen memuji diri nya sendiri.
'Memang tidak ada yang salah, sih! '
Begitu lah kira-kira isi pikiran Shuwan saat mendengar penuturan Chen. Namun tak ingin kalah tergoda, Shuwan menarik sudut bibir nya.
Cantik! Hanya kata itu yang akan terlintas di benak setiap orang yang melihat nya saat ini. Tak menampik bahwa Chen pun begitu.
"Aku tahu aku cantik, kau tak perlu melihat ku seperti itu! " Sarkas Shuwan membalikkan ucapan Chen tadi.
Chen terpaku mendengar ucapan Shuwan namun akhir nya menggeleng samar seraya tersenyum kecil.
***
Saat ini Yixuan sudah berada di perbatasan Kekaisaran, sesuai janji nya dengan Junsi semalam.
Ya, semalam Junsi menghubungi nya melalui telepati untuk kembali berkumpul di perbatasan, dan Yixuan yang tak ingin repot pun menggunakan teknik teleportasi.
Namun karena bosan, Yixuan memilih untuk memasuki hutan yang ia tak tahu nama nya. Hanya saja ia ingin sekedar berjalan-jalan mengisi kekosongan waktu.
Roaaarrrrhh
Tetapi saat ia sedang melangkah santai, Tiba-tiba ia mendengar suara auman yang cukup keras untuk di dengar.
Karena penasaran ia pun mencoba pergi ke arah sumber suara. Melalui kemampuan nya ia tahu kalau di depan sana ada beberapa orang.
Dan karena hati nya yang baik, ia memilih untuk menyelamatkan orang-orang itu. Meski sedikit malas!
Dia terdiam sejenak di atas dahan pohon seraya memandang datar pertunjukan di hadapan nya. Di mana sekelompok orang yang saat ini berhadapan dengan Seekor Harimau putih.
Harimau itu adalah Beast tipe Spirit yang berada di tahap King Bintang 8. Cukup kuat jika harus menghadapi mereka yang bukan Kultivator.
"Ukh! Menghindar Nona! " Teriak seorang pria paruh baya seraya menghalau serangan harimau itu yang mengarah pada seorang gadis cantik.
"Ahh! Hati-hati Paman! " Ujar sang gadis yang di sebut nona tadi.
Sreettt
Pria paruh baya tadi terkena cakaran harimau di lengan kiri nya. Namun dia segera mengayunkan pedang, seperti nya ia adalah satu-satu nya Kultivator di sini.
"Semburan Api! "Teriak pria paruh baya itu seraya menyemburkan api dari mulut nya, sementara yang lain tampak menyingkir.
" Lemah! "Gumam Yixuan lalu berdecih pelan melihat kemampuan pria paruh baya itu.
Swooossshh
Roaaarrrrhh
Harimau itu berhasil menghindari serangan sang pria, lalu harimau itu kembali mengaum dan menggoyangkan ekor nya.
Slaassshh
Goyangan ekor itu menciptakan hembusan angin yang berhembus cukup kencang. Mereka semua tampak menahan diri sendiri agar tak terhempas.
" Aahkkk!! "Teriak gadis cantik tadi karena pegangan nya terlepas.
"Nona!!! " Mereka semua ikut berteriak melihat nona mereka dalam bahaya.
Sreettt
Greepp
Tapp
Tiba-tiba nona mereka menghilang dan muncul kembali di atas pohon dengan Yixuan yang merengkuh pinggang nya.
...--------...
Hai.....!
Ketemu lagi nih setelah sekian lama....
Aaahkk akhir nya HP author selesai di operasi wkwk...
Jangan lupa dukung author selalu yaaa
LIKE karena LIKE itu GRATIS!!!!
See You Next Time~~