Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 60: Kecemasan Tak Beralasan



Dan di sini lah ia berada, duduk ber dua bersama orang yang di cintai nya. Mereka duduk di tepi danau yang sejuk dengan tangan yang saling bertautan.


..........................


"Apa kau tahu? Aku selalu menatap langit dan berharap kau ada di sisi ku saat itu" Ucap Seorang pemuda yang sedang duduk di tepi danau bersama seorang gadis.


"Benarkah? Kau tahu? Aku pun selalu menatap langit karena merasakan sesuatu yang aneh di hati ku" Jawab Gadis di sebelah pemuda itu, perkataan sang gadis tentu membuat pemuda itu tersenyum.


"Lin Lin, bagi ku kamu bagaikan bulan" Ucap pemuda itu membuat gadis yang di panggil dengan nama Lin Lin bingung.


"Kenapa? "


"Karena kamu membawa cahaya di gelap nya malam, dan menuntunku keluar dari kegelapan" Ungkap pemuda itu membuat sang gadis merona.


"Oh astaga! Gadis itu mencubit lengan kekar sang pemuda, mereka pun tertawa bersama.


" Oh apakah kaau tau kak? Bagi ku kamu adalah udara "Ucap gadis itu setelah berhenti tertawa, sementara Pemuda itu mengangkat sebelah alis nya.


" Kenapa? "


"Karena tanpa udara aku tak bisa hidup, begitu pun aku tak bisa hidup tanpa mu" Jawab gadis itu, meski terdengar seperti candaan namun itu mampu membuat senyum lebar terluas di wajah tampan Fu Lee.


Yap. Pemuda itu adalah Fu Lee, dan gadis itu adalah Shuwan. Mereka memang memendam perasaan masing-masing namun masih enggan untuk saling mengungkapkan.


"Oh apakah kau malu kak? " Goda Shuwan saat melihat Lee yang terlihat salah tingkah.


"Hush! Diam lah Lin Lin, kau nakal! " Ucap Lee sambil tersenyum kaku membuat Shuwan tertawa lucu.


"Hihihi~Aku merasa seperti seorang pemuda yang sedang menggoda gadis nya" Gumam Shuwan seraya terkekeh, namun gumaman Shuwan masih terdengar oleh Lee sehingga membuat nya tambah malu.


"Ekhem ada yang ingin ku katakan pada mu" Ucap Lee serius membuat Shuwan ikut merubah raut wajah nya menjadi datar.


"Katakan" Ucap nya dingin.


"Aku adalah seorang jenderal, dan besok aku akan pergi berperang" Ucap Lee membuat Shuwan mematung, entah mengapa perasaan nya tak enak.


"Apakah harus? "


"Tentu, ini adalah tugas ku"


"Huft! Aku tak bisa melarang mu, aku hanya minta agar kau berhati-hati"


"Tenang saja, aku pasti akan kembali" Ucap Lee tersenyum membuat Shuwan ikut tersenyum.


Degg


Degg


Degg


Jantung mereka terus berdebar saat mereka saling bertatapan, namun mereka justru menikmati nya. Semilir angin menerbangkan anak rambut Shuwan membuat nya tampak mempesona, perlahan namun pasti ke dua wajah itu semakin berdekatan.


Cupp


Lee mengecup singkat dahi Shuwan membuat sang empu mematung. Hal ini di luar ekspektasi karena ia mengira akan seperti di film-film.


"Aku mencintai mu" Ucap Lee di iringi senyum manis nya.


"Aku tak memiliki alasan untuk tidak membalas Cinta mu" Jawab Shuwan membuat Lee melebarkan senyum nya.


"Terimakasih" Ucap Lee seraya meraih tangan Shuwan dan mengecup nya.


Lagi dan lagi Lee mendekatkan wajah nya ke wajah Shuwan yang memerah. Dan...


Cupp


Lagi dan lagi Lee hanya mengecup singkat dahi Shuwan seraya tersenyum manis melihat wajah Shuwan yang memerah.


"Aku tak akan merusak wanita yang ku cintai, bahkan jika hanya ciuman pertama nya" Ucap Lee setengah berbisik namun justru membuat Shuwan senang dengan ucapan Lee.


Malam itu sungguh du penuhi kenangan dan bunga-bunga asmara. Hingga malam semakin larut dan mereka terpaksa pulang, tentu *** pulang setelah mengantar kan Shuwan.


***


Pagi ini tak berjalan dengan semesti nya, hujan deras mengguyur ibu kota Kekaisaran Qin hingga dengan terpaksa pertandingan harus di undur.


Shuwan sendiri sedang duduk menatap langit yang sedang menangis dengan perasaan aneh. Xiaomi pun setia menemani nya duduk dengan tenang di sisi nya. Dengan di temani kurang kacang, Shuwan mengingat kejadian semalam yang membuat nya kembali merona.


Tiba-tiba sebuah telapak tangan mendarat di dahi nya dan tatapan Shuwan segera melirik pemilik tangan.


"Apa kau sakit Wan'er? Wajah mu memerah, sebaik nya kita panggil tabib" Ucap Xiaomi yang dengan cepat di bantah Shuwan.


"Ti-tidak aku tidak sakit, aku hanya.... hanya kepanasan, iya kepanasan" Jawab Shuwan dengan gugup membuat Xiaomi memiringkan kepala nya bingung.


"En-"


Jdaaarrr


Perkataan Shuwan terpotong oleh suara petir yang menggelegar, membuat Shuwan semakin resah entah karena apa. Sedangkan Xiaomi sedang menyumpahi petir yang membuat nya terkejut.


"Huft! " Shuwan menghela nafas tak mengerti dengan perasaan nya, entah kenapa kini ia merasa cemas dan khawatir akan sesuatu yang tidak ia ketahui.


'Ada apa sebenar nya? Kenapa aku khawatir? Dan kepada siapa? 'Batin nya bertanya-tanya dengan kepala yang di miring kan lalu jari telunjuk nya di letak kan di dagu.


'Apa yang terjadi dengan ku? Kenapa perasaan ku sangat tidak enak? Apa yang sedang terjadi? 'Shuwan kembali menatap langit yang terus mengeluarkan air mata, lalu tatapan nya teralih ke bumi yang basah.


'An Ri apa kau bisa mendengar ku? 'Tanya Shuwan Menelepati An Ri.


"Ada apa Lin Lin? Ada hal penting apa yang membuat mu repot-repot bertanya pada ku? "Pertanyaan dari An Ri mengandung sindiran di dalam nya membuat Shuwan sedikit terkekeh geli.


'Emm entah lah aku hanya bingung'


" Bingung kenapa? "


'Aku pun tak tahu'


"Kau ini sungguh aneh" Gerutu An Ri yang hanya di balas kekehan kecil oleh Shuwan.


Mereka pun mengobrol ringan lewat telepati dan perlahan Shuwan melupakan kecemasan tak beralasan nya. Namun kini An Ri pamit untuk tidur karena sangat mengantuk, sedangkan Shuwan tak berminat mengobrol dengan yang lain hingga keheningan melanda,


Tess


Tiba-tiba air mata jatuh begitu saja dari pelupuk mata Shuwan membuat Xiaomi bingung melihat nya.


"Wan'er ada apa? kenapa menangis? Apa ada yang mengganggu mu? " Tanya Xiaomi cemas.


"Ehm tak ada tenang saja"


"Tapi kenapa kamu menangis? "


"Itu aku kelilipan" Kilah Shuwan karena ia sendiri bingung kenapa ia menangis.


"Oh begitu"


"....."


Keheningan kembali melanda, perlahan Kaki Shuwan melangkah keluar dari kediaman nya membuat Xiaomi semakin bingung. Xiaomi memanggil manggil nama Shuwan namun hanya di acuhkan oleh Shuwan.


Shuwan keluar dari kediaman nya dan pakaian nya pun basah akibat air hujan yang terus mengguyur. Entah mengapa perasaan nya sedikit terobati saat hujan membasahi diri, ia pun mendongakkan kepala nya ke atas lalu memejamkan mata nya.


'Apa yang sebenarnya terjadi? 'Tanya nya dalam hati sambil terus mempertahankan posisi tadi tanpa memedulikan Xiaomi yang kini berjalan terpogoh-pogoh ke arah nya sambil membawa payung.


***


Sementara itu di lain sisi kini Fu Lee sudah membawa pasukan nya ke medan perang bersama Fu Hang. Wajah mereka terlihat serius di atas kuda masing-masing dengan pedang yang tergantung di pinggang mereka.


"Huft! " Helaan nafas kembali terdengar untuk kesekian kali nya dari mulut Fu Lee.


Entah mengapa firasat nya begitu buruk seolah akan terjadi sesuatu yang tidak dia ketahui. Ia berkali-kali menepis perasaan itu namun percuma saja, firasat nya kembali mengatakan untuk tidak berperang.


Mereka sudah berada di perbatasan Hutan Sembilan Pilar Neraka. Tempat masuk ke dunia Neraka, kerajaan iblis. Mereka sudah menyiapkan strategi untuk menyerang pertahanan Kerajaan iblis berharap dapat memperlemah pertahanan musuh.


Dan di sini lah mereka berada, di dunia Neraka lebih tepat nya sisi barat Kerajaan Iblis. Bersama kuda masing-masing mereka menyerang dan saling mengalahkan. Terus mengeluarkan teknik penghancur inti iblis, mereka tak gentar meski pasukan iblis jauh lebih banyak.


...----------...


Jangan lupa dukung author melalui...


Like


Vote


Rate


Favorit


Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....


Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.


IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)


WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)


FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')