
Dan mungkin mereka harus bersiap kehilangan nyawa besok, serta mempermalukan Kekaisaran. Sang putri pun seakan tidak peduli dan memilih melanjutkan kegiatan nya.
......................
Keesokan pagi nya Shuwan bangun lebih awal dari biasa nya. Ia pun segera memanggil Xiaomi, di lihat nya Xiaomi yang berjalan tergesa-gesa dengan raut wajah yang panik.
"Put-putri! Hosh Hosh Hosh" Nafas nya tak beraturan membuat Shuwan mengernyitkan dahi nya bingung.
"Ada apa? " Tanya Shuwan dan Xiaomi pun menarik nafas nya dalam dalam.
"Terjadi kegemparan di kediaman putri pertama karena putri pertama bangun dalam keadaan t*lanjang dan bersama dengan lima pengawal nya yang juga sama-sama t*lanjang! Kaisar meminta semua orang hadir di aula sekarang! " Ucap Xiaomi dengan satu tarikan nafas, pada awal nya Shuwan bingung namun ketika mengingat sesuatu, ia pun tertawa.
"Hahahahahaha!!! " Tawa Shuwan menggelegar membuat Xiaomi tertegun karena pertama kali melihat Shuwan tertawa seperti itu.
"Anu Apa ada yang lucu? " Tanya Xiaomi heran.
"Hahahhaha uhuk uhuk uhuk" Shuwan pun terbatuk-batuk dan kini memegangi perut nya yang terasa sakit.
"Aduh haha Tentu saja lucu! " ucap Shuwan seraya menyeka air mata yang sempat keluar dan mulai berhenti tertawa namun masih tersenyum kecil.
"....? " Xiaomi tidak menjawab, melainkan hanya menatap bingung Shuwan yang sedang senyum senyum sendiri.
"Yahh mungkin itu lah karma karena dulu selalu berbuat jahat pada ku, jadi cepat siapkan aku air mandi, kita tak mungkin melewatkan pertunjukan yang menarik" Ujar Shuwan bersemangat lalu Xiaomi yang sudah mengerti pun segera menyiapkan air mandi untuk Shuwan.
***
Brakkk
Kaisar Menggebrak mereka hingga meja tersebut terbelah menjadi dua. Semua orang yang berada di aula nampak menunjukkan ekspresi tegang.
"Huhuhu Ayah aku bersungguh- sungguh, aku hiks aku tidak berbohong!" Putri Lizan terus menangis meyakinkan ayah nya.
"Aku hiks aku di jebak ayah hiks hiks " Tangis Putri Lizan semakin nyaring, sementara permaisuri masih mencoba menenangkan amarah kaisar seraya menatap iba putri pertama nya.
"Ib-ibu percaya lah ku mohon, aku di jebak ak-"
"DIAM!! " Ucapan putri Lizan terpotong oleh bentak kan kaisar, sementara Putri Lizan langsung terdiam dengan nafas tercekat karena ini adalah pertama kali nya ia di bentak ayah kesayangan nya.
"Kau membuat ku malu, dasar anak tak tahu diri! " Desis Kaisar penuh penekanan dengan wajah yang menahan amarah, berbeda dengan Shuwan yang menampilkan wajah datar nya padahal dalam hati ia menahan tawa.
"Baca kan, Kasim Chu! " Ujar Kaisar melirik kasim pribadi nya.
"Atas kesalahan yang di lakukan tuan Putri pertama Lizan, dengan ini di cabut gelar nya dan di asing kan ke perbatasan wilayah timur Kekaisaran selama seumur hidup nya! " Ucap Kasim kaisar membaca kan titah, sedangkan kaisar tampak jatuh terduduk di singgasana nya seraya memijit pangkal hidung nya. Lizan semakin histeris di buat nya, di buang ke perbatasan berarti mencari mati.
"A-ayah ku mohon hiks percaya lah, aku di jebak hiks ayah! Ayah dengar kan hiks aku, ku mohon ayah! hiks Ibu percaya pada ku bukan? Ibuu ayahh! " Teriak Putri Lizan histeris saat di paksa kembali ke kediaman nya.
"Bawa dia pergi, aku tak ingin melihat wajah j*lang kecil ini lagi" Ucap Kaisar pelan namun masih terdengar semua orang membuat tubuh Lizan melemas dan menatap mereka semua dengan tatapan kosong. Lalu tatapan nya beralih ke adik nya, Putri Bailin yang kini memandang nya hina.
"Adik... " Lirih nya sendu.
"Cuih! Tak sudi aku memiliki kakak seorang j*lang seperti mu! " Sarkas Bailin seraya pergi meninggalkan aula karena kekecewaan nya.
'Kenapa? Kenapa jadi begini? Kenapa mereka tidak percaya pada ku? Kenapa mereka tak mendengar kan ku? Lihat saja, akan ku balas penghinaan ini! 'Batin Lizan seraya menatap tajam sang kaisar, hal itu tak luput dari pandangan Shuwan yang kini menyeringai.
'Hahaha~Lihat lah apa yang kau banggakan sekarang akan hilang satu persatu, seperti nya menarik bila membuat mereka saling berperang' Shuwan terus menatap Putri Lizan dengan seringai nya.
"Huft! Atas nama Lizan dan Kekaisaran Qin Zhen minta maaf atas hal memalukan ini! Sebaiknya kita segera pergi ke arena pertandingan untuk penentuan pemenang pertama" Ucap kaisar lantang.
Setelah kaisar menyelesaikan kalimat nya, para bangsawan dan anggota Kekaisaran lain mengucapkan turut prihatin akan hal ini meski dalam hati mereka menertawakan Kekaisaran Qin.
Pada akhir nya putri Lizan akan di Asingkan siang ini juga, tak ada yang mengantarkan nya karena semua sibuk untuk pertandingan final.
***
Sementara itu di penginapan Lien Hua terdapat Jinsu yang masih berleha-leha sambil sesekali melirik kakak nya yang belum juga sadar.
"Huft! Seperti apa rasanya kultivasi tidur? " Gumam nya karena dari yang Jinsu tahu, kakak nya sedang memulihkan tenaga dengan kultivasi tidur.
"Tuan muda, apa tuan muda tidak ingin menonton pertandingan nona muda hari ini? " Tanya Ar Ran, sedangkan Rui hanya diam saja di sisi Jinsu.
Mendengar hal itu Mata Jinsu terbelalak, bagaimana mungkin ia bisa melupakan adik angkat menyebalkan nya itu? Dia harus bergegas.
"Astaga aku lupa! Kalau begitu ayo cepat, atau kita akan terlambat!"Ajak Jinsu pada Rui dan Ar Ran.
" Sebaiknya saya menjaga Tuan Muda Junsi di sini, anda bisa pergi bersama Kak Ar Ran karena seperti nya dia menantikan pertandingan ini"Ujar Rui tak ingin ikut.
"Kenapa rasa nya kau tak pernah ingin ikut? " Tanya Jinsu karena Rui tak pernah mau ikut menonton pertandingan.
"Karena bagi ku itu sama sekali tak menarik" Jawab Rui seraya mengangkat bahu nya acuh.
"Huh! Terserah kau saja, lagi pula memang seperti nya Kak Ar Ran lah yang tertarik, ayo kak kita tinggal kan Rui agar dia kebosanan" Ucap Jinsu mendengus lalu menarik tangan Ar Ran keluar sedangkan Rui hanya tersenyum.
Mereka pun segera pergi ke arena pertandingan karena Hua Zeying ikut berkumpul di aula istana pagi tadi.
***
"Akhir nya kau menemui kami master, huhuhu aku sangat merindukan mu" Ucap Erlang seraya menyeka air mata yang sempat terjatuh.
"Sesibuk apa sih hingga kau melupakan kami? " Cibir An Ri dengan wajah datar.
"Kau sangat tega master, menelantarkan kami di tempat seperti ini! " Timpal Hu Ren seraya mendengus.
".... " Shuwan hanya menatap datar mereka semua lalu berjalan santai melewati mereka yang tercengang.
"Dasar! master bahkan kau lebih dingin dari teknik Es milik ku" Gerutu Shan Lan yang di setujui yang lain.
"Aku tidak tuli" Ujar Shuwan datar membuat Shan Lan memperlihatkan deret gigi nya.
Shuwan pun berjalan meninggalkan mereka yang sedang menggerutu tidak jelas, ia kembali ke tujuan nya yaitu ruang racun milik nya.
Ia memang membuat satu ruangan penuh dengan racun, dan kini untuk pertama kali nya ia membutuhkan salah satu di antara racun-racun tersebut.
Ia terus berjalan seraya mencari racun yang di butuh kan nya. Langkah nya berhenti di deretan racun kulit dan netra nya menangkap racun yang menarik.
"Hmm Seperti nya ini bagus" Gumam nya seraya menyeringai, ia pun mengambil racun tersebut dan melangkah keluar.
"Hu Ren! Aku memiliki tugas untuk mu! " Shuwan segera memanggil Hu Ren yang sedang duduk berkumpul dengan yang lain nya.
Mendengar ada yang memanggil nama nya, Hu Ren menoleh dan mendapati Shuwan tengah berjalan mendekati nya seraya mengatakan tugas.
"Aku ingin kau tabur kan bubuk ini di pakaian yang akan di bawa oleh Lizan" Ucap Shuwan seraya menyerahkan botol racun pada Hu Ren.
"Untuk apa ini? " Tanya Hu Ren seraya mengernyit.
"Kau akan tahu" Shuwan tersenyum miring yang membuat Hu Ren mengerti sekaligus takut.
"Baiklah, kau bisa mengandalkan ku" Ucap Hi Ren dengan keyakinan yang kuat.
"..... " Shuwan sendiri hanya mengangguk saja lalu mata nya beralih ke Erlang yang sedang menyimak pembicaraan mereka.
"Ikuti Lizan hingga ke tempat pengasingan nya, pastikan agar tak ada seorang pun yang mau dekat dengan nya. Terus awasi sampai aku mendatangi nya nanti" Ucap Shuwan pada Erlang dengan wajah serius.
"Baik master, anda dapat percaya pada ku! " Jawab Erlang dengan bersemangat karena sudah lama sekali ia tidak melihat dunia luar.
"An Ri aku ingin kau mengawasi gerak-gerik permaisuri Juan dan Putri Bailin, pastikan apa saja yang mereka lakukan dan segera laporkan pada ku" Tanpa menunggu jawaban, Shuwan segera menghilang dari hadapan mereka karena kereta kuda nya sudah sampai di arena pertandingan.
"Huh! Baiklah" An Ri hanya bisa mendengus kesal namun tetap mengikuti permintaan Shuwan.
Mereka pun pergi menjalankan tugas masing-masing meninggalkan Shan Lan yang tidak mendapat tugas sama sekali.
***
" Hiks hiks hiks kenapa? Hiks huhuhu aku hiks aku telah hiks telah kehilangan hiks se-semua nya hiks hiks kenapa?" Lizan terus menangis tersedu-sedu seraya merapikan pakaian nya karena tak ada satu pun pelayan yang mau mendekati nya.
"Hiks mereka tak hiks tak percaya pada ku! Kenapa? Aku hiks yakin kalau semua ini hiks sudah di rencana kan" Lizan memang pintar sehingga bisa menyimpulkan hal ini dengan cukup bagus.
Tanpa ia sadari bahwa sedari tadi ia sedang di perhatikan oleh sepasang mata malas seseorang.
"Tentu saja ada yang merencanakan ini semua, hanya saja kau tak akan pernah tau" Gumam Hu Ren yang saat ini tengah bersandar di dinding samping jendela luar kediaman Lizan.
Krieeett
Setelah di rasa tidak ada aura kehidupan, Hi Ren pun mencoba mengintip lewat jendela, dan benar saja Lizan seperti nya sedang keluar.
Dan dengan B*doh nya Lizan meninggalkan pakaian nya begitu saja di atas peraduan tentu ini akan sangat memudahkan tugas Hu Ren.
"Ceroboh, dan B*doh! " Hu Ren sesekali memaki Lizan seraya mulai membuka tas milik Lizan.
Hu Ren mulai menaburkan bubuk yang di berikan Shuwan pada satu persatu pakaian Lizan. Kini ia tahu kegunaan bubuk itu karena ia sudah menghirup aroma nya.
"Selesai! " Gumam Hu Ren yang telah menyelesaikan tugas nya, ia menoleh ke arah pintu lalu keluar begitu saja lewat jendela setelah memasukkan kembali pakaian Lizan ke dalam tas seperti semula.
Krieeettt
Tepat setelah Hu Ren keluar nampak Lizan yang masuk membawa ember berisi air menuju pemandian dengan wajah lesu. Ingin rasa nya Hu Ren tertawa melihat kesengsaraan Lizan, namun demi kelancaran misi ia rela menahan tawa.
Tak lama setelah itu datang Erlang karena sudah waktu nya berganti tugas, Hu Ren pun kembali ke ruang dimensi karena sekarang adalah bagian milik Erlang.
...----------...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')