
Terlebih lagi titik Dantian Shuwan telah di tutup oleh De An, hanya bisa di buka oleh orang lain! Tidak bisa memanggil Hewan kontrak mau pun ber telepati.
......................
De An berjalan dengan tenang ke arah Shuwan. Dia sudah berhasil menetralisir keterkejutan nya saat ini.
Dia juga sedikit tenang karena saat ini Shuwan tidak bisa menggunakan Qi nya. Meski dia tidak tahu kekuatan Shuwan yang sebenar nya.
"Lalu kenapa? Bahkan jika pun kau lepas dari rantai itu, kau tidak bisa melepaskan titik yang sudah ku tekan! " Ucap De An seraya menyeringai dan mendekatkan diri pada Shuwan.
Shuwan mendongak menatap datar wajah De An tanpa niat membalas. Meski tidak bisa menggunakan Qi, Shuwan masih dapat merasakan energi seseorang dari jarak tertentu.
Kemudian Shuwan tersenyum miring dan berkata.....
"Kau yakin? Kau tidak mengenal ku sebelum nya, bahkan jika pun aku tidak memiliki Qi aku akan tetap mengalahkan mu"
"Seharus nya aku yang bertanya seperti itu, kau yakin? Jangan terlalu percaya diri, Nona Shuwan! " Balas De An seraya mencengkram dagu Shuwan, namun Shuwan masih tersenyum miring tanpa rasa takut sedikit pun.
"Aku menyukai keberanian mu gadis! Sayang sekali gadis menarik seperti mu harus mati di tangan ku" Lanjut De An dengan nada yang di buat sedih serta raut wajah menyesal.
"Benar! Sayang sekali..... " Mengikuti drama yang De An buat, Shuwan mengubah raut wajah nya ikut bersedih.
Sreettt
Brukkkhh
Namun tanpa di duga Shuwan mengangkat kaki kanan nya dan menendang tubuh De An hingga terpental beberapa langkah ke belakang.
"Kau! " Geram De An namun Shuwan hanya mengangkat sebelah alis nya.
"Mencari Kematian!! " De An berdesis seraya menerjang Shuwan, sayang nya Shuwan menggeser tubuh nya ke kiri sehingga pukulan De An menganai dinding dii belakang Shuwan.
'Dia bisa membaca gerakan ku? Dan menghindari nya dengan kecepatan tetap? Aku tidak boleh meremehkan nya! 'Batin De An seraya mengeluarkan cakram lontar nya, kemudian melemparkan cakram itu ke arah Shuwan.
Syuuuttt
Cakram berputar dengan cepat dan melewati wajah Shuwan begitu saja karena Shuwan sudah lebih dulu menggeser tubuh nya ke depan dan berbalik.
'Pergerakan yang cepat! 'Gumam De An dalam hati kemudian melompat ke belakang Shuwan dan menarik Cakram nya kembali dari dinding.
Syutt
Tak ada pergerakan lain yang Shuwan lakukan selain menghindar, namun Shuwan dapat mengelak semua serangan De An dengan lihai.
"Teknik Alam-Sambaran Petir! " Ucap De An kemudian mengalirkan listrik di tangan nya dan mengarahkan nya pada Shuwan.
"Teknik Alam ya? " Tanya Shuwan mengangkat sebelah alis nya dengan acuh.
'Teknik Sambaran Petir itu tidak lebih kuat dari Sambaran Seribu Burung milik ku, namun jika terkena serangan nya Qi ku akan di tarik dengan paksa. Apa kah itu bisa membuka titik yang dia tutup? 'Batin Shuwan seraya berpikir dengan kerutan tipis di dahi nya.
"Kau tidak akan selamat!! " De An berdesis karena pertanyaan Shuwan seolah meremehkan nya.
'Dia meremehkan ku? 'Kemudian De An mengaliri Cakram nya dengan energi Petir yang menciptakan lapisan Petir yang berwarna kebiruan itu.
Syuuuttt
Happ
De An menarik cakram nya dan segera di tangkap dengan tangan kanan, lalu memunculkan cakram yang serupa di tangan kiri nya yang juga di aliri Petir.
Zrrrttt
De An menekuk lengan kanan nya ke arah kiri dengan sudut 90°, dan menekuk lengan kiri nya ke kanan dengan sudut yang sama.
Kemudian dia berputar dan menerjang Shuwan membuat yang si terjang harus memperkirakan kecepatan elakkan nya.
'Gawat! Dia berniat serius! 'Batin Shuwan dengan dahi berlipat dan menajamkan mata nya.
Shuwan bersender di dinding dan tidak bisa mengelak membuat De An menyeringai lebar.
"Kau tidak bisa mengelak lagi gadis! Sudah cukup bermain-main! " Ucap De An seraya mengayunkan cakram di tangan kanan nya dari arah kanan atas ke kiri bawah membentuk garis miring (/).
Bukan merasa takut atau apa pun, Shuwan justru tersenyum lalu memasang ekspresi seolah ketakutan.
Srett
Tringgg
Sebilah pedang yang di lapisi cahaya hijau samar tiba-tiba muncul dan menahan serangan De An secara tiba-tiba.
De An terkejut sementara Shuwan hanya mengerutkan dahi nya namun tetap tersenyum tipis.
"Kau!! " Ucap De An saat melihat sosok pemilik pedang itu dengan jelas.
***
"Cara yang saya maksud kan adalah dengan cara menjadi orang biasa tanpa Qi di tubuh nya" Ucap Jiangxi melalui telepati membuat dahi Chen berlipat dalam.
'Kau tahu resiko itu sangat besar kan? Sedikit saja Qi keluar dari tubuh ku, maka aku akan hancur karena formasi itu' Balas Chen dengan serius.
"Saya tahu tuan! Tetapi, tuan bisa menutup titik pusat Qi dan membuat tuan tidak memiliki Qi untuk sementara. Bahkan pembuat Barier ini sendiri pun tidak bisa melewati penghalang jika tidak di nonaktifkan. Kecuali tidak memiliki Qi sama sekali"
Mendengar hal ini Chen mengangkat kedua tangan nya sebatas dada dengan tangan kanan menekuk ke arah kiri, begitu pun sebalik nya.
Dan Chen mengepalkan tangan nya dengan fokus, menyisakan dua jari telunjuk dan jari tengah ke arah berlawanan.
Tsskk
Chen menusuk kan dua jari dari tangan kanan nya ke bahu kiri. Kemudian terbatuk pelan saat merasakan titik pusat Qi nya sudah tertutup.
"Huft! " Seraya menghela nafas, dia melangkah kan kaki nya untuk melanjutkan perjalanan yang tertunda tadi.
Chen melompat turun dari dahan pohon dan mendarat dengan selamat. Namun merasakan sakit di bagian kaki nya karena tidak melapisi kaki nya dengan Qi.
Benar saja! Ketika melewati lapisan-lapisan awal, Chen sama sekali tidak terpengaruh. Namun semakin dalam, Chen mulai merasakan kelelahan seperti hal nya manusia biasa.
Padahal Chen adalah Vampire, jika terkena cahaya matahari Chen akan terluka. Biasa nya seluruh bangsa Vampire di Istana Zhao memiliki Qi sehingga matahari tidak melukai.
'Beruntung saat ini hutan tertutup kabut, jika tidak mungkin aku sudah mati sekarang' Batin Chen mengusap peluh yang menetes di pelipis nya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Chen berjalan lurus dan melihat gubuk tua yang sama dengan gubuk tua yang di masuki De An.
Kemudian Chen kembali mengangkat kedua tangan nya sebatas dada seperti saat akan menutup titik pusat Qi, dia melakukan hal yang sama namun kali ini membuka nya.
"Semoga setelah ini tidak lebih sulit! " Gumam nya seraya mendorong pelan pintu gubuk tersebut tanpa menimbulkan suara sedikit pun.
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!