Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 186: Dou Di Bintang 3



"Dan Yang Mulia Kaisar meminta anda untuk menemui nya. Kaisar ingin membicarakan Rencana agar anda menjadi pemimpin Pasukan Air untuk pergi ke Padang Abadi" Lanjut Xufan membuat Chen tertegun sejenak.


'Kebetulan sekali' Gumam Chen dalam hati seraya menyunggingkan senyum tipis di wajah nya yang membuat Xufan bertanya-tanya.


......................


Matahari bersinar dengan terik nya, saat ini mungkin tepat pada pukul 12 Siang. Dan Shuwan terlihat melompat sebuah jendela coklat yang classic.


Jendela yang sama dengan jendela yang pernah ia lewati setelah memecah formasi dulu. Dan Shuwan dapat melihat sosok pemilik Ruangan yang sedang duduk membaca laporan di ruang baca.


"Pangeran" Panggil Shuwan membuat sosok yang tak lain adalah Cheh itu menoleh, sontak bangkit dan segera menghampiri Shuwan.


"Wan Wan? Bukan kah kamu akan menjalankan rencana? " Tanya Chen mengajak Shuwan duduk di kursi ruang baca nya.


"Aku tidak memiliki banyak waktu" Shuwan tidak duduk, melainkan tetap berdiri di samping kursi seraya mengambil sesuatu dari ruang dimensi nya.


"Ini! Alir kan Qi mu ke dalam nya untuk memanggil ku ketika ada keadaan darurat. " Ucap Shuwan menyerahkan sebuah Batu berkilau yang memiliki warna Hijau pudar. Jelas itu adalah Giok.


"Lalu bagaimana dengan mu? " Tanya Chen cemas dia jelas tahu kalau peperangan kali ini benar-benar tidak main-main.


"Jangan Khawatir kan aku. Apa pun yang terjadi, kita harus bisa memenangkan peperangan. Karena jika Iblis berkuasa, dunia hanya akan hancur" Ucap Shuwan singkat, kemudian segera berjalan ke arah jendela untuk pergi. Namun...


"Tunggu! " Panggilan Chen dapat menghentikan langkah Shuwan. Gadis itu berbalik dan menatap dengan sebelah alis terangkat.


"Berjanji lah untuk kembali dengan selamat" Chen meraih tangan Shuwan, kemudian meletakkan sesuatu ke dalam nya.


"..... " Shuwan tidak berkata apa pun ketika melihat sebuah kalung sederhana dengan tali kain dan miniatur pedang kayu sebagai bandul/gandul nya.


"Aku tidak bisa memberi sesuatu yang istimewa seperti batu ini. Tetapi aku membuat kalung ini sendiri, di sana terdapat tulisan 'Shuhen' dari gabungan nama kita. Aku sempat berpikir untuk menjadikan nya sebagai nama anak" Jelas Chen yang mengerti arti tatapan Shuwan.


Rasa nya Shuwan ingin menjatuhkan rahang. Secara alami dia merasa aneh sekaligus malu ketika Chen membahas anak. Tidak kah itu masih terlalu jauh?


"Khem" Berdehem pelan untuk menetralkan degup jantung nya, Shuwan berkata....


"Aku mengerti. Jangan lupa dengan ucapan ku sebelum nya untuk pergi ke Padang Abadi. Aku pergi dulu" Setelah mengucapkan itu Shuwan pun pergi begitu saja tanpa mendengar jawaban Chen.


Memandang kepergian Shuwan dengan tatapan tidak rela. Chen merasa berat, dia memiliki firasat buruk untuk peperangan ini.


***


Setelah bertemu dengan Chen, Shuwan dengan teleportasi nya kembali mmuncul di taman penuh bunga sebelum nya.


Dia menatap sekeliling dengan tatapan dingin nya, kemudian duduk bersender di batang pohon persik yang rimbun.


Menunggu seseorang datang seraya meniup seruling dengan santai nya. Dia memainkan nada dengan begitu sendu, seolah ada beban berat yang ia miliki.


Memang tidak salah sih, lalu tatapan mata nya kembali datar ketik,merasakan aura yang mendekat. Aura yang dia kenal namun tidak begitu ingat.


"Apa kau telah melupakan ku? "


Shuwan segera bangkit dari duduk nya, kemudian berbalik dan menengadah. Menatap seseorang yang kini sudah duduk bersender di atas dahan pohon.


"Apa yang kau lakukan di sini Kakek Tua? " Tanya Shuwan tanpa gelombang emosi di nada bicara nya.


"Huft! Sudah ku bilang! Aku ini masih muda!! "


Sreettt


Dugg


Seseorang yang tak lain adalah Huo Shuai itu melompat dan berdiri tepat di sisi Shuwan. Memakai Hanfu hitam di balut dengan Zhaoshan hitam yang berkibar.


"Seperti nya tanpa ku beri tahu, kau sudah mengetahui kebenaran dari Pemuda itu ya? " Tanya Huo Shuai dengan berbisik, Shuwan melirik sekilas Huo Shuai lalu kembali menatap ke depan.


"Aku tidak b*doh! " Balas Shuwan dengan desisan sinis, namun di sembunyikan dengan begitu apik.


"Hmmm begitu kah? Bukan kah wanita itu terkenal dengan kesetiaan nya? Hanya akan mencintai satu laki-laki seumur hidup. Lalu kenapa kau seperti nya begitu mudah berpaling? " Tanya Huo Shuai lagi seraya kembali berdiri dengan posisi yang benar, tatapan mata nya begitu datar menatap Shuwan.


"Hati wanita memang terkenal begitu keras seperti batu. Tapi aku tidak anggap saja aku tidak memiliki hati" Shuwan hanya mengangkat bahu nya dengan acuh, tidak peduli dengan pertanyaan Huo Shuai yang seperti menyindir.


"Kau tidak bertanya, dari mana aku mengetahui hal itu? " Huo Shuai secara alami merasa heran, bukan kah Shuwan seharus nya bertanya?


"Seharus nya kau tahu kalau seseorang yang telah mencapai Dou Sheng itu bisa membaca Masa lalu orang lain" Balas Shuwan datar, kemudian berbalik dan berjalan menatap lurus ke depan.


"Jika ti,salah menebak, maka seharus nya kau saat ini berada pada tahap Dou Saint Bintang 2 Bukan? Seperti nya mencapai Dou Saint itu sangat sulit ya? " Tanya Shuwan membuat Huo Shuai mengangkat sebelah alis nya.


"Dari mana kamu tahu? Hmmm? " Huo Shuai membelai dagu nya seperti sedang mengusap janggut yang jelas tidak ada.


Dia memperhatikan Shuwan dari atas sampai bawah. Shuwan tahu itu! Hanya saja Shuwan memilih untuk tidak peduli. Hingga Huo Shuai pun tersentak.


"Kamu!? Kamu sudah Mencapai Dou Di Bintang 3? Seingat ku saat kita bertemu dulu, kamu masih berada pada tahap Dou Ancestor Bintang 8. Bagaimana bisa begitu cepat? " Tanya Huo Shuai dengan heran, namun ekspresi nya tidak banyak berubah.


"Seharus nya kamu tahu apa yang terjadi bukan? " Alih-alih menjawab, Shuwan membalikkan pertanyaan yang membuat Huo Shuai kembali terkejut pelan.


"Jadi... Kamu sudah membuka Segel Tujuh Dantian Surgawi dan menguasai sebagian kekuatan Eseni Dunia? " Tanya Huo Shuai setelah kembali tenang dari keterkejutan nya.


"Kamu tahu itu" Balas Shuwan datar seraya berbalik menatap Huo Shuai dengan senyuman miring di wajah nya.


...----------------...


Sebenarnya author mau cepat-cepat tamatin!


Jujur aja cerita ini sebenarnya memiliki isi yang bagus, namun karena ini cerita pertama, alur nya masih berantakan.


Jadi author mau tamatin terus author buat lagi cerita serupa, dengan nama serupa, namun alurnya di buat agar lebih beraturan.


Nanti juga judulnya akan berbeda, hmmm...


Menurut kalian judulnya nya apa yang bagus?


Disaster?


History's Agent Shu?


Time Travel Killing Agent?


Rebirth: The Killer Woman?


The Goddess Journey?


Cold Eyes?


Cold As Ice?


The Cold Goddess?


Death And Rebirth? Or


Princess Agent?


Komen di bawah!!! Jangan lupa Like!!!!