
"Mulai sekarang kamu tidak boleh melepaskan tangan ku! Aku akan menjaga dan melindungi mu bahkan jika harus menggunakan nyawa ku sebagai bayaran nya" Ucap Li Chen saat mendapat tatapan bertanya dari Shuwan.
Shuwan tak menjawab, tetapi tak memungkiri seulas senyum tipis terbit tanpa ada yang menyadari. Bahkan Li Chen yang berada di sebelah nya sekali pun!
......................
Tiga orang laki-laki melesat dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat mata manusia biasa. Dan lebih lagi, di dunia itu mungkin tidak ada manusia biasa.
Seorang laki-laki dengan hanfu putih yang terlihat elegan dengan wajah dingin yang tak lain dan tak bukan ialah An Ri.
Laki-laki dengan pakaian perang lengkap dengan baju besi nya, dengan tulisan 副 (Fu) di punggung nya. Tak lain adalah Yu Si
Serta yang terakhir laki-laki dengan Hanfu latihan berwarna putih polos, dengan manik mata berwarna kuning keemasan. Dia tentu nya adalah Fu Luan.
Ketiga nya tiba-tiba berhenti saat melihat langit yang mulai gelap. Luan melirik wajah An Ri yang terlihat semakin dingin.
"Kita harus mempercepat langkah.... Meski pun peperiksaan di henti kan saat malam, tetapi Iblis akan lebih unggul sehingga mungkin Iblis dapat berbaur dengan para pasukan. Ini akan sangat berbahaya" Ucap An Ri tanpa menatap Luan yang tengah menatap nya.
"Sekarang Shuwan berada di mana? " Tanya Luan mengeluarkan pertanyaan yang sejak tadi ingin ia tanya kan.
"Dia berada di Menara Penghubung Tiga Dunia" Jawab An Ri singkat seraya melirik Luan melalui ujung mata nya.
"Dia sudah berada di sana? " Luan tentu saja merasa sedikit terkejut.
"Tuan, aku merasakan kalau saudara ku sedang tidak baik-baik saja" Tiba-tiba suara lembut seorang wanita menyapa batin Luan.
Tak lain dan tak bukan ialah Spirit kontrak milik Luan, dia bernama....
' Apa maksud mu Shan Lin? Siapa yang kau maksud? ' Tanya Luan heran sekaligus bingung.
"Dia seekor Phoenix sama seperti ku... Kami keturunan Murni dari Kaisar Phoenix, Feng Xue" Ucap Shan Lin dengan nada sedih.
'Apa dia juga sama seperti mu? Maksud ku.... Phoenix api! ' Tanya Luan dengan pandangan menerawang.
"Bukan! Dia adalah adik ku..... Phoenix Es, Shan Lan"
***
Sedari tadi An Ri dan Yu Si terus memperhatikan Luan yang terlihat sedang melamun.
Kedua nya bingung dan heran, bagaimana bisa Luan mengurangi kewaspadaan dan melamun?
Hingga dengan segenap keberanian, Yu Si memberanikan diri untuk mendekati Luan dan melambaikan tangan di depan wajah Luan.
Pukk
"Apa!? " Pekik Luan terkejut ketika sebuah tangan menepuk pundak nya.
Tak lain ialah tangan milik An Ri. Tentu saja An Ri tidak memiliki begitu banyak kesabaran hanya untuk menyadarkan Luan dengan cara sopan.
Dan perlakuan An Ri itu berhasil membuat Yu Si terkejut! Dengan segera dia mengambil langkah mundur satu kali, takut jika sang pangeran merasa tidak suka.
"Jangan mengurangi kewaspadaan dan memperlambat waktu!! Jika kau seperti ini di medan perang, mungkin kau sudah mati!! Ayo pergi! " Sarkas An Ri seraya mengalihkan pandangan nya.
Lalu dia kembali melesat meninggalkan Luan dan Yu Si, terlihat jelas Luan kesal dengan ucapan An Ri namun itu ada benar nya.
Yu Si meringis dan mempersilahkan Luan untuk jalan duluan, namun Luan diam sejenak lalu berkata....
"Jangan terlalu sungkan pada ku karena kita tidak berada di area Kekaisaran.... Tapi juga jangan terlalu kurang ajar seperti dia! Huh! " Luan mendengus lalu pergi melesat meninggalkan Yu Si yang terdiam.
Setelah itu Yu Si pun segera melesat menyusul sang junjungan yang mungkin saja sudah jauh.
Tetapi kemampuan Yu Si juga tidak boleh di remehkan... Dia dapat menyusul Luan dan An Ri dengan cukup mudah!
Mereka melesat dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelum nya.
***
Di sisi lain, Di tempat Shuwan berada para pasukan serempak membuat benteng pertahanan dengan elemen tanah yang mengelilingi mereka dengan bentuk seperti lembah.
Lalu mereka membuat pos tenda untuk para Tabib dan Alchemist. Juga yang berada di tenda hanya mereka yang terluka parah saja.
Seperti saat ini Shuwan berada di pusat kesehatan untuk mengobati tengah dada nya yang saat itu tertusuk Tombak Xio Xin.
Saat itu Li Chen tidak henti-henti nya berdoa lantaran Khawatir meski Shuwan sudah mengatakan kalau luka yang dia dapat belum ada apa-apa nya di bandingkan dulu.
Dan saat ini Li Chen duduk di sisi Shuwan yang sedang menatap pedang pemberian Jiancheng dengan lamat.
Li Chen dapat melihat tatapan kosong Shuwan itu sedikit menyiratkan kesedihan yang di sembunyikan dengan begitu apik.
"Pangeran Zhao.... " Panggil Shuwan tiba-tiba, tentu nya berhasil membuat Li Chen terkejut sekaligus heran.
Pasal nya tadi Shuwan memanggil nya dengan nama, tapi saat ini justru kembali memanggil nya dengan gelar.
"Ada apa Wan Wan? Apa kamu perlu sesuatu? " Tetapi tidak membuat Li Chen mengabaikan panggilan Shuwan.
Shuwan mengangkat wajah nya dan menatap wajah tampan Li Chen dengan tatapan tanpa gelombang. Meski samar Li Chen dapat melihat getaran di manik mata Shuwan.
"Kamu mengatakan kalau kamu ingin terus berada di sisi ku... Kamu bahkan menyatakan perasaan mu terhadap ku. Seperti nya kamu harus tahu sesuatu" Ucap Shuwan menatap manik mata Li Chen dengan lurus.
"Sesuatu? Apa itu? Tunggu! Harus kamu tahu!! Apa pun yang terjadi.... Bagaimana pun masa lalu mu, aku akan tetap mempertahankan perasaan ku terhadap mu! Aku ingin menikahi mu dan kamu menjadi milik ku!! " Ujar Li Chen dengan tegas dan lugas. Shuwan tersenyum lalu berkata....
"Tapi aku tidak ingin menikahi seorang calon kaisar! Aku ingin hidup sederhana dan penuh kebahagiaan tanpa perlu memikirkan Politik" Ucap Shuwan membuat Li Chen bingung.
"Apa itu berarti kamu tidak ingin menikahi ku? " Tanya Li Chen dengan was-was.
"Apa kamu bersedia melepaskan gelar mu sebagai Putra Mahkota? " Alih-alih menjawab, Shuwan justru kembali melempar pertanyaan yang membuat Li Chen terdiam sejenak.
"Aku akan melakukan nya! Dan menikahi mu sebagai orang biasa! " Dan dengan tegas pula Li Chen menjawab.
Shuwan memalingkan wajah nya, terlihat sedikit rona merah di pipi nya yang tertutup rambut tipis.
"Ekhem.... Kalau begitu aku menerima mu! Dan mulai sekarang hingga seterus nya kamu adalah milik ku!! " Ujar Shuwan seraya kembali menatap Li Chen dengan tatapan posesif.
Li Chen tentu tersenyum dan menyentuh tangan Shuwan yang tidak memegang pedang dengan lembut.
"Jadi.... Sekarang apa yang mengganggu pikiran mu Calon Istri ku...!? " Tanya Li Chen seraya mengecup punggung tangan kanan Shuwan.
Wajah Shuwan sedikit menampilkan rona kemerahan, namun hanya sekilas sebelum kembali seperti biasa. Lantas dia bicara...
"Ini tentang masa lalu ku.... Dan siapa aku di masa lalu hingga sekarang! "
...----------------...
Bagaimana kisah Shuwan dan Li Chen? Ada yang pengen kayak gitu? Ayo sini author jodohin sama Xiu Min biar dia tobat!
Eheheh Nantikan kelanjutannya ya!!