
"Aku rasa cukup sampai di sini saja aku berakting.... Sudah saat nya ikut andil dalam kelanjutan takdir kan? " Ucap Ruan masih dengan senyuman.
Jika saja Shuwan ada di sini, mungkin Shuwan akan tertegun dengan senyuman itu. Senyuman familiar dari sosok berharga nya dulu.
Tentu saja.... Zhenli!
.................
" Bagi ku.... Tak ada yang tak mungkin " Ucap Huo Shuai dengan wajah tenang nya.
"Ah benar juga" Gumam Wei Tianzi lalu bangkit perlahan, dan akhirnya bisa!
"Tapi jangan lupakan kalau aku adalah Kaisar Iblis" Lanjut Wei Tianzi menyeringai dan dia pun menghilang membuat Huo Shuai dan Zhang Xueying harus meningkatkan kewaspadaan.
"Mari akhiri permainan yang mulai membosankan ini.... "
Suara itu terdengar layaknya bisikan lirih yang jelas dapat di dengar oleh Huo Shuai dan Zhang Xueying. Tentu membuat mereka semakin waspada.
"Di belakang mu! " Ucap Wei Tianzi yang entah sejak kapan berada di belakang Huo Shuai dan Zhang Xueying seraya mengayunkan sebuah pedang besar.
Syuutt
Tepat waktu, Huo Shuai membawa Zhang Xueying pergi dengan teleportasi nya yang menyisakan bayangan hitam sekilas di hadapan Wei Tianzi.
Lalu kemudian Wei Tianzi ikut menghilang, dan tiba-tiba muncul di tempat lain bersamaan dengan Huo Shuai dan Zhang Xueying di tempat yang sama.
Swooshh
Saat itu lah dia menebas area kosong di antara kedua nya, membuat mereka berdua terpaksa melompat ke arah berlawanan untuk menyelamatkan diri.
Wei Tianzi kembali melesat dan mengincar Huo Shuai dengan kecepatan nya yang tidak normal. Namun masih masuk akal untuk ukuran Iblis.
Mengayunkan pedang besar nya berkali-kali untuk menebas Huo Shuai, sayang nya Leluhur Awet muda itu terlalu lihai berpaling.
Swooshh
Zhang Xueying yang sudah memulihkan luka nya bergabung dalam pertarungan, menggunakan Pedang panjang nya untuk memblokir serangan Wei Tianzi.
Prangg...!!!
Perbedaan kekuatan yang begitu kontras, Pedang Zhang Xueying patah begitu saja saat bergesekan dengan pedang Wei Tianzi.
Syuutt
Namun secara tiba-tiba Huo Shuai muncul di antara kedua nya, mengayunkan pedang ke arah Wei Tianzi dengan pedang yang entah sejak kapan telah di selimuti cahaya.
Woosh
Wei Tianzi menghindar, menarik kembali pedang nya. Lalu melompat ke depan dengan mengumpulkan Qi di tangan kiri.
Trangg
Pedang Wei Tianzi dan pedang Huo Shuai saling berbenturan. Lalu Wei Tianzi mengangkat kaki nya dengan tangan kiri sebagai tumpuan.
Berputar lalu menendang Huo Shuai menjauh dari nya. Saat itu lah Huo Shuai sadar kalau dia telah lengah, karena tepat saat Huo Shuai sedikit terhempas.... Saat itu lah tiba-tiba Wei Tianzi mengayunkan tangan kiri nya.
Swoooosshh
Jlebb
Entah datang dari mana, rantai ungu kehitaman muncul dan menusuk dari belakang tubuh Hyo Shuai yang baru saja mendarat tepat di tanah berlapis Es.
"Aku ini abadi asal kau tahu" Ucap Huo Shuai menatap datang Wei Tianzi yang seolah tak peduli.
Namun akhir nya Huo Shuai menemukan sesuatu yang aneh saat ini, dia tidak bisa menggerakkan tubuh nya.
Prang
Secara alami pedang nya jatuh ke tanah hingga menimbulkan bunyi yang membuat nya sadar dari kecerobohan. Ternyata kebiasaan buruk nya masih tidak hilang meski sudah ratusan juta tahun berlalu.
Melihat kalau seperti nya Huo Shuai akan kalah, Zhang Xueying melompat dan menerjang Wei Tianzi dengan tangan kosong. Lantaran dia tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir sekarang.
"Seharusnya kau sadar diri dengan kemampuan mu, b*doh! " Ucap Wei Tianzi dengan sorot mata merendahkan yang kentara jelas.
Sringg
Wei Tianzi menyilangkan pedang nya ke kiri dengan tangan kiri menahan ujung pedang. Alhasil tinju Zhang Xueying hanya mengenai pedang Wei Tianzi saja.
Prang
Swoosh
Pedang itu sangat keras dan kuat, hal ini membuat Zhang Xueying terlempar mundur beberapa langkah dan secara alami memegang tangan nya yang terasa sakit.
Swooshh
Zhang Xueying memegang ketika merasakan hawa dingin menusuk di tengkuk nya, ternyata Wei Tianzi yang tiba-tiba muncul dan mengayunkan pedang.
Srangg
Punggung Zhang Xueying pun mendapat luka tebasan yang begitu panjang dan terlihat dalam, sementara itu Huo Shuai hanya memandang datar pertarungan kedua nya.
"Jangan cari mati Gadis B*doh!! "Ujar Huo Shuai bermaksud agar Zhang Xueying tidak mengambil langkah gegabah.
Bagaimana pun juga mereka harus menjalani ini sesuai dengan rencana yang sudah di sepakati. Akan berantakan jika salah satu di antara mereka harus ada yang tiada.
"Ahk! "Zhang Xueying memekik kesakitan, tubuh nya yang sekarang tentu berbeda dengan yang dulu sehingga dia tidak bisa sembarangan terluka.
Menahan rasa sakit dengan menggigit bibir bawah nya, Zhang Xueying menggerakkan tangan nya.
Swoooosshh...!
Wei Tianzi pun melompat-lompat saat pisau angin menggores tubuh nya, dia menggunakan intuisi nya untuk menghindari serangan Zhang Xueying.
***
Sementara di sisi lain lebih tepat nya di luar batas yang Wei Tianzi ciptakan. Terlihat Ruan sedang mengarahkan tangan nya ke depan.
"Kau yakin bisa melakukan ini? " Tanya Xuan kepada Ruan, karena dia sendiri meragukan kemampuan Putra Mahkota Qin itu.
"Kau akan tahu" Ucap Ruan datar.
Hingga kemudian mata Xuan sedikit membolak saat dia bisa melihat secara jelas Barier penghalang yang menjadi dinding batas itu.
Bukan! Bukan itu yang membuat nya terkejut!! Melainkan tepat di depan Ruan, tercipta sebuah lubang di sana. Lubang yang perlahan melebar hingga cukup untuk ukuran satu orang manusia dewasa.
"Kau bisa memecahkan pola nya? " Tanya Xuan masih dengan rasa tidak percaya nya.
"Huh! Seperti nya aku terlalu lama bersandiwara hingga kau meragukan ku ya? " Tanya Ruan balik yang membuat Xuan tersenyum kikuk.
"Tentu saja karena seingat ku kau bahkan belum sampai pada Dou Ancester, tentu bukan hal yang salah kalau aku ragu! " Ucap Xuan secara alami membantah.
"Tapi nyatanya aku bisa" Balas Ruan seraya tersenyum manis yang justru terlihat menyeramkan.
"Ayo bantu adik mu yang terjebak itu! " Ucap Ruan membuat Xuan mengernyitkan dahi nya.
"Kau akan mengerti setelah melihat situasi di sana! " Lanjut Ruan seolah mengerti arti tatapan Xuan tadi.
"Ah baiklah! Ayo! "
Swoooosshh
Secara alami lubang portal yang Ruan ciptakan pun menghilang setelah menelan kedua nya yang masuk. Bersamaan dengan Barier yang kembali transparan.
...----------------...
Hmmm gimana ya?
Semakin bingung.... Padahal rencana besar sudah tercetak jelas di pikiran Author... Tapi bingung cara mengungkap kan nya...
Disini author cuma bakal bilang...... Apapun yang terjadi cerita ini akan tetap lanjut hingga tamat karena author gak mau mengecewakan pembaca yang sudah setia menunggu.
Nantikan kelanjutan cerita nya ya😄