Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 133: Salah Paham



Beruntung Shuwan tidak mengetahui hal ini, jika tidak Shuwan akan segera menambah bensin dalam percikan api.


...[~Flashback Off~]...


......................


".... " Shuwan menarik sudut bibir nya menyeringai, seperti nya dia akan sering mengganggu pria itu ke depan nya.


Kemudian Shuwan bangkit mengabaikan Jiancheng yang masih berbicara menjelaskan berbagai Teknik dan berbagai Jurus.


"Kau mengerti? " Tanya Jiancheng saat Shuwan bangkit, pertanyaan itu di balas anggukan samar oleh Shuwan.


Jiancheng hanya bisa menghela nafas dengan kelakuan murid nya yang langka itu. Dia tak bisa melakukan apa pun karena itu memang sifat asli dari murid nya.


"Guru mu ini ingin kau melakukan sesuatu" Tiba-tiba Jiancheng kembali bersuara setelah hening beberapa saat.


".....? " Shuwan menaikkan sebelah alis nya dengan wajah datar tanpa minat.


"Guru mu ini ingin kau fokus dengan pelatihan mu dan melupakan masa lalu sejenak! Jika perlu, lupakan saja dan buka lah lembaran baru" Jelas Jiancheng berhati-hati takut Shuwan salah menangkap maksud nya.


"..... "


'Benar! Sejak kejadian itu pelatihan ku melambat, apa kah aku harus melupakan semua nya? Apa kah aku mampu? "Batin Shuwan seraya menundukkan kepala nya.


Dia sempat berpikir untuk hidup dengan lebih baik dan melupakan segala nya. Namun sekuat apa pun ia mencoba, hati selalu menyimpang dari yang seharus nya.


Memang terkadang Hati dan pikiran selalu berbeda jalan. Sulit menyelaraskan Hati dan Pikiran secara bersamaan, terkadang pula Pikiran bisa di kalah kan oleh perasaan.


" Kau harus fokus dengan pelatihan mu, untuk ke depan nya, kau lah yang menentukan! Guru mu ini tidak memaksa mu untuk melupakan semua itu, namun kejadian itu akan menghambat pelatihan mu! Pikir kan lah hal ini! "Ucap Jiancheng yang lagi-lagi di balas kebungkaman.


Hening...!


" Akan ku Coba" Balas Shuwan setelah berpikir sekian lama.


"Guru mu ini berharap, kau bisa membuka lembaran baru dan hidup bahagia layak nya yang lain! Kau masih muda, kau cantik dan sempurna, mencari pasangan untuk mengganti luka bukan lah hal yang sulit"


"Aku tidak bisa berjanji!! "


"Guru mu ini tahu! Tetapi alangkah baik nya kau mencoba menerima takdir yang telah di tentukan dan meng-"


"Aku pergi! " Potong Shuwan singkat kemudian menghilang dari sana meninggalkan Jiancheng yang menghela nafas kemudian ikut pergi.


Karena saat membuka segel, Shuwan berada di ruang dimensi nya. Hanya ada diri nya di sana karena An Ri dan yang lain berada di bagian utara.


Tepat nya berada di sebuah Istana yang berada di gunung, Istana yang tercipta Dari Es tempat Shan Lan tinggal.


***


Di sebuah menara, lantai atas gedung utama. Terdapat pemuda tampan berambut putih dengan manik mata ungu gelap duduk di kursi kebesaran di temani sang pelayan yang tak kalah tampan.


Pelayan nya memiliki rambut hitam legam serta manik mata yang juga se-kelam malam. Raut wajah datar menjadi daya tarik tersendiri.


Swooossshh


Angin berhembus dengan sangat kencang secara tiba-tiba. Jarang terdapat hembusan angin di Dunia Neraka yang begitu panas.


Maka ini adalah suatu pertanda! Entah pertanda mendatangkan Petaka atau Bencana. Pertanda baik mau pun buruk, hanya pencipta Dunia Neraka lah yang tahu.


Degg


Detak jantung nya tiba-tiba berdebar, bukan takut dia justru menyeringai lebar. Terlihat raut wajah penuh kegembiraan di sana.


"Saat yang di tunggu-tunggu akan segera tiba... " Gumam nya pelan, mungkin hanya diri nya sendiri yang dapat mendengar.


"Segel Tujuh Dantian Surgawi sudah di lepas, ini saat yang tepat untuk membebaskan Leluhur" Lanjut Wei Tianzi seraya bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah jendela.


Di luar terlihat langit yang berwarna merah dengan awan gelap yang mengerikan. Burung gagak hitam tampak bertengger di atap menara.


"Sebelum dia berhasil menggunakan kekuatan itu, kita harus segera menangkap nya! " Ucap Wei Tianzi menatap tajam dunia luar dari balik jendela.


'Dia lumayan hebat, baru beberapa hari aku menyerang Kekaisaran Zhao dan kini berhasil membuka Segel kekuatan itu. Aku harus berterimakasih pada nya karena sudah meringankan pekerjaan ku' Batin nya tersenyum miring kemudian menoleh sedikit ke arah Xiao Guang yang berdiri kaku di belakang nya. Kemudian Wei Tianzi berkata.....


"Pergi lah Xiao Guang, bawa Gadis itu pada ku bagaimana pun cara nya! Gadis itu harus berada di dunia ini sebelum Bulan Merah datang!! Dan tujuan kita selama ini akan tercapai! "


"Baik Tuan! " Jawab Xiao Guang seraya membungkuk hormat dengan kedua tangan terkepal di depan dada.


Wei Tianzi pun kembali menatap ke depan dengan tangan kanan yang melambai menyuruh Xiao Guang segera melaksanakan tugas nya.


Syuuttt


Bersamaan dengan itu Xiao Guang pun menghilang dalam ketiadaan. Meninggal kan Wei Tianzi sendiri.


"Hanya perlu menunggu waktu, Bulan Merah akan muncul dan Bencana kembali tiba Tunggu lah kalian semua! Ha-ha-ha-ha!! " Wei Tianzi tertawa dengan suara yang mengerikan.


Bersamaan dengan itu angin berhembus kencang dengan burung gagak yang tiba-tiba bersuara dan terbang dengan suara mengerikan.


Suara tawa Wei Tianzi terdengar dan menggelegar, siapa pun yang mendengar nya akan mati hanya karena ketakutan.


***


"Salam Yang mulia pangeran mahkota! " Ucap Qiu bangkit dari duduk nya dan membungkuk hormat. Sedangkan Shen yang duduk di sisi nya hanya santai saja.


"Kau ingin pergi kemana kak? " Tanya Shen pada Chen yang sedang berjalan ke arah barat dengan santai.


'Bukan kah itu tempat kediaman tamu? 'Batin Shen mengernyit bingung, saat ini Shen dan Qiu sedang duduk bersama di sebuah Gazebo ketika melihat Chen lewat.


"Ah itu.... " Chen menghentikan langkah nya dan mengangguk kepada Qiu kemudian berucap dengan ragu.


'Aku tahu! 'Shen terkekeh membuat Qiu dan Chen mengernyit bingung.


"Kau ingin menemui Shuwan ya? " Goda Shen seraya menaik turun kan alis nya.


"I-itu aku.... " Chen tidak melanjutkan ucapan nya, hanya diam dengan wajah aneh.


Tiba-tiba Shen bangkit dari duduk nya dan menghampiri Chen membuat Chen serta Qiu bingung.


"Sudah sudah, sana pergi lah! " Chen dan Qiu kembali dengan Shen yang mendorong dorong kecil punggung Chen untuk melanjutkan langkah.


Akhir nya Chen pun pergi meninggalkan Shen dan Qiu dengan raut wajah bingung. Sedang kan Shen tersenyum lebar.


"Aku menunggu kabat baik dari mu kak!! " Teriak Shen kecil ketika Chen sudah hampir tidak terlihat.


"Hi-hi-hi-hi" Qiu tertawa kecil karena mengerti tingkah laku Shen, sedang kan Chen akhir nya mengerti ucapan sang adik.


"Ada ada saja" Gumam Chen pelan kemudian berbelok arah karena tujuan nya adalah danau, bukan kediaman tamu tempat Shuwan tinggal sementara.


...----------------...


Hai....!


Apa kabar?


Harus baik dong ya!!!


Jangan lupa LIKE!!


WA: +6282123981798


IG: @lrnrrhmnia1412


Email: rahmanialiranur@gmail.com


Selalu dukung author!!!