Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 28 : Masa Lalu Para Kaisar 1



"Tentu saja semua berjalan sesuai dengan rencana" Setelah itu mereka mengobrol santai, anak mereka juga cukup akrab karena sejak kecil sudah tumbuh bersama sama. Percakapan ringan di lakukan, sedikit menceritakan tentang masa lalu mereka, anak mereka yang penasaran pun akhirnya memilih untuk mendengar dan menyimak konflik orang tua mereka dulu sehingga menyebabkan persahabatan mereka terpisah dan menjadi musuh.


......................


...(-Flashback-)...


Saat itu terjadi pertemuan konferensi 3(tiga) dunia. Dunia atas di pimpin kaisar langit, dunia tengah di pimpin kaisar numi dan dunia bawah di pimpin kaisar alam baka. Sebenarnya masih ada Dunia Neraka, namun dunia itu tak bisa di masuki orang sembarangan karena itu adalah dunia yang sakral dan hanya di tempati Oleh Ras iblis dan di pimpin oleh Raja Iblis.


Saat para Kaisar sedang rapat, mereka membahas tentang ramalan bencana yang akan terjadi entah kapan. Sedangkan, para pangeran dan putri tidak di wajibkan untuk ikut rapat meskipun mereka sudah berusia 17-20 (Tujuh belas sampai Dua puluh) tahun.


Saat itu Pangeran Mahkota Fu Haifeng, Tian Jun, Qin Zaoqi, Fei Yan, dan Xiu Min sedang berjalan jalan di sekitar danau biru. Hari sangat cerah di temani cerita dari teman se profesi membuat mereka nampak bahagia. Para calon kaisar itu duduk dan membicarakan tentang perempuan cantik yang ada di istana mereka.


"hahaha~kalian bisa saja! Tentu putri ke tiga Kekaisaran Fei lebih cantik" Ucap Putra Mahkota Tian Jun sambil tertawa.


"Kau benar, dia cantik, tapi sayang sangat pendiam" Jawab Putra Mahkota Qin Zhaoqi


Tiba-tiba saat mereka melewati hutan roh, ada sekelompok orang berpakaian hitam dengan kultivasi di atas Dou Huang mengepung mereka. Sontak saja mereka langsung waspada dan mengambil posisi. Ada sekitar 200 (dua ratus) orang yang datang mengepung mereka, pertempuran tak terelakkan. Karena jumlah yang tidak imbang, mereka ber-5 pun kewalahan.


Trangg


Tringg


Srakk


Bughh


Swooshh


Boom


Suara pedang beradu menghiasi rungu, serangan elemen pun mereka kerahkan demi mencapai kemenangan. Namun walaupun mereka kuat, tetap saja saat melawan musuh sebanyak itu mereka kesulitan. Luka di tubuh mereka sangat banyak, darah mulai menutupi tubuh mereka yang kelelahan. Namun saat mereka berada di ambang ke kalahan tiba-tiba...


Swooshh


Boomm


Brukk


Beberapa musuh langsung tumbang hanya dengan sekali serangan, mereka ber-5 berhenti sejenak dan saling pandang. Tepat saat debu dan asap itu hilang muncullah sesosok wanita berpakaian putih dengan paras bagaikan dewi yang mampu membuat seluruh dunia memperebutkan nya.


"Gadis, apa yang kau lakukan? Jangan ikut campur mengerti! " Ucap seorang yang berpakaian serba hitam nya dengan angkuh. Gadis itu menoleh dan memandang orang itu dengan tatapan aneh.


"Kalian mengganggu tidur ku, jadi aku harus ikut campur" Jawab gadis itu santai, lalu...


Swooshh


Bughh


Krakk


Brukk


Swooshh


Setelah mengatakan hal tadi, gadis itu menghilang dan para musuh berpakaian hitam itu tumbang satu persatu. Melihat itu para calon kaisar saling berpandangan dan menelan ludah secara paksa.


Tak lama para musuh yang menyerang sudah dikalahkan semua dan tiba-tiba gadis tadi muncul di hadapan mereka membuat mereka terkejut setengah mati.


"Huh! Kau mengagetkan kami saja" Ucap Fei Yan sambil mendengus, terlihat senyum tipis di wajah gadis itu membuat para calon kaisar itu tertegun akan kecantikan nya yang mengalahkan gadis tercantik yang mereka bicarakan tadi.


"Salam kepada para pangeran, apa yang kalian lakukan di tengah hutan seperti ini? " Tanya gadis itu dengan suara ramah dan halus nya.


"Eh? Ka-kami hanya berjalan jalan saja" Ucap Xiu Min sedikit salah tingkah, melihat itu para calon kaisar lain nya langsung terkekeh karena Xiu Min adalah yang paling pendiam di antara mereka.


Namun karena hari telah gelap, Wen mengajak para pangeran untuk mampir ke gubuk nya untuk bermalam. Dengan senang hati para calon kaisar itu menerima ajakan dari Wen, menurut mereka ajakan itu menguntungkan agar bisa lebih dekat dengan Wen. Selama perjalanan mereka saling mengobrol ringan dan bercanda ria, Xiu Min sesekali melemparkan pandangan nya pada Wen, Fu Haifeng dan yang lain nya pun sesekali curi curi pandang kepada Wen.


"Ini kudapan nya pangeran, maaf saya hanya ada ini" Ucap Wen sambil tersenyum kecil, pangeran yang mendengar itu langsung menatap Wen dengan tatapan iba.


"Tidak apa apa, kami bersyukur kamu mau menampung kami" Jawab Fu Haifeng sambil tersenyum menatap manik mata Wen dengan lekat. Begitu pula dengan Wen, ia menatap Fu Haifeng tanpa kedip lalu membuang muka ke arah lain.


Malam semakin larut, para calon kaisar masuk untuk beristirahat. Sedangkan Wen memilih duduk di luar sambil menatap bulan, melihat itu Xiu Min pun menghampiri nya.


"Kenapa tidak tidur? " Tanpa Xiu Min tanpa ekspresi.


"Saya belum mengantuk pangeran, lalu kenapa pangeran sendiri tidak tidur? "


"Aku juga belum mengantuk" Ucap nya singkat, hening cukup lama hingga Xiu Min bangkit dan berkata....


"Aku akan ke dalam dulu sebentar"


"Baiklah" Pangeran Xiu Min pun berlalu masuk ke dalam, tepat setelah itu Fu Haifeng keluar dan memakaikan jubah ke punggung Wen membuat Wen menatap nya.


"Kenapa tidak tidur? Di luar dingin" Ucap Fu Haifeng sambil ikut duduk di samping Wen.


"Tidak apa apa, lalu kenapa pangeran tidak tidur? "


"Aku Tidak mengantuk"


"Oh" Wen hanya Ber-oh ria.


"Kau tinggal di sini? " Tanya Fu Haifeng sambil menatap Wen


"Em... Ya, aku tinggal di sini sejak lama" Jawab Wen dengan nada sendu di akhir kalimat nya. Fu Haifeng pun menatap nya iba ia mengulurkan tangan nya untuk mengelus punggung Wen seolah menyalurkan kekuatan.


"Bagaimana kalau kau ikut aku ke ibu kota? " Tanya Fu Haifeng lagi.


"hemm... apakah boleh? "


"Tentu saja boleh"


"Baiklah, terimakasih" ucap Wen sambil menatap Fu Haifeng, merasa di tatap Fu Haifeng pun menoleh dan tatapan mereka bertemu, terkunci satu sama lain dan tanpa sadar saling melempar senyum. Mereka pun mengobrol ringan tanpa menyadari sepasang mata tajam menyaksikan mereka dari tadi, tangan nya yang memegang jubah tercengkram erat. Mata merah nya menatap sendu ke bawah, dengan berdiri sambil bersender di samping pintu yang terbuka.


"Sebaiknya kita masuk, malam semakin larut dan udara semakin dingin. Kita berangkat besok" Ucap Fu Haifeng sambil bangkit dan mengulurkan tangannya untuk membantu Wen, ia pun tersenyum untuk melengkapi ke tampanan nya.


"Baiklah" Ucap Wen Tersenyum seraya menyambut uluran tangan Fu Haifeng dan berdiri. Mereka pun melangkah bersama menuju pintu, seseorang yang mendengar percakapan mereka pun segera bergegas masuk agar tidak ketahuan. Haifeng dan Wen masuk ke tempat tidur masing-masing, Seseorang yang mendengar percakapan mereka tadi adalah Xiu Min Yang tidak lain dan tidak buka adalah Putra Mahkota Clan Iblis yang kelak menjadi raja Iblis.


...----------------...


Terimakasih atas dukungan dari para pembaca setia author. Semoga selalu mendapatkan kebahagiaan, dan kesehatan. Terimakasih untuk para Readers yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya author.


Dukung author lewat....


Like


Rate


Vote


Komen


Favorit


Thanks atas dukungan nya semoga author bisa melanjutkan berkarya dengan lancar, dan semoga author bisa terus mengembangkan karya author agar bisa lebih baik lagi....


^^^-Love You All 😘😘^^^