
"Sedikit lagi! Satu langkah lagi, dan semua nya akan selesai! " Ucap Wei Tianzi seraya memejamkan mata nya dan menghela nafas panjang kemudian menarik sebelah sudut bibir nya.
......................
"Kau!! Kang!! De!! An!! " Ucap Shuwan penuh penekanan dengan tatapan tajam nya saat melihat dengan jelas sosok yang berdiri di hadapan nya.
"Bagaimana dengan kejutan yang ku berikan, Gadis? " Tanya De An yang saat itu bertarung dengan Xiao Guang menggunakan jubah putih nya.
"Cih! " Shuwan berdecih tidak peduli kemudian mengalihkan pandangan nya ke samping.
Lalu De An bergerak maju mendekati Shuwan dan berdiri tepat di hadapan Shuwan. Kemudian De An mencengkram rahang Shuwan dengan erat, memaksa Shuwan menatap nya.
"Anggap saja ini balasan karena kau menendang ku saat itu" Ucap De An menyeringai sementara Shuwan mengernyit kan dahi nya mencoba mengingat.
'Menendang nya? 'Batin Shuwan seraya menerawang, mencari ke dalam ingatan.
"Oh? Seharus nya aku menendang mu hingga mati! " Sarkas Shuwan kemudian tersenyum miring membuat De An menggeram dan mempererat cengkraman nya.
"Ha-ha-ha-ha! Memang seharus nya kau menendang ku hingga mati, lalu kau akan di culik oleh orang tidak di kenal! " De An tertawa membuat Shuwan semakin mengernyit kan dahi nya.
"Di culik? " Ulang Shuwan dengan dahi mengernyit dalam.
Sreettt
Dia sama sekali tidak mengaduh kesakitan atau semacam nya saat De An mencengkram rahang nya dengan sangat kuat.
'Seingat ku.... Sosok misterius itu seperti nya melemparkan bubuk aneh yang aku tidak tahu. Ah benar! Bubuk itu semacam obat tidur! 'Gumam Shuwan dalam hati dengan kembali pada wajah datar nya.
"Ha bagaimana? Sudah mengingat nya, gadis? " Tanya De An mendekatkan wajah nya ke wajah Shuwan, hampir tidak memiliki jarak.
"Cih! " Shuwan berdecih tidak suka dengan perkataan De An yang secara tidak langsung menyebut nya pelupa.
"Ha-ha-ha! Seperti nya kau harus berterima kasih pada ku, gadis! Setidak nya aku hanya akan membuat mu menjadi umpan untuk ikan besar! " De An tertawa seperti orang gila, mengabaikan raut wajah Shuwan yang tidak berubah sedikit pun.
"Apa menurut mu aku akan peduli? Jawaban nya, tidak!! " Ucap Shuwan dengan acuh membuat De An mengeratkan cengkraman nya.
"Tapi percuma saja bahkan jika pada akhir nya kau akan berakhir di genggaman ku! Penjara ini sangat kuat, aku yakin kau tidak akan bertahan lama di sini! Kecuali kau di berkati langit dan mendapat keajaiban" De An melepaskan cengkraman nya dan menghempaskan wajah Shuwan dengan kasar.
'Orang ini! 'Ucap Shuwan dalam hati dengan geram seraya mendengus.
Harga diri nya telah di injak! Dan penghinaan ini akan selalu dia ingat!!
"Kau yakin? Seperti nya penjara ini cukup nyaman! " Ucap Shuwan asal seraya melirik ke sekitar.
Di mana terdapat tetesan air yang lembab, pencahayaan yang remang-remang. Serta beberapa tikus berada di pojokkan.
"Ya ya ya! Jika menurut mu nyaman maka tinggal lah! " Ucap De An seraya membalik kan tubuh nya dan berjalan menuju pintu.
"Kita Lihat! Sampai kapan kau akan bertahan di penjara yang dingin ini!? " Lanjut De An menolehkan sedikit wajah nya ke arah Shuwan lalu kembali melanjutkan langkah nya seraya tersenyum lebar.
Lebih tepat nya menyeringai lebar!!
***
Chen terdiam saat merasakan energi yang begitu familiar. Energi yang seharus nya tidak ada di Istana Kekaisaran Zhao.
"Kapan De An berada di sini? Kenapa Energi nya mengarah pada Danau Yu? " Gumam Chen seraya mengernyit kan dahi nya.
"Mungkin kah...? " Tiba-tiba Chen tersentak dan segera berusaha menyingkirkan pikiran buruk mengenai Shuwan dan De An.
Saat ini dia sedang berada di sebuah Hutan Bambu di bagian Timur Kekaisaran Zhao. Tempat yang berbatasan langsung dengan Kerajaan Kang.
Seharus nya hanya terdapat jejak energi milik De Lu di sini. Namun Chen juga dapat merasakan jejak Energi De An yang masih baru.
'Apa aku harus memastikan nya? Bagaimana jika Wan Wan terlibat masalah dengan Istana Serigala? 'Batin Chen seraya mengernyit kan dahi nya.
Pada akhir nya dia memilih untuk memastikan nya sendiri dan melanjutkan langkah ke Istana Kerajaan Kang.
Toh! Tidak ada rugi nya bahkan jika Shuwan memang tidak berada di sana!
***
Malam yang dingin, gelap dengan gemerlap bintang di langit. Angin berhembus menerbangkan anak rambut nakal yang tidak terikat.
Li Yue mengambil batu di bawah kaki nya, dia menghela nafas kemudian melemparkan batu tersebut ke sungai di hadapan nya.
"Terjebak bersama para laki-laki sangat tidak menyenangkan! Mereka berdua terlalu kaku untuk di ajak bicara! " Gerutu Li Yue kembali mengulang kegiatan melempar batu untuk menghilangkan kesal dan bosan.
Dia duduk di batu besar tepi sungai dengan kaki yang menyentuh dingin nya air sungai di malam hari.
"Malam ini sangat dingin. Kenapa kau memilih duduk di sini? "
Li Yue membalik kan tubuh nya ke belakang untuk melihat Junsi yang berdiri di belakang nya dengan wajah datar seperti biasa.
"Lebih menyenangkan duduk di sini di banding kan duduk bersama kalian! " Gumam Li Yue pelan, nyaris berbisik namun sayang nya Junsi masih dapat mendengar samar.
"Kalau begitu berteman lah dengan sungai itu!! " Ucap Junsi menarik sebelah sudut bibir nya melihat Li Yue yang melengos.
"Menyebalkan! Apa kau ini tidak bisa berbicara layak nya orang normal!? " Li Yue kesal sehingga dia mencebikkan bibir nya.
"Apa menurut mu aku ini tidak normal? "Mendengar penuturan Li Yue, Secara alami Junsi memiliki tiga garis hitam di kepala nya.
" Ah tidak tidak! Maksud ku-"
"Kalau menurut mu aku ini tidak normal, lantas seperti apa arti kata normal itu bagi mu? " Belum sempat Li Yue menyelesaikan ucapan nya, Junsi segera memotong dengan pertanyaan menjebak.
"Tidak! A-aku tidak bermaksud seperti itu, maksud ku kau ini terlalu kaku untuk ukuran seorang pria emm bagaimana ya? " Ucap Li Yue dengan wajah kikuk nya karena di tatap oleh Junsi dengan serius.
Kemudian Li Yue menggaruk pelan kepala nya yang tidak gatal saat Junsi mengerutkan dahi nya dengan aneh.
"Jadi maksud mu... Aku tidak seperti pria pada umum nya? Begitu? " Tanya Junsi membuat Li Yue menepuk dahi nya jengkel.
"Ah tidak! Huh! Lupa kan saja! Kau tidak akan mengerti dasar pria kaku! " Gerutu Li Yue kembali memutar tubuh nya ke arah sungai untuk menghindari tatapan Junsi.
Sedang kan Junsi hanya bisa mengulas senyum tipis, sayang sekali Li Yue tidak melihat nya. Jika melihat, mungkin Li Yue akan berteriak dengan heboh.
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!