Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 134: Muridku Memang Berbakat



"Ada ada saja" Gumam Chen pelan kemudian berbelok arah karena tujuan nya adalah danau, bukan kediaman tamu tempat Shuwan tinggal sementara.


......................


Gemericik air terdengar bersamaan dengan petir-petir kecil yang bersahutan. Angin berhembus cukup kencang.


Tess


Tess


Tess


Shuwan menengadah kan sebelah tangan nya, merasakan dingin air hujan yang entah bagaimana tiba-tiba turun dengan deras nya tepat saat dia muncul di kediaman.


"Teknik Alam-Manipulasi Air! "


Kemudian Shuwan memejamkan mata nya, Tiba-tiba air hujan di sekitar Shuwan dengan jarak Satu Meter berhenti dan tidak jatuh ke tanah.


"Teknik Manipulasi? Ini menarik! " Gumam Shuwan seraya membuka mata nya dan menatap penuh minat dengan Teknik yang baru saja ia gunakan.


Swooossshh


"Ya! Teknik dengan penggunaan Qi sedikit sehingga kau bisa menggunakan nya kapan pun, dan kau bisa mengendalikan Hujan dalam jarak tertentu! " Ucap Jiancheng yang tiba-tiba berada di sisi Shuwan, menatap bangga murid nya.


Sreettt


Tess


Tess


Tepat saat Shuwan membalik tangan nya dan di ayun dengan sedikit cepat, air hujan yang tadi berhenti tiba-tiba langsung terjatuh ke tanah secara bersamaan.


"Wow! " Ucap Shuwan kagum melihat tanah yang sedikit berlubang karena kecepatan jatuh nya air hujan tadi.


'Jika sedikit ku tambah energi, lalu di kendalikan dengan baik maka air ini bisa seperti peluru ' Batin Shuwan tersenyum senang.


Masih dengan tangan kanan yang terulur, Shuwan memutar telapak tangan nya. Tiba-tiba muncul gumpalan air di sana.


Shuwan kembali memutar tangan nya, air itu ikut berputar dengan sangat indah. Manik mata Shuwan memperhatikan dengan binar.


"Kau cukup berbakat mengendalikan kekuatan mu! " Puji Jiancheng yang hanya di balas senyum tipis oleh Shuwan.


Namun Jiancheng tidak protes, justru tampak sedikit senang dengan reaksi Shuwan. Karena biasa nya Shuwan hanya mengangguk kan kepala ketika di puji.


'Ah itu! ' Tiba-tiba Shuwan teringat sesuatu yang aneh sejak dia membuka Segel Tujuh Dantian Surgawi.


Shuwan secara refles melepas fokus nya sehingga air di tangan nya terjatuh ke tanah dan berceceran.


Hal itu tentu membuat Jiancheng bingung, saat dia hendak bertanya Jiancheng melihat Shuwan yang menyentuh nadi nya sendiri.


"Ada apa? " Tanya Jiancheng saat melihat lipatan di dahi Shuwan semakin dalam.


"Aku ingat saat akan membuka Segel itu, Racun Es dalam tubuh ku sudah mulai merusak beberapa Dantian. Lalu sekarang? " Shuwan bertanya dengan nada yang aneh, wajar karena Shuwan tidak terbiasa.


"Terlepas nya Segel Tujuh Dantian Surgawi memang secara alami menekan Racun Es itu hingga titik terendah, tidak perlu merasa aneh! " Jawab Jiancheng santai seraya melambaikan tangan.


"..... " Hei! Shuwan memang tidak tahu, wajar jika dia merasa aneh.


Namun pada akhir nya Shuwan menggelengkan kepala nya samar, dan berbalik masuk ke dalam Paviliun nya.


"Apa kau tidak ingin mencoba menghentikan hujan? " Tanya Jiancheng tiba-tiba membuat langkah Shuwan terhenti.


Menghentikan hujan? Kedengaran nya keren, dan Shuwan merasa tertarik untuk melakukan hal itu.


"Jelas kan! " Balas Shuwan kembali berbalik menatap sang guru dengan wajah tenang tanpa ekspresi.


"Dengar.... "


***


Tangan kanan terangkat, begitu pun dengan tangan kiri nya. Sehingga kedua tangan nya seperti di rentang kan, dia mengalirkan Qi ke sekitar.


"Teknik Alam-Manipulasi Alam" Gumam nya, kemudian tiba-tiba air hujan yang sedang berjatuhan seketika berhenti dan seperti menggantung.


Swooossshh


Setelah itu dengan cepat air yang menggantung tersebut kembali naik ke atas seolah kembali ke asal nya.


"Wow! " Ucap Shuwan kagum dengan Jiancheng yang menghentikan hujan hanya dengan menggunakan sedikit energi Qi.


"Coba lah! " Ucap Jiancheng tersenyum pada murid nya, dengan semangat Shuwan mengikuti langkah-langkah yang Jiancheng ajarkan.


Shuwan merentangkan tangan nya dengan lembut, kemudian mengalirkan Qi milik nya dengan sangat sempurna.


"Teknik Alam-Manipulasi Alam" Ucap Shuwan kemudian seperti yang di lakukan Jiancheng, air hujan yang sedang tuan tiba-tiba berhenti dan kembali ke awan.


Masih menahan Qi nya, Shuwan menurunkan tangan nya dengan perlahan seraya tersenyum tipis.


Setelah itu Shuwan meletakkan tangan nya di belakang punggung nya sendiri. Tampak tersenyum menatap cuaca yang tiba-tiba cerah.


"Apa teknik ini tidak mempengaruhi Iklim Sekitar? " Tanya Shuwan kepada guru nya, Jiancheng berdeham kemudian berkata...


"Tenang saja, walau Batas jarak dari Teknik ini sangat luas, guru mu ini sudah memasang penghalang agar tidak adanya yang tahu, sehingga di luar penghalang Hujan tetap turun seperti biasa"


'Jika saja dulu saat di dunia Modern aku bisa menggunakan Teknik ini, aku tidak perlu repot-repot menunggu hujan reda saat sedang sibuk'Batin Shuwan dengan mata menerawang.


"Aku ingin ke dalam! " Ucap Shuwan berbalik dan melangkah masuk ke dalam Paviliun nya, meninggal kan Jiancheng yang masih diam.


Krieeett


Saat di ambang pintu, Shuwan berhenti dan menolehkan kepala nya sedikit. Kemudian menekuk siku tangan kanan nya hingga terangkat sebatas dada.


Ctakk


Tess


Drrrsssss


Shuwan menjentikkan jari nya, kemudian hujan kembali turun dengan deras seperti tidak pernah terjadi apa pun.


Kemudian Shuwan pun masuk, Jiancheng yang berdiri terpaku pun terkesiap dan segera menghilang setelah tersenyum tipis.


'Murid ku memang berbakat! '


***


Sedang kan di sisi lain, tepat nya sebuah Gazebo yang berada di tepi kolam ikan. Tampak dua orang berbeda Jenis sedang bersanda gurau, mengabaikan Hujan yang melanda dengan deras nya.


"Terkadang aku merasa, kau seperti bukan rakyat biasa yang tidak mengerti tata krama! " Ucap Shen tiba-tiba yang membuat Qiu tersentak dan gugup.


"A-ah? Benar kah? Ta-tapi tidak semua rakyat itu tidak mengerti tata krama, dan tidak semua para bangsawan akan bertindak dengan tata krama! " Balas Qiu tanpa menatap Shen.


"Benar! Tetapi tetap berbeda, seolah kau memang telah sejak kecil di didik untuk menjadi bangsawan sempurna! "


"I-itu tidak juga... "


"Hemm? Mungkin kah hanya perasaan ku saja? " Gumam Shen setelah mendengar ucapan Qiu. Namun gumaman Shen ternyata terdengar oleh Qiu.


"Ya... Itu hanya perasaan mu saja, lagi pula tidak mungkin rasa nya aku itu seorang anggota kerajaan" Ucap Qiu seraya menyeruput teh nya dengan anggun.


Namun dia tidak sadar dengan ucapan nya yang membuat Shen mengernyitkan dahi. Sehingga dia tetap terlihat santai.


'Apa aku salah dengar? Ku rasa aku tidak mengatakan jika Dia adalah seorang anggota Kerajaan? Aku hanya mengungkapkan keraguan ku atas identitas nya sebagai rakyat biasa' Batin Shen menatap penuh curiga pada Qiu.


"Siapa kau sebenar nya Qiu? " Qiu gugup dan semakin gugup saat pertanyaan itu terlontar oleh Shen, dia semakin bingung.


"Seperti yang kau tahu, aku ha-hanya rakyat biasa"Balas Qiu memalingkan wajah nya ke arah lain.


" Kau yakin? "Tanya Shen mencondongkan tubuh nya ke Qiu dengan mata menyipit. Dan Qiu semakin gugup karena jarak wajah mereka kurang dari satu jengkal.


...----------------...


Hai....!


Apa kabar?


Harus baik dong ya!!!


Jangan lupa LIKE!!


WA: +6282123981798


IG: @lrnrrhmnia1412


Email: rahmanialiranur@gmail.com


Selalu dukung author!!!