
Mereka tak bisa berkata-kata saat mendengar penuturan Shuwan yang nampak lugas. Mereka kembali memikirkan perkataan Shuwan dengan cermat.
......................
"Apa yang di katakan Nona Shu ada benar nya! Tapi seperti yang nona Qiu katakan.... " Kaisar menghentikan ucapan nya sejenak sebelum melanjutkan.
"Meski memiliki Kepintaran, belajar memanipulasi Qi dalam waktu dekat itu pun sulit"
Hening...!
Tak ada yang menyahuti ucapan Kaisar, namun mereka semua menatap Shuwan yang tampak merenung.
"Tidak ada cara lain selain melakukan itu" Gumam Shuwan pelan sayang nya masih terdengar oleh mereka semua karena ketajaman panca Indra.
"Melakukan apa? " Tanya Qiu penasaran.
Shuwan mengalihkan pandangan nya pada Qiu, sedikit tak menyangka kalau ada yang mendengar ucapan nya yang cenderung berbisik.
Namun Shuwan masih diam tak menjawab ucapan Qiu. Dia bermaksud menciptakan Aray pelindung di sekitar Istana, juga untuk melindungi nya selama proses membuka Segel.
Tetapi dia harus bertanya kepada Jiancheng terlebih dahulu. Atau minimal meminjam kekuatan seseorang agar dia tak menggunakan Qi nya.
"Aku bisa melakukan nya, hanya saja... " Shuwan tak melanjutkan ucapan nya karena merasa sedikit ragu, membuat mereka semua penasaran.
"Hanya saja apa? " Tanya Shen yang sedari tadi diam. Shuwan menghela nafas pelan sebelum akhir nya menjawab...
"Saat ini aku tidak bisa atau tidak boleh menggunakan Kekuatan ku, sehingga aku harus meminjam kekuatan orang lain"
"Memang nya ada apa dengan Kekuatan mu? " Tanya Qiu menatap heran Shuwan karena setahu nya Shuwan sangat hebat, mungkin.
".... "
Shuwan tak menjawab, dia sendiri bingung bagaimana cara nya menjawab pertanyaan Qiu.
Jadi dia tampak sedang menyusun kata-kata yang tepat untuk menjawab nya. Berharap jawaban nya tidak terdengar aneh.
"Aku bukan berasal dari dunia ini" Ucap Shuwan mengejutkan mereka, mereka tahu jika dunia yang mereka tempati ini bukan satu-satu nya, hanya saja ini tetap terdengar mengejutkan.
"Apa maksud mu? " Kali ini permaisuri lah yang bertanya.
"Saat itu aku dan saudara ku sedang menghadapi musuh dan karena kesalahan tanpa sengaja aku terdampar di dunia ini" Shuwan berhenti sejenak sebelum akhir nya melanjutkan...
"Sejak pertarungan itu kekuatan yang dapat ku gunakan cukup terbatas, dan memanipulasi Qi membutuhkan kekuatan yang lumayan besar sehingga saat ini aku tak bisa melakukan nya"
Shuwan mengarang cerita yang cukup masuk akal meski tidak sepenuh nya kebohongan. Dan berharap mereka percaya.
"Kekuatan yang ku butuh kan harus cocok dan sesuai dengan jenis Qi ku, jika berbeda maka akan saling bertabrakan dan justru menghancurkan diri ku sendiri" Ucap Shuwan pelan mengingat jenis kekuatan nya yang unik.
Meski cenderung mendekati kekuatan Iblis, Shuwan memiliki Energi dari Ras Dewa-Dewi yang berasal dari keluarga Ayah nya.
Dan akan sulit mencari pengguna kekuatan yang memiliki Energi dari dua Ras yang bertentangan. Minimal memiliki Element Cahaya dan Kegelapan.
"Apa kau bisa menggunakan kekuatan ku? " Tanya Chen tiba-tiba mengejutkan mereka namun tidak dengan Shuwan yang tampak berfikir.
Shuwan mengerti alasan Chen mengatakan hal ini, mengingat hari tadi Chen membantu nya dengan mengalirkan Qi pada tubuh nya.
"Mungkin bisa, tetapi ini akan sedikit sulit karena memanipulasi Qi membutuhkan sedikit nya Qi selama setahun" Ucap Shuwan berhenti lalu menarik nafas dan membuang nya perlahan.
"Apa itu masalah? " Tanya Shuwan menatap manik mata Chen yang menggoda dengan ragu.
Hening...!
Mereka semua terdiam, Qi selama setahun bukan lah sedikit. Mungkin beberapa orang dapat menaiki beberapa tingkat dalam waktu setahun.
Dan tentu ini berarti Chen akan kehilangan hampir separuh kekuatan nya dan tingkat pelatihan nya akan menurun setidak nya dua sampai tiga tahap.
Sangat merugikan!
"Selagi cara ini dapat melindungi para rakyat Kekaisaran Zhao, aku bersedia" Ucap Chen dengan tegas.
Tetapi menjadi seorang calon kaisar di masa depan, Chen memang di haruskan mencintai rakyat nya bukan? Dan hal itu adalah kewajiban!
"Terserah, aku sudah memperingati mu! "Ucap Shuwan dengan nada datar seperti biasa.
***
Setelah percakapan di aula tadi, saat ini Shuwan sedang membaca buku di kediaman tamu. Ia melakukan semua itu hanya agar bisa tinggal sebentar di istana ini.
Ia malas menyewa penginapan, dan malas mencari tempat aman. Jadi, jika masih bisa memanfaatkan keadaan istana Zhao yang sedang genting, kenapa tidak?
Lagi pula dengan meminjam kekuatan Chen, dia tidak banyak di rugikan.
Mengingat ucapan sang guru yang mengatakan bahwa Qi Chen cocok dengan nya, ia akan sebaik mungkin memanfaatkan hal itu!
" Kau masih muda, tetapi pikiran mu sungguh licik! "Ucap Jiancheng yang kini sudah berada di hadapan Shuwan.
" Itu bukan licik, hanya saja aku terlalu cerdik...! "Jawab Shuwan sombong seraya menarik turun kan alis nya sekali, ia berfikir untuk sesekali bersikap layak nya manusia pada umum nya.
".... " Jiancheng tak dapat berkata-kata!
Bukan! Bukan karena ucapan Shuwan! Hanya saja, ini pertama kali nya Shuwan mengatakan sesuatu tanpa nada datar nya.
Pertama kali melihat Shuwan menaik turun kan alis nya seperti manusia biasa! Ini momen langka dan tak bisa di sia-sia kan!
Melihat Respon Jiancheng yang seperti melamun, Shuwan memandang nya bingung seraya memiringkan kepala dan alis terangkat.
Akh!! Ini peningkatan untuk kejiwaan Shuwan! Mungkin seperti itu isi pikiran Jiancheng saat ini! Jika Shuwan mendengar nya, mungkin dia akan memaki Jiancheng.
"Ah maaf, apa tadi yang kau ucap kan? " Tersadar dari lamunan nya, Jiancheng secara alami bertanya dengan bersemangat.
"Apa? " Tanya Shuwan tak mengerti membuat Jiancheng gemas sendiri.
'Seperti nya reaksi ku terlalu aneh! ' Gumam Dalam hati Jiancheng seraya terkekeh menyadari reaksi nya yang berlebihan.
".... " Shuwan kembali memiringkan kepala nya memandang bingung Jiancheng lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling dengan dahi mengernyit.
'Apa yang dia tertawa kan? 'Batin Shuwan tanpa sadar mengedipkan mata nya beberapa kali.
"Aih lupa kan! Jadi kau yakin ingin menyimpan sedikit Energi milik pemuda itu untuk simpanan? " Ucap Jiancheng yang mulai serius, Shuwan pun kembali pada ekspedisi bawaan nya yang datar.
'Mulai lagi! 'Jiancheng bingung dengan perubahan ekspresi Shuwan yang bisa berubah-ubah dengan cepat, namun bukan saat nya membicarakan hal itu!
"Ya! Bukan kah Energi nya cocok dengan ku, jadi jika aku ingin menggunakan energi nya aku tak perlu repot mengubah energi nya menjadi milik ku" Jawab Shuwan acuh.
"Energi saja bisa menjadi simpanan? Bagaimana dengan lelaki, jika lelaki itu cocok dengan nya bisa kah dia jadi kan lelaki simpanan? " Gumam Jiancheng pelans, sayang nya Shuwan yang memiliki pendengaran tajam tetap mendengar nya.
'Lelaki simpanan? 'Batin Shuwan menggeram marah, hei dia bukan tipe orang seperti itu!!
Dia ingin berteriak marah di depan wajah guru nya, namun karena tak ingin membuang tenaga ia hanya memandang guru nya dengan tatapan dingin.
"... Tidak kah kau merasa kasihan jika menguras terlalu banyak energi nya? " Melupakan pemikiran nya yang ekstrim, Jiancheng bertanya dengan heran.
"Tidak" Jawab Shuwan tak peduli dan kembali melanjutkan kegiatan nya.
Jiancheng pun hanya bisa menghela nafas. Murid nya itu terlalu acuh dan keras kepala! Hingga ia sendiri bingung menghadapi murid nya saat ini.
...----------------...
Bagaimana cerita nya?
Author hanya ingin memberitahu....
Di beberapa episode ke depan mungkin Shuwan akan jarang terlihat karena beberapa hal yang author sendiri tidak bisa mengungkapkan.
Inti nya jangan lupa LIKE karena LIKE itu GRATIS!!!
See You Next Time~~