Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 111: Cahaya Penerang Kegelapan



Seakan lupa dengan tujuan nya ke sana untuk Ber-Kultivasi, Chen justru menyalurkan Energi nya ke tubuh Shuwa berharap dapat membantu Kesulitan yang Shuwan hadapi.


'Aku tidak tahu apa yang sedang kau hadapi dan apa yang menjadi tujuan mu. Tapi jika boleh, aku ingin membantu mu semampu ku'


......................


Seberkas Cahaya Terang mulai terlihat dan memasuki retina. Shuwan yang melihat itu berusaha menggapai nya.


Seolah-olah cahaya itu adalah jalan keluar dari kegelapan tiada akhir ini. Namun sekuat apa pun ia berusaha, cahaya itu tetap tak dapat ia gapai.


Layak nya mimpi yang terlalu tinggi untuk di raih, seperti angan yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan.


'Kenapa? 'Hanya pertanyaan itu yang terlihat di benak Shuwan, seolah-olah ia tak bersalah.


Dulu saat ia merasakan yang nama nya kematian, ia hanya melihat kegelapan sesaat. Namun saat muncul cahaya, ia menggapai nya dan berpindah di mensi.


'Apa kah ini yang di namakan kematian? ' Jika ada cermin, Shuwan mungkin melihat kalau ia sedang tersenyum sinis.


Hanya tak menyangka akan mati sebelum menuntaskan tujuan nya. Tak menyangka akan mengalami kematian yang kedua secepat ini.


Tanpa sadar Cahaya yang muncul semakin terang membuat Shuwan ingin menyipit kan mata nya. Perlahan namun pasti, cahaya itu mulai menelan kegelapan.


"Berjanji lah untuk tetap Hidup, Lin Lin" Terlintas suara Fu Lee di benak nya.


"Bahwa kau berharga bagi ku, Wan Wan" Namun tiba-tiba terlintas Suara seseorang yang Shuwan kenal membuat nya tertegun sejenak.


'Apakah? 'Tanya nya dalam hati, mencoba menutup mata menghalangi cahaya yang terus masuk melalui celah bulu mata.


Brukkhh


Terdengar suara benda terjatuh namun Shuwan tak tahu apa itu.


Begitu cahaya memudar, yang ia lihat adalah danau nan luas. Ia terdiam merasakan seseorang berada di belakang nya, lantas mencoba menoleh.


'Chen? 'Batin nya terkejut melihat Chen tampak jatuh berlutut dengan nafas tak beraturan.


"Uhuk! " Nampak Chen terbatuk membuat Shuwan bergerak dengan cepat menyentuh lengan Chen.


"Apa yang? " Tanya Shuwan saat Chen mengangkat wajah nya sendiri.


"Syukur lah"


Degg


Degg


Degg


Jantung Shuwan berdebar saat melihat pemuda di hadapan nya itu tersenyum dengan manis. Entah lah Shuwan tak tahu perasaan apa itu, hanya saja ia merasa kalau Senyuman Chen begitu familiar.


Segera Shuwan memalingkan wajah nya ke samping seraya membantu Chen berdiri. Ia membawa Chen ke tepi danau dan mendudukkan nya. Ia pun ikut duduk di sisi Chen


"Kenapa? " Tanya Shuwan tanpa menatap Chen.


"Kenapa apa? " Bukan menjawab, Chen justru balik bertanya.


Shuwan terdiam merasa enggan meneruskan pembicaraan. Pikiran nya masih terfokus dengan senyuman Chen yang begitu mirip dengan seseorang yang pernah mengisi hari nya.


Hening...!


"Kenapa kau membantu ku? " Tanya Shuwan setelah hening beberapa saat, ia menoleh menatap Chen yang juga sedang menatap nya.


"Entah lah, hanya merasa Bahwa kau berharga bagi ku, Wan Wan"


Degg


Shuwan terhenyak mendengar nya, Kata-kata yang hampir sama dengan yang ia dengar beberapa saat yang lalu. Hanya berbeda sedikit saja.


"Cih! Kita bahkan baru bertemu pagi ini" Ucap Shuwan tersenyum meremehkan sedangkan Chen masih dengan wajah datar nya.


Lagi-lagi Shuwan hanya terdiam mendengar penuturan pemuda di samping nya. Hanya saja ia terlalu bingung dengan semua ini.


Sementara Chen nampak terus memperhatikan Shuwan yang diam menatap nya. Tak lama kemudian ia tersenyum miring.


"Aku tahu aku tampan, tapi kau tak perlu menatap ku sampai seperti itu"


Mendengar itu Shuwan segera memalingkan wajah nya ke depan, menatap dingin danau di hadapan nya. Tubuh nya memang berada di sana, namun pikiran nya melayang jauh.


Melihat Shuwan yang masih diam, Chen mengernyit bingung. Apa lah ia salah bicara? Atau kah ia melakukan suatu kesalahan?


"Huft! " Shuwan menghela nafas lalu memejamkan mata nya sejenak, mencoba merasakan energi di tubuh nya.


Shuwan dapat merasakan Energi aneh di tubuh nya, energi aneh itu mengalir di aliran Qi nya. Energi yang berwarna Emas seperti aura nya.


Energi itu sangat sedikit dan tipis, nyaris tidak dapat di rasa kan. Dahi nya mengernyit merasa heran dan bingung, namun sesaat kemudian ia segera menetral kan ekspresi nya.


"Malam akan tiba, sebaik nya kita kembali" Ucap Shuwan seraya beranjak dari duduk nya.


"Ah? Baiklah" Chen tersentak dari lamunan nya dan segera ikut beranjak.


Shuwan segera melesat mendahului tanpa kata, segera Chen mensejajarkan langkah nya dengan Shuwan. Tanpa sadar sudut bibir nya tertarik membentuk senyuman.


***


"Apa yang sedang kau pikirkan? " Tanya Yixuan membuyarkan lamunan Li Yue yang sedang duduk di bawah pohon yang rindang.


"Tidak ada"


"Benarkah? " Kali ini bukan Yixuan yang bertanya, melainkan Junsi yang entah mengapa sangat ingin melontarkan pertanyaan.


"..... " Li Yue setia dengan pikiran nya saat Junsi mengatakan itu, ia sangat tidak ingin mengingat kembali kenangan kelam nya.


"Cerita lah" Tutur Junsi pelan namun masih terdengar oleh dua orang lain nya.


"Hanya memikirkan keluarga ku" Akhir nya Li Yue memilih jujur meski berat.


Sebenar nya Yixuan dan Junsi sudah tahu isi pikiran Li Yue mengingat wajah Li Yue tampak tertekan dan frustasi. Terlebih karena Li Yue terus diam setelah menceritakan kisah kelam nya.


"Apa kau ingin kembali? " Tanya Yixuan tiba-tiba membuat Li Yue tersentak dan langsung menggeleng kan kepala nya dengan cepat.


"Tidak! Tidak mau! Mereka semua jahat! " Ujar Li Yue nampak hampir menangis membuat Junsi mau pun Yixuan kewalahan.


"Ah! Eh baiklah tak perlu pulang! Junsi akan mengajak mu berkeliling dunia" Yixuan segera menjelaskan membuat Junsi membelalakkan mata nya, pada awal nya ia hanya berniat untuk bercanda namun siapa sangka kalau Yixuan menganggap nya kenyataan?


Melalui kontak mata, Yixuan menyuruh Junsi untuk diam saja. Dan tentu Junsi akan melakukan nya karena jujur saja ia sangat malas berdebat.


"Benar kah? Si-Si akan mengajak ku? " Tiba-tiba saja Li Yue tampak tersenyum senang sedangkan Junsi merasa aneh dengan panggilan Li Yue.


"Tunggu! Nama ku adalah Junsi, kenapa kau memanggil ku Si-Si? " Tanya nya mengabaikan Yixuan yang tampak lucu melihat mereka.


"Itu adalah nama kesayangan, hanya aku yang boleh memanggil mu seperti itu! " Jawab Li Yue dengan senyum polos nya membuat Junsi sangat ingin marah.


"Kenapa kau melihat ku? " Tanya Junsi lemah terdengar membuat gadis di hadapan hanya itu Li Yue segera memalingkan wajah.


"Akhm sudah lah, sebaik nya kita mencari tempat untuk bermalam dan melanjutkan perjalanan besok" Tutur Yixuan seraya bangkit dari duduk nya dan segera melesat pergi di ikuti Junsi dan Li Yue.


...----------------...



Hai...!


Jangan lupa Like, komen dan Favorit ya....


See You Next Time~~