Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 181: Pertama Kali



...Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Bagi yang melaksanakan!!...


Dia adalah orang yang memasang barier, dia... gadis itu tersenyum dengan tulus. Untuk pertama kali nya!


"Kau benar! Dia hanya masa lalu ku, dan kau adalah masa depan ku. Kau milik ku Zhao Li Chen! " Gumam wanita itu kemudian menghela nafas dan berjalan mendekati Chen.


......................


Rupa nya gadis itu adalah Shuwan, dia menggunakan teknik bayangan nya untuk berada di dua tempat sekaligus.


Shuwan mengalungkan tangan kanan Chen di bahu nya, kemudian menggunakan teleportasi untuk berada di kamar pribadi Chen.


"Kau cukup berat, akan ku tagih hutang ini nanti" Gumam Shuwan seraya menidurkan Chen di peraduan.


Brukkh


"Huft! " Shuwan berkacak pinggang kemudian menaikkan kaki Chen satu persatu, lalu mengangkat kedua tangan Chen untuk memindahkan posisi tidur agar terlentang.


"Ck merepotkan" Shuwan berdecak kesal namun sujurus kemudian dia tersenyum tipis lalu menarik selimut dan menyelimuti Chen hingga leher.


Setelah nya Shuwan mengambil sesuatu di atas meja, yaitu baskom berair dan lap bersih. Dia pun kembali duduk di sisi peraduan Chen.


Dia mulai mengelap dahi Chen dan terus membersihkan wajah Chen. Dia tidak menyangka akan melakukan hal seperti ini.


'Ini pertama kali nya aku mengurusi orang' Gumam Shuwan dalam hati.


Sreett


"Kau milik ku Wan Wan! " Chen bergumam dalam tidur nya dengan dahi berkerut tipis, tangan nya menggenggam tangan Shuwan.


'Bahkan dalam tidur nya dia memimpikan hal ini? 'Shuwan terdiam sejenak sebelum melepaskan genggaman tangan Chen perlahan dan kembali mengelap leher Chen.


***


Setelah mengurusi Chen yang kini tertidur, Shuwan duduk di sebuah gazebo dekat paviliun nya.


Mata nya memandang bulan dengan penuh tatap, seperti seseorang yang sedang mencari kebenaran.


"Jelas-jelas aku melihat nya mati di hadapan ku, masih ingin membohongi ku menggunakan diri nya? " Gumam Shuwan seraya memejamkan mata nya.


Syutt


"Kamu tahu Lin Lin? Aku senang melihat mu mulai membuka diri dengan pangeran Zhao itu. Kenapa kau percaya dengan kepalsuan? "


Shuwan membuka mata nya yang terpejam ketika mendengar suara yang begitu familiar. Dia pun menoleh ke arah suara.


Seorang pemuda dengan hanfu hitam dan zhaoshan hitam duduk dengan kaki terangkat di belakang nya.


"An Ri? " Tanya Shuwan mengangkat sebelah alis nya ketika melihat wajah dingin pemuda itu.


"Kau mengingat ku? Menakjubkan! Ku kira kau telah melupakan ku! " Sarkas An Ri seraya mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


Shuwan tersenyum tipis kemudian kembali menatap bulan. Shuwan bukan lah tipe orang yang dapat membujuk seseorang yang sedang marah.


"Seperti nya kau masih marah dengan kejadian hari itu ya, An Ri? " Tanya Shuwan tanpa menatap An Ri namun dapat membuat pemuda itu beralih menatap nya.


"Aku menyayangi mu seperti adik ku sendiri Lin Lin, aku marah dengan sikap egois mu. Tapi aku tidak menyangka kalau kau akan membiarkan ku marah tanpa membujuk ku sedikit pun" Ucap An Ri dengan nada datar, kemudian dia menghela nafas.


"Lalu.... Aku bisa apa? Membujuk dan memohon maaf dari mu? Begitu? Hahaha" Shuwan tertawa kecil dengan ucapan nya sendiri seraya berbalik menatap An Ri yang tertegun.


'Ini pertama kali nya dia tertawa sejak kematian jendral muda itu di hadapan ku' Gumam An Ri dalam hati menatap lurus ke arah kedua mata Shuwan.


"Kau sudah melupakan Fu Lee? " Tanya An Ri mengalihkan pembicaraan, hal ini membuat Shuwan terdiam dan membuat ekspresi datar.


"Tidak pernah sekali pun aku melupakan nya" Balas Shuwan dengan nada datar seraya mengalihkan pandangan nya ke samping.


"Lalu? "


"Kau mulai mencintai pangeran Zhao itu? Tanya An Ri lagi karena tidak mendapat jawaban dari Shuwan.


" Perasaan hangat yang sama.... Aku sama sekali tidak mengerti, namun selalu suka dia berada di sisi ku" Jelas Shuwan dengan suara rendah yang dalam, kemudian Shuwan berbalik dan kembali menatap bulan yang bersinar dengan terang nya.


"Bencana Bulan Merah Darah akan tiba beberapa hari lagi... bagaimana kabar Shan Lan dan Hu Ren? " Tanya Shuwan mengalihkan pembicaraan.


Syutt


Syutt


"Kau mengingat masih ku Lin Lin? "


Shuwan berbalik menatap dua orang lagi yang muncul di sisi An Ri dengan posisi yang sama. Salah satu di antara nya memakai hanfu biru muda dengan balutan Zhaoshan biru cerah.


Dan yang lain nya memakai hanfu putih bersih di balut Zhaoshan berwarna merah pudar yang terdapat sulaman bunga lotus.


"Cih! Kenapa kalian semua muncul di sini seperti serangga? " Sarkas Shuwan kembali berbalik, merasa enggan menatap ketiga nya.


"Jadi kau akan menghentikan ide gila mu itu Lin Lin? " Tanya Shan Lan penuh harap, dia tidak ingin Shuwan terkena masalah.


"Aku akan tetap mencari Feng Xue"


Pupus sudah, senyum yang terlukis di wajah tiga pria itu pudar. Gurat kekecewaan terlihat jelas hingga kembali datar.


"Ternyata kau sama saja! " Ucap An Ri merasa kecewa dengan jawaban Shuwan.


"Tapi bukan untuk membangkitkan Kakak Lee, melainkan Permaisuri Zhao" Jelas Shuwan membuat ketiga pria itu bingung.


"Ada apa dengan Permaisuri Zhao? " Kali ini Hu Ren lah yang bertanya. Shuwan terdiam sejenak, menghela nafas dan menjawab...


"Permaisuri Zhao, dia..... "


***


Di sebuah ruangan yang sederhana namun memberi kesan elegan. Terdapat seseorang sedang duduk di kursi kebesaran, dan satu lain nya sedang berdiri di hadapan meja.


"Rupa dapat di tiru, namun kebiasaan setiap orang itu berbeda-beda. " Ucap Huo Shuai seraya menegakkan punggung nya, bibir nya terangkat membentuk senyum sinis.


"Para iblis itu.... Memiliki rencana yang begitu mulus, hampir tidak memiliki celah" Lanjut nya pelan, kemudian menatap bawahan nya.


"Tuan, apa perlu saya pergi memberi tahu nya? " Tanya Yanlei dengan wajah serius.


"Tidak perlu! Mendengar laporan mu perihal reaksi nya, aku yakin dia telah mengetahui rencana iblis ini. Cukup awasi dan bantu ketika dia benar-benar membutuhkan, gadis ini sangat licik dan cerdik" Ucap Huo Shuai seraya mengibaskan tangan nya.


"Maka saya akan melakukan nya sesuai perintah" Setelah mengatakan hal itu, Yanlei membungkuk hormat dan berjalan keluar.


"Gadis, setelah hidup jutaan tahun lama nya. Ini kali pertama aku tertarik dengan wanita" Gumam Huo Shuai seraya tersenyum kemudian fokus membaca buku-buku di atas meja.


...----------------...


Hai....!


Apa kabar?


Harus baik dong ya!!!


Jangan lupa LIKE!!


WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)


IG: @lrnrrhmnia1412


Email: rahmanialiranur@gmail.com


Selalu dukung author!!!